+ -

Pages

Sabtu, 31 Desember 2016

antara Spotify, Joox dan playlist tetangga

Beberapa saat yang lalu, saya (kepaksa) nginstall aplikasi Spotify, demi mendengarkan musik secara legal dan memang saya akui kualitasnya bagus dan jernih, lebih-lebih headset yang dipake sekarang kualitas outputnya keren sekali.  Kemudian karena ada tawaran untuk upgrade layanan premium Rp. 15 rb per 3 bulan, saya pun tergoda, tanpa banyak mikir melakukan transfer. 

Dan entah gimana, transfer berhasil, tapi akun saya tetep saja versi gratisan, bukan premium, yang mana artinya saya tetep harus menikmati musik tanpa banyak pilihan, playlist shuffle, dan ga bisa donlot lagu.  Kesel, akhirnya saya uninstall saja.

Akhirnya atas informasi seorang teman, saya pun mencoba instal aplikasi Joox, dan diluar perkiraan, menurut saya fiturnya lebih baik baik dalam beberapa hal dibanding Spotify, apalagi saat awal daftar langsung dikasih gratisan versi VIP selama sebulan.  Yang bikin saya tertarik adalah adanya fitur DTS sound, yang bikin lagu terdengar lebih keren lagi.

Selain ada fitur lirik lagu juga, pas iseng pengen menggumam sendiri ((menggumam)) kan bisa sambil baca-baca liriknya.

Gara-gara aplikasi musik itu juga, akhirnya saya tahu beberapa lagu yang sering diputer makhluk penghuni kamar tetangga sebelah lumayan kenceng setiap pagi.  Terus biasanya dia sambil nyanyi-nyanyi sendiri.  Playlistnya kalau tidak salah ini :
  1. Closer - The chainsmoker
  2. Starving - Hailee Steinfeild
  3. We don't talk anymore - Charlie Puth
  4. I don't love you - My Chemical Romance
Nah, lagu terakhir itu yang menurut saya saat ini paling enak dan unik, part-partnya juga lumayan enak dimainin pake gitar.  Trus gara-gara penasaran saya nonton beberapa versi livenya di youtube.  Cara main gitarnya keren sekali juga sih.   Lama-lama saya juga malah tertarik liat versi covernya yang dibawain oleh band-band entah darimana saja.  Juga yang versi vocal aja juga beberapa ada yang lumayan.

Oiya, kalo Hailee Steinfeild, saya justru teringat akan film Begin Again, main gitarnya disitu asik, juga tentu perannya perannya di Pitch Perfect 2.

Walagh apalah tulisan kali ini, malah nyambungnye ke Hailee.  Oke kembali ke Joox, saat ini saya rekomendasikan sih buat yang pengen denger lagu dengan legal dan kualitas yang bagus.  Pilihan lagunya juga bejibun, banyak playlist yang bisa dipilih.  Cuma sayangnya cuma satu, koleksi lagu bang Rhoma Irama ga ada je ...
5 blog auk: 2016 Beberapa saat yang lalu, saya (kepaksa) nginstall aplikasi Spotify, demi mendengarkan musik secara legal dan memang saya akui kualitasnya ba...

Rabu, 28 Desember 2016

manifesto 2017

sesekali, saya juga mau bikin resolusi seperti orang-orang, beberapa hari lagi 2016 ini berakhir, dan wah saya ngga mau ngerekap kejadian di tahun ini, rasanya hasilnya memalukan.  Kalo ibarat KHS sih, dikasih IP 1,5 aja sudah sukur, yang jelas banyak pelajaran yang kembali harus saya ulang dan perbaiki.

tapi rasanya kalau ngomongnya resolusi, saya mau bilang ini semacam manifesto saja, biar terdengar keren .

Jadi manifesto 2017 saya adalah *bentar ambil minum dulu, mendadak aus*

  1. menyelesaikan misi yang memasuki detik-detik terakhir di Jogja, gila bro, tujuh tahun berlalu begitu saja di kota ini.  Saya tidak menyalahkan siapapun atau apapun atas keterlenaan saya ini.  Sebab, beberapa kali dan entah pada beberapa orang saya pernah bilang: kalau kegagalan seseorang dalam suatu hal itu lebih karena ulah si pelakunya sendiri, atas dasar apapun.  Oke, saya persempit, suatu hal yang saya maksud adalah: sekolah :|
  2. mengurangi berisik di media sosial yang sudah sangat berisik itu. Walaupun menurut saya toh hal ini juga ga ngaruh sama apapun.  Diri kita di lautan sosmed hanyalah setitik air yang juga bakal mudah menguap ke udara. Walaupun ini masih di 2016, saya sudah memulainya beberapa saat kmaren.
  3. nulis lebih rapi lagi, mencoba lebih runut lagi, dan lebih baik lagi saja lah.
5 blog auk: 2016 sesekali, saya juga mau bikin resolusi seperti orang-orang, beberapa hari lagi 2016 ini berakhir, dan wah saya ngga mau ngerekap kejadian di...

Senin, 26 Desember 2016

kenangan lagu-lagu Slank

5 blog auk: 2016

Saya (mantan) Slanker

slank itu slengean, semau-maunya, apa adanya,
tapi punya sikap

Hari ini baca update di beritagar.id tentang Slank yang sudah memasuki usia tiga dekade lebih. Saya jadi teringat masa saya waktu awal mengenal Slank, tepat saat saya baru masuk asrama di awal fase SLTA di tahun 1990, eh maaf ada yang belum lahir saat itu? Hehehe. 

Lagu-lagu di album pertama Slank waktu itu menurut saya keren semuanya, ada satu orang yang punya kasetnya di asrama, eh maaf ada yang nggak kenal benda bernama kaset?  Kalian lahir tahun berapa sih *mulai sewot*.  Di sampul album itu ada kuis tebak-tebakan nama personilnya berdasarkan foto-foto mereka.  Saya pun mengirimkan jawaban asal-asalan, dan ternyata jawaban saya salah.  Tapi ternyata tetap saja saya mendapatkan hadiah yang bukan main-main: sticker logo Slank, kartu anggota slanker apa ya kalo ga salah dan poster gede Slank seperti di bawah ini:


Beberapa tahun kemudian, Slank juga menerbitkan buletin yang rutin saya terima, saya juga sempat satu kali memperbaharui kartu anggota SFC (Slank Fans Club).

Sebenarnya, saya rasanya tak pernah membeli albumnya juga sih, karena begitu kerenya waktu dulu haha.  Mendengar lagu-lagu mereka cuma dari kaset punya kawan, dan belakangan sejak album ketiga (PISS) adik saya yang kedua, yang rajin membeli albumnya.  Saya dan adik-adik saya semuanya penggemar lagu-lagunya Slank memang. 

Saya sendiri justru baru bisa beli album Slank saat kuliah tahun ke empat, yang keluar justru saat formasi idealnya bubar jalan.  Saya beli album Lagi Sedih yang mendapatkan bonus kantong pembungkus kaset dari bahan semacam karung, sesaat sebelum saya melakukan perjalanan jauh ke pulau Jawa, hingga akhirnya kaset itu saya jadikan hadiah untuk pacar saya yang sedang kuliah di Bogor waktu itu *malah nostalgila lagi.  

Terakhir, saya membeli album Mati Hati Reformasi di tahun 1998, sebelum akhirnya memutuskan untuk tak lagi membeli album-albumnya, karena sudah beda sekali dengan Slank formasi 13 yang masih terdiri bimbim, kaka, pay, bongky & indra Q.  Saya tak lagi menikmati lagu-lagu mereka, yang saya rasa sungguh menjadi aneh dan tak lagi nyaman untuk didengarkan.

Mungkin, saat itu saya memutuskan untuk tak lagi jadi Slanker *halagh*  Entahlah, saya nyatanya masih sesekali  mendengarkan lagu-lagu mereka ~seperti saat sekarang ini.  Hanya saja saya paling mendengarkan playlist mereka yang berasal dari album pertama sampai yang ke enam saja.  Saya masih nggak bisa move on dari Slank formasi 13 hehehe.

Ohiya, awal tampil di televisi dulu, di TVRI lah tentu, justru lagu Memang yang benar-bener mempunyai ciri khas Slank banget.  Yang saya inget mereka tampil dengan tampilan yang tak biasa: celana jins sobek-sobek, gondrong & rada-rada berantakan.  Ujung-ujungnya video klip mereka dicekal dan tak boleh tayang lagi.  Coba kurang kerjaan sekali kan yang nyekal vidklip gitu dulu.  Sampai akhirnya muncul lagi videoklip ketiga mereka yang berjudul Maaf. Saya sampai sekarang masih penasaran dengan vidklip Memang & Suit suit He he yang masih belum ditemukan di youtube.

Gara-gara Slank juga, salah satu tempat yang masuk dalam daftar tempat yang ingin saya kunjungi sedari dulu ~selain Bandar Lampung, adalah gang Potlot.  Saya menyesal jadinya kemarin waktu singgah di ibukota tak sempat menyambangi markas mereka.  

Seumur hidup saya, nyatanya baru dua kali nonton mereka secara live, dua-duanya dalam acara Soundrenaline.  Pertama pada tahun 2006 di Banjarbaru saat mereka jadi penutup rangkaian acara, dan yang kedua adalah pada tahun 2013 di Jogja, saat mereka semacam mengadakan pertunjukan reuni, Pay & Indra Q bergabung dalam beberapa lagu, terkecuali Bongky yang entahlah tak pernah kelihatan lagi.

Begitulah, dan mungkin suatu saat saya akan posting kenangan-kenangan saya dengan beberapa lagu-lagunya Slank.  Apa besok saja ya? #lah
.
.
.

*gambar poster di atas di ambil dari sini.
*quotes di atas ada di album Slank
5 blog auk: 2016 slank itu slengean, semau-maunya, apa adanya, tapi punya sikap Hari ini baca update di beritagar.id tentang Slank yang sudah memasuki us...

tentang meminta

Pernah nggak terpikirkan, bagaimana proses meminta sesuatu.

Meminta, artinya berharap diberi.  Tapi siapa yang mengerti, apa yang ada di benak sang pemberi.

Lebih-lebih saat berdoa, meminta sesuatu pada-Nya.    Kita, eh saya cuma bisa meminta sesuatu, berharap banyak, tanpa mengerti kapan pinta saya dikabulkan, kapan pula setelah apa-apa yang saya pinta akan ditarik kembali oleh-Nya.

Seringkali, saya menganggap segala pinta saya yang dikabulkan-Nya, segala yang diberi-Nya, otomatis menjadi milik saya.   Jarang saya sadar bahwa segala yang diberikannya, hal-hal baik, maupun hal-hal yang buruk, waktunya tak bisa ditentukan.  Lambatlaun pasti akan kembali pada sang Pemberi.  Semuanya hanya berbentuk pinjaman.

Saya cuma diberi hak untuk merawat pinjaman itu, apapun itu, harus dijaga, dengan sepenuh hati, sembari belajar untuk bersiap saat harus berpisah dengan pemberian-Nya.  Walaupun nyatanya jarang-jarang ada manusia yang siap untuk menerima sebuah kehilangan, dalam bentuk apapun:

Duit yang banyak, cerita cinta yang asik, kekasih yang menyenangkan, keluarga yang menentramkan, keturunan yang lucu, kebahagiaan tak berujung, you name it..

Toh, manusia memang egois, yang diminta selalu yang bagus-bagus, mana ada manusia yang meminta diberi kesengsaraan dan keburukan dalam hidup. Mungkin ada sih, dalam situasi tertentu.

Seharusnya, meminta memang tak berharap selalu akan diberi, tapi ya namanya manusia, ngarep hukumnya wajib hehehe.  Tapi ngarep memiliki sesuatu untuk selamanya, sering tak bisa dihindari, sehingga saat sesuatu itu hilang, baru deh nyadar, bahwa kewajiban untuk merawat pemberian seringkali di abaikan.

Jadi, saat kita eh saya deh, berharap mendapatkan sesuatu, harusnya juga disertai pikiran dan tekat untuk menjaganya sebisa mungkin, dan tetep mikir itu hanya pinjeman yang bakal diambil lagi, ga ada batasan waktu memilikinya sampai kapan.

Sayang, manusia mikirnya memang suka lelet deh, nyadarnya suka lama.  Manusia disini maksudnya saya.
5 blog auk: 2016 Pernah nggak terpikirkan, bagaimana proses meminta sesuatu. Meminta, artinya berharap diberi.  Tapi siapa yang mengerti, apa yang ada di b...

Stats yang membingungkan

Saya baru terpikir, untuk memperhatikan stats blog ini, yang ternyata awal tahun depan tahu-tahu usianya sudah 4 tahun saja :o

Blog yang awalnya saya bikin karena wordpress saya servernya lagi down kalau tidak salah.  Blog yang awalnya saya bikin dengan setengah hati, karena saya tidak familiar sama sekali dengan blogspot. 

Seiring berjalannya waktu, saya pelan-pelan bisa menerima dan berusaha akrab, walau ada beberapa hal yang masih mengganjal, rasanya sudah beberapa kali saya menceritakan hal ini secara berulang: tidak bisa melihat email komentator di blog saya, dan tidak bisa mengedit komentar.  Saya pikir blogspot emang nyuruh orang untuk berpikir panjang sebelum memutuskan untuk memberikan komentar.

Dan,


Saya ga kepikiran kalau pengunjung blog ini, sampai sebanyak itu, per harinya, walau followernya cuma err tiga biji hahaha tapi alhamdulillah masih punya follower segala.

Tapi, entahlah, saya pikir stat blogspot selalu jumlahnya lebih lebay dibanding wordpress.  Saya tak tahu juga ngitungnya gimana.  Toh, sebenarnya sih angka-angka itu cuma sekedar bonus hiburan tambahan bagi saya, bahwa masih ada yang mau membaca, atau paling tidak membuka catatan saya, entah sampai sedetil apa.

Atas saran seorang sahabat, mungkin suatu saat, sesekali saya akan menulis dengan lebih tertata, melakukan pemolaan pikiran dan semacamnya.  Tidak seperti cara saya yang masih saja random dan langsung posting di form new post semau-maunya.  Sampai untuk memutuskan judul postingan pun saya sering bingung. 

Saya masih harus banyak belajar lagi, ternyata.



5 blog auk: 2016 Saya baru terpikir, untuk memperhatikan stats blog ini, yang ternyata awal tahun depan tahu-tahu usianya sudah 4 tahun saja :o Blog yang a...

Minggu, 25 Desember 2016

tentang ingatan pertama

Saya habis berkunjung ke blognya teh Ve, dan saya tertarik dengan tulisannya tentang ingatan pertama.  Memutar ingatan ke masa kecil itu terkadang menjadi heran sendiri.  Karena nyatanya, saya baru menyadari bahwa kapasitas ingatan manusia sungguh tak terbatas.  Saya berkesimpulan begitu karena tiap hari dijejali hal-hal baru, maupun yang terulang-ulang, tetaplah ada hal-hal yang abadi terekam disana.

Kembali ke soal ingatan pertama itu, ingatan di tahun ketiga.  Saya nyerah.  Belum ketemu ingatan seusia itu.  Daripada tak ada yang diceritakan, mari mengingat-ingat secara random saja, hal-hal yang menarik di masa kecil.

  1. Saya bersama adik-adik saya menunggu abah pulang membawa majalah Bobo yang rajin beliau beli untuk anak-anaknya, rasanya saat pertama dibelikan pun saya masih belum bisa membaca.
  2. Saya teringat semacam kudapan yang saya makan dulu, yaitu daun mangga muda, iya daunnya yang masih berwarna ungu itu, saya makan bersama garam.  Satunya lagi adalah, kembang jambu, saya lupa spesies jambunya, tapi saya suka nongkrong di atas dahannya, lalu menghisap satu-satu sari bunganya, tapi juga sambil berusaha agar tak bikin rontok, rasanya saya pernah ditegur empunya pohon.
  3. Nah ini paling tidak, kejadiannya saat saya di antara usia 3-4 tahun:  Saya ingat waktu diajak mama ke sekolahnya, rasanya gara-gara tak ada yang ngejaga saya di rumah.  Saya diboncengin, didudukin di rak belakang sepeda, kemudian kaki saya diikat kain supaya tidak kena rantai sepeda mungkin.  
  4. Saya bener-bener lupa ini tahun berapa kejadiannya.  Saya masih inget saat kucing jantan di rumah, buang air besar di dapur.  Dulu, masak tidak pakai kompor tapi pakai, ya semacam kompor tapi dari tanah liat yang dibakar gitu, lalu masaknya pakai kayu bakar.  Sisa abu pembakaran rupanya tak lebih seperti jamban di mata kucing. Beh.
  5. Entah tahun berapa lagi, sempat hidup tanpa listrik.  Tak ada jaringan listrik di rumah.  Rasanya pernah masang lalu entah kenapa diputus, lalu dipasang lagi.
  6. Hati saya senang, saat abah memutuskan berlangganan air ledeng, lagi-lagi lupa tahunnya. Saya memandang kotak meteran PAM yang dipasang di sisi kanan rumah dengan takjub.  Bahkan rasanya satu kampung waktu itu hanya beberapa orang yang masang kran ledeng. Dulu sebelum itu, untuk air minum dari air hujan apa ya, saya lupa.  Yang jelas belum ada itu yang namanya air kemasan.
  7. Sungai di depan rumah saya masih cukup lebar dan airnya lumayan bersih, lebih-lebih setelah hujan, dasar sungai pun kelihatan.  Dan yang menariknya dulu belum ada konsep WC di kampung saya, yang namanya jamban ya semacam bilik yang didirikan di pinggi sungai.  Jadi kalau ada panggilan alam harus ke sungai dulu.  Jangan bayangkan gimana kejadiannya saat pas musim kemarau, dimana sungai kering kerontang.  Tapi saat sungai ada airnya, untuk mancing ga perlu jauh-jauh, sungai di depan rumah itu ikannya lebih dari cukup kalau hanya sekedar dipancing doang.
  8. Saya pernah mengubur sekantong plastik kelereng di deket sumur di belang rumah. Gara-gara kepancing hasutan teman, bahwa kelreng yang disimpen dalam tanah nantinya jadi bening gitu.  Saya percaya aja hal absurd gitu coba.
  9. Saya suka main panah-panahan dari bambu, sasarannya pohon pisang.
  10. Saya tiba-tiba teringat pohon kumis kucing yang ditanam di samping rumah nini (nenek).
  11. Saya dulu suka main ke rumah seorang paman yang ada di belakang rumah nini, rasanya gara-gara di rumahnya ada gendang.  Benda ajaib yang menarik.
  12. Saya inget koleksi pola-pola pakaian yang merupakan bonus majalah apa gitu, punya acil (bibi) saya yang sudah almarhumah.  Saya inget dulu juga pernah diajak ke sekolah beliau naik vespa paman yang rasanya waktu sepertinya masih dalam proses pedekate hehe
  13. Ada kandang ayam punya paman deket sawah, dan rumahnya cuma berjarak satu rumah dari rumah saya *mbulet*
  14. Saya ingat beberapa batang pohon jeruk bali di depan rumah nini.
  15. Hal yang tak menyenangkan mungkin saat dititipin di rumah nini saat sakit, lalu ditinggalin begitu saja berharihari.  Saya sakit katanya gara-gara kaget dimarahin abah.  Jadi rekor sakit saya paling lama, katanya perlu waktu sekitar dua bulan sampai saya normal lagi.
  16. Waktu sakit itu , pernah dicekoki semacam jamu dari dedaunan segar yang ada di sekitar rumah nini.  Rasanya? ga enak blas, saya masih kebayang bau ekstrak dedaunan itu deh.  Saya sampai menangis saat dipaksa minum gituan.
  17. Sebelum tidur dulu, nini rajin sekali membalur sekujur saya dengan semacam bedak dingin hahaha
  18. Demi menyenangkan cucunya, kai (kakek) saya bikin lampu minyak tanah yang berasal dari bohlam bekas.  Karena saat itu di rumah beliau belum ada alian listrik.  
  19. Saya pernah dibikinin gitar-gitaran dari kayu sama abah.  entah kenapa mainan itu berakhir jadi kayu bakar, saya sedih sekali euy melihatnya jadi arang gitu.
Rasanya beberapa hal itu saja sementara ini yang berhasil saya ingat-ingat.  ya mudah-mudahan ingat-ingatan saya di atas tidak melenceng jauh dari faktanya hehehe
5 blog auk: 2016 Saya habis berkunjung ke blognya teh Ve, dan saya tertarik dengan tulisannya tentang ingatan pertama .  Memutar ingatan ke masa kecil itu te...

Sabtu, 24 Desember 2016

sesuatu yang tak terencana

di film atau novel Sabtu bersama Bapak, ada bagian yang terkadang saya hindari untuk saya baca/tonton.   Yaitu saat si Bapak bercerita tentang pentingnya perencanaan dalam hidup.  Apapun harus direncanakan dengan matang.  Rencana, rencana dan rencana.

Tadi ngobrol lama dengan kawan di asrama.  Saya tersadar sendiri, betapa dalam hidup saya nyaris tak punya rencana sama sekali.  Dan akhirnya, saya tidak pernah siap akan kejutan-kejutan yang terjadi sepanjang hidup.

Mungkin dulu, saya menikmati kejutan dalam hidup.  Namun, sekarang, walaupun masih berusaha menikmatinya, terkadang ada sedikit rasa kaget, tidak siap saat mengalami hal-hal yang tak terduga.

Saya gelagapan menjalaninya. 

Dan ya postingan ini tentang apa sebenarnya.  Sungguh random dan tak terencana sama sekali. Beh.
5 blog auk: 2016 di film atau novel Sabtu bersama Bapak, ada bagian yang terkadang saya hindari untuk saya baca/tonton.   Yaitu saat si Bapak bercerita tenta...

Perjalanan Jogja-Bogor PP naik motor

Rasanya, kemarin itu adalah perjalanan naik motor terjauh dan terlama dalam sejarah hidup saya.  Setelah hari selasa pagi memutuskan untuk naik motor legenda saya, tanpa ada rencana matang & persiapan khusus, selain memastikan bahwa rantai & gearset yang memang sudah diganti beberapa hari sebelumnya.

Part 1: pergi ~ 12.12.16

Jam 6 pagi berangkat, dan memasuki Wates, disambut hujan lumayan deras, dan terus begitu sampai 5 jam kemudian, untunglah jalan cukup bersahabat, walau hujan yang cukup spartan itu tak mampu membuat jas hujan melindungi celana & sepatu hingga basah kuyup.  Untung ransel dan isinya aman terkendali.

memasuki daerah Jawa Tengah, tidak ada kendala yang berarti, selain jalan raya yang lumayan rusak di beberapa titik.  Hingga akhirnya saat memasuki daerah Jawa Barat, sempat mengalami hal yang menjengkelkam.  Saya ketilang! hahaha dipikir-pikir dodol juga sih.  Saya memutuskan untuk mematikan lampu motor beberapa kilometer sebelum lokasi razia polisi-polisi di daerah Banjar kalau tidak salah.  Saya dengan pedenya minggir dan menyerahkan SIM & STNK, hingga akhirnya sang polisi menyadari kalau saklar lampu dalam keadaan off.  Beh, seratus ribu melayang.  Sungguh kamfretos.

Tapi sudahlahlah, lanjut hingga Ciamis, lalu pinggiran Tasik & Garut, mampir sebentar moto motor di seruas tempat di Nagreg apalah itu yang seperti jembatan dari beton padahal bukan.

Tak terasa setelah kira-kira tiga kali ngisi bensin yang sungguh tak jelas, kadang premium kadang pertalite, akhirnya nyampe Bandung juga jam 6 sore.  Tak terasa 12 jam perjalanan.  Sempat menghubungi teman saya disana, ternyata tak bisa, belakangan saya baru nyadar kalau saya salah menyimpan nomer teleponnya.  Baiklaah

Akhirnya selepas maghrib, memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Bogor via Puncak.  Lewat jalanan Cimahi & Padalarang yang macet-macet bergembira, akhirnya sampai juga di daerah Puncak, yang nyaris sepanjang jalan banyak yang nawarin villa aja gitu.  Mampir sebentar jam setengah sebelas malam di Indomaret, beli minum dan nongkrong sampai diusir secara halus karena mau tutup tokonya haha.

Tau-tau memasuki kota Bogor sekitar jam 12 malam, lalu ke rumah sepupu yang biasanya hobi begadang, tapi ada daya ternyata rumahnya sepi, yaiyalah sampai rumahnya sudah jam setengah satu dinihari saja.  Akhirnya memutuskan untuk nongkrong di kedai donat terdekat sampai subuh menjelang.

Kurang lebih 523 km dan 17,5 jam waktu yang diperlukan, begitu santainya karena saya masih tak sanggup mencontek keahlian para pembalap jalanan yang pinter naklukin tanjakan, tikungan yang naudzubillah..

.
Part 1: pulang ~ 22.12.16

Setelah seminggu lebih, yang benar-benar nyaris tak terasa.  Akhirnya diputuskan untuk meninggalkan Bogor jam 6.30 pagi, dan memutuskan untuk berangkat sesantai-santainya menuju Jogja lagi.

Ternyata menuju Bandung lumayan lancar.  Sampai sebelum tengah hari, memutuskan untuk makan siang di sekitar ITB, lalu bertemu sebentar dengan kawan lama saya mba Ajeng disana, sebelum akhirnya bertamu ke markas garasi kang Eri, suaminya mba Ajeng, di seputaran Cikutra.  Asik lho, saya ditraktir kopi Lembang dan nongkrong cukup lama, sampai akhirnya memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan seusai isya.

Tapi badan yang rasanya remuk redam memaksa saya istirahat di pom bensin sesaat keluar dari kota Bandung.  Kemudian meneruskan perjalanan lagi menjelang tengah malam, walau akhirnya menyerah lagi di perbatasan jabar-jateng.

Pagi-pagi tanggal 23, akhirnya berangkat lagi, walau beberapa kali berhenti cukup lama di pom bensin, sekedar ke toilet dan minum, juga numpang sebentar jumatan.  Dan entah berapa jam sudah, akhirnya sampai juga di Jogja saat malam tiba.

Kalau biasanya perjalanan pulang lebih nyaman dan cepat, entah kenapa kmaren terasa berat dan lambat sekali, hedeh paradoks #halagh

Tapi bagaimanapun, perjalanan panjang saya kemarin membukakan mata saya akan banyak hal, banyak pelajaran hidup, bahkan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Dan yang jelas, rasanya sepanjang jalan, banyak anak-anak yang berdiri berkelompok-kelompok di beberapa titik di pinggir jalan, sambil megang-megang karton bertuliskan yaitulah pokoknya yang sedang ngehitz skarang haha

Jadi begitulaaahh.  
5 blog auk: 2016 Rasanya, kemarin itu adalah perjalanan naik motor terjauh dan terlama dalam sejarah hidup saya.  Setelah hari selasa pagi memutuskan untuk n...

Selasa, 20 Desember 2016

Logika

5 blog auk: 2016

Senin, 19 Desember 2016

sebuah perjalanan panjang bernama hidup


hari rabu kemarin, setelah memantapkan hati, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan motor honda legenda saya ke Bogor, dari Jogja, demi janjian sama honey yang kebetulan lagi ada tugas di kota hujan itu. Tapi kali ini ceritanya bukan tentang perjalanan naik motor saya yang terpanjang sampai saat ini. Mungkin nanti saya ceritakan terpisah. Yang jelas perjalanan sepanjang 500 km lebih dan nyaris sehari semalam itu perlu waktu sehari penuh untuk recovery body hehe

Jadi, selama di Bogor, saya menginap di rumah sepupu, sepupunya honey tepatnya.  Kebetulan, salah seorang sepupunya yang dulunya tinggal disitu juga, baru-baru saja berpulang menghadap Penciptanya, innalillahi .. :(

Yang bikin saya sedih juga, sepupu yang wafat itu, seringkali menjadi teman ngobrol saya saat berkunjung dan menginap disini.  Yang bikin sedih lagi, dia meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil.  Yang makin bikin saya sedih, anak-anaknya jadi yatim piatu, karena beberapa tahun yang lalu, ibunya sudah duluan menemui sang Khalik :(

Barusan, saya melihat-lihat koleksi foto-foto lama punya almarhum.  Sambil hening sendiri, melihat jejak-jejaknya dalam beberapa lembar gambar, sedari dia kecil, sekolah, kuliah, sampai bekerja dan menikah..

Siapa yang pernah menduga akhir perjalanan hidupnya.  Sehari sebelum meninggalkan dunia ini, kata saudara-saudaranya, dia masih sempet main bola di halaman rumah dengan anaknya.  Sampai kemudian mendadak...

Saya juga masih ingat, sekitar sebulan yang lalu, saat mengantar dia ke rumah sakit untuk cuci darah, masih keinget gayanya yang santai, seakan-akan tak terjadi apa-apa, padahal saya tahu, saat itu untuk sekedar ngobrol pun sudah tidak bisa lama-lama seperti dulu lagi..

Tapi saya selalu berkeyakinan, orang yang baik selalu dirindukan sang Penciptanya, sehingga dipanggil lebih cepat untuk menghadap-Nya.

Saya sedari dulu, tak pernah berani posting tentang kematian, tentang orang-orang baik yang meninggalkan dunia ini dengan tenang.  Mungkin saya takut.  Lebih-lebih menengok jejak rekam perjalanan hidup saya yang banyak bolong  dan rapor merahnya.  Membayangkannya pun saya tak pernah berani. :(

Padahal, dalam setiap perjalanan berangkat, pasti akan ada saatnya pulang.  Hal itu yang sering terlupakan, sering sekali dilupakan..
5 blog auk: 2016 hari rabu kemarin, setelah memantapkan hati, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan motor honda legenda saya ke Bogor, dari Jogja, de...

Minggu, 11 Desember 2016

Film-film yang ditonton dan buku-buku yang dibaca

Jadi, harap maklum, saya malah banyak membaca buku fiksi selain nonton film-film yang entahlah justru menarik ditonton saat mumet jadi ini daftarnya, random :

1. Perfume : the story of murderer
Ini sih cuma nonton ulang saja, dan tetap saja saya terpesona dengan rumitnya proses pembuatan sebotol kecil parfum.  Adegan favorit saya masih saja saat Grenouille memamerkan parfum hasil oplosannya pada juragan Baldini.  Itu keren!

2. A walk to remember
Kisah sepasang anak muda kota, introvert vs ekstrovert, si gagah vs si culun, seleb lokal vs kutu buku pinter.  Ujung-ujungnya pacaran, lalu menikah, walau endingnya ya begitulah.  Saya masih penasaran dengan kalimat si ceweknya saat si cowok minta bantuan, katanya kurang lebih begitu: "Oke aku bantu, tapi dengan syarat kamu ga bakal jatuh cinta padaku".   Toh tak ada penjelasan tentang pelanggaran janji ini.  Harusnya kan...ahsudahlah..

3. Fantastic Beasts and Where to Find Them
Spin off Harry Potter ini menarik juga, terutama tentang binatang-binatang yang luar biasa unik dan nakal-nakal itu.  Kalau tokohnya saya seneng dengan mas Jacob Kowalski yang kasian-tapi-lucu itu, dan tentu Queenie Goldstein yang menggoda itu hihi

4. Sing
Ini film keren, lagu-lagunya nyaris semua familiar di telinga saya.  Alur kisahnya sih mungkin agak-agak biasa dan ajaib, namanya juga animasi.  Tapi sekali lagi: lagu-lagunya! Pilihan lagu-lagunya asik-asik dan benar-benar pinter dari awal sampai klimaks pertunjukkan.  Jadi pengen goyang jempol terus hehehe. Kalau boleh nonton lagi, mungkin saya nonton lagi sih XD

5. Crouching Tiger and Hidden Dragon 2
Kisahnya agak tragis.  Tapi efek perkelahian di film ini asik.  Terutama saat penggunaan ilmu meringankan tubuh, salah satu ilmu beladiri yang sangat ingin saya kuasai sejak dahulu hahaha.  Ohya saya seneng dengan penampilan sebagai Snow vase disini. 

6. The Accountant
Wah ini film aksi yang asik.  Alurnya padat dan banyak kejutan-kejutannya.  Ben Affleck menurut saya berhasil di film ini.  Seperti biasanya juga sih, film yang mengisahkan orang-orang junius selalu mendapatkan perhatian yang lebih dari saya.  Gara-gara film ini saya malah penasaran dengan lukisannya om Pollock.  Bagusnya dimana itu sampai-sampai bisa bikin tenang tokoh utamanya je.

7. Pete's Dragon
Film-film yang dibuat dengan hutan sebagai bekgron cerita, selalu berhasil bikin saya baper.  Untungnya film-film semacam ini endingnya bahagia.  Aduh kenapa sih dengan orang-orang yang hobinya ekstraksi hutan, sampai-sampai naga aja terganggu lho.  Etapi naganya keren, bisa menghilang pula.

 8. Hunt for The Wilderpeople
Cerita petualangan berlatarbelakang hutan di New Zealand.  Senang melihat anak lelaki yang dianggap nakal sehat walafiat gitu bisa lincah menjelajahi hutan.  Ceritanya emang agak-agak lebay, dia dan ayah angkatnya sampe diburu pake helikopter dan pasukan segala karena kesalahpahaman dan ego si ibu-ibu pengurus anak nakal yang menyebalkan.  Iya ibu itu yang menyebalkan.

9. Rab Ne Bana Di Jodi
Ini film Shakhrukh Khan dan Anushka Sharma yang berperan jadi Jaggu di film PK.  Alurnya menarik walau endingnya bisa ketebak.  Tapi ya mengharukan juga usaha seorang suami yang berusaha bikin istrinya berbalik dari dingin dan tak peduli menjadi seneng dan cinta.  Walo saya geregetan masa sih serumah gitu berhari-hari sang sitri ga nyadar akan body suaminya yang sebenernya kekar berotot naudzubillah gitu. Hedeh.

10. Eternal Sunshine of the Spotless Mind
Film ini awalnya bikin saya bingung, ya sampai ending pun masih bikin bingung haha. Alurnya bolak balik ga keruan.  Mungkin mirip sama (500) days of summer tapi versi yang lebih membingungkan.  Intinya menghapus ingatan seseorang pake cara apapun amatlah susah, yang namanya kenangan itu akan abadi di ingatan, jenderal!

11. The Idiots
Buku karya Chetan Bhagat ini aslinya berjudul Five Point Someone, yang diadaptasi jadi film 3 idiots yang keren itu.  Ternyata kalau di buku ada hal mendasar yang beda dengan di film.  Saya akui hasil adaptasinya membuat alur ceritanya menjadi lebih bagus dari novel aslinya.  Walau bukunya ini juga tetap saja asik.  Baca buku ini pula mengingatkan pada nilai-nilai saya saat kuliah S1 dulu, menggemaskan! ahahaha

12.  2 States
Buku Chetan Bhagat yang ini juga tak kalah menarik alur ceritanya.  Tentang rencana pernikahan sepasang manusia yang mempunyai latar belakang budaya yang teramat berbeda.  Saya baru tau kalo pernikahan di India jauh lebih rumit daripada di negeri ini.  Prosesnya bikin putus asa.  Saya suka tokoh wanitanya yang pinter dan tegas, juga tokoh lelakinya yang pantang menyerah dan gigih mencari celah demi mendapatkan wanita idamannya.

13. Sepeda Merah 1 & 2
Novel grafis karya Kim Dong Hwa ini asli kerennya.  Alurnya ceritanya singkat-singkat tapi membuat saya ingin hidup di desa saja rasanya.  Gambar-gambarnya pun bagus-bagus.  Dua buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca siapa saja, ada nilai-nilai hidup yang bagus dalam setiap bagian ceritanya.  Mungkin yang bikin saya makin seneng karena salah satu obsesi saya dulu untuk menjadi tukang pos hehe

14. The Housekeeper and the Professor
Buku ini sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya.  Karena penasaran, akhirnya saya cari filmnya, ya ada beberapa bagian cerita yang disesuaikan, tapi tetap saja, cerita tentang rumus-rumus dan angka-angka disitu membuat saya terpesona.

15.  Aftermath
Awalnya saat sekilas baca, saya pikir serial ini berkisah tentang matematika lagi.  Eh ternyata bukan,  ini serial dari Kanada tentang kejadian-kejadian aneh yang menimpa dunia karena bumi sudah tak lagi beres.  Nyaris tak ada cerita bahagia di sepanjang 10 episode yang baru sempet saya tonton.  Suram dan berdarah-darah juga aneh, tapi bikin penasaran.

16. Love Exposure
Film Jepang dengan durasi sepanjang 4 jam kurang empat menit ini sungguh absurd, berdarah-darah (dalam artian sebenarnya), tapi bikin penasaran.  Alurnya kesanakemari tapi tetap punya pola.  Dan termasuk komplit juga, ada sadisnya, ada romance-nya, ada hentainya, ada lucunya, namun lagi-lagi cinta adalah pemenangnya #halagh.  Gara-gara film ini saya penasaran nonton (secara kilat) film-film karya Sion Sono, seperti Strange Circus, Cold Fish dan Why Don't You Play in Hell? yaelah ternyata ternyata suram, absurd dan berdarah-darah semua, sangar bro..

17. Battle Royale
Film ini juga tak kalah sadis, murid-murid satu kelas dilepas di suatu pulau, lalu disuruh bertarung satu sama lain sampai mati, hanya satu pemenangnya saja yang boleh bebas dari situ.  Idenya jenius sekaligus ngaco sekali, apalagi ide utama pertarungan berdarah ini adalah gurunya sendiri dengan dalih disiplin.  Haduh :(

18. MacGyver 
Ini versi MacGyver terbaru, jelas tak bisa menyamai versi lamanya, tapi ya lumayan lah, aksi-aksi dengan menggunakan peralatan yang ada di sekitarnya untuk memecahkan masalah tetap saja menarik untuk ditonton. Saya seneng dengan aksi Tristan Mays disini, walaupun heran di setiap penampilannya, itu kancing kaosnya jarang dipasang #eh

19. Survivor s.33
Serial ini adalah alternatif pilihan tontonan saya selain  The Amazing Race yang session terbarunya masih belum tayang.  Sedang versi Kanadanya nggak nemu.  Dibiarkan hidup berkelompok di sebuah tempat terpencil selama kurang lebih 39 hari itu bener-bener menguras tenaga dan emosi.  Seandainya bisa ikutan disitu.

20. The Golden Compass
Film petualangan yang diambil dari novel berjudul asli Northern Lights, yang mana saya belum baca novelnya, sungguh asik tapi nanggung.  Karena tak dibikin lagi lanjutannya.  Mungkin nanti saya akan baca semua novel serial karya Phillip Pullman itu.

Rasanya itu dulu, yang saya inget.  Nantilah kalau ada yang lain saya tambahkan lain waktu.  Selamat berhari minggu!
5 blog auk: 2016 Jadi, harap maklum, saya malah banyak membaca buku fiksi selain nonton film-film yang entahlah justru menarik ditonton saat mumet jadi ini d...

Selasa, 06 Desember 2016

go blog

Saya tergoda untuk iseng membuka sebentar akun twitter barusan, ya ampun ternyata riuh rendah dengan orang-orang pinter dengan segala pendapat-pendapatnya.  Sampai-sampai ada yang menganggap orang lain lebih bodoh dibanding dirinya.  Aduhai saya sepertinya terpaksa undur diri sementara dari sosial media yang satu itu, saya makin merasa saya tak level dengan mereka, melihat kemampuan saya yang sangat terbatas dalam menyikapi masalah negara ini.  Wong menyikapi diri sendiri aja masih belum berhasil kok #halaaagh

Saya jadi rindu saat informasi sekilas yang cuma terbatas dari potongan koran pembungkus pisang goreng di warung penjual sarapan yang sering saya minta dan sobek bagian tekateki silangnya.  Bagian yang lain saya tak begitu peduli.

Atau saat melihat acara dari desa ke desa, kuis gita remaja dan serial starsky and hutch yang saya tonton setiap malam bersama adik saya, di saluran satu-satunya di televisi di kamar depan.

Saya juga merindukan informasi yang cuma bisa saya lahap sambil menikmati kesendirian saya dalam perpustakaan SD yang merangkap kantor guru, atau perpustakaan SMP sembari melirik-lirik ibu petugasnya yang kece, atau perpustakaan daerah yang hanya bisa saya datengin saat ada uang untuk ongkos angkot, atau perpustakaan SLTA saya yang multifungsi sebagai tempat pacaran sembunyi-sembunyi di jam istirahat.

Saya juga rindu menunggu pak pos yang harus ditebak-tebak waktu kedatangannya saat mengantarkan berita dari pacar saya yang jauh, dan hiburan yang jadi candu sekaligus penawar kebosanan saya terhadap teori-teori dan nilai-nilai kuliah saya yang datar hahaha

Atau hari-hari yang berputar-putar antara kampus-kos-mikirin menu makan-membujuk ibu kos agar tidak menaikkan sewa-latihan karate-sok-sokan ikutan festival band-nulis surat-mikirin duit untuk interlokal-merekam lagu-lagu ke kaset C60-bingung dengan kerjaan-nungguin pacar mudik-begadang malam sampai dinihari-lalu ke hutan-ngapalin species apapun-bengong liat pengumuman hasil akhir ujian-menjelajahi kos-kosan temen-nongkrong di kos puteri-mikirin liburan ngapain-ngerusak komputer dosen-dll dst dsb etc..

Saya ngerti semua perubahan dan perkembangan akan merubah sudut pandang dan pola pikir serta cara hidup siapa pun.  Tapi semua orang juga pasti inget masa-masa dimana hidupnya rasanya baik-baik saja tanpa teknologi yang sering efektif di satu sisi tapi sama sekali tidak efisen di sisi lainnya.

Mungkin, pemikiran saya memang kuper, tak bisa move on, terjerat masa lalu atau apalah dan entahlah.  Tapi ada masa dimana hape terbagus adalah merk Nokia dan internet masih pake 0809 delapan sembilan empat kali, intel Pentium 4 adalah dewa, flashdisk 128 mb adalah canggih, dan hidup saya terperangkap di ruang internet kampus nyaris seharian.  Tapi toh saat itu efek teknologi juga baik-baik saja.

Dan saat saya melihat, ada yang menganggap manusia lain lebih tolol dari dirinya, saya pikir rasanya sudah saatnya untuk istirahat untuk sementara dari keriuhan yang mereka ciptakan sendiri itu. 

Yaa daripada saya gatel pengen nunjuk jidat orang yang semena-mena mengumbar kalimat-kalimat jelek gitu sambil bertanya: sepintar apakah dirimu?

Jadi dari pada mikir orang lain goblog, mari ngeblog saja lah lagi.
5 blog auk: 2016 Saya tergoda untuk iseng membuka sebentar akun twitter barusan, ya ampun ternyata riuh rendah dengan orang-orang pinter dengan segala pendap...

Senin, 05 Desember 2016

Tiga Berita

Berita #1:
Sudah semingguan ini, kamar tetangga rajin memutar lagu I don't love you-nya My Chemical Romance berulang2..

Dan saya baru hapal reff-nya :3

Berita #2:
Pagi2 buta.  Ada yg duluan ke kamar mandi.  Dan setelahnya, giliran masuk situ.  Kamar mandi luar biasa semerbak wanginya.  Saya kagum itu sabun apa yang dipakai.

Ternyata, ada yg lupa bawa parfum di kantong, lalu pecah dan kamar mandi berubah jd kebun bunga.

Berita #3:
Hujan masih rajin turun.  Dan jadinya cepat lapar.
5 blog auk: 2016 Berita #1: Sudah semingguan ini, kamar tetangga rajin memutar lagu I don't love you-nya My Chemical Romance berulang2.. Dan saya baru...

Sabtu, 03 Desember 2016

Postingan tiga babak

Di satu sisi, saya ingin bercerita banyak tentang hari-hari di bulan-bulan terakhir ini.  Tapi, di sisi lainnya saya kehabisan cara untuk menceritakannya.

Mungkin yang pertama, saya lelah melihat berita-berita, baik di media mainstream maupun sosial media yang berisik itu.  Berita negatif selalu berakibat tidak baik untuk pikiran, paling tidak untuk pikiran saya yang sudah tidak terlampau baik.  Saya pikir, ada yang ingin di dengar tapi malas untuk mendengar.  Ada yang ingin lantang berbicara tapi tak ingin membiarkan orang lain ikut bicara.  Ada yang ingin dilihat tapi menutup mata untuk orang lain.  Ada yang ingin dihargai pendapatnya, tapi berpikir sinis terhadap pendapat orang lain.  Gitu aja terus sampe tahun depan.  Dan tahun depannya lagi, dan lagi.

Yang kedua.  Saya semakin kesulitan menemukan bahan bacaan berupa tulisan-tulisan di blog yang bagus dan nyaman untuk dibaca.  Sementara feedreader saya rasanya semakin hari semakin sepi.  Tak bagus untuk saya yang suka kepo dengan kehidupan kawan-kawan saya haha.  Tapi ya maklum, sekarang (lagi-lagi) lebih mudah berbagi cerita di sosial media.  Blog memang hanya trend sesa(a)t bagi banyak orang.  Kalaupun ada yang sering apdet, kadang-kadang isinya hanya sampah iklan, terang-terangan maupun terselubung. 

Ada pula beberapa yang rajin berbagi postingan-postingan basi, aduh tolong lah, jangan bikin saya ketipu berkunjung hanya untuk melihat tulisan lama yang disebar ke sosial media dengan aplikasi, entah untuk apa.  Lagian kan ada plugins/gadget bernama arsip di sidebar.  Sungguh ini menyebalkan saya, walaupun ya terserah yang punya blog, mau nyebarin postingan yang manapun, tapi kan terserah saya untuk sebal akan hal itu haha

Tapi, sekali lagi itu hak semua orang untuk menuliskan apa saja di blognya, saya saya sering enggan membacanya.  Egois memang.  Sementara tulisan saya pun semakin hari seperti tak ada kemajuan, eh memang apa yang diharapkan dari postingan di blog selain tentang keseharian.

Yang ketiga.  Saya pikir saya harus lebih belajar mikir lebih sistematis lagi, berusaha mengurangi berpikir dan berbuat secara random.  Ah entahlah.  Padahal masih banyak mimpi yang belum terwujud: benerin rumah, bikin buku, dan yang terpenting menyelesaikan misi dengan elegan.

Itu saja, sudah azan isya dan saatnya nonton bola, Indonesia vs Vietnam.

5 blog auk: 2016 Di satu sisi, saya ingin bercerita banyak tentang hari-hari di bulan-bulan terakhir ini.  Tapi, di sisi lainnya saya kehabisan cara untuk me...

Cerita yang terlambat

..lanjutan dari 42..


43.
.
.
yang aku ingat hari itu hari agak


5 blog auk: 2016 .. lanjutan dari 42.. 43. . . yang aku ingat hari itu hari agak

Selasa, 29 November 2016

Gelato


Kemarin siang, pikiran random saya membelokkan motor saya siang-siang ke sebuah restoran yang sepi.  Seumur-umur saya juga rasanya baru kali itu masuk tempat makan yang terliat mewah dan senyap.  Gara-gara penasaran aja dengan sesuatu bernama gelato.

Ternyata gelato itu ya es krim, cuma menurut lidah saya yang kurang sensitif ama makanan ini: rasanya lebih enak dari eskrim bungkusan yang mainstream.  Lebih padat dan tidak terlalu manis, mungkin.  Kebetulan kemarin milih rasa tiramisu.

Itulah intinya.


Tapi sebenarnya yang keinget sama saya justru saat memutuskan singgah lalu memarkirkan motor saya di halaman tempat makan mewah itu.  Deg-degan, pake dibukain pintu segala.  Dan pas masuk ke dalam,  buset remang-remang cahayanya, trus sepi. Cuma ada saya sendiri :|

Kepalang tanggung, langsung aja nanya ke mas-mas yang berdiri deket freezer saking groginya, habisnya bingung mau gimana kalo ke tempat makan macam ginian.

Akhirnya pesanan sampai, cuma satu scoop, tapi porsinya menurut saya cukup , apalagi rasanya beneran lebih padat.  Habis itu dikasih tambahan air putih satu gelas gede.  Wah kenyang haha.  Soalnya biasanya di tempat lain dikasih air putihnya seuprit, satu gelas super imut.

Yang bikin saya gemeter, waktu acara makan gelato kelar.  Bayar ke kasir, eh di kasih tagihan sebesar seratus ribu lebih.  Alamak, jangan-jangan saya salah baca, soalnya rasanya di daftar menu harganya cuma limabelas rebu.

Tapi pas saya amati, eh itu kasirnya salah ngasih bill, hedeh tagihan orang dikasih ke saya *jitak kasir bermuka lempeng tanpa dosa*

Untuk sementara, rasanya kapok saya makan di tempat gituan, auranya ga asik, mana sepi sendiri lagi.  Mending makan es krim dungdung pake roti, murah meriah, enak dan merakyat haha
5 blog auk: 2016 Kemarin siang, pikiran random saya membelokkan motor saya siang-siang ke sebuah restoran yang sepi.  Seumur-umur saya juga rasanya baru k...

Minggu, 27 November 2016

Hidden Heroes : lagi-lagi tentang berbagi hal-hal baik



Lama-lama saya gemas juga, gara-gara setiap melihat sosial media, masih saja berbagi berita buruk.  Saya pikir, plis deh, kadang ngebilangin orang lain provokator, lah trus apa bedanya dengan menyebarkan berita buruk lalu menyebabkan orang lain berpikir lebih buruk bahkan jadi mimpi buruk.  Seakan-akan tiada hal yang baik lagi di negeri ini. 

Barusan saya membaca buku Hidden Heroes, buka lama, cetakan tahun 2012, tapi rasanya masih saya up to date isinya.  Di saat banyak orang (termasuk saya) cuma bisa ngomong begini begitu, tapi nyatanya omong kosong doang.  Orang-orang yang ada dalam buku ini, luar biasa, membawa kebaikan, bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga bagi orang-orang di sekelilingnya.

Tokoh-tokoh dalam buku ini juga sebagian besar, bukanlah orang yang mempunyai pendidikan formal yang tinggi, tapi pola pikir dan apa yang diperbuatnya jauuuuuuh melampaui orang-orang yang kelamaan sekolah (termasuk saya)

Ayolah, daripada berdebat yang tak begitu penting, mending berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.  Jangan cuma bisa mikir ndak jelas lalu bisanya sekedar nulis (seperti saya).

Mungkin, salah satu contoh nyata telah diperbuat oleh kawan saya: mbak Ajeng Sekar, yang tiap bulan bersama gang-nya, berbagi kesenangan dengan orang-orang di sekitar kotanya dengan acara bernama maparintuangeun.  Atau berbagai ajakan untuk berbagi di situs kitabisa.com.  Walaupun saya yakin, banyak juga kawan saya yang melakukan hal baik dan manfaat untuk orang lain secara diam-diam, bagaimanapun sistem dan caranya, itu hal keren di muka bumi ini.

Akhirul kalam, buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca, untuk direnungkan, untuk ngaca, untuk bikin nyadar bahwa masih banyak orang-orang baik di negeri ini, yang seringkali justru tidak menampilkan dirinya dirinya di publik, tapi menampilkan hasil karya dan manfaat yang telah nyata dihasilkan oleh mereka.

Yuk, mari sama-sama berusaha berbuat yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain, paling tidak dimulai dengan menghentikan berbagi berita dan cerita buruk yang malah makin nambah ruwet persoalan.  Ya?


-----
*gambar sampul buku, hasil nyomot dari sana.
5 blog auk: 2016 Lama-lama saya gemas juga, gara-gara setiap melihat sosial media, masih saja berbagi berita buruk.  Saya pikir, plis deh, kadang ngebila...

novel serial berusia 20 tahun



Tadi siang, tak sengaja melihat tulisan tangan saya sendiri di sudut kanan atas halaman kedua dari novel serial anak-anak mama Alin-nya bubin LantanG yang entah sudah berapa ratus kali saya baca ulang.  Saya memang biasa menandai buku yang saya beli dengan paraf atau tandatangan dengan tambahan tanggal pembelian, kadang kota tempat saya membelinya, sebagai pengingat saya sendiri.

Rasanya buku itu, adalah novel yang pertama saya beli, dari gaji di tahun pertama saya bekerja, ya tak terasa kalau dihitung masa kerja sudah sedemikian lama sekali, tentu dengan mengabaikan fakta bahwa nyaris setengah dari masa kerja saya diisi oleh cuti besar-besaran atas nama sekolah :D

Buku itu saya beli di toko buku Gramedia yang berada di lantai 2 -kalau tidak salah- Mitra Plasa, pusat pertokoan modern pertama di Banjarmasin yang akhirnya luluh lantak akibat kerusuhan tahun 1997.

Novel itu entah sudah berapa kali juga mengikuti jejak saya kemana-mana, rasanya saya seperti tak bisa dipisahkan dengannya.  Soalnya selalu saja, kalau pikiran saya sudah mulai ngaco, membaca buku serial itu adalah salah satu pengganti tabib yang berhasil merubah hari-hari buruk menjadi lebih baik, ya rada drama memang, tapi ya begitulah.

Sedari saya magang di akhir kuliah S1 dulu, sampai saya bawa ke dalam hutan.  Kemudian saat meneruskan sekolah di Surabaya sekitar 13 tahun yang lalu juga saya bawa-bawa dalam ransel saya, pun saat saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah lagi ke Jogja ini, buku yang satu itu tak lepas dari daftar buku yang harus ikutserta.

Nyatanya saya selalu berusaha menjaga kondisinya tetap bagus dan nyaman untuk dibaca.  Rasanya, paling tidak sudah dua kali sampulnya saya ganti, belum lagi bagian kirinya sudah saya jahit, sudah dua kali pula karena lemnya sudah tidak kuat lagi mengikat jilidannya.

Tuh, buku yang saya suka aja, saya simpen dan pelihara sampai sebegitunya, apalagi perempuan yang saya sayangi ^^
5 blog auk: 2016 Tadi siang, tak sengaja melihat tulisan tangan saya sendiri di sudut kanan atas halaman kedua dari novel serial anak-anak mama Alin-nya ...

Jumat, 25 November 2016

sahabat mahasiswa di PSDM Unair



Kuliah di Universitas Airlangga menurut saya adalah pengalaman yang tak bakal tergantikan sampai kapan pun, saya kuliah di universitas yang letaknya di tengah-tengah kota Surabaya itu dari tahun 2003-2005 pada program studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) yang berada di bawah pengeolaan Program Pasca Sarjana.

Bagian menariknya bagi saya, selain proses perkuliahan yang relatif lancar, orang-orang yang bekerja di bagian administrasi pasca sarjana, terutama di Prodi PSDM sangat-sangat membantu, dan aura kekeluargaannya luar biasa. Mereka yang bekerja disitu lebih dari sekedar hubungan mahasiswa-bagian tata usaha. Dua tahun berhubungan dengan mereka seperti layaknya sahabat. Coba saja tanya anak-anak PSDM dari angkatan saya sampai sekarang, siapa yang tak kenal dengan mas Tino, nama panggilan beliau. Selalu siap membantu segala hal terkait dengan administrasi para mahasiswa.

Dan hal itu tak berakhir sampai disitu, bahkan sampai saya lulus pun, sampai sekarang, hubungan kami masih terjalin dengan baik, kadang kalau pas mampir kota Surabaya, pasti tak melewatkan waktu untuk rendezvous, bertemu, bertukar kabar dan ngobrol tentang kawan-kawan seangkatan.

Saya pikir begitulah bagusnya tokoh penghubung antara mahasiswa dan universitas: gayeng dan tak ada kekakuan sama sekali, jadi sama-sama diuntungkan. Tanpa diminta pun kami semua segan dan hormat dengan mas Tino, semua masih mengingat kebaikan beliau. Bahkan saat kemarin, baru saja saya reuni tak sengaja dengan kawan satu angkatan di PSDM di kota Jogja, salah satu topik pembicaraan pasti menanyakan kabar mas Tino, hingga doa-doa yang baik ditujukan untuk hidup beliau.

Hubungan saya dengan teman-teman satu angkatan pun masih terjalin dengan baik sampai sekarang, kalau ada waktu dan kebetulan seseorang bertugas atau berada di kota tempat yang lainnya berada, kami masih tetap kontak satu sama lain. Masih menyempatkan untuk bertemu dan bertanya kabar. Belum lagi ada grup khusus di whatsapp yang sengaja dibuat biar silaturrahmi tetap terjaga.

Satu hal itu yang saya rasakan sampai rasakan, hasil kuliah di Unair : rasa kekeluargaan yang tercipta, antar karyawan dan mahasiswa, dan kekompakan antar mahasiswanya, semoga hal penting seperti itu tetap ada dan dijaga sampai sekarang.


*postingan ini dibuat dalam rangka menyemarakkan lomba blog yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga Surabaya
5 blog auk: 2016 Kuliah di Universitas Airlangga menurut saya adalah pengalaman yang tak bakal tergantikan sampai kapan pun, saya kuliah di universitas...

Rabu, 23 November 2016

perbandingan ha?

entah kenapa saya tak pernah bisa menerima perbandingan-perbandingan atas satu hal terhadap hal lainnya, yang terkadang tidak imbang.  Lebih-lebih ujungnya bernada sinis terhadap salah satunya.

Membandingkan negeri ini dengan negeri lain.
Membandingkan satu daerah dengan daerah yang lain.
Membandingkan satu orang dengan orang yang lain.
Membandingkan satu hal dengan hal yang lain.

Apalah itu.
Apakah itu?

Buat apa sih itu?
5 blog auk: 2016 entah kenapa saya tak pernah bisa menerima perbandingan-perbandingan atas satu hal terhadap hal lainnya, yang terkadang tidak imbang.  Lebih...

Selasa, 22 November 2016

nonton gelaran Ngayogjazz 2016

A photo posted by rd (@warmx) on

akhirnya, kesampaian jua nonton acara musik yang digelar tahunan di Jogja ini.  Sebenarnya saya ngga mudheng-mudheng amat sama musik jazz, walaupun kadang-kadang pas iseng suka nongkrong di depan bentara budaya Jogja tiap senin malam saat ada Jazz mben senen.

Kemarin itu, eh hari sabtu tepatnya, nyatanya acara Ngayogjazz 2016 ini menurut saya keren sekali, bayangkan itu ada tujuh panggung yang didirikan di tengah-tengah dusun Kwagon, di tengah perkampungan penduduk yang kebanyakan bikin genteng dan batu bata, selain petani tentu.

Saya jadi bingung dan pegel ngiderin semua panggungnya saking menariknya, dan yang tampil tentu skillnya di atas rata-rata semua, saya terhibur sungguh.  Walaupun saya undur diri lebih cepat sebelum acara usai, kira-kira jam 8 saya memutuskan pulang karena ada sesuatu hal, di samping saya pikir kalau sampai habis acara mesti keluar lokasinya bakal antri, wong namanya jalan kampung hanya cukup satu mobil keluar masuk.

Yang penting saya senang-senang menikmati musik sedari sore sampe jam segitu, makan malam dengan nasi kucing yang enak, beli kaos (hitam) yang keren, dan sempat ketemu sama mbak Latree yang mau manggung dengan dengan grup Swaranabya-nya, sayang karena jadwal manggungnya diundur saya ndak sempat nonton padahal saya sudah nunggu sampai jam 17.00 liwat, jadwal seharusnya yang diundur karena komunitas Jogja punya hajat launching album Swing ora Jazzmu di panggung Wuwung kui.

Niat untuk nonton mas Fariz RM dan Tohpati pun terpaksa ditunda, karena saya pikir mesti lapangan depan panggung Paris yang sampingnya persis ada pabrik batubata kui bakal membludak waktu beliau tampil.  Jadi biar sajalah nanti nontonnya via youtube.

Salut saya sama panitia bikin gelaran acara musik yang apik dan damai tanpa rusuh.  Yang jelas menghadirkan musik jazz di tengah perkampungan yang adanya di tengah sawah dan di sisi bukit hijau itu benar-benar jenius! Salut. Smoga lain waktu saya bisa datang lagi di acara semacam ini. Amin
5 blog auk: 2016 A photo posted by rd (@warmx) on Nov 19, 2016 at 6:11am PST akhirnya, kesampaian jua nonton acara musik yang digelar tahunan d...
mungkin sedikit tidak nyambung, tapi awalnya catatan ini tertulis karena membaca tentang Yui, yang lagu-lagunya baru akrab di telingaku. 
 
Membayangkan catatan-catatan lirik lagunya yang rapi tertulis entah dimana.
Aku sangat menghargai catatan siapapun, tentang apapun, dimanapun, lebih-lebih dicoret-coret dengan tangan sendiri. Hal yang membuatku tak pernah melarang anak-anak melampiaskan keinginannya untuk corat coret dimanapun, di kertas, di pintu, di dinding kamar, bahkan sesekali di sprei, biar saja. Terkadang coretan mereka aku potret, dan sesekali aku lihat-lihat lagi saat rindu masa-masa mereka menggoreskannya.
 
Catatan-catatanku sendiri, lebih banyak mengisi halaman belakang buku pelajaran, dari sedari sekolah sampai kuliah. Apalah itu coret-coret hanya seringnya menuliskan namanya. Yang tak jauh beda dengan di meja kelas, di meja perpustakaan, nakal sekali.
 
Buku tulisku abadi aku simpan, entah sampai kapan, aku masih tidak bosan belasan tahun menyimpannya dan sesekali membaca tulisan-tulisan
5 blog auk: 2016 mungkin sedikit tidak nyambung, tapi awalnya catatan ini tertulis karena membaca tentang Yui , yang lagu-lagunya baru akrab di telingaku....

Kamis, 17 November 2016

orang Indonesia itu ..

terus terang, lama-lama saya kesel lho, kalo ada yang ngomong, apdet status, atau nulis apapun, pake sok tau (banget) dengan imbuhan kalimat :.. orang Indonesia itu ..

misalnya : orang Indonesia itu ternyata ya bla bla, .. atau orang Indonesia itu emang gitu, kalo gitu suka bla bla bla

Saya jadi mikir kadang, orang yang ngomong gitu sejauh apa sih kenal dengan seluruh penduduk negeri yang luas ini, seluas apa pengetahuannya tentang kultur negeri ini yang beranekaragam, saya pikir terlalu sempit pengetahuan untuk menggeneralisasi sifat penduduk negeri ini.

Kadang saya iseng mikir, yang berani ngomong gitu apa pake pendekatan induktif? Tapi dalam kasus apa dan gimana, trus sampelnya siapa dan berapa banyak, trus .. halaagh malah mumet..  Untuk menginduksi suatu masalah sekhusus apapun tidak bisa mikir dan berceloteh sesingkat itu. Paling tidak bagi saya hehe

Dan ya, ndak, saya nggak pernah suka penggeneralisasian semacam itu.
Begitulah pokoknya
5 blog auk: 2016 terus terang, lama-lama saya kesel lho, kalo ada yang ngomong, apdet status, atau nulis apapun, pake sok tau (banget) dengan imbuhan kalimat...

65

selalu selalu kehabisan kata-kata untuk lelaki hebat yang hari ini sudah menjalani enam puluh lima tahun usianya.

lelaki yang dulu sering mengorbankan jatah makan siangnya demi anaknya.  Lelaki yang mencari tambahan pekerjaan sampai larut malam demi keluarganya.  Lelaki yang setiap kamis membawakan majalah Bobo terbaru untuk anak-anaknya, bahkan sebelum kami bisa membaca.

lelaki yang sering kehilangan kesabaran akibat kelakuan anak sulungnya ini, tetapi lelaki sederhana itu juga yang rasanya tak pernah tidak mengabulkan keinginan saya sepanjang beliau mampu, terkecuali keinginan untuk masuk sekolah yang dulu juga sekolahnya.  Karena beliau ingin anaknya jauh lebih baik darinya.

Beliau beranggapan, sekolah adalah titik tolak yang penting untuk masa depan, bukan jurusan saat kuliah, dan nyatanya beliau benar adanya.  Masa depan hidup saya diawali di waktu sekolah.  Baik terkait dengan pekerjaan, pun terkait dengan pendamping hidup.

lelaki yang selalu mengajarkan bahwa ilmu dan kesederhanaan posisinya haruslah di atas segala-galanya di atas muka bumi ini.

Saya selalu bangga menjadi putera beliau, sampai kapan pun.

Tetap sehat ya bah. 
5 blog auk: 2016 selalu selalu kehabisan kata-kata untuk lelaki hebat yang hari ini sudah menjalani enam puluh lima tahun usianya. lelaki yang dulu sering ...

Rabu, 16 November 2016

catatan-catatan bang Aip

bangun pagi, lalu menunda mandi, seperti biasa, bukannya merencanakan jadwal hari ini, malah entah kenapa membuka fesbuk, lalu terpaku pada catatan terakhir bang Aip disana.  Terusik oleh catatan-catatan itu, jadinya malah membuka seluruh catatan yang ada disitu.  Membaca-baca sekilas kemudian memutuskan untuk mendokumentasikannya.

Ternyata banyak catatan yang belum pernah saya baca, dan saya tahu sebagian besar itu adalah semacam bek-ap tulisan beliau di blognya.  Tapi toh, tanpa minta ijin saya kopi paste saja semuanya dalam lembar dokumen, hasilnya adalah transkrip tanpa edit sepanjang 747 halaman.  Itu mungkin jumlah catatan selama kira-kira kurang lebih .delapan tahun.  Ngalah-ngalahin jumlah draft disert... ahsudahlah.

Tapi tenang, saya sudah mengirim pesan untuk meminta ijin, telah menyalin catatannya untuk saya konsumsi sendiri.  Soalnya, saya banyak belajar dari situ, belajar berpikir logis, belajar menggunakan referensi dengan baik dan benar, belajar untuk sederhana, belajar untuk menjadi abah yang baik dan belajar bagaimana caranya belajar.

Nanti pelan-pelan diwaktu sela akan saya baca semuanya, walau sebagian mungkin semacam mengulang saja.  Baiklah rasanya sudah saatnya mandi..
5 blog auk: 2016 bangun pagi, lalu menunda mandi, seperti biasa, bukannya merencanakan jadwal hari ini, malah entah kenapa membuka fesbuk, lalu terpaku pada ...

buku-buku favorit dan tempat menyembunyikan diri

Pagi yang biasa, sedikit lembab dan dingin sisa hujan tadi malam. 
5 blog auk: 2016 Pagi yang biasa, sedikit lembab dan dingin sisa hujan tadi malam. 

Senin, 14 November 2016

Sebar apa yang kau sebar?

Akhir-akhir ini, lama-lama gerah juga dengan segala macam berita buruk yang bertebaran di media maupun sosial media.  Semua seperti berlomba-lomba menyebar dan menebar berita.  Yang kalau dikerucutkan tetap mengarah pada satu hal: keyakinan.

Ada yang mengutuk, ada yang berteriak tentang provokator, ada yang berkata cinta damai.  Tapi sadarkah, semakin disebar, semakin saja menebar benci, bagi siapa saja, bahkan bagi diri sendiri.

Kenapa tidak sejenak saja berpikir tenang, diam lalu berkaca sebentar saja.  Bahwa apa yang dilakukan dengan menebar berita buruk tak lebih dari menghasut juga, karena pikiran pembaca yang menerjemahkan apa yang disebarnya beda-beda.

Tidak semua dewasa menyikapi kejadian-kejadian buruk, bahkan berkata benar pun akan tetap terasa salah.  Semua punya versi benar di pikirannya masing-masing.

Silakan lah terus menyebar berita buruk.  Saya cuma kecewa dengan orang-orang yang pikir cukup pintar dan dewasa dalam hal berpikir dan menggunakan logika, akhirnya kalah dengan mengedepankan kegeraman semata.

Saya sebenarnya hanya ingin bertanya: Siapa yang ingin berita buruk?  Siapa yang ingin hal-hal buruk terjadi.

Itu adalah pertanyaan retoris memang. 
Sudahlah, lebih baik sementara sign out dari media yang lagi entahlah.  Atau mencoba berbagi yang baik-baik.
5 blog auk: 2016 Akhir-akhir ini, lama-lama gerah juga dengan segala macam berita buruk yang bertebaran di media maupun sosial media.  Semua seperti berlomba...

Minggu, 13 November 2016

Males Merubah Menu Makanan

Tabiat saya sedari dulu tampaknya begitu.  Selain kadang-kadang suka mencoba-coba menu baru yang belum pernah saya rasakan, pada akhirnya menu makan saya sehari-hari ya itu-itu aja. 

Jadi, kalau saya sudah cocok dengan satu masakan, mungkin sebulan, mungkin lebih menu saya ya yang itu-itu saja.  Terlampau malas untuk merubahnya.

Saya tahan sebulan penuh buka puasa hanya dengan mie atom bulan goreng campur sayur dengan saus kacang yang menurut saya super duper enak buatan honey, istri saya.

Waktu dulu saya kuliah di Surabaya, nyaris setiap malam menu makan saya adalah pecel lele yang warungnya berjajar di sepanjang jalan Karang Menjangan, sedangkan makan siang nyaris selalu di warung kecil di belakang kampus pasca.  Menunya juga cuma nasi dengan lauk telor ceplok plus sambal kacang dan kerupuk.  Kalau tidak sesekali saya mampir warung di deket pasar karmen.  Nyaris dua tahun muter-muter aja disitu.

Sekarang, di sekitar saya berdomisili sekarang.  Pun hanya beberapa masakan yang pas di lidah dan kantong saya  (kombinasi dua hal itu penting, sangat).  Bulan-bulan yang lalu nyaris tiap hari, biasaya makan malam, akan berakhir di warung ayam serundeng bernama Ayam Beb.  Beneran itu porsi nasinya pas dengan perut saya, presisi sekali.  Biasanya saya cuma makan paket lele, itu lele goreng dengan serundeng, ditambah sepotong tahu & tempe dan teh manis, dihias sekeping kerupuk lilit, dunia pun terasa indah.

Akhir-akhir ini, pola makan saya sedikit berubah. Saya sedikit insyaf, sehingga berusaha banyak makan sayur dan buah.  Jadinya warung yang pas untuk memenuhi hasrat perut saya sekarang ini hanyalah warung prasmanan yang ada di Jl. Flamboyan, disitu sayurnya lengkap,  selain ada pilihan nasi dari beras merah yang nikmat.  Kalau malam, karena warung flamboyan buka cuma sampai sore, alternatifnya sekarang adalah capcay deket-deket sini.

Sejauh ini, menu makan saya rasanya sudah fix, selain tambahan air jeruk nipis dan buah pepaya tomat setiap paginya.

Tampaknya untuk sementara waktu ya begitulah bolak balik makan saya, selain rasanya enak, perut saya juga sudah bersahabat akrab dengan segala macam dedaunan dan segala macam buah sayur rupanya, hal yang dulu tak pernah terpikirkan.
5 blog auk: 2016 Tabiat saya sedari dulu tampaknya begitu.  Selain kadang-kadang suka mencoba-coba menu baru yang belum pernah saya rasakan, pada akhirnya me...

Sabtu, 12 November 2016

Terinspirasi oleh tulisan mb Octa itu, saya juga ingin menulis partner in crime saya sejak dulu.  Yin di saat saya menjadi yang, dan juga sebaliknya.

Mungkin, jika diibaratkan postingan sebelumnya,
5 blog auk: 2016 Terinspirasi oleh tulisan mb Octa itu, saya juga ingin menulis partner in crime saya sejak dulu.  Yin di saat saya menjadi yang, dan juga ...

Penjaga rumah dan sang Profesor

Judul aslinya ya the housekeeper & the professor, judul di buku terjemahannya pun begitu, biar saja saya terjemahkan lagi judulnya, karena toh ini buku terjemahan.  Syukurnya buku ini semacam membuat napsu membaca saya terbakar lagi.

Entah darimana saya mendapatkan referensi tentang novel yang satu ini, yang jelas karya Yoko Ogawa ini membuat saya penasaran, terlebih setelah membaca keterangan di sampul bagian belakang bahwa buku ini telah terjual lebih dari 4 juta eksemplar di Jepang.  Wah.

Bagian awal cerita justru di awali dengan bagian yang sesungguhnya baru akan terjadi di seperempat cerita, jadi ada sedikit alur mundur.  Tapi itu menjelaskan bagaimana inti pertemuan antara profesor dan penjaga rumah, dan tokoh bernama Root, salah satu tokoh kunci di dalam cerita ini.

Tokoh utama yang tampil di cerita ini minimalis sekali, ada agen tenaga kerja, kaka ipar profesor, si penjaga Rumah dan Root.  Mungkin gara-gara sedikit tokoh itu membuat saya lebih konsentrasi dengan jalan cerita dan kejutan-kejutan alur di dalamnya.

Root, disebut begitu, karena bagian kepalanya menyerupai simbol akar dalam persamaan matematika.

Kebayang ngga kepala seseorang seperti itu hehe.  Dan gara-gara membaca rumus-rumus matematika, keajaiban bilangan prima kembar, deret angka faktorial, rumus Euler, -bahkan sampai menyinggung (kembali) teorema Fermat, sesuatu yang sebelumnya menarik perhatian saya di buku karya Stieg Larsson -, hadir di buku ini, sesuatu bernama matematika terasa menyenangkan.

Sungguh, seandainya saya membaca novel ini saat sekolah dasar atau menengah, mungkin saya makin penasaran dan cinta dengan pelajaran matematika.  Math digambarkan dengan sangat indah dan anggun,  persamaan-persamaan dan rahasia-rahasia serta sejarah angka ditulis dengan beda sehingga saya seakan-akan membaca puisi dalam bentuk lain.

Dan membaca dari awal, saya dibawa masuk ke dalam cerita, seakan-akan ruangan professor yang lama tak terawat, hadir di depan mata saya, tumpukan kertas hasil semacam kontes pemecahan soal matematika yang rumit. Siklus ingatan lelaki tua yang cuma 80 menit, juga semangatnya akan sesuatu yang terkait angka, dan tentu kejeniusannya.

Yang tak kalah menarik adalah, bagaimana menghubungkan keberadaan angka nol dengan kebijakan alam semesta, semua digambarkan tanpa ada usaha menggurui yang berlebihan.  Semua cuma menegaskan pada saya bahwa begitulah seharusnya dunia, yang damai dengan adanya angka 0.

Interaksi antar tokoh-tokoh utama dalam cerita ini juga jelas tak kalah menariknya, berusaha mengerti seseorang dengan ingatan singkat tidaklah mudah, membuatnya keluar dari dunianya sesekali pun, adalah sesuatu yang sangat sulit.  Justru bagian inilah yang sangat menarik.

Saya pikir cukup ini saja ulasan sekilas tentang buku bagus ini, kalau saya menggambarkan alurnya nanti tak bikin penasaran lagi. Dan walaupun ada beberapa bagian yang saya tak begitu mengerti, seperti cara permainan baseball yang selalu bikin mumet, padahal dulu pernah sok-sokan ikut latihan softball waktu kuliah, dan keluar dengan ikhlas karena ngga ngerti-ngerti cara mainnya, lah malah nostalgia.

Jadi begitulah, seperti petuah sang profesor: jangan malu berkata tidak tahu akan hal yang memang tidak kita ketahui.  Terakhir saran saya, jangan lupa memperhatikan halaman 161 dan 175, saya beberapa kali mengulangi membaca halaman itu karena bagus, sekali.

Saya jadi menunggu karya-karya Yoko Ogawa diterjemahin lagi.
5 blog auk: 2016 Judul aslinya ya the housekeeper & the professor , judul di buku terjemahannya pun begitu, biar saja saya terjemahkan lagi judulnya, kar...

Jumat, 11 November 2016

Random #1

Sesekali (ngaku) bikin postingan random.

Yang pertama, saya ingin membaca novel berjudul the housekeeper and the professor, filmnya lagi berusaha didonlot sekalian, sepertinya keren itu jalan ceritanya, wong katanya sampe terjual 4 juta kopi lebih di Jepang.  Mungkin ini novel dari negeri itu kedua yang bikin saya penasaran selain Train Man yang sudah saya punya novelnya, versi terjemahan laah pastinya.

Kalau tidak salah hari rabu kemarin, akhirnya merasakan juga nonton di Sphere X, itu varian studio di blitz yang layarnya lengkung, dan kursinya otomatis bisa untuk nyender  Asik sih, walau film yang saya tonton: Doctor Strange menurut perasaan saya tidak sehits ulasan orang-orang.   Serasa nanggung serunya. Dan yaa saya masih aja kenginang-ngiang ucapan Strange ke perempuan gundul itu : " I'm not a master, I'm a doctor.."  Beh rasanya gagah sekali ya kalau suatu hari nanti saya ngomong gitu #halagh

Akhir-akhir ini apa ya, sarapan saya kembali mencoba rada absurd: buah-buahan.  Biasanya tomat dan pepaya sih, dan tetap lanjut bangun tidur minum segelas air putih, biasanya hangat, dicampur dengan perasan satu buah jeruk nipis.  efek sampingnya hidung saya yang tiap pagi srat srot ndak jelas skarang cuti panjang, kata orang-orang itu gejala sinus, beh saya baru ngerti.  Selain itu saya mulai pedekate dengan segala macam sayur-sayuran.  Untungnya disini ada warung yang nyediain jenis makanan yang sedang saya taksir itu.  Enak sekali kemarin sayur kacang campur jagung manisnya.  nasi beras merah pun skarang tak lagi sehambar yang saya kira dulu. Yaa maklumlah body semakin uzur harus dijaga demi masa depan negeri yang lebih baik hahaha

Terakhir, saya ingiin sekali bikin kuis lagi, ada dua buku yang saya beli dan pengen saya bagikan. Tapi saya tak ingin menyebutkan judulnya.  Gini aja deh, kalau saja ada yang bisa menebak genre buku-buku yang saya beli itu akan saya kasihin deh, gratis plus ongkos kirim #halagh

Dan karena random, maka kuisnya ndak saya kasih hestek koeis, biar pada ngebaca sampai ujung #ngarep.
5 blog auk: 2016 Sesekali (ngaku) bikin postingan random. Yang pertama, saya ingin membaca novel berjudul the housekeeper and the professor, filmnya lagi b...

Random #1

Sesekali (ngaku) bikin postingan random.

Yang pertama, saya ingin membaca novel berjudul the housekeeper and the professor, filmnya lagi berusaha didonlot sekalian, sepertinya keren itu jalan ceritanya, wong katanya sampe terjual 4 juta kopi lebih di Jepang.  Mungkin ini novel dari negeri itu kedua yang bikin saya penasaran selain Train Man yang sudah saya punya novelnya, versi terjemahan laah pastinya.

Kalau tidak salah hari rabu kemarin, akhirnya merasakan juga nonton di Sphere X, itu varian studio di blitz yang layarnya lengkung, dan kursinya otomatis bisa untuk nyender  Asik sih, walau film yang saya tonton: Doctor Strange menurut perasaan saya tidak sehits ulasan orang-orang.   Serasa nanggung serunya. Dan yaa saya masih aja kenginang-ngiang ucapan Strange ke perempuan gundul itu : " I'm not a master, I'm a doctor.."  Beh rasanya gagah sekali ya kalau suatu hari nanti saya ngomong gitu #halagh

Akhir-akhir ini apa ya, sarapan saya kembali mencoba rada absurd: buah-buahan.  Biasanya tomat dan pepaya sih, dan tetap lanjut bangun tidur minum segelas air putih, biasanya hangat, dicampur dengan perasan satu buah jeruk nipis.  efek sampingnya hidung saya yang tiap pagi srat srot ndak jelas skarang cuti panjang, kata orang-orang itu gejala sinus, beh saya baru ngerti.  Selain itu saya mulai pedekate dengan segala macam sayur-sayuran.  Untungnya disini ada warung yang nyediain jenis makanan yang sedang saya taksir itu.  Enak sekali kemarin sayur kacang campur jagung manisnya.  nasi beras merah pun skarang tak lagi sehambar yang saya kira dulu. Yaa maklumlah body semakin uzur harus dijaga demi masa depan negeri yang lebih baik hahaha

Terakhir, saya ingiin sekali bikin kuis lagi, ada dua buku yang saya beli dan pengen saya bagikan. Tapi saya tak ingin menyebutkan judulnya.  Gini aja deh, kalau saja ada yang bisa menebak genre buku-buku yang saya beli itu akan saya kasihin deh, gratis plus ongkos kirim #halagh

Dan karena random, maka kuisnya ndak saya kasih hestek koeis, biar pada ngebaca sampai ujung #ngarep.
5 blog auk: 2016 Sesekali (ngaku) bikin postingan random. Yang pertama, saya ingin membaca novel berjudul the housekeeper and the professor, filmnya lagi b...

Rabu, 09 November 2016

perubahan template blog auk

karena ada yang nanya gimana merubah atau mengubah atau apalah theme blog ini, atau kalau di blogspot lazim disebut template, caranya sederhana sekali.  Banyak juga kok yang membagikan caranya di web, gugling aja.

Tapi ya ndak apa-apa toh sesekali berbagi caranya.  Biasanya sih saya suka template/theme yang simpel, jadinya pake kata kunci itu kalau mau gugling template.  Kebetulan yang dipasang ini namanya Nordic, template blogspot hasil transformasi dari theme-nya wordpress.  Templatenya sendiri saya donlot dari situs newbloggerthemes.com.  Banyak pilihan kok disitu.

Setelah di donlot, ekstrak saja file .zip nya.  Terus cari file dengan ekstensi .xml .  Dibuka terus semua teks yang ada disitu di kopi saja, terus di paste ke bagian template.  Coba cek gambar di bawah ini.


Nah klik saja tab Edit HTML itu, ganti aja semua teks/kode yang ada disitu dengan kode yang sudah dikopi dari file .xml sebelumnya.  Udah beres.   Kecuali ada bagian-bagian yang pengen diedit.  Misalnya nambahin link atau merubah dikit-dikit tampilannya.

Kalau template yang saya pasang ini cuma diedit bagian link sosial media yang ada di sidit kanan atas, kalau di lihat pake desktop.  Plus sedikit merubah ketebalan border.  Sayangnya versi mobile bawaan template Nordic ini kurang bagus (kalo bagus bisa pake yang custom), jadinya saya pake versi awesome.inc yang ternyata lebih bagus dari versi default.  Merubah mobile template di gambar dibawah ini dengan mencet tombol gear di bagian mobile, masih di halaman template.

Ohiya, kalau mau membuka versi aslinya di hape bisa kok, scroll aja ke bagian paling bawah halaman, tinggal klik bagian view web version.

Jadi begitulah.  Selamat mencoba-coba jikalau belum pernah mencobanya XD
5 blog auk: 2016 karena ada yang nanya gimana merubah atau mengubah atau apalah theme blog ini, atau kalau di blogspot lazim disebut template, caranya sederh...

Selasa, 08 November 2016

tentang leptop saya (lagi)

posting satu lagi ah, biar dikira kemaruk dan rajin, padahal nganu..

Ini tentang laptop Fujitsu saya itu (lagi), yang serinya LH531 itu, yang RAM nya cuma 2 GB, yang skarang layarnya ada beberapa bercak hitam gara-gara pas nutup lupa kalau ada kunci lagi nongkrong disitu, jadi aja ketekan lcd dan pecah di di dua titik.

Selain itu batterynya juga nonaktif, lelah total dan tak lagi punya kemampuan menyimpan daya, mungkin gara-gara sombong pernah sok-sokan ngasi petuah :kalau leptop di charge jangan lupa dicabut kalau indikatornya sudah penuh.  Eh malah saya sendiri yang kualat, pas ngecharge ketiduran, jadi aja rusak dan kalau make harus sambil dicolok, dan harap maklum pas listrik tiba-tiba mati tapi lupa nyimpen ketikan.

Kemari liat-liat spare part battery dan lcd, eh harganya ternyata lumayan juga, bisa untuk persediaan makanan anak kos satu bulan, dilematis sekali.  Untungnya kalau soal ram sih nggak masalah.  Lagian saya ngga ngerjain hal-hal berat-berat juga, masih lancar jaya dengan OS Debian ini.

Kesimpulannya, nikmati yang ada saja dulu deh, itung-itung mengasah rasa syukur dengan apa yang ada #halaghpadahalemangdurungmampuaja


5 blog auk: 2016 posting satu lagi ah, biar dikira kemaruk dan rajin, padahal nganu.. Ini tentang laptop Fujitsu saya itu (lagi), yang serinya LH531 itu, y...

bersih-bersih blog, tempat ngopi keren & rumah bambu

sebenernya mungkin judul yang pas adalah ngerapiin blog ini, yang setelah saya amati ternyata sudah nyaris satu bulan tidak saya isi.  Payah sekali memang.  Di samping niat lama untuk ganti template, akhirnya barusan diwujudkan.

Tak banyak yang dirubah di susunan halaman, selain tambahan blogroll blogger yang akhir-akhir ini rajin update dan tulisannya menarik untuk dibaca-baca. Nantilah pelan-pelan ditambahin lagi daftarnya.  Yang jelas sementara ini saya mengurungkan niat untuk hijrah ke wordpress hehe

Saya rasa akhir-akhir ini sosial media juga sedang jenuh, beritanya muter-muter kesitu-situ aja, tapi saya tak bakal membahas hal itu, kurang keren sama sekali.  Saya cuma ingin menceritakan sedikit pengalaman saya hari minggu kemarin.

Selepas nongkrong di warung Ijo-  setelah sebelumnya sepedaan santai kesitu, teramat santai sehingga dari starting poin kesitu nyampenya satu jam dua puluh menit lebih #infondakpenting- pulangnya nginthilin temen seperhobian turun, rencana mampir ke rumahnya, elhadhalah di tengah jalan malah di ajak mampir di kedai kopi yang tak cuma jualan kopi, bernama Joglo Pari Sewu, di seputaran Purwomartani.  Tempatnya apik, kontur lokasinya juga menarik, lokasinya tenang, tapi sepagi itu, sekitar jam delapan-sembilanan itu kok ya sudah lumayan rame aja. Rekomended sekali tempat ini untuk nongkrong santai.

A photo posted by rd (@warmx) on

Selesai (ditraktir) ngopi, akhirnya sampai di rumah kang Jajang, empunya rumah.  Rumah beliau ini menarik sekali, rasanya rumah impian saya kok ya sudah terwujud begitu.  Saya langsung foto sana sini, biar idenya bisa saya curi dan diterapkan di rumah saya ntar.

Bagian atas rumahnya, selain genteng, nyaris semuanya terbuat dari bambu, yang sudah diawetkan tentunya.  Dan bagi kang Jajang sih ya ndak masalah, wong beliau emang kerjaannya 'jualan bambu'.  Keren sekali, saat berada di dalam rumahnya seakan-akan luas rumahnya dua kali lipat dari kenyataannya, lega sekali, cahaya dan udara melimpah.  Bikin betah.

Sayangnya ga bisa lama-lama kesitu, karena harus mampir ke tempat lain lagi, yang tempatnya juga tak kalah keren.  Ngobrol sana sini, tak terasa balik lagi sudah sore aja.

Jadi begitulah cerita random kali ini.  Baru sebulan ndak nulis kok ya strukturnya acak-acakan, halagh biasanya ya gitu juga padahal..


5 blog auk: 2016 sebenernya mungkin judul yang pas adalah ngerapiin blog ini, yang setelah saya amati ternyata sudah nyaris satu bulan tidak saya isi.  Payah...

Senin, 17 Oktober 2016

..kembali ke wordpress?

Blogspot ini tidak enaknya bagi saya cuma masalah komentar yang rajin minta captcha (terkecuali kalo komen via blogger juga), lalu komentar yang tak bisa diedit (atau saya yang tak tahu caranya), selain itu rada susah posting secara mobile (padahal saya ya jarang-jarang juga posting via henpon)

Masalahnya mungkin karena sedari dulu lebih akrab dengan wordpress, dan terlalu malas mengutak atik template blogger (padahal ya sejatinya memang tak bisa ngutak atiknya)

Tapi entahlah kapan jadi kenyataan, nyatanya sekarang saya masih posting disini, duh malas ini nyebahi tenan..
5 blog auk: 2016 Blogspot ini tidak enaknya bagi saya cuma masalah komentar yang rajin minta captcha (terkecuali kalo komen via blogger juga), lalu komentar ...

Jumat, 14 Oktober 2016

Koeis Djoem'at : Anniversary

Rasanya sudah beberapa minggu koeis djoem'at tertjinta ini dianggurin, maklumlah panitianya sedang sibuk, sibuk pokoknya.

Pertama-tama, mau ngasih pemenang koeis djoemat yg telah lalu, yang mana yang sangat mendekati benar adalah jawabannya mb Retno, jadi ditunggu alamatnya di rd.syarani@gmail.com ya, smoga sabar menunggu kiriman dari panitia.

Kemudian, untuk djoemat ini, rada spesial, karena demi memperingati hari pernikahan saya dan honey di bulan ini *ehm.  Maka hadiahnya juga rada spesial.

Ada dua buku yang bakal saya bagikan, untuk dua pemenang, yaitu buku Sabtu Bersama Bapak-nya Adhitya Mulya dan Milea-nya kang Pidi Baiq, untuk dua pemenang.

Pertanyaannya singkat dan gampang, tahun ini anniversary pernikahan kami yg ke berapa?

Gitu aja kok, silakan di kolom komentar, kalau jawaban yang benar lebih dari satu, panitia terpaksa akan mengundi pemenang yang beruntung.

Jadi demikian saja.
Selamat djoem'atan \m/
5 blog auk: 2016 Rasanya sudah beberapa minggu koeis djoem'at tertjinta ini dianggurin, maklumlah panitianya sedang sibuk, sibuk pokoknya. Pertama-tama...

Selasa, 11 Oktober 2016

Laptop Lelah atau Menagih Janji?

Tadi malam, tiba-tiba laptop saya -yang tombol maju satu langkahnya sudah error, layarnya ada dua bercak hitam dan batterynya sudah koit sejak entah kapan- tiba-tiba menunjukkan gejala tak sehat: keyboardnya ada beberapa yang tidak bisa dipencet, yang saya ingat huruf -t dan sekitarnya.

Saya pikir, apakah leptop saya itu menagih janji saya, sebenarnya bukan janji sih, sebuah keinginan tepatnya, untuk mengganti layar dan battery agar bisa seperti dulu kala lagi.  Atau leptop saya mulai lelah menghadapi tuannya ini?

Entahlah, yang jelas barusan akhirnya saya beli mini keyboard dengan koneksi USB seharga 70-ribu, sementara waktu sebelum keyboardnya saya ganti di Jogja ntar, rencananya sih gitu.

Etapi, saat saya coba barusan, keyboardnya normal lagi, kecuali tombol maju satu langkah yang memang sudah menyerah kalah. 

Tapi daripada rugi, yang barusan dibeli tetap dipake.  Lumayan jadi bisa ngetik di pangkuan #halaghndakpentingblas :D
5 blog auk: 2016 Tadi malam, tiba-tiba laptop saya -yang tombol maju satu langkahnya sudah error, layarnya ada dua bercak hitam dan batterynya sudah koit sej...

Selasa, 04 Oktober 2016

Digitalisasi Kenangan

Rencana yang entah sejak kapan, akhirnya terwujud hari ini: mendigitalisasi foto-foto lama.   Sempet nyesel juga sih membuka album foto-foto semenjak kecil, beberapa ada yang rusak berat.

Akhirnya barusan, beberapa foto saya abadikan dengan di scan satu persatu.  Bagian menyenangkannya adalah, beberapa foto saya bersama foto temen kuliah S1 saya sebarkan di grup whatsapp.  Mereka bersukacita sekali tampaknya hehehe

Sementara, banyak foto yang bikin saya termenung sendiri, tersenyum-senyum sendiri.  Ya tak terasa begitu lama waktu sudah dijalani, bersama banyak orang: keluarga, kawan dan gebetan :D

Saya pikir, sesekali memang hidup harus menengok ke belakang, biar ingat bahwa tak ada sampai di titik ini sebelum menjalani semua yang telah dilewati.


Bahwa, masa sekarang tak akan pernah hadir tanpa adanya masa lalu.
5 blog auk: 2016 Rencana yang entah sejak kapan, akhirnya terwujud hari ini: mendigitalisasi foto-foto lama.   Sempet nyesel juga sih membuka album foto-foto...

Senin, 03 Oktober 2016

Konsep Jera

..dulu, rasanya saya tak kenal dengan kata yang bernama : jera, sepertinya terhadap apapun.

Ditolak cewek, saya maju terus, sampai akhirnya diterima dan rela jd isteri saya #malahnostalgia

Ditolak beasiswa saat mau lanjut kuliah, saya terus nekat ikutan tes beasiswa sana sini, walau kemampuan pas-pasan.

Berkali-kali merasakan letih habis dihajar tanjakan saat sepedaan jauh-jauh, tetap aja masih merencanakan trip berikutnya kapan kemana.

Ditolak judul proposal awal disertasi, saya lanjut merubah judul yang lain.

Ditolak nerusin kuliah dan nyaris DO, saya nekat juga nerusin biar bisa lanjut dan menyelesaikan misi sekolah yang tertunda setelah sekian lama.

Tapi, barusan saya sakit kepala: sebuah kejadian yang langka, inget deadline, inget kantor, inget sekolah anak-anak...

tampaknya beberapa jenak yang lalu, saat lapar-laparnya, saya baru mengenal makhluk bernama jera itu.

Asemik!
5 blog auk: 2016 ..dulu, rasanya saya tak kenal dengan kata yang bernama : jera, sepertinya terhadap apapun. Ditolak cewek, saya maju terus, sampai akhirny...

Kamis, 29 September 2016

Apa sih gunanya ilmu santet kui?

..jadi, awalnya saya nyautin status teman kuliah saya di facebook, biasalah, semacam kalimat motipasi, entah ngutip darimana, katanya begini:

Orang pintar tahu tentang apa yang dibicarakan#orang bijak tahu apakah hal itu pantas dibicarakan#orang santun tahu bagaimana mengungkapkan sesuatu dengan cara yang baik

Aku pun nyahut, sok-sok merendah gitu, menyebalkan memang, padahal aku males kalau harus merendahkan diri segala, kataku :

aku masih belum masuk ketiganya gimana ya, bijak belum, santun belum, pintar pun belum juga

Eh, lagi sahut-sahutan gitu, ada temen satu lagi, tiba-tiba nyempil dan ikutan nyamber ngasi komen, katanya :

Makanya, mengaji ilmu agama dan ilmu yg baik dan bermanfaat.

Sebal saya, ini orang dateng-dateng malah sok-sokan ngasi nasihat yang retoris, jadi aku sahutin lagi:

semua ilmu tu pada dasarnya baik & bermanfaat, tinggal gimana orang yg mempelajarinya aja

Eh, malah nyolot lagi, katanya gini:

Asal bukan ilmu pelet sama ilmu hitam aja...  wkk

Aku pun mikir, betapa sempit kadang pengetahuan manusia akan arti ilmu yang bermanfaat, akhirnya, terakhir aku kasih balasan lagi:

jangan salah, pembimbing thesisku dulu belajar ilmu santet demi riset ilmiah beliau, akhirnya malah dipakai untuk ngobati orang2 yg kena santet 

Dan, faktanya demikian.  Dosen pembimbing thesisku dulu itu, demi sebuah riset  yang memang belum ada referensinya, akhirnya terjun total mempelajarinya, dan ya, selain mendapatkan kajian ilmiahnya, pada akhirnya beliau bisa menggunakannya untuk menyembuhkan orang-orang yang terkena ilmu hitam jahat gitu.  Keren, kan?

Semua, apapun, baik tidaknya sebuah objek, tergantung subjeknya.  Harusnya begitu.  Duh, postingan saya serius sekali, habisnya kzl...
5 blog auk: 2016 ..jadi, awalnya saya nyautin status teman kuliah saya di facebook, biasalah, semacam kalimat motipasi, entah ngutip darimana, katanya begini...

Rabu, 28 September 2016

Milea : resensi dari aing



Iya ini tentang seri ketiga dari trilogi Dilan-Milea.  Biar saja saya bilang trilogi, karena memang adanya tiga buku, tampaknya sudah cukup cerita cinta dua anak SMA di tahun 1990-1991-an itu dituntaskan di seri ketiga ini.  Walau ada membuka kemungkinan dibikin spin off-nya, Macam begitulah.

Namanya juga dari mata Dilan, yang di kedua buku sebelumnya masih sedikit samar dan misterius, bagaimana sebenarnya peristiwa asli dari alam pikirannya.

Ternyata iya, di luar dugaan saya,  kalau itu benar adanya, maka Dilan itu seorang bijak yang bertopeng preman, kurang preman apalagi coba kalau mau berantem aja sampai nekat bawa beceng FN segala.

Namun, seperti di tulisan saya sebelumnya.  Selain menceritakan tentang hubungan Dilan-Milea-Kawan-kawan-Musuh-Sekolah-Bandung, yang menjadi perhatian saya sekali lagi adalah, betapa tetaplah seorang Dilan menghormati sepenuhnya ayah dan bundanya.

Pola pikir dan cara mendidik bunda dan ayahnya menarik, ah keren sih menurut saya.  Menjadikan anak-anaknya bangga dengan hidupnya sendiri, percaya akan kekuatan dirinya sendiri, dan selalu yakin akan langkah yang akan dijalaninya.

Secara tak sengaja cara bertutur Dilan di buku ini, malah menjadikannya semacam tuntunan mengasuh anak yang benar.  Ayah edy mah liwat, sungguh saya seriusan ini euy.

Yang jelas, intinya ini adalah penjelasan panjang lebar, tentang apa-apa yang terlihat dan dirasakan Milea di dua buku sebelumnya.  Sisi lain yang sebelumnya tidak diketahui, yang akhirnya saya ketahui setelah membacanya.

Sisanya, tentu saja, gaya percintaan anak muda di tahun 1990-an itu menyenangkan, kejutan-kejutan spontan, surat-suratan, tanpa di riweuhkan oleh teknologi macem-macem, ya selain saya juga salah satu pelaku di tahun begituan, yah ngelantur..

Baca saja bukunya.  Sungguh tak rugi,  sungguh beneran keren.  Jujur saya mah bilangnya ini.  Terimakasih pada ayah surayah yang bikin kisah bagus ini walaupun katanya ini nyata, bukan fiksi.  Selalu aku tunggu karya-karyamu berikutnya.

Sedang isu yang katanya mau dijadikan pilem, ya kenapa tidak? Saya juga penasaran kalau difilmkan, apakah bakal mengalahkan rekor Warkop Jangkrik Bos nantinya? Halagh malah ngelantur lagi.  Pokoknya setuju.


---

cover buku nyomot di blognya ayah pidi baiq.
5 blog auk: 2016 Iya ini tentang seri ketiga dari trilogi Dilan-Milea.  Biar saja saya bilang trilogi, karena memang adanya tiga buku, tampaknya sudah cu...

Selasa, 27 September 2016

Kisah Asrama #3

Iya, asrama, bukan asmara..

Ini adalah asrama ketiga yang pernah saya huni seumur hidup saya, dulu waktu sekolah setingkat SLTA saya juga masuk asrama saat kelas satu, karena diwajibkan untuk anak baru.  Naik kelas dua, masuk asrama lagi beberapa bulan sebelum akhirnya memutuskan keluar dan kos, karena suasananya tidak lagi bikin betah.


[Dan faktanya, dari lima orang, saya dan saudara-saudari saya, cuma satu orang yang belum pernah mencicipi indahnya asrama, kalau kos, kelimanya dari kami adalah veteran kos-kosan semua]

Sedangkan isteri saya itu: anak asrama juga laah, wong dulu satu sekolah dengan saya, asramanya cuma berjarak kurang lebih duaratus meteran dari asrama saya, yang sama-sama bernama sapi impor.  Asrama saya namanya limousin, asrama calon pacar saya dulu itu Ayshire kalo tidak salah.  Iya masih calon, karena proposal saya untuk jadi pacarnya baru diterima olehnya saat keluar asrama dan sama-sama jadi anak kos.

Tapi, bedanya, asrama yang sekarang saya huni ini, dan saya janji di awal kalau numpang tidur tak lebih setahun, adalah asrama yang paling keren.  Selain karena berlantai dua, posisinya strategis sekali di jantung kota Jogja.

Penghuninya yaa lumayan lah, sok keren semua, walau nyatanya kalau topik obrolan mereka tentang wanita, sering saya patah dan kalahkan hanya dengan satu kalimat: kalian kebanyakan teori.  Setelah itu saya menyesal bilang begitu.  Karena di lain waktu tak segan-segan mereka menyerang balik dengan modal beda usia.  Yayaya penghuni paling tua saya memang.

Sebenarnya, sementara mau bercerita itu aja sih sekilas.
5 blog auk: 2016 Iya, asrama, bukan asmara.. Ini adalah asrama ketiga yang pernah saya huni seumur hidup saya, dulu waktu sekolah setingkat SLTA saya juga ...
< >