Langsung ke konten utama

Postingan

tentang earbuds Qlabs Gods Series

entah gimana ceritanya, saya kembali khilaf dengan gadget pemuas kuping.  Akhirnya minta bikinin earbuds yang sistemnya pre order ke Qlabs.  Dulu pernah punya Qlabs #2, tuningannya rada beda sih, tapi enak aja.  Dan setiap buka PO dulu pasti produknya habis dipesan dalam hitungan jam.  Yang tuning sih mas Teguh Poery, tapi kali ini mas Gregorius Eddo juga gabung dalam Qlabs.  Produk yang saya pesen adalah God Series, tuning custom sesuai pemesan.

Awal pesan saya ya bingung, diminta maunya gimana: warm apa bright, trus bla bla bla, bingung pokoknya saya haha.  Akhirnya diminta playlist lagu yang sering diputer, makin bingung karena lagu-lagu saya kan random, bisa dari rock, dangdut sampai lagu2 Jepang & Korea.

Setelah konsultasi bahan dan budget, akhirnya disepakati Gods Series saya pake kabel copper silver dan jack CC Rhodium.  Pesanan saya kelar setelah nunggu antrian selama kurang lebih dua bulan, dan hasilnya.. wah sangat memuaskan euy.  Sesuai maunya saya, mintanya yg all round…
Postingan terbaru

satu bulan lebih ngapain aja

sampai-sampai blog ini tak sempat tersentuh sama sekali..
pola kerja WFH, pandemi ini, keadaan yang semakin random dan simpangsiur, entahlah kapan hidup kembali terasa normal lagi.
sementara orang sepedaan makin rame, tak cuma di akhir pekan, ya bagus lah, banyak yang jadi rajin olahraga, walau saya sih tetap saja tak berani sepedaan rombongan rame-rame, walaupun sebelumnya juga jarang-jarang sepedaan dalam rombongan, enakan sendiri, atau paling banyak berdua, tiga atau empat seperti biasa di Jogja dulu..
apa ya yang menarik, selain masih iseng bikin masker kain, dan masih juga belum pede untuk dijual haha ya gimana, masih seneng liat reaksi orang kala dikasih benda sederhana itu, lebih dari sekedar dibayar liat orang seneng dan apresiasi atas karya sederhana saya itu, rasanya hidup jadi ada artinya ahaha
lalu, kembali dan masih menyukai hal-hal terkait auduio, ampli portabel dan earbuds, ya gitu-gitu aja, apalagi ya.. kagok euy lama ga bikin tulisan di sini.
oh iya soal kerjaan, semangat …

tentang Owntha 2017

Saya sih telat taunya tentang ampli portabel yang bernama Own-Tha ini, yang sebenarnya ada dua versi: 2015 dan 2017.  Kalau yang versi 2015 saya tak begitu tau detilnya, sedang yang versi 2017 jelas tercetak di PCB dan manualnya kalau itu bikinan mas Donny Hafiz dan Andi Santosa, dua-duanya merupakan sesepuh di grup facebook Audio Kere Hore- grup yang berisikan kumpulan orang-orang yang senang memanjakan kuping.  Owntha sendiri merupakan akronim dari Own The Headphone Amplifier.

Sesuai namanya, yang diperjualbelikan, atau tepatnya dibikin berdasarkan pesanan anggota grup hanyalah PCB-nya saja, sedangkan printhilan spare part-nya disusun--atau apalah tepatnya-- berdasarkan keinginan dan selera pemakainya masing-masing- dengan mengacu pada petunjuk dan part list  di manual yang dilampirkan oleh pembuat PCB lejen tersebut, ya layak disebut lejen karena semenjak 3 tahun yang lalu tidak pernah diproduksi atau direproduksi lagi sampai sekarang.  Makin lejen lagi karena konon tak semua ampli…

alternatif pengganti ms office

kala ngerjain disertasi, beberapa tahun yang lalu, saya bersikeras ngga pake aplikasi bajakan, dari OS, aplikasi SEM sampai office.  Jadi aja dulu maksa pake Debian, jadinya pengganti office pun disesuaikan.  Walau pada beberapa titik, saya kepaksa juga make ms office-nya windows, terutama pas mau ngeprint di rental/ percetakan.  Layoutnya bisa berubah je, mengesalkan memang.

Andalan saya kadang Libre, kadang WPS. WPS sih lebih mirip dengan dan kompatibel dengan officenya windows.  Tapi di beberapa bagian saya lebih suka Libre, terutama untuk aplikasi pengolah kata.

Hedeh ribet menuliskannya ternyata. Udah gitu aja dah.

daftar yang ingin kukerjakan beberapa hari ke depan

menikmati musik, menikmati ampli, beli solder-- demi amp zishan yang kendor.  Lalu beli eh tadi sudah beli amplas tapi entah lupa naro dimana, itu untuk bikin meja rencananya sih.  Entah kapan realisasinya.

Sementara menamatkan laporan kerjaan kantor juga tampaknya senin saja lah, detlennya toh ditunda (tolong bagian ini jangan diconto...)

Ohiya, pilox item atau putih baiknya, untuk setang Soloist yang parkir di kantor.  Itu juga kudu perlu amplas juga tampaknya.

Apalagi? Ituu, nulis untuk di koran kapan juga jadinya hay aku?

Masih banyak daftar untuk dikerjakan, bikin disertasi kawan untuk dijadiin buku itu juga, rencana entah dari kapan yang belum jadi-jadi, hedeh.

Belum lagi merapikan pernak pernik peralatan di rumah, dan melengkapinya, juga belajar mbengkel sepeda lebih baik lagi.

Banyak pokoknta.  Deretan buku juga banyak yang belum dibaca, belum lagi belajar lagi, persiapan untuk.. yang entahlah kapan mulainya itu hehe

Wah aku bakal sibuk selalu.

biarlah orang berkomentar kalau harusnya begitu tapi kan..

banyak yang tidak tahu kenyataannya gimana, atau gimana kalau kita berada di posisi orang lain itu.

gini-- oke deh ini hedeh kembali ke masalah virus itu lagi-- banyak yang menyarankan orang-orang untuk di rumah saja, baik-- kita yang cukup uang, mungkin tak mengapa untuk jaga diri di rumah tidak kemana-mana, duit kita cukup untuk persediaan makanan dan lain lain.  Pernah ga kepikiran, orang-orang yang di jalan itu, tak mungkin cuma untuk iseng atau bersenang-senang, sebagian mungkin demi mencari uang, untuk hidup.  Tak semua beruntung seperti kita euy.  Kalaupun menyarankan orang lain untuk tinggal, ada ngga kompensasi, atau jalan keluar, atau solusi gitu untuk mereka biar bisa hidup di rumah (itu juga kalau punya rumah) tapi mereka juga punya sesuatu untuk dimakan.

Itu satu, belum lagi, aku lihat yang banyak berkomentar, adalah orang kota, kebanyakan di kota, kebayang ngga di desa, atau di tempat yang tiada sinyal tau atau peduli dengan apa yang mereka ocehin?  social distancing?  S…

semoga negeri random ini bertahan

serba salah sekarang ini, mau liat berita isinya monoton: tentang virus yang sedang naik daun itu, yang sudah jelas mengerikan tapi ajaibnya masih banyak orang yang menganggapnya hal remeh temeh tiada guna.  asli kesel sama orang-orang yang abai, yang berpikiran "gak perlu tindakan preventif, toh masih belum ada yg positif tertular...."

so, jadi nunggu wabah merebak dulu baru ambil tindakan?

dan, mau ngomel tapi yang berpikiran gitu juga orang yang berilmu, mau gimana lagi.  Di satu sisi beberapa orang yang ngaku pemimpin, ngasih edaran, bikin himbauan, tapi setengah-setengah- setengah hati, meminta orang menjauh dari keramaian tapi dianya sendiri ikut mendukung acara yang mengumpulkan orang banyak.

di sisi lain, terlalu aware juga dianggap lebay, hedeh serba salah.  belum lagi tetangga-- ini nih yang paling bikin kesel, sudah tau baru datang bepergian dari negara yang urutan kelima di dunia sebaran korban virusnya, malah wara-wiri kesana kemari sejak awal mendarat di sini,…