Langsung ke konten utama

Postingan

Senin lagi.

...input aplikasi di MySAPK yang kalau lewat waktu pagi pasti error, mudah-mudahan datanya tidak bocor kemana-mana, soalnya nyaris semua data pribadi masuk situ euy . btw, ini sdh tiga senin terlewati sejak draft berjudul Senin lagi itu dibikin.  Sekali waktu satu paragraf jadi, lalu dihapus dan digantikan paragraf baru yang di atas itu, yg mana itu ditulis senin kemarin.. sungguh pemalas sekali saya akhir-akhir ini.. ini juga belum tau langsung dipublish apa ngga' haha  hidup kok ya bener-bener kaya rollercoaster. . yang jalurnya random..
Postingan terbaru

hal-hal sederhana yang membuat pagi terasa lebih segar

.. seperti sepedaan sebentar, keliling-keliling bentar, jalan kaki seputar lokasi dimana tadi malam tertidur, menghirup udara pagi dalam-dalam, mendengarkan orang ngobrol- ya cuma mendengarkan saja tanpe perlu berkomentar apa-apa, kemudian melihat pucuk pohon- kucing berantem & kelaperan - televisi yang entah menceritakan tentang apa.. merasakan makanan yang tersedia dengan senang, pun itu membuat nyaman, tanpa perlu protes dengan kurangnya komposisi yang dirasakan lidah, terima dan telan saja pelan-pelan .. intinya adalah menerima dengan lapang dada, apa yang dirasakan panca indera, tanpa berusaha melawannya, sebentar saja, cukup sebentar .. kemudian, menuliskannya dengan tanpa memikirkan macam-macam, tanpa memikirkan hal-hal berat penuh teori yang anehaneh dan bikin pusing, tuliskan saja lah, tak perlu memikirkan orang lain akan mengerti atau tidak, karena ini hanyalah kepuasan pagi, untuk diri sendiri .. hal-hal sederhana, memang selalu membuat .. Tampaknya karena pekerjaan belu

tentang resiko & ketakutan-ketakutan

.. padahal ya, apapun pasti punya resiko, seringan apapun hal itu, dan seringkali dibarengi dengan segala jenis ketakutan, yang kadangkala seringkali tak penting untuk dirasakan.. ketakutan akan kegagalan, ketakutan akan hal-hal negatif.. padahal, lakukan saja, soal efek belakangan, karena toh apapun pasti sudah diperhitungkan di depan.. mungkin saya harus lebih mengurangi ngomong, omong kosong ga penting, belajar untuk lebih banyak diam dan belajar diam-diam .. tentang apapun.  terutama belajar untuk mengatasi segala macam ketakutan yang seringkali diciptakan oleh alam pikiran sendiri

kenapa blog ini jadi berat sekali isinya akhir-akhir ini

.. padahal, kenapa tidak bercerita tentang makanan, sepedaan, atau film dan bahan bacaan, kan itu hal-hal yang menyenangkan.  Tapi pikiran saya justru tenggelam pada hal-hal yang memberatkan.. bentar salah pilih kata sepertinya. Ah seperti itulah pokoknya. Apa ini gara-gara situasi pekerjaan yang masih saja terasa menyebalkan secara simultan? Mungkin itu salahsatunya yang bisa dikambinghitamkan. Atau saya kehabisan ide, untuk bercerita hal-hal yang ringan dan asik untuk dikisahkan, seperti di blognya paman Tyo dan Kitin alias Engkris itu misalkan, salahdua blog yang selalu bikin saya ngiri membaca cara bertuturnya. Seringkali tidak merasa berguna itu juga lama-kelamaan tidak begitu bagus juga euy. Skeptis, dan hal-hal negatif .. you name it . Atau apakah saya harus selalu memandang dan memakai sepatu orang, biar mengerti dan memahami pikiran orang lain? Lalu kenapa orang tak peduli dengan sepatuku?

aku pernah menulis fiksi

.. dulu, sering, walau cuma cerita-cerita super pendek, tapi ya lumayan lah.  bahkan kmaren pas liat ulang tulisan lama, sempet tidak mengenali kalau itu tulisanku, tapi pas dibaca ulang lha iya.. kok bisa bikin plot yang rada membingungkan seperti itu dulu, dan aku tahu prosesnya ga pake nyusun plot secara serius tentu, mengalir gitu aja.. jadi kagum sendiri saya haha haish was wes wos itu kisah pendek yang saya maksud ..

hal sederhana.

. kadang, atau seringkali, aku berusaha untuk tidak melakukan hal yang tidak orang sukai. begitukah? padahal seringkali itu hanyalah hal yang sederhana saja. tapi saat aku sudah berusaha untuk itu, malah tidak di notice , dan orang lain yang mendaparkan perlakuan seperti itu , malah melakukan yang sebaliknya.. kan nyebahi .. ngerti ndak? atau jangan-jangan, yang sedang terjadi adalah sebaliknya, saya yang sedang di posisi sebagai objek, bukannya sebagai subjek.. tampaknya opsi terakhir ini, benar-benar membuat saya bakal mikir semalaman.. mungkin, saya memang pantas untuk menerima perlakuan dan perasaan yang nyebahi kui .. mungkin, aku benar-benar harus lari dan menjauh, dari segalanya, dari semuanya, entah mulai kapan dan sampai kapan..

tentang meninggalkan

.. aku pernah berkata, dan merasakan pula, berkali-kali, bahwa ditinggalkan itu rasanya jauh lebih menyakitkan daripada meninggalkan .. jadi misalnya, aku meninggalkan sesuatu, aku mungkin bakal lebih baik, entah berapa persen, sementara yang ditinggalkan pasti akan jauh lebih sakit.. jadi bagaimana caranya untuk membuat tega? bagaimana bisa semua akan kembali seperti sediakala.  atau memang lebih baik aku yang mengalah untuk ditinggalkan saja? mungkin itu yang lebih baik. biarpun bakal lebih sakit.