Langsung ke konten utama

Postingan

tentang seakan-akan

seakan-akan aku menagih hak aku.  sama sekali tidak.  aku hanya ingin administrasi berjalan dengan baik dan tanpa kendala.

itu saja.
kzl.
Postingan terbaru

bila lama tak bersepeda

ya rasanya cukup lama, sekitar dua mingguan lebih, tadi saja memaksa niat untuk kembali bersepeda, dua kali dan dua sepeda.  awalnya sedikit kagok dan malas melewati tanjakan yang tak seberapa tingginya, apalagi sepeda A-Pro merah itu rada kagok digowes, mungkin karena stemnya tak sesuai ukurannya. mungkin, nantilah mencari ukuran yang pas.

total dari dua sepeda itu, mungkin cuma sekitar 7 km-an saja, lebih sedikit mungkin.  ingin kembali membawanya ke kantor, tapi bagaimana mengantar istri ke kantornya? mungkin lebih baik mencoba di hari jum'at saja. walau pulangnya bakal malesin, panas bo.

ada lagi wacana untuk sepedaan rada jauh lagi, mau di propinsi ini tapi yaitulah, panasnya kalau menjelang siang itu yang bikin mwales.  entahlah kapan lagi sepedaan yang rada jauhan dikit.  apalagi sadelnya lady red itu jauh dari break in.

btw, si bungsu juga perlu sepeda juga toh, hedeh. aku egois sekali juga sih ya.

tentang koordinasi hedeh

gini ya, biasanya kalo ada surat masuk dari kementerian di kabupaten itu, lewatnya ya dialamatin ke bupati, trus ada disposisi turun ke sekda, trus ntar bisa turun ke instansi yang terkait atau bagian di setda.

kadang ada surat yang masuk ke bagian, trus kudune, kalau terkait dengan kerjaan suatu instansi, harusnya ada koordinasi.  dan tahun ini parah, bikin saya sedikit kesel.  ada kerjaan yang harusnya masuk ke instansi saya, tapi tak sampai, ketahan sama satu bagian. entahlah gimana maksudnya. padahal penting sekali, terkait input data yang harus dilakukan terkait kerjaan saya.

dan saya dikasih taunya, hanya beberapa minggu menjelang deadline.  ya jelas saya protes, itu surat yang datengnya sejak tiga bulan yang lalu, kenapa baru aja disampaikan isinya? ujug-ujug saya diminta bantu input.

padahal sebelum itu ada pra kegiatan dan koordinasi yang kudu dilakukan.  Oke memang saya sedikit naif karena ngga ngecek web kementerian, tapi saya orang baru yang ga ngeh kalo ada info terkait i…

tentang masalah-masalah

sebenarnya sudah terlampau lelah mendengar masalah-masalah orang lain, untuk kemudian berusaha menjaganya agar orang lain tidak mengetahuinya.  wong nengok masalah sendiri saja pusing. kadang-kadang lebih ingin bersikap masabodo dan tak peduli, atau memang seharusnya memang demikian, bersikap netral dan seakan-akan hear nothing.

saat ini tak ada keinginan lain selain ingin menikmati ketenangan hidup.  memang sesederhana itu sebenernya tujuan hidup.  kian lama cuma ingin berusaha menjauhi masalah, segala masalah.  Jauh sekali dengan beberapa tahun ke belakang, yang kadang malah ingin nyari masalah.

sepertinya hidup sudah sampai pada titik jenuh pada apapun yang berbau tantangan, yang ada hanya keinginan besar untuk semakin menarik diri jauh dari keramaian.  apalagi aku, sekali lagi, yang sejatinya tak begitu suka dengan keramaian.

hanya ingin berjalan dalam tenang.
begitu saja.

tentang bagaimana nanti kau akan dirindukan

ini adalah, cuma sekilas pertanyaan, jika nanti kau, kita, aku, menghilang dari muka bumi ini, seperti apakah dirimu akan dirindukan.

ataukah tidak?

adakah jejak baik yang akan ditinggalkan untuk diingat dan sesekali ditangisi oleh orang-orang yang mungkin menyayangimu, terang-terangan maupun diam-diam.

semua orang rasanya ingin diingat akan hal yang baik-baik saja.
tapi kenapa masih saja sering berbuat hal buruk dan busuk?

bila november berakhir

rasanya baru saja, oktober berakhir menuju november yang hujan, tau-tau sekarang sudah tanggal dua puluh empat saja.  terasa sekali waktu berlari, smoga tahun ini berakhir dengan baik-baik saja.

entah kenapa akhir-akhir ini terpikirkan akan masalah waktu ini, anak-anak yang satu persatu melangkah meninggalkan rumah, tahun depan giliran si tuan putri yang melanjutkan langkahnya, dia sudah memutuskan mau kemana, dan ya masih ada si bungsu memang, tapi tetap saja, mungkin nanti bakal lebih sepi dibanding biasanya.

belum apa-apa aku sudah membayangkan sore hari pulang kantor tak ada lagi yang berlari membukakan pintu rumah.  tak ada lagi yang bakal ribut dengan celoteh artis-artis korea kesayangannya, kecuali nanti saatnya libur semesteran.

ya masih lama memang, masih kurang lebih satu tahun lagi. tapi saya seakan-akan sudah bersiap-siap untuk merasa lebih sepi.  walau saya jelas tak bakal siap.

ga asik ah tulisan kali ini endingnya. meuni sedih.

napas yang cukup

sebenernya apa sih hakikat sebuah kata bernama : 'cukup' itu?  Apa memang manusia tak pernah berkenalan sungguh-sungguh dengannya, atau memang tak pernah sampai pada titik dimana dirinya merasa cukup.

Bagi saya, mungkin nanti suatu saat, kata itu akan datang menghampiri, saat anak-anak sudah selesai dengan urusan sekolahnya (yang padahal ga ada yang bakal tau kalau bakal berlanjut lagi suatu saat kelak hihi), lalu sepanjang hari menikmati waktu, bersepeda seharian, mengutak-atik sepeda, atau sibuk membasuh motor legenda di pekarangan yang tak begitu luas, atau berusaha bertukang membuat benda-benda apa saja dari apa saja di halaman belakang, atau iseng meraparasi apapun.

Lalu duduk di sore hari berdua di teras, sambil minum teh tawar tentu saja, bercerita tentang apa saja dengan istri di kursi kayu, sambil sesekali menengok halaman-halaman buku-buku fiksi yang seperti tak selesai-selesai.

Intinya menikmati sisa waktu, tanpa ada keinginan untuk menambah apapun lagi yang krusial…