Langsung ke konten utama

Postingan

tentang (mantan) sepeda

tulisan ini aslinya berupa thread di twitter, yang sepertinya alangkah baiknya diarsipkan juga di sini, dengan beberapa tambahan dan pengurangan kalimat dan beberapa gambar yang sempat terdokumentasikan.. 
mari nostalgia dg (mantan) sepeda2 saya yg tak seberapa itu.. kebetulan, sebagian besar baru bisa kebeli saat di Jogja.

#1.
Sepeda mtb ladies, mbuh merknya apa. Beberapa kali sempet dibawa ke kampus. Waktu make sepeda itu ga ngerti sama sekali sama setingan yg enak dll- asal bawa aja. Endingnya ilang di dpn kontrakan. Dicuri kyknya.

#2.
Sepeda hitam. Merknya jg mbuh. Beli sama mas bengkel- yg namanya saya lupa/ hedeh- Karangkajen. Sempat saya pikir Federal tp ternyata bukan, tp gara2 sepeda ini saya kenal dg anak2 Fedjo- federal jogja.  Itu di bawah fotonya, .
saat sepedaan minggu pagi, mbonceng Thor dan bang Ai depan rektorat UGM.
#3.
Federal Metal Craft. Beli di bengkel sepeda di Jl. Gambiran. Beli fullbike dg setingan & groupset seadanya. Akhirnya dipake si sulung, dan sek…
Postingan terbaru

tentang sebuah marah

kemarin, ada kejadian memalukan, saya sedikit meledak, marah-marah di kantor, marahin lelaki yang -walaupun maksudnya bercanda- megang-megang kedua lengan seorang perempuan dari belakang.  Gimana ya ngejelasinnya, pokoknya gitu deh, saya liatnya risih sendiri, saya tegur malah ngajak becanda, yaudah saya seriusin sekalian.

Sebenernya saat marah gitu banyak ga enaknya, ujung-ujungnya nyesel dan malah minta maaf akibat marah-marah.  Walaupun padahal yang salah juga siapa. Ga enakeun euy.

Belum lagi perasaan yg ngga nyaman, saya mikir sendiri: saya ini kenapa sih.  Masih saja ga bisa mengendalikan emosi. Entah sampai kapan.  Saya lelah juga.

tentang sebuah nama

seorang kawan, kemarin menatap nametag saya, lalu bertanya dengan raut muka bingung, ohiya itu adalah kawan seperguruan kyokushinkaikan waktu kuliah, dan sering main ke kos, kebetulan satu kos dan sekondannya memanggil saya dengan nama : uji.

"trus nama oji itu asalnya dari mana, ji?"
Ya tetap saya dia manggil saya dengan akhiran -ji, tiap kali ketemu.
"lah dikira sudah tau, itu dulu ceritanya waktu opspek, aku digundul, trus dikata2in mirip sama aktor hantu yang lagi naik daon waktu itu, Ozzy Syahputra.  Gitu.."
Temen saya manggut-manggut hwehehe

Ya namanya orang Banjar, sulit melafalkan huruf o dan z, yang ada jadinya Uji..

Ya tiap segmen kehidupan saya, rasanya ada beberapa kumpulan orang yang punya panggilan masing-masing terhadap saya, jadinya cukup menyenangkan, tanpa menolehpun saya tau yang manggil saya itu dari kelompok mana.

Keluarga.
Keluarga mertua dan komplek.
Temen sekolah.
Sebagian kecil kawan sekolah dan guru agama.
Temen kuliah.
Temen kantor.
Temen…

tentang domain setengah milyar

jadi, kemarin kapan itu, seorang kawan bercerita tentang domain barunya yang berekstensi dot id.  katanya lagi promo, sayapun tertarik, lalu ngecek domain auk.id, eh masih tersedia, dan daftarnya cuma 120rb.  minta proseskan sama temen saya itu, walau katanya nanti pas perpanjangan domain harganya jadi duakali lipat. yaudahlah gpp.

lalu, saya iseng ngecek lagi, domain rd.id,, eh tersedia, harga pendatarannya juga cuma 120rb. Tanpa pikir panjang, klik- masukin keranjang.

tapi, besoknya temen saya itu nelpon, kalau ternyata biaya domain itu ternyata bukan cuma 120rb, untuk auk.id yang tiga digit, masuk kategori domain premium yang harganya 15jeti. lah! Kemudian saya pun bergegas ngecek harga domain rd.id yang cuma dua digitm ternyata harganya setengah milyar hahaha edun.

lah, harga aslinya ga dicantumin dg jelas je, jadi aja saya sudah geer duluan, ngebayangin punya blog dengan domain dua digit yang ternyata cuma mimpi... :))

tentang sesuatu yang berubah

kemarin,  kawan lama dari Tulungagung berkunjung bersama kawan-kawannya, tiga hari.  Saya berusaha nemenin kemana bisanya.  Secara saya biasa bingung kalo nganter tamu, karena terbatasnya objek wisata yang bisa dikunjungi di selatan kalimantan ini.

Tapu hari terakhir kemarin seru, ngajak mereka ke maskot wisata di sini: pasar terapung di Lok Baintan, nah yang beda, saya iseng nanya kalo lanjut ke Banjarmasin berapa menit, eh katanya motoris cuma sekitar 40 menitan.  Jadi aja setelah selesai liat-liat dan makan soto di atas sungai, perjalanan lanjut ke ibukota provinsi ini.

Kepikiran banyak selama di jalan: rumah-rumah yang terasnya ngadep sungai, jamban-jamban yang masih berjejer di sisi sungai yang sampai sekarang saya ga habis pikir kenapa harus dihapuskan hanya gara-gara etika berkedok kesehatan.   Kehidupan dan aktifitas di sepanjang sisi sungai, kehidupan yang akrab sedari saya kecil.

Di jalan kepikiran, kenapa objek wisata di kampung saya ini sedikit, dan baru rada banyakan bebe…

tentang lospokus

ya, rasanya beberapa hari ini ada beberapa kejadian yang membuat saya lospokus alias ga fokus terhadap hal yang sebenarnya sederhana. Mungkin akibat saya yang baru menyadari bahwa pekerjaan yang sekarang, orang yang dihadapi sekarang, jauh beda dengan lingkungan kerja sebelum-sebelumnya.  Dan apa ya, seperti yang sudah-sudah, jikalau sudah tidak berkenan- maka saya akan bosan dan dengan cepat mencari pembenaran-pembenaran atas ketidaksukaan saya akan sesuatu yang tidak berkenan dengan hati nurani saya.

*edun kalimatnya ga efektif samasekali dan banyak kata ulangan hehe

Mungkin jalan alternatif yang saya pikirkan beberapa minggu belakangan ini harus diwujudkan.  Saya masih tidak rela akhir pekan saya dikorbankan demi kerjaan, sungguh not worthed.

Merusak jadwal sepedaan saya sahaja.
Haha alasan yg absurd.

“The loneliest people are the kindest. The saddest people smile the brightest. The most damaged people are the wisest. All because they do not wish to see anyone else suffer the way the…

tentang hidup ini tujuanmu untuk apa, sih?

Saya pikir, setelah 'kabur' dari tempat kerja sementara untuk sekolah, untuk kemudian kembali ke tempat 'kerja' masalah akan (sedikit) berkurang- tapi nyatanya hidup ini memang terbentuk dari kumpulan masalah, yang ga bakal pernah hilang, kan?

Tapi paling tidak, saya semakin belajar akan arti sebuah konsekuensi, tentang sedikit keberanian, dan semakin meyakini bahwa destiny does exist.  Tak ada yang namanya sebuah kebetulan, bertentangan dengan petuah di film 500 days of Summer:
..you can't ascribe great cosmic significance to a simple earthly event. Coincidence. That's all anything ever is. Nothing more than coincidence.. (Scott Neustadter) Sudahlah, nikmati dunia ini sebagaimana adanya.