Langsung ke konten utama

Postingan

tentang perfumery

saya harus mengakui, indera penciuman saya terhadap sesuatu yang bernama parfum itu begitu payahnya, setelah membeli starter pack HMNS, menonton channel youtube indofragz dan diskusi dengan kang Inda, seorang teman yang suka dengan wewangian.  Akhirnya tergoda untuk membeli beberapa decant, selain juga iseng membeli beberapa refill 10 ml-an karena penasaran.

Sejauh ini saya sudah punya decant Dior Sauvage, Terre d'Hermes, Armaf Ventana, Armaf  Club de Nuit Intense Man, dan punya refill Dunhill London, Bvlgari Men Wood Essence, selain juga membeli AL Rehab Siver.

Hasilnya?

Indera penciuman saya bingung hahaha

Tapi sejauh ini yang enak bagi idung saya sih HMNS Theta dan dan Alpha, Armaf Ventana dan Bvlgari Men Wood Essence.  Tapi masih penasaran dengan Terre yang sepertinya saya beli decant yg meragukan keasliannya, walau beli di toko rekomendasi vlogger eta.

Entahlah, masih nyari signature scent yang pas untuk saya.  Yaiyalah, wong sebelumnya saya cuek dengan segala macam wewangian…
Postingan terbaru

jejak bubin Lantang

jika ditanya salah satu kota yang ingin saya datengin sejak berpuluh tahun yang lalu, jawaban saya pastilah: Bandar Lampung.  Tentu karena nama-nama sudut kota itu lekat di otak saya, gara-gara karya bubin Lantang itulah.

dan saya, akhirnya menjejakkan kaki juga di tanah impian itu.  Sengaja dari penginepan, naik gojeg ke Jl. Manggis.  Itu kalo di serial Anak-anak Mama Alin adalah lokasi rumahnya Wulansari- ceweknya 'Ra. Sedangkan di novel Bila, itu adalah jalan tempat kediamannya Puji- ceweknya Fay.

di Bila, malah jelas dibilangin nomer rumahnya: empatbelas, ya persis nomer rumah saya dulu di kampung.  Melihat plang nama jalan Manggis saja saya senang tak terkira.   Apalagi habis itu menemukan rumah bernomor 14.  Dan saya baru tau kalo itu rumah pegawai perusahaan kereta api.  Rumah tua memang, persis seperti yang digambarin di buku.

Belum cukup senang saya, saat berjalan ke arah barat, ternyata ujung jalan bermuara ke Pasir Gintung! Tempat legendaris yang digambarkan sebagai sar…

tentang 1998-2019

21 tahun adalah rentang waktu yang lama, banyak yang berubah: pengetahuan, keterbukaan, keberanian.

tahun 1998, saya masih mahasiswa tahun kelima- yang belum tahu lulusnya kapan, sementara pengetahuan terbatas, baik referensi mata kuliah, ataupun referensi atas berita-berita di media yang sangat ketat.  Apalagi tahun-tahun sebelum presiden waktu itu turun, semua berita isinya selalu yang manis-manis.  Nyaris tak tahu ada apa di balik semua peristiwa yang terjadi di sudut-sudut negeri sendiri.

Informasi paling cepat mungkin hanya bisa didapatkan dari televisi, yang sekali lagi isinya selalu yang manis dan baik.  Penonton mengkonsumsi produk yang sudah melalui QC lumayan ketat.  Kebenaran di baliknya entahlah.

sekarang, 21 tahun kemudian. Orang-orang tua di gedung Yoni dan kerabatnya, mungkin berpendapat, masih bisa semaunya berperilaku seperti di duapuluh tahun yang lalu.  Memanfaatkan kekuasaan di atas segalanya. Menganggap bisa mengendalikan dunia dengan cangkemnya.

Men, sekarang sem…

bila asap tiba.

akhirnya saya harus menuliskan hal ini juga, sedikit gemas yang mengutuk tanpa tahu akar masalah soal asap yang tak henti dikeluhkan saat kemaru tiba di beberapa titik di negeri ini.

beberapa poin harus diingat kembali, adalah bahwa di tahun 1980-akhir 1990-an:

iklim masih bagus, masih jelas batas antara musim hujan dan kemaraudi kampung saya membakar jerami di sawah setelah panen adalah hal yang biasa, tapi tak sampai muncul kabut asap. bahkan sudah biasa muncul kabut tebal di pagi hari, kabut yang dingin dan segar.membakar lahan hutan untuk berladang adalah hal yang biasa, tapi peladang pun menggunakan pola bergilir, dan kemampuan membuka lahan seperti itu pun sangat terbatas dengan peralatan yang sederhana.luasan hutan, khususnya di Kalimantan pada awal 1980-an masih relatif terjaga, mungkin harus melihat data yang lebih akurat untuk hal inidalam setahun, adalah sangat biasa hutan gambut terbakar, hanya luasannya kecil, tidak dalam jangka waktu yang lama dan sangat tidak mengganggu.…

napas orang-orang dekat

saya barusan nonton kumpulan video tentang selebritis dan fansnya, berlanjut ke video marinir USA yg menemui keluarganya diam-diam setelah lama tak bertemu.  sungguh adalah rekaman dengan konsentrasi bawang tingkat planet namec.

sebuah pertemuan yang lebih berharga dibanding apapun.  saat kedatanganmu ditunggu melebihi apapun.

jadi, apalagi yang lebih berharga di dunia ini selain hubungan dekat dengan orang-orang yang dikagumi dan dicintai?

tak ada.
tak ada lagi.

maka, sesekali pergilah jauh, tapi jangan lupa kembali. selalu ada yang menunggu.
dan rindu, lebih berbahaya dibanding lindu.

napas yang keluar dari mulut

seringkali aku pikir, kian hari mulutku ini semakin tak bisa terjaga, mengeluarkan kalimat yang tak semestinya, mneumpahkan apa saja yang ada di dalam otak dalam bentuk suara hingga membanjir. sekali lagi aku rindu masa sekolah menengah pertama dulu, saat aku lebih sebagai pengamat dibanding ikut dalam riuhnya dunia.  aku ingin kembali menjadi aku di masa itu.

belum lagi rahasia-rahasia sederhana tentang dunia, yang kebenarannya tak begitu jelas, dengan gampang diumbar melalui apa saja, di mana-mana, dan kapan pun.  padahal tak begitu jelas apa maunya.

diam-diam. seringkali aku kecewa dengan diriku sendiri.

tentang produk lokal

setelah aku ingat-ingat, ternyata aku banyak make produk lokal, coba kita cek satu-satu. (kita? gue aja kali). salah banyaknya adalah:


sepatu : brodo (bandung)tas : eiger (bdg juga)kaos : kebanyakan bikinan oasis sablon (jogja)pomade : RND (prototype, merk sendiri, diracik oleh ND leather)sepeda : federal mt everest dan wim cycle pocket rocketparfum : HMNS (menteng)
belum lagi penulis favorit saya : bubin LantanG (lampung) dan andrea Hirata (belitung), bung Smas (semarang)
musik? sudahlah itu ranahnya bang Rhoma.
film favorit, sampe sekarang ya Jomblo (2006) yg dari novel Aditya Mulya itu.
coba ada sepedamotor gitu bikinan negeri ini ya.
Jadi apapun, sebenarnya bikinan negeri ini keren-keren kok.