Postingan

Sabtu pagi yang hujan

Gambar
Saat saya menuliskan ini, jam 09.27, masih saja mendung, sesekali gerimis, Banjarbaru sedang syahdu rupanya.  Padahal sudah sedari jam 6 pagi, sepeda federal sudah disiapkan, karena rencananya mau ke Gunung Mawar lagi, kebetulan ada temen-temen yang mau bawa tamu ke sana, tapi mereka loading alias naik mobil dulu dari kantor ceunah. Saya sepertinya mengurungkan niat untuk ke sana deh, hawanya lebih enak untuk ngulet di kamar sambil dengerin lagu-lagu dari soundbar  yang lama teronggok di bawah sofa. Speaker yang rada ajaib sih itu, dulu setelah awal beli bekas nemu di olx, trus error begitu saja, ga bunyi, akhirnya dibawa ke tukang servis. Lama ga ada kabarnya, kira-kira setaun kemudian eh tukang servisnya menghubungi dan bilang speakernya sudah bagus, dan katanya itu speaker ga diapa-apain, didiemin gitu aja karena ga nemu penyakitnya trus eh pas dicoba tau-tau bagus sendiri... Rencana alternatif hari ini sih bikin masker kain (lagi) trus ngebenerin dispenser yang lama terbengkalai, m

yang menyenangkan dari hidup saat ini adalah

Gambar
keinginan untuk mencapai atau memiliki sesuatu yang rada berkurang, iya rada saja karena toh masih saja ada hal-hal yang secara egois saya inginkan. misalkan, saya masih aja ingin walau masih ragu, pengen beli jack dan kabel Oyaide untuk earbud saya yang entah rusak kabel atau jack- nya.  Itu earbud oplosan saya sendiri yang begitu pas dengan kuping saya soalnya je, dan tentu sepertinya kudu beli driver KGIS lagi sih.. Monmaap nih, earbud yang saya pesen mihil-mihil tetep belum memenuhi ekspektasi saya ternyata. saya juga masih ingin memperbaiki rumah rssssss yang terbengkalai sekian tahun lalu menghuninya dan mengisi dan merombak dan mengapa-apakannya semau-maunya, tentu saja prioritas pertama adalah menanam rumpun manila di halaman dan di deket jalan depan rumah, tapi kapan itu entahlah yang teringat entah sejak kapan, tentulah impian akan mobil Karimun Estilo yang agung itu, duh memimpikannya saja saya sudah teramat seneng hehe Satu lagi, saya pengen gitar, semacam APX 500 gitu de

bicara soal value

Gambar
 ..ada yang bicara tentang value , yang padahal dia sendiri tak paham makna value itu sendiri, cuma sok-sokan pake bahasa asing kah? entahlah. bahkan ada yang sekolah sudah tinggi, tinggi sekali, untuk makna penelitian pun tak mengerti, bukankah bagaimanapun, sebuah penelitian berawal dari sebuah hal yang bernama masalah.  Jikalau proses penelitian itu tujuannya untuk menihilkan adanya masalah itu, atau justru denial akan adanya fakta negatif yang terungkap setelah proses riset usai, lalu buat apa sebenarnya proses itu dilaksanakan? bukankah sudah dilakukan pengungkapan latar belakang dan lalu menggunakan proses yang baku untuk melaksanakannya, kalau kemudian yang memberi kepercayaan kepada tim riset malah menyangsikan hasilnya, trus apa? buang jauh-jauh saja sudah trust.  Itu pun kalau ngerti juga maknanya apa. Lalu value apa yang dimaksud kalau   tak percaya pada sebuah proses yang sudah relatif benar?  Ya mungkin sesekali otakmu kudu diperiksa sesekali, bahwa seringkali hasil ri

draft yang lama kosong

Gambar
pengen nulis tapi tentang apa, tapi di sisi lain pengen nulis, susah ya jadi manusia, banyak maunya tapi mbingungi. mau nyeritain tentang perjalanan ke desa paling ujung dari kabupaten tempatku bekerja sambil menengok air terjun yang katanya tertinggi di provinsi ini tapi kok ya ga  mood tentang bercerita tentang keinginan untuk sepedaan rada jauh kok ya lagi males. mau bertutur tentang keinginan untuk menghabiskan stok kain di rumah untuk diubah menjadi masker kok ya juga lagi ga pengen. atau tentang keputusan beberapa jam yang lalu yang ujug-ujug kembali bikin akun sosmed hibernasi, tapi toh tak ada alasan yang kuat selain iseng dan bosan. atau soal kantor? ah bosan, masih gitu-gitu aja, ga terlalu menarik untuk diceritakan.  mending menikmati hidup dan harihari dengan rajin nonton televisi dan netflix, untungnya masih ada serial Amazing Race yang ditunggu tiap kamis malam, serta seri Start Up di Netflix di akhir pekan yang selalu sukses bikin mata nyalang demi kelanjutan kisahnya Ch

minggu-minggu terakhir ini

Gambar
..apa ya, mungkin rada monoton tapi ya menikmatinya juga.  ke kantor yang tak sesemangat beberapa tahun yang lalu, lalu bergegas menyambut jumat dengan gembira, sebab itu artinya hari sabtu tiba, jadwalnya mengumbar roda sepeda yang biasanya perlu waktu setengah hari lebih, kadang mencari spot-spot yang agak tidak biasa.. hari minggunya random, kadang ngeberesin rumah, kadang jalan entahlah kemana juga, yang jelasnya malemnya nuntasi episot Start Up yang jalan ceritanya bikin penasaran, walau seringkali saya skip adegan lelaki nangis, bukannya apa-apa, aneh kalo scenenya rada lamaan kadang, bentar aja napa.. ada satu adegan di serial itu tadi malam yang sempet bikin mikir, yang pas akhirnya Dal Mi tau kalo Do San, Ji-Pyeong, dan neneknya berkonspirasi demi dirinya.. mikir gimana kalo semua yang dirasakan selama ini sebenarnya adalah palesu... halagh kenapa jadi membahas drakor ini.  tapi bener sih, episot ke 10 itu ya bener-bener .. o iya, minggu kemarin  ada temen yang nawarin GoPro H

50 ribu

Gambar
..tadi malam, uang cash abis, mau pake kartu males, pas makanan kucing habis, bingunglah saya.  Lagian itu kucing-kucing perasaan tiap jam laper mulu. setelah mikir, baru inget, saya punya tabungan emas di toped, yang jumlahnya sekitar limapuluhribu lebih sedikit haha, lha kan pas itu untuk beli 2 kg makanan kucing, kebetulan di petshop langganan deket lampu merah harganya 25 ribu per kilogramnya. akhirnya proses penjualan emas yang jumlahnya entah seperberapa gram itu, untung prosesnya cepet.  habis isya, uang masuk rekening, langsung ngeluarin sepeda merah, trus ngambil duit di atm terdekat, trus ke petshop beli bolt dan entah merak apa satunya lagi. sampai rumah sudah nunggu aja itu gerombolan bulu, lupa tadi malem yang nongkrong 6 apa tujuh ekor, jadi begitulah. kucing asik makan, akupun ke dapur, nggoreng kentang goreng dan piscok, lha lapar juga je..

#5 parents

Gambar
bagian terakhir, tentang orangtua, yang saya panggil abah dan mama. di kampung saya memang panggilan untuk orangtua begitu. abah. beliau adalah orang paling serbabisa yang pernah saya kenal, pinter main gitar dan biola, kidal dan sangat idealis` hal terakhir yang membuat abah akhirnya memutuskan untuk pensiun dini dari pekerjaannya karena tidak berkesesuaian lagi dengan tempat kerjanya. awal bekerja (formal) abah adalah seorang guru, yang juga ngajar di SMP 13 tempat saya sekolah, di sana dikenal sebagai guru yang serius dan tegas, tapi juga tak pernah mau hadir pas upacara bendera.  tapi saya pikir passion  abah sebenarnya adalah memperbaiki sesuatu dan bertukang.   memang sepulang ngajar, profesi abah di rumah adalah tukang servis elektronik, begitu biasa disebut, sampai-sampai pernah buka toko service di pasar 3 km dari rumah, walau akhirnya tutup tentu saja, plang di belakanag rumah itu adalah bukti bahwa toko itu pernah cukup berjaya pada masanya.   sedangkan bertukang, memang ker