Postingan

#12 serial tv favorit

Dua tahun yang lalu, saya juga pernah bikin ginian di facebook, yang ada di daftar waktu itu adalah serial-serial yang ada di chanenel History seperti Forged in Fire, Storage Wars, the Pickers, juga drakor Lets Eat, lalu tentu saja Amazing Race- sisanya saya lupa.  Dan semuanya masih saya tonton, kecuali Lets Eat yang tidak begitu seru lagi pas season 3-nya.  Kalo Amazing Race sekarang malah memasuki season 32, yang untungnya sempat syuting sebelum virus sialan ini merebak, jadinya season 33 yang harusnya suting taun ini juga kepaksa dibatalkan, hedeh.Serial tambahan yang saya suka terakhir ini adalah MacGyver versi baru, yang sayangnya belum lanjut lagi dengan seri terbarunya, jadi sama AXN diulang-ulang aja, untungnya ada beberapa episode yang memang belum pernah saya tonton sebelumnya.Sekarang mendadak saya inget akan salahsatu serial favorit saya yang lama sudah tidak tayang lagi, yaitu Fear Factor.  Sedang yang paling mutakhir, mari fokus ke drakor aja deh. Sejauh ini baru dua se…

#13 favourite books

Gambar
Rak kiri atas itu adalah salahsatu bagian yang berisi buku-buku favorit saya, karya Andrea Hirata, Dewi Lestari dan Pidi Baiq yang cukup lengkap, lalu beberapa karya Habiburrahman El Shirazy, kemudian dwilogi novel grafis Sepeda Merah karya Kim Dong Hwa.Buku favorit saya lainnya yang sekarang masih belum lengkap lagi adalah trilogi Blomkvist Salander, karya asli Stieg Larsson tentu saja.Kemudian serial Noni karya bung Smas, ini sih saya sampai niat beli dan ngumpulin semua serinya, dan buku-buku itu masih saya baca ulang kadang-kadang.  Satu rak dengan serial Noni adalah 30 Kisah Teladan yang disusun oleh Abdurrahman Arroisi, rasanya saya senang dengan gaya bertutur beliau sejak membaca seri itu di perpustakaan SMP, eh atau perpustakaan daerah ya.Lalu ada buku Jomblo karya Adhitya Mulya yang sudah difilemkan itu, buku yang sejak lama ingin saya koleksi ini adalah hasil barter dengan teman di kantor lama, tukeran dengan karyanya yang lain: Gege Mengejar Cinta yang alur kisahnya cukup a…

#28 'bout lovin' someone

Gambar
saya mau cerita lagi.gambar di atas, tepatnya bangunan sebelah kiri adalah sebuah terminal, yang merupakan persinggahan mobil colt dengan plat berakhiran huruf L, kode untuk kabupaten tempat saya sekolah menengah sedari 1990-1993.  Jikalau lurus ke utara, itu menuju rumah orangtua saya, sedangkan kalau berbelok ke timur atau ke kanan, itu menuju rumah saya sekarang: Banjarbaru. Kalau mau ke kota kecil itu artinya harus turun dari taksi colt ~begitu kami menyebut angkutan umum di sini~ ganti angkot warna hijau putih.  Tetapi di 1992, Banjarbaru adalah rumah adik kelas saya, yang setiap berapa bulan sekali pulang, dan saya dengan senang hati menemaninya, walau lebih banyak diam selama di perjalanan. Malu.Dan sesampainya di terminal itu, alih-alih melanjutkan perjalanan lurus ke utara, saya ikut turun, dan kembali menemaninya naik angkot hijau putih.  Itu artinya saya harus rela berbelok ke timur, dan nanti setelah urusan mengantar tuan puteri kelar, baru memikirkan caranya pulang ke r…

#8 power of music

sebenarnya ini teh tentang apaan, tentang musik favorit, band kesukaan, pengaruh musik ke kehidupan apa perangkat yang bikin musik lebih powerfull? #dibahasmending musik secara umum aja ya dan gimana pengaruhnya ke hidup saya semenjak kecil.jadi, abah saya kebetulan suka musik, bisa mainin alat musik pula, malah dengan cara yang tidak lazim karena beliau kidal hehe saya masih ingat waktu sekolah dulu, sering ngeliat beliau santai di sofa ruang tamu sambil mainin biola~ alat musik yang samasekali tidak saya kuasai.  lalu juga sesekali mainin gitar, dengan posisi senar terbalik tentu saja.  dan koleksi kaset beliau tentu saja rekaman-rekaman bang Rhoma yang begitu tertanam di otak terdalam saya, lha sedari kecil sudah akrab dengan musiknya Soneta Grup.  Tapi ada beberapa kaset yang disimpan khusus dalam lemari kecil, yaitu kaset rekaman Idris Sardi.jadi sedari kecil sudah akrab dengan musik kalo di rumah, dan yang jelas kualitas suaranya juga tidak main-main, berhubung abah juga tukang …

#19 first love

Gambar
..waktu itu, 1991, ada acara tingkat nasional di sekolah.Saya diminta ngurusin majalah dinding dadakan, untuk dipamerkan kepada peserta acara, rencananya gitudi taun itu, boro-boro ada aplikasi Canva, Corel.. komputer aja serasa barang luar angkasa yang canggih dan asing, jadinya cuma ada opsi artikel yang akan dipajang diketik pake mesin tik atau ditulis tangan, dan tentu saja saya milih opsi terakhir, lebih cepat dan mudah
saat, beberapa artikel sudah siap, tinggal mencari seseorang yang tulisan tangannya cukup bagus dan indah dipandang, hingga ada informasi jikalau ada adik kelas yang memenuhi kriteria itu.
Kelas yang saya tuju cuma berjarak dua pintu dari kelas saya, FYI sebenarnya sekolah saya cuma punya empat bangunan kelas, sih.

Mungkin saat istirahat siang, menuju kelasnya adik kelas itu *mbulet* lalu memanggilnya..
Gadis yg saya panggil menjawab dengan gestur & paras bertanya “aku?”
Saya pun cuma menjawabnya dengan anggukan.
Begitulah, saya memberitahu maksud dan tujuan lalu la…

#2 things that make me happy

Lama ga bercerita, rasanya nomer dua ini belum diceritakan je *cekricek tulisan*Kalo duluuu sih, okay nostalgia dikit, hal-hal sederhana sudah bikin saya hepi, semacam dapet balesan surat yang lama ditunggu-tunggu, atau bisa ngebeliin sesuatu untuk perempuan saya.  Ya itulah, bisa ngasih sesuatu untuk orang lain itu nyenengin.  Atau mendapatkan hal-hal yang sangat diinginkan, itu apalagi.  Kalo skarang sih err.. misalnya err.. beli part-part sepeda yang diinginkan, ya semacam itu lah.  Apalagi pas mau beli, eh pas barangnya ada, udah gitu pas diskon lagi weeehh combo seneng.Cukup hal-hal sederhana kok intinya, semacam hal lain lagi: nemu rute sepedaan yang baru, bagus untuk foto-foto dan relatif sepi, wah itu juga menyenangkanKalo hal-hal yang serius, sih.  Sekarang ini, hal yang menyenangkan buat saya adalah, saat tagihan-tagihan bulanan bisa terbayar dan bayaran sekolah anak-anak bisa terlunasi.  Itu bikin saya sangat lega dan teramat senang.Gampang, kan bikin saya seneng.Satu lagi…

#23 a letter to someone

Jumát, 9 Oktober 2020
Kepada yang terhormat para manusia yang mengaku dan merasa sebagai seorang pemimpin dan atau mewakili manusia lainnya.Pertama, bahwa kalian itu tidak hidup sendirian di atas dunia ini, dan derajatmu sedikitpun tidak lebih tinggi atas manusia manapun juga. Ee kalian pun sama-sama bau & menjijikan, jadi jangan sekali-kali merasa lebih bagus, lebih hebat dari siapapun.Kedua, bahwa seorang baru dinamakan pemimpin, jikalau bisa membawa kebaikan dan membuat siapapun yang berkerja dengannya merasa lebih baik, baik kehidupannya maupun perasaannya.  Jangan sekali-kali merasa berhak untuk dilayani. Logikamu pekok sekali jikalau sampai berpikiran seperti itu.  Jangan ngerasa punya hak atas orang lain.Keempat, bahwa kehidupan ini adalah sebuah sistem, dirimu hanya bagian kecil dari universe kehidupan.  Toh, pemimpin sehebat apapun bukanlah sebuah puncak dalam sebuah rantai makanan, kecuali dirimu merasa sebagai binatang, yang padahal binatang juga ya ga gitu-gitu amat.Ke…