Selasa, 18 Juni 2019 1 komentar

tentang hidup ini tujuanmu untuk apa, sih?

Saya pikir, setelah 'kabur' dari tempat kerja sementara untuk sekolah, untuk kemudian kembali ke tempat 'kerja' masalah akan (sedikit) berkurang- tapi nyatanya hidup ini memang terbentuk dari kumpulan masalah, yang ga bakal pernah hilang, kan?

Tapi paling tidak, saya semakin belajar akan arti sebuah konsekuensi, tentang sedikit keberanian, dan semakin meyakini bahwa destiny does exist.  Tak ada yang namanya sebuah kebetulan, bertentangan dengan petuah di film 500 days of Summer:
..you can't ascribe great cosmic significance to a simple earthly event. Coincidence. That's all anything ever is. Nothing more than coincidence.. (Scott Neustadter)
Sudahlah, nikmati dunia ini sebagaimana adanya.
Kamis, 13 Juni 2019 0 komentar

tentang Pure Saturday

..sebenernya, lebih pas ini adalah tentang buku perjalanan band indie asal Bandung.  Band yang musiknya tidak masuk kategori favorit saya hehe tapi apapun buku mengenai kisah perjalanan seseorang selalu menarik perhatian saya.  Hal itulah yang secara random membuat saya memutuskan dengan singkat untuk membeli buku ini (yang sebenernya diterbitkan pertamakali di tahun 2013 oleh nkl347 yang kemudian dicetak ulang oleh KPG di tahun sekarang) beberapa menit sebelum ada pengumuman kalau toko buku akan ditutup.

Firasat saya kali ini tepat.  Buku yang bersampul warna hitam, warna favorit saya, ditambah dengan tampilan yang super sederhana, itu ternyata isinya mudah sekali dicerna, alurnya mudah diikuti, walau berisi perjalanan (karir) band Pure Saturday secara detil dan runut sejak personilnya berkenalan, membentuk band, manggung, sampai bikin rekaman, sampai keadaan personilnya di saat sekarang.

Saya sendiri mengenal band ini melihat videoklip Pure Saturday tampil di televisi, dan mendengerkan satu-dua lagunya dari kaset yang dibeli kawan saya yang drummer di band saya dulu.

Dalam buku ini pula konflik antar personil serta masalah mereka masing-masing tergambar dengan baik.  Yang menarik adalah atmosfer dunia musik di tahun 1990-an menguar dengan jelas, bagaimana situasi kreatif di era itu, bagaimana semua keterbatasan di kala itu- yang justru memicu kreatifitas musik secara maksimal..

Selain itu, bonus tambahan bagi saya- berupa orang-orang yang ada di belakang layar perjalanan mereka- itu sungguh menarik.  Salah satunya adalah sosok Dee/Dewi Lestari yang muncul di beberapa bagian, lebih-lebih ada tokoh bernama Kewoy- salah satu nama utama di Elektra, seri  Supernova favorit saya selain Akar.  Saya pikir adad beberapa bagian di elektra dan akar yang mengambil sejumput kisah dari pertemanananya dengan anak-anak musik Bandung yang sekilas diceritakan di situ.

Buku karya Idhar Resmadi ini keren, paling tidak berhasil membuat saya menamatkannya dalam satu hari: sebuah aktifitas yang jarang saya lakukan, terkecuali buku itu benar-benar menyenangkan- dan kisah ini adalah salah satunya.
Kamis, 30 Mei 2019 6 komentar

tentang kang Lantip

siapa sih yg ndak kenal sama blogger asal Njogja yg bernama kang Lantip kui.  Kecuali dirimu ndak kenal blog, saya sedari dulu tau tapi sungkan kenalan dengan beliau, soalnya ketoke terkenal sekali.  Tujuh taun hidup di Jogja malah tak pernah ngobrol sekalipun dengan beliau itu, lha kan nyebahi sekali saya ki, ga sopan sama tuan rumah hihi

lucunya, saya jadi bertekat ingin ketemu dengan beliau itu gara-gara kami satu pemahaman mengenai panganan bulet ijo bernama KLEPON! yang disesatkan sedemikian rupa oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang malah keukeuh kalau makhluk itu adalah Onde-onde, wooo ngawur.

Jadi aja, kmaren malam janjian di warung kopi, yang posisinya padahal deket dengan tempat saya tinggal dulu, tapi saya justru ga ngeh: namanya warung kopi Blandongan.  Woh kopinya ampuh tenan, mampu bikin mata saya tadi malam super cerah sampai menjelang sahur haha

Dan, sosok kang Lantip ternyata jauh dari bayangan saya, lha habisnya saya kebayang ikon gajahnya beliau je, duh nuwun sewu mas malah mikirin fisik hihi

Tapi obrolan tadi malem sungguh punya banyal paedah bagai saya, selalu menyenangkan bisa bertemu dengan orang cerdas berpengetahuan luas nan idealis sekaligus rendah hati gitu. Maap lho mas, ki jadi seperti muji2 piye ngunu padahal ya nganu..

Intinya, beberapa poin percakapan dengan beliau sempat-sempatnya tadi malem saya catet dan semoga ada tindaklanjtu ke depannya. Woo info ndak penting ngene malah diumbar ke publik.

Wes, pokoknya sangat menyenangkan bisa kopdar dengan beliau *kopdaaar, istilah jadul, etapi beneran kan, literally tadi malem ngopi di daratan :))

Semoga bisa bertemu dan ngobrol di lain waktu, mudahan tadi malem tabah ngobrol ngalur ngidul ngilen ngetan sama saya hehe. Maturnuwun.
11 komentar

tentang 100 Soneta Cinta

gara2 beberapa kali ada yang bercerita tentang buku 100 Soneta Cinta karya Pablo Neruda, yang mana saya sendiri belum punya dan belum baca hehe.  Sepertinya itu buku yang menarik.  Dan teringat bahwa sudah sekian lama ga bikin kuis-kuisan.  Maka sepertinya menjelang lebaran ini keren juga dibikin kuis *mbulet dan ketoke samasekali ga ada hubungannya*

Jadi, pertanyaan kuisnya mudah aja;

Kenapa buku itu sepertinya menarik dan ingin dibaca?

Tinggal jawab di kolom komentar di bawah kui.  Lah, skalian mbantu saya sesekali memperbanyak kunjungan di blog yg lama tak diisi lagi ini, hehe.

Nanti komentar2 yang masuk saya undi deh, rencananya mau disiapin hadiahe utk dua orang pemenang.

Gampang ae toh. So, monggo jikalau pengen ikutan.

--------
nb:
*kuis ini ditutup hari sabtu, tgl 1 Juni jam 00.00. rencanane gitu. suwun
Rabu, 22 Mei 2019 0 komentar

tentang rusuh

jadinya, akibat soal pemilu yang tak berkesudahan ini, karena tentu saja pihak yang tak mau kalah, keras kepala dan super nyebelin, ditambah orang-orang yang seperti dicuci otak itu, saya jadi kehilangan respek sama beberapa orang, beberapa kawan.  Walau ya di luar soal itu, kawan tetaplah kawan, tapi tetap saja..

Ada apa sebenarnya di balik otak manusia? Sampai tak bisa lagi noleh kiri kanan?
Selasa, 23 April 2019 0 komentar

tentang pilihan dan ketentuan


Bagi saya, sebuah proses dalam memilih sesuatu sudah berakhir saat sudah menentukan pilihan, kemudian cuma berusaha tidak suudzon dg ketentuan-Nya. Apapun endingnya, suka tidak suka, itulah sudah yg terbaik.
Berteriak & protes karena tidak sesuai kehendak & mimpi ya tidak mengapa, itu haknya manusia yang punya panca indera. Tapi penentunya tetaplah Dia yg punya hak atas takdir manusia & alam semesta.

Itu,  adalah status saya hari ini di facebook.  Hasil obrolan dengan seorang teman baik, yang masih yakin atas segala macam kecurangan.  Saya bukannya emosi menanggapinya, justru karena teman saya itu sejatinya punya ilmu & batin yang lebih bagus dari saya, maka malah enteng aja nanggapinnya.

Saya pikir, toh sekeras apapun mempertahankan kehendak, bukankah takdir sudah digariskan untuk diimani.  Bagi saya, urusan pilih memilih pemimpin negeri ini sudah usai.  Tinggal menunggu.  Mau berburuksangka ataupun berbaiksangka atas segala ketentuan-Nya.  Sekali lagi terserah lah.

Itu sudah.

___
tambahan:
akibat komentar dari salahseorang kawan, malah baru ngeh dengan surah Al Hadid ayat 22-23, penjelasannya ada disana.
Senin, 22 April 2019 0 komentar

tentang ke blogspot lagi

ya, akhirnya sekian lama kemarin mencoba pake hosting sendiri di wordpress, akhirnya domain ini dikembalikan lagi hosting ke blogspot hehe. ya gimana pake shared hosting ternyata beneran ngikutin jargon ono rego ono rupo/

sudahlah sering lelet pas dibuka, beberapakali juga mengalami error, sempet dideface sgala haha haduh padahal isinya juga apaan, diisinya juga jarang-jarang.

jadi ya mari kembali mengakrabkan diri dengan blogspot lagi. uye.

tentang hidup ini tujuanmu untuk apa, sih?

Saya pikir, setelah 'kabur' dari tempat kerja sementara untuk sekolah, untuk kemudian kembali ke tempat 'kerja' masalah akan...

 
;