+ -

Pages

Sabtu, 31 Desember 2016

antara Spotify, Joox dan playlist tetangga

Beberapa saat yang lalu, saya (kepaksa) nginstall aplikasi Spotify, demi mendengarkan musik secara legal dan memang saya akui kualitasnya bagus dan jernih, lebih-lebih headset yang dipake sekarang kualitas outputnya keren sekali.  Kemudian karena ada tawaran untuk upgrade layanan premium Rp. 15 rb per 3 bulan, saya pun tergoda, tanpa banyak mikir melakukan transfer. 

Dan entah gimana, transfer berhasil, tapi akun saya tetep saja versi gratisan, bukan premium, yang mana artinya saya tetep harus menikmati musik tanpa banyak pilihan, playlist shuffle, dan ga bisa donlot lagu.  Kesel, akhirnya saya uninstall saja.

Akhirnya atas informasi seorang teman, saya pun mencoba instal aplikasi Joox, dan diluar perkiraan, menurut saya fiturnya lebih baik baik dalam beberapa hal dibanding Spotify, apalagi saat awal daftar langsung dikasih gratisan versi VIP selama sebulan.  Yang bikin saya tertarik adalah adanya fitur DTS sound, yang bikin lagu terdengar lebih keren lagi.

Selain ada fitur lirik lagu juga, pas iseng pengen menggumam sendiri ((menggumam)) kan bisa sambil baca-baca liriknya.

Gara-gara aplikasi musik itu juga, akhirnya saya tahu beberapa lagu yang sering diputer makhluk penghuni kamar tetangga sebelah lumayan kenceng setiap pagi.  Terus biasanya dia sambil nyanyi-nyanyi sendiri.  Playlistnya kalau tidak salah ini :
  1. Closer - The chainsmoker
  2. Starving - Hailee Steinfeild
  3. We don't talk anymore - Charlie Puth
  4. I don't love you - My Chemical Romance
Nah, lagu terakhir itu yang menurut saya saat ini paling enak dan unik, part-partnya juga lumayan enak dimainin pake gitar.  Trus gara-gara penasaran saya nonton beberapa versi livenya di youtube.  Cara main gitarnya keren sekali juga sih.   Lama-lama saya juga malah tertarik liat versi covernya yang dibawain oleh band-band entah darimana saja.  Juga yang versi vocal aja juga beberapa ada yang lumayan.

Oiya, kalo Hailee Steinfeild, saya justru teringat akan film Begin Again, main gitarnya disitu asik, juga tentu perannya perannya di Pitch Perfect 2.

Walagh apalah tulisan kali ini, malah nyambungnye ke Hailee.  Oke kembali ke Joox, saat ini saya rekomendasikan sih buat yang pengen denger lagu dengan legal dan kualitas yang bagus.  Pilihan lagunya juga bejibun, banyak playlist yang bisa dipilih.  Cuma sayangnya cuma satu, koleksi lagu bang Rhoma Irama ga ada je ...
5 blog auk: Desember 2016 Beberapa saat yang lalu, saya (kepaksa) nginstall aplikasi Spotify, demi mendengarkan musik secara legal dan memang saya akui kualitasnya ba...

Rabu, 28 Desember 2016

manifesto 2017

sesekali, saya juga mau bikin resolusi seperti orang-orang, beberapa hari lagi 2016 ini berakhir, dan wah saya ngga mau ngerekap kejadian di tahun ini, rasanya hasilnya memalukan.  Kalo ibarat KHS sih, dikasih IP 1,5 aja sudah sukur, yang jelas banyak pelajaran yang kembali harus saya ulang dan perbaiki.

tapi rasanya kalau ngomongnya resolusi, saya mau bilang ini semacam manifesto saja, biar terdengar keren .

Jadi manifesto 2017 saya adalah *bentar ambil minum dulu, mendadak aus*

  1. menyelesaikan misi yang memasuki detik-detik terakhir di Jogja, gila bro, tujuh tahun berlalu begitu saja di kota ini.  Saya tidak menyalahkan siapapun atau apapun atas keterlenaan saya ini.  Sebab, beberapa kali dan entah pada beberapa orang saya pernah bilang: kalau kegagalan seseorang dalam suatu hal itu lebih karena ulah si pelakunya sendiri, atas dasar apapun.  Oke, saya persempit, suatu hal yang saya maksud adalah: sekolah :|
  2. mengurangi berisik di media sosial yang sudah sangat berisik itu. Walaupun menurut saya toh hal ini juga ga ngaruh sama apapun.  Diri kita di lautan sosmed hanyalah setitik air yang juga bakal mudah menguap ke udara. Walaupun ini masih di 2016, saya sudah memulainya beberapa saat kmaren.
  3. nulis lebih rapi lagi, mencoba lebih runut lagi, dan lebih baik lagi saja lah.
5 blog auk: Desember 2016 sesekali, saya juga mau bikin resolusi seperti orang-orang, beberapa hari lagi 2016 ini berakhir, dan wah saya ngga mau ngerekap kejadian di...

Senin, 26 Desember 2016

kenangan lagu-lagu Slank

5 blog auk: Desember 2016

Saya (mantan) Slanker

slank itu slengean, semau-maunya, apa adanya,
tapi punya sikap

Hari ini baca update di beritagar.id tentang Slank yang sudah memasuki usia tiga dekade lebih. Saya jadi teringat masa saya waktu awal mengenal Slank, tepat saat saya baru masuk asrama di awal fase SLTA di tahun 1990, eh maaf ada yang belum lahir saat itu? Hehehe. 

Lagu-lagu di album pertama Slank waktu itu menurut saya keren semuanya, ada satu orang yang punya kasetnya di asrama, eh maaf ada yang nggak kenal benda bernama kaset?  Kalian lahir tahun berapa sih *mulai sewot*.  Di sampul album itu ada kuis tebak-tebakan nama personilnya berdasarkan foto-foto mereka.  Saya pun mengirimkan jawaban asal-asalan, dan ternyata jawaban saya salah.  Tapi ternyata tetap saja saya mendapatkan hadiah yang bukan main-main: sticker logo Slank, kartu anggota slanker apa ya kalo ga salah dan poster gede Slank seperti di bawah ini:


Beberapa tahun kemudian, Slank juga menerbitkan buletin yang rutin saya terima, saya juga sempat satu kali memperbaharui kartu anggota SFC (Slank Fans Club).

Sebenarnya, saya rasanya tak pernah membeli albumnya juga sih, karena begitu kerenya waktu dulu haha.  Mendengar lagu-lagu mereka cuma dari kaset punya kawan, dan belakangan sejak album ketiga (PISS) adik saya yang kedua, yang rajin membeli albumnya.  Saya dan adik-adik saya semuanya penggemar lagu-lagunya Slank memang. 

Saya sendiri justru baru bisa beli album Slank saat kuliah tahun ke empat, yang keluar justru saat formasi idealnya bubar jalan.  Saya beli album Lagi Sedih yang mendapatkan bonus kantong pembungkus kaset dari bahan semacam karung, sesaat sebelum saya melakukan perjalanan jauh ke pulau Jawa, hingga akhirnya kaset itu saya jadikan hadiah untuk pacar saya yang sedang kuliah di Bogor waktu itu *malah nostalgila lagi.  

Terakhir, saya membeli album Mati Hati Reformasi di tahun 1998, sebelum akhirnya memutuskan untuk tak lagi membeli album-albumnya, karena sudah beda sekali dengan Slank formasi 13 yang masih terdiri bimbim, kaka, pay, bongky & indra Q.  Saya tak lagi menikmati lagu-lagu mereka, yang saya rasa sungguh menjadi aneh dan tak lagi nyaman untuk didengarkan.

Mungkin, saat itu saya memutuskan untuk tak lagi jadi Slanker *halagh*  Entahlah, saya nyatanya masih sesekali  mendengarkan lagu-lagu mereka ~seperti saat sekarang ini.  Hanya saja saya paling mendengarkan playlist mereka yang berasal dari album pertama sampai yang ke enam saja.  Saya masih nggak bisa move on dari Slank formasi 13 hehehe.

Ohiya, awal tampil di televisi dulu, di TVRI lah tentu, justru lagu Memang yang benar-bener mempunyai ciri khas Slank banget.  Yang saya inget mereka tampil dengan tampilan yang tak biasa: celana jins sobek-sobek, gondrong & rada-rada berantakan.  Ujung-ujungnya video klip mereka dicekal dan tak boleh tayang lagi.  Coba kurang kerjaan sekali kan yang nyekal vidklip gitu dulu.  Sampai akhirnya muncul lagi videoklip ketiga mereka yang berjudul Maaf. Saya sampai sekarang masih penasaran dengan vidklip Memang & Suit suit He he yang masih belum ditemukan di youtube.

Gara-gara Slank juga, salah satu tempat yang masuk dalam daftar tempat yang ingin saya kunjungi sedari dulu ~selain Bandar Lampung, adalah gang Potlot.  Saya menyesal jadinya kemarin waktu singgah di ibukota tak sempat menyambangi markas mereka.  

Seumur hidup saya, nyatanya baru dua kali nonton mereka secara live, dua-duanya dalam acara Soundrenaline.  Pertama pada tahun 2006 di Banjarbaru saat mereka jadi penutup rangkaian acara, dan yang kedua adalah pada tahun 2013 di Jogja, saat mereka semacam mengadakan pertunjukan reuni, Pay & Indra Q bergabung dalam beberapa lagu, terkecuali Bongky yang entahlah tak pernah kelihatan lagi.

Begitulah, dan mungkin suatu saat saya akan posting kenangan-kenangan saya dengan beberapa lagu-lagunya Slank.  Apa besok saja ya? #lah
.
.
.

*gambar poster di atas di ambil dari sini.
*quotes di atas ada di album Slank
5 blog auk: Desember 2016 slank itu slengean, semau-maunya, apa adanya, tapi punya sikap Hari ini baca update di beritagar.id tentang Slank yang sudah memasuki us...

tentang meminta

Pernah nggak terpikirkan, bagaimana proses meminta sesuatu.

Meminta, artinya berharap diberi.  Tapi siapa yang mengerti, apa yang ada di benak sang pemberi.

Lebih-lebih saat berdoa, meminta sesuatu pada-Nya.    Kita, eh saya cuma bisa meminta sesuatu, berharap banyak, tanpa mengerti kapan pinta saya dikabulkan, kapan pula setelah apa-apa yang saya pinta akan ditarik kembali oleh-Nya.

Seringkali, saya menganggap segala pinta saya yang dikabulkan-Nya, segala yang diberi-Nya, otomatis menjadi milik saya.   Jarang saya sadar bahwa segala yang diberikannya, hal-hal baik, maupun hal-hal yang buruk, waktunya tak bisa ditentukan.  Lambatlaun pasti akan kembali pada sang Pemberi.  Semuanya hanya berbentuk pinjaman.

Saya cuma diberi hak untuk merawat pinjaman itu, apapun itu, harus dijaga, dengan sepenuh hati, sembari belajar untuk bersiap saat harus berpisah dengan pemberian-Nya.  Walaupun nyatanya jarang-jarang ada manusia yang siap untuk menerima sebuah kehilangan, dalam bentuk apapun:

Duit yang banyak, cerita cinta yang asik, kekasih yang menyenangkan, keluarga yang menentramkan, keturunan yang lucu, kebahagiaan tak berujung, you name it..

Toh, manusia memang egois, yang diminta selalu yang bagus-bagus, mana ada manusia yang meminta diberi kesengsaraan dan keburukan dalam hidup. Mungkin ada sih, dalam situasi tertentu.

Seharusnya, meminta memang tak berharap selalu akan diberi, tapi ya namanya manusia, ngarep hukumnya wajib hehehe.  Tapi ngarep memiliki sesuatu untuk selamanya, sering tak bisa dihindari, sehingga saat sesuatu itu hilang, baru deh nyadar, bahwa kewajiban untuk merawat pemberian seringkali di abaikan.

Jadi, saat kita eh saya deh, berharap mendapatkan sesuatu, harusnya juga disertai pikiran dan tekat untuk menjaganya sebisa mungkin, dan tetep mikir itu hanya pinjeman yang bakal diambil lagi, ga ada batasan waktu memilikinya sampai kapan.

Sayang, manusia mikirnya memang suka lelet deh, nyadarnya suka lama.  Manusia disini maksudnya saya.
5 blog auk: Desember 2016 Pernah nggak terpikirkan, bagaimana proses meminta sesuatu. Meminta, artinya berharap diberi.  Tapi siapa yang mengerti, apa yang ada di b...

Stats yang membingungkan

Saya baru terpikir, untuk memperhatikan stats blog ini, yang ternyata awal tahun depan tahu-tahu usianya sudah 4 tahun saja :o

Blog yang awalnya saya bikin karena wordpress saya servernya lagi down kalau tidak salah.  Blog yang awalnya saya bikin dengan setengah hati, karena saya tidak familiar sama sekali dengan blogspot. 

Seiring berjalannya waktu, saya pelan-pelan bisa menerima dan berusaha akrab, walau ada beberapa hal yang masih mengganjal, rasanya sudah beberapa kali saya menceritakan hal ini secara berulang: tidak bisa melihat email komentator di blog saya, dan tidak bisa mengedit komentar.  Saya pikir blogspot emang nyuruh orang untuk berpikir panjang sebelum memutuskan untuk memberikan komentar.

Dan,


Saya ga kepikiran kalau pengunjung blog ini, sampai sebanyak itu, per harinya, walau followernya cuma err tiga biji hahaha tapi alhamdulillah masih punya follower segala.

Tapi, entahlah, saya pikir stat blogspot selalu jumlahnya lebih lebay dibanding wordpress.  Saya tak tahu juga ngitungnya gimana.  Toh, sebenarnya sih angka-angka itu cuma sekedar bonus hiburan tambahan bagi saya, bahwa masih ada yang mau membaca, atau paling tidak membuka catatan saya, entah sampai sedetil apa.

Atas saran seorang sahabat, mungkin suatu saat, sesekali saya akan menulis dengan lebih tertata, melakukan pemolaan pikiran dan semacamnya.  Tidak seperti cara saya yang masih saja random dan langsung posting di form new post semau-maunya.  Sampai untuk memutuskan judul postingan pun saya sering bingung. 

Saya masih harus banyak belajar lagi, ternyata.



5 blog auk: Desember 2016 Saya baru terpikir, untuk memperhatikan stats blog ini, yang ternyata awal tahun depan tahu-tahu usianya sudah 4 tahun saja :o Blog yang a...

Minggu, 25 Desember 2016

tentang ingatan pertama

Saya habis berkunjung ke blognya teh Ve, dan saya tertarik dengan tulisannya tentang ingatan pertama.  Memutar ingatan ke masa kecil itu terkadang menjadi heran sendiri.  Karena nyatanya, saya baru menyadari bahwa kapasitas ingatan manusia sungguh tak terbatas.  Saya berkesimpulan begitu karena tiap hari dijejali hal-hal baru, maupun yang terulang-ulang, tetaplah ada hal-hal yang abadi terekam disana.

Kembali ke soal ingatan pertama itu, ingatan di tahun ketiga.  Saya nyerah.  Belum ketemu ingatan seusia itu.  Daripada tak ada yang diceritakan, mari mengingat-ingat secara random saja, hal-hal yang menarik di masa kecil.

  1. Saya bersama adik-adik saya menunggu abah pulang membawa majalah Bobo yang rajin beliau beli untuk anak-anaknya, rasanya saat pertama dibelikan pun saya masih belum bisa membaca.
  2. Saya teringat semacam kudapan yang saya makan dulu, yaitu daun mangga muda, iya daunnya yang masih berwarna ungu itu, saya makan bersama garam.  Satunya lagi adalah, kembang jambu, saya lupa spesies jambunya, tapi saya suka nongkrong di atas dahannya, lalu menghisap satu-satu sari bunganya, tapi juga sambil berusaha agar tak bikin rontok, rasanya saya pernah ditegur empunya pohon.
  3. Nah ini paling tidak, kejadiannya saat saya di antara usia 3-4 tahun:  Saya ingat waktu diajak mama ke sekolahnya, rasanya gara-gara tak ada yang ngejaga saya di rumah.  Saya diboncengin, didudukin di rak belakang sepeda, kemudian kaki saya diikat kain supaya tidak kena rantai sepeda mungkin.  
  4. Saya bener-bener lupa ini tahun berapa kejadiannya.  Saya masih inget saat kucing jantan di rumah, buang air besar di dapur.  Dulu, masak tidak pakai kompor tapi pakai, ya semacam kompor tapi dari tanah liat yang dibakar gitu, lalu masaknya pakai kayu bakar.  Sisa abu pembakaran rupanya tak lebih seperti jamban di mata kucing. Beh.
  5. Entah tahun berapa lagi, sempat hidup tanpa listrik.  Tak ada jaringan listrik di rumah.  Rasanya pernah masang lalu entah kenapa diputus, lalu dipasang lagi.
  6. Hati saya senang, saat abah memutuskan berlangganan air ledeng, lagi-lagi lupa tahunnya. Saya memandang kotak meteran PAM yang dipasang di sisi kanan rumah dengan takjub.  Bahkan rasanya satu kampung waktu itu hanya beberapa orang yang masang kran ledeng. Dulu sebelum itu, untuk air minum dari air hujan apa ya, saya lupa.  Yang jelas belum ada itu yang namanya air kemasan.
  7. Sungai di depan rumah saya masih cukup lebar dan airnya lumayan bersih, lebih-lebih setelah hujan, dasar sungai pun kelihatan.  Dan yang menariknya dulu belum ada konsep WC di kampung saya, yang namanya jamban ya semacam bilik yang didirikan di pinggi sungai.  Jadi kalau ada panggilan alam harus ke sungai dulu.  Jangan bayangkan gimana kejadiannya saat pas musim kemarau, dimana sungai kering kerontang.  Tapi saat sungai ada airnya, untuk mancing ga perlu jauh-jauh, sungai di depan rumah itu ikannya lebih dari cukup kalau hanya sekedar dipancing doang.
  8. Saya pernah mengubur sekantong plastik kelereng di deket sumur di belang rumah. Gara-gara kepancing hasutan teman, bahwa kelreng yang disimpen dalam tanah nantinya jadi bening gitu.  Saya percaya aja hal absurd gitu coba.
  9. Saya suka main panah-panahan dari bambu, sasarannya pohon pisang.
  10. Saya tiba-tiba teringat pohon kumis kucing yang ditanam di samping rumah nini (nenek).
  11. Saya dulu suka main ke rumah seorang paman yang ada di belakang rumah nini, rasanya gara-gara di rumahnya ada gendang.  Benda ajaib yang menarik.
  12. Saya inget koleksi pola-pola pakaian yang merupakan bonus majalah apa gitu, punya acil (bibi) saya yang sudah almarhumah.  Saya inget dulu juga pernah diajak ke sekolah beliau naik vespa paman yang rasanya waktu sepertinya masih dalam proses pedekate hehe
  13. Ada kandang ayam punya paman deket sawah, dan rumahnya cuma berjarak satu rumah dari rumah saya *mbulet*
  14. Saya ingat beberapa batang pohon jeruk bali di depan rumah nini.
  15. Hal yang tak menyenangkan mungkin saat dititipin di rumah nini saat sakit, lalu ditinggalin begitu saja berharihari.  Saya sakit katanya gara-gara kaget dimarahin abah.  Jadi rekor sakit saya paling lama, katanya perlu waktu sekitar dua bulan sampai saya normal lagi.
  16. Waktu sakit itu , pernah dicekoki semacam jamu dari dedaunan segar yang ada di sekitar rumah nini.  Rasanya? ga enak blas, saya masih kebayang bau ekstrak dedaunan itu deh.  Saya sampai menangis saat dipaksa minum gituan.
  17. Sebelum tidur dulu, nini rajin sekali membalur sekujur saya dengan semacam bedak dingin hahaha
  18. Demi menyenangkan cucunya, kai (kakek) saya bikin lampu minyak tanah yang berasal dari bohlam bekas.  Karena saat itu di rumah beliau belum ada alian listrik.  
  19. Saya pernah dibikinin gitar-gitaran dari kayu sama abah.  entah kenapa mainan itu berakhir jadi kayu bakar, saya sedih sekali euy melihatnya jadi arang gitu.
Rasanya beberapa hal itu saja sementara ini yang berhasil saya ingat-ingat.  ya mudah-mudahan ingat-ingatan saya di atas tidak melenceng jauh dari faktanya hehehe
5 blog auk: Desember 2016 Saya habis berkunjung ke blognya teh Ve, dan saya tertarik dengan tulisannya tentang ingatan pertama .  Memutar ingatan ke masa kecil itu te...

Sabtu, 24 Desember 2016

sesuatu yang tak terencana

di film atau novel Sabtu bersama Bapak, ada bagian yang terkadang saya hindari untuk saya baca/tonton.   Yaitu saat si Bapak bercerita tentang pentingnya perencanaan dalam hidup.  Apapun harus direncanakan dengan matang.  Rencana, rencana dan rencana.

Tadi ngobrol lama dengan kawan di asrama.  Saya tersadar sendiri, betapa dalam hidup saya nyaris tak punya rencana sama sekali.  Dan akhirnya, saya tidak pernah siap akan kejutan-kejutan yang terjadi sepanjang hidup.

Mungkin dulu, saya menikmati kejutan dalam hidup.  Namun, sekarang, walaupun masih berusaha menikmatinya, terkadang ada sedikit rasa kaget, tidak siap saat mengalami hal-hal yang tak terduga.

Saya gelagapan menjalaninya. 

Dan ya postingan ini tentang apa sebenarnya.  Sungguh random dan tak terencana sama sekali. Beh.
5 blog auk: Desember 2016 di film atau novel Sabtu bersama Bapak, ada bagian yang terkadang saya hindari untuk saya baca/tonton.   Yaitu saat si Bapak bercerita tenta...

Perjalanan Jogja-Bogor PP naik motor

Rasanya, kemarin itu adalah perjalanan naik motor terjauh dan terlama dalam sejarah hidup saya.  Setelah hari selasa pagi memutuskan untuk naik motor legenda saya, tanpa ada rencana matang & persiapan khusus, selain memastikan bahwa rantai & gearset yang memang sudah diganti beberapa hari sebelumnya.

Part 1: pergi ~ 12.12.16

Jam 6 pagi berangkat, dan memasuki Wates, disambut hujan lumayan deras, dan terus begitu sampai 5 jam kemudian, untunglah jalan cukup bersahabat, walau hujan yang cukup spartan itu tak mampu membuat jas hujan melindungi celana & sepatu hingga basah kuyup.  Untung ransel dan isinya aman terkendali.

memasuki daerah Jawa Tengah, tidak ada kendala yang berarti, selain jalan raya yang lumayan rusak di beberapa titik.  Hingga akhirnya saat memasuki daerah Jawa Barat, sempat mengalami hal yang menjengkelkam.  Saya ketilang! hahaha dipikir-pikir dodol juga sih.  Saya memutuskan untuk mematikan lampu motor beberapa kilometer sebelum lokasi razia polisi-polisi di daerah Banjar kalau tidak salah.  Saya dengan pedenya minggir dan menyerahkan SIM & STNK, hingga akhirnya sang polisi menyadari kalau saklar lampu dalam keadaan off.  Beh, seratus ribu melayang.  Sungguh kamfretos.

Tapi sudahlahlah, lanjut hingga Ciamis, lalu pinggiran Tasik & Garut, mampir sebentar moto motor di seruas tempat di Nagreg apalah itu yang seperti jembatan dari beton padahal bukan.

Tak terasa setelah kira-kira tiga kali ngisi bensin yang sungguh tak jelas, kadang premium kadang pertalite, akhirnya nyampe Bandung juga jam 6 sore.  Tak terasa 12 jam perjalanan.  Sempat menghubungi teman saya disana, ternyata tak bisa, belakangan saya baru nyadar kalau saya salah menyimpan nomer teleponnya.  Baiklaah

Akhirnya selepas maghrib, memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Bogor via Puncak.  Lewat jalanan Cimahi & Padalarang yang macet-macet bergembira, akhirnya sampai juga di daerah Puncak, yang nyaris sepanjang jalan banyak yang nawarin villa aja gitu.  Mampir sebentar jam setengah sebelas malam di Indomaret, beli minum dan nongkrong sampai diusir secara halus karena mau tutup tokonya haha.

Tau-tau memasuki kota Bogor sekitar jam 12 malam, lalu ke rumah sepupu yang biasanya hobi begadang, tapi ada daya ternyata rumahnya sepi, yaiyalah sampai rumahnya sudah jam setengah satu dinihari saja.  Akhirnya memutuskan untuk nongkrong di kedai donat terdekat sampai subuh menjelang.

Kurang lebih 523 km dan 17,5 jam waktu yang diperlukan, begitu santainya karena saya masih tak sanggup mencontek keahlian para pembalap jalanan yang pinter naklukin tanjakan, tikungan yang naudzubillah..

.
Part 1: pulang ~ 22.12.16

Setelah seminggu lebih, yang benar-benar nyaris tak terasa.  Akhirnya diputuskan untuk meninggalkan Bogor jam 6.30 pagi, dan memutuskan untuk berangkat sesantai-santainya menuju Jogja lagi.

Ternyata menuju Bandung lumayan lancar.  Sampai sebelum tengah hari, memutuskan untuk makan siang di sekitar ITB, lalu bertemu sebentar dengan kawan lama saya mba Ajeng disana, sebelum akhirnya bertamu ke markas garasi kang Eri, suaminya mba Ajeng, di seputaran Cikutra.  Asik lho, saya ditraktir kopi Lembang dan nongkrong cukup lama, sampai akhirnya memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan seusai isya.

Tapi badan yang rasanya remuk redam memaksa saya istirahat di pom bensin sesaat keluar dari kota Bandung.  Kemudian meneruskan perjalanan lagi menjelang tengah malam, walau akhirnya menyerah lagi di perbatasan jabar-jateng.

Pagi-pagi tanggal 23, akhirnya berangkat lagi, walau beberapa kali berhenti cukup lama di pom bensin, sekedar ke toilet dan minum, juga numpang sebentar jumatan.  Dan entah berapa jam sudah, akhirnya sampai juga di Jogja saat malam tiba.

Kalau biasanya perjalanan pulang lebih nyaman dan cepat, entah kenapa kmaren terasa berat dan lambat sekali, hedeh paradoks #halagh

Tapi bagaimanapun, perjalanan panjang saya kemarin membukakan mata saya akan banyak hal, banyak pelajaran hidup, bahkan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Dan yang jelas, rasanya sepanjang jalan, banyak anak-anak yang berdiri berkelompok-kelompok di beberapa titik di pinggir jalan, sambil megang-megang karton bertuliskan yaitulah pokoknya yang sedang ngehitz skarang haha

Jadi begitulaaahh.  
5 blog auk: Desember 2016 Rasanya, kemarin itu adalah perjalanan naik motor terjauh dan terlama dalam sejarah hidup saya.  Setelah hari selasa pagi memutuskan untuk n...

Selasa, 20 Desember 2016

Logika

5 blog auk: Desember 2016

Senin, 19 Desember 2016

sebuah perjalanan panjang bernama hidup


hari rabu kemarin, setelah memantapkan hati, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan motor honda legenda saya ke Bogor, dari Jogja, demi janjian sama honey yang kebetulan lagi ada tugas di kota hujan itu. Tapi kali ini ceritanya bukan tentang perjalanan naik motor saya yang terpanjang sampai saat ini. Mungkin nanti saya ceritakan terpisah. Yang jelas perjalanan sepanjang 500 km lebih dan nyaris sehari semalam itu perlu waktu sehari penuh untuk recovery body hehe

Jadi, selama di Bogor, saya menginap di rumah sepupu, sepupunya honey tepatnya.  Kebetulan, salah seorang sepupunya yang dulunya tinggal disitu juga, baru-baru saja berpulang menghadap Penciptanya, innalillahi .. :(

Yang bikin saya sedih juga, sepupu yang wafat itu, seringkali menjadi teman ngobrol saya saat berkunjung dan menginap disini.  Yang bikin sedih lagi, dia meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil.  Yang makin bikin saya sedih, anak-anaknya jadi yatim piatu, karena beberapa tahun yang lalu, ibunya sudah duluan menemui sang Khalik :(

Barusan, saya melihat-lihat koleksi foto-foto lama punya almarhum.  Sambil hening sendiri, melihat jejak-jejaknya dalam beberapa lembar gambar, sedari dia kecil, sekolah, kuliah, sampai bekerja dan menikah..

Siapa yang pernah menduga akhir perjalanan hidupnya.  Sehari sebelum meninggalkan dunia ini, kata saudara-saudaranya, dia masih sempet main bola di halaman rumah dengan anaknya.  Sampai kemudian mendadak...

Saya juga masih ingat, sekitar sebulan yang lalu, saat mengantar dia ke rumah sakit untuk cuci darah, masih keinget gayanya yang santai, seakan-akan tak terjadi apa-apa, padahal saya tahu, saat itu untuk sekedar ngobrol pun sudah tidak bisa lama-lama seperti dulu lagi..

Tapi saya selalu berkeyakinan, orang yang baik selalu dirindukan sang Penciptanya, sehingga dipanggil lebih cepat untuk menghadap-Nya.

Saya sedari dulu, tak pernah berani posting tentang kematian, tentang orang-orang baik yang meninggalkan dunia ini dengan tenang.  Mungkin saya takut.  Lebih-lebih menengok jejak rekam perjalanan hidup saya yang banyak bolong  dan rapor merahnya.  Membayangkannya pun saya tak pernah berani. :(

Padahal, dalam setiap perjalanan berangkat, pasti akan ada saatnya pulang.  Hal itu yang sering terlupakan, sering sekali dilupakan..
5 blog auk: Desember 2016 hari rabu kemarin, setelah memantapkan hati, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan motor honda legenda saya ke Bogor, dari Jogja, de...

Minggu, 11 Desember 2016

Film-film yang ditonton dan buku-buku yang dibaca

Jadi, harap maklum, saya malah banyak membaca buku fiksi selain nonton film-film yang entahlah justru menarik ditonton saat mumet jadi ini daftarnya, random :

1. Perfume : the story of murderer
Ini sih cuma nonton ulang saja, dan tetap saja saya terpesona dengan rumitnya proses pembuatan sebotol kecil parfum.  Adegan favorit saya masih saja saat Grenouille memamerkan parfum hasil oplosannya pada juragan Baldini.  Itu keren!

2. A walk to remember
Kisah sepasang anak muda kota, introvert vs ekstrovert, si gagah vs si culun, seleb lokal vs kutu buku pinter.  Ujung-ujungnya pacaran, lalu menikah, walau endingnya ya begitulah.  Saya masih penasaran dengan kalimat si ceweknya saat si cowok minta bantuan, katanya kurang lebih begitu: "Oke aku bantu, tapi dengan syarat kamu ga bakal jatuh cinta padaku".   Toh tak ada penjelasan tentang pelanggaran janji ini.  Harusnya kan...ahsudahlah..

3. Fantastic Beasts and Where to Find Them
Spin off Harry Potter ini menarik juga, terutama tentang binatang-binatang yang luar biasa unik dan nakal-nakal itu.  Kalau tokohnya saya seneng dengan mas Jacob Kowalski yang kasian-tapi-lucu itu, dan tentu Queenie Goldstein yang menggoda itu hihi

4. Sing
Ini film keren, lagu-lagunya nyaris semua familiar di telinga saya.  Alur kisahnya sih mungkin agak-agak biasa dan ajaib, namanya juga animasi.  Tapi sekali lagi: lagu-lagunya! Pilihan lagu-lagunya asik-asik dan benar-benar pinter dari awal sampai klimaks pertunjukkan.  Jadi pengen goyang jempol terus hehehe. Kalau boleh nonton lagi, mungkin saya nonton lagi sih XD

5. Crouching Tiger and Hidden Dragon 2
Kisahnya agak tragis.  Tapi efek perkelahian di film ini asik.  Terutama saat penggunaan ilmu meringankan tubuh, salah satu ilmu beladiri yang sangat ingin saya kuasai sejak dahulu hahaha.  Ohya saya seneng dengan penampilan sebagai Snow vase disini. 

6. The Accountant
Wah ini film aksi yang asik.  Alurnya padat dan banyak kejutan-kejutannya.  Ben Affleck menurut saya berhasil di film ini.  Seperti biasanya juga sih, film yang mengisahkan orang-orang junius selalu mendapatkan perhatian yang lebih dari saya.  Gara-gara film ini saya malah penasaran dengan lukisannya om Pollock.  Bagusnya dimana itu sampai-sampai bisa bikin tenang tokoh utamanya je.

7. Pete's Dragon
Film-film yang dibuat dengan hutan sebagai bekgron cerita, selalu berhasil bikin saya baper.  Untungnya film-film semacam ini endingnya bahagia.  Aduh kenapa sih dengan orang-orang yang hobinya ekstraksi hutan, sampai-sampai naga aja terganggu lho.  Etapi naganya keren, bisa menghilang pula.

 8. Hunt for The Wilderpeople
Cerita petualangan berlatarbelakang hutan di New Zealand.  Senang melihat anak lelaki yang dianggap nakal sehat walafiat gitu bisa lincah menjelajahi hutan.  Ceritanya emang agak-agak lebay, dia dan ayah angkatnya sampe diburu pake helikopter dan pasukan segala karena kesalahpahaman dan ego si ibu-ibu pengurus anak nakal yang menyebalkan.  Iya ibu itu yang menyebalkan.

9. Rab Ne Bana Di Jodi
Ini film Shakhrukh Khan dan Anushka Sharma yang berperan jadi Jaggu di film PK.  Alurnya menarik walau endingnya bisa ketebak.  Tapi ya mengharukan juga usaha seorang suami yang berusaha bikin istrinya berbalik dari dingin dan tak peduli menjadi seneng dan cinta.  Walo saya geregetan masa sih serumah gitu berhari-hari sang sitri ga nyadar akan body suaminya yang sebenernya kekar berotot naudzubillah gitu. Hedeh.

10. Eternal Sunshine of the Spotless Mind
Film ini awalnya bikin saya bingung, ya sampai ending pun masih bikin bingung haha. Alurnya bolak balik ga keruan.  Mungkin mirip sama (500) days of summer tapi versi yang lebih membingungkan.  Intinya menghapus ingatan seseorang pake cara apapun amatlah susah, yang namanya kenangan itu akan abadi di ingatan, jenderal!

11. The Idiots
Buku karya Chetan Bhagat ini aslinya berjudul Five Point Someone, yang diadaptasi jadi film 3 idiots yang keren itu.  Ternyata kalau di buku ada hal mendasar yang beda dengan di film.  Saya akui hasil adaptasinya membuat alur ceritanya menjadi lebih bagus dari novel aslinya.  Walau bukunya ini juga tetap saja asik.  Baca buku ini pula mengingatkan pada nilai-nilai saya saat kuliah S1 dulu, menggemaskan! ahahaha

12.  2 States
Buku Chetan Bhagat yang ini juga tak kalah menarik alur ceritanya.  Tentang rencana pernikahan sepasang manusia yang mempunyai latar belakang budaya yang teramat berbeda.  Saya baru tau kalo pernikahan di India jauh lebih rumit daripada di negeri ini.  Prosesnya bikin putus asa.  Saya suka tokoh wanitanya yang pinter dan tegas, juga tokoh lelakinya yang pantang menyerah dan gigih mencari celah demi mendapatkan wanita idamannya.

13. Sepeda Merah 1 & 2
Novel grafis karya Kim Dong Hwa ini asli kerennya.  Alurnya ceritanya singkat-singkat tapi membuat saya ingin hidup di desa saja rasanya.  Gambar-gambarnya pun bagus-bagus.  Dua buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca siapa saja, ada nilai-nilai hidup yang bagus dalam setiap bagian ceritanya.  Mungkin yang bikin saya makin seneng karena salah satu obsesi saya dulu untuk menjadi tukang pos hehe

14. The Housekeeper and the Professor
Buku ini sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya.  Karena penasaran, akhirnya saya cari filmnya, ya ada beberapa bagian cerita yang disesuaikan, tapi tetap saja, cerita tentang rumus-rumus dan angka-angka disitu membuat saya terpesona.

15.  Aftermath
Awalnya saat sekilas baca, saya pikir serial ini berkisah tentang matematika lagi.  Eh ternyata bukan,  ini serial dari Kanada tentang kejadian-kejadian aneh yang menimpa dunia karena bumi sudah tak lagi beres.  Nyaris tak ada cerita bahagia di sepanjang 10 episode yang baru sempet saya tonton.  Suram dan berdarah-darah juga aneh, tapi bikin penasaran.

16. Love Exposure
Film Jepang dengan durasi sepanjang 4 jam kurang empat menit ini sungguh absurd, berdarah-darah (dalam artian sebenarnya), tapi bikin penasaran.  Alurnya kesanakemari tapi tetap punya pola.  Dan termasuk komplit juga, ada sadisnya, ada romance-nya, ada hentainya, ada lucunya, namun lagi-lagi cinta adalah pemenangnya #halagh.  Gara-gara film ini saya penasaran nonton (secara kilat) film-film karya Sion Sono, seperti Strange Circus, Cold Fish dan Why Don't You Play in Hell? yaelah ternyata ternyata suram, absurd dan berdarah-darah semua, sangar bro..

17. Battle Royale
Film ini juga tak kalah sadis, murid-murid satu kelas dilepas di suatu pulau, lalu disuruh bertarung satu sama lain sampai mati, hanya satu pemenangnya saja yang boleh bebas dari situ.  Idenya jenius sekaligus ngaco sekali, apalagi ide utama pertarungan berdarah ini adalah gurunya sendiri dengan dalih disiplin.  Haduh :(

18. MacGyver 
Ini versi MacGyver terbaru, jelas tak bisa menyamai versi lamanya, tapi ya lumayan lah, aksi-aksi dengan menggunakan peralatan yang ada di sekitarnya untuk memecahkan masalah tetap saja menarik untuk ditonton. Saya seneng dengan aksi Tristan Mays disini, walaupun heran di setiap penampilannya, itu kancing kaosnya jarang dipasang #eh

19. Survivor s.33
Serial ini adalah alternatif pilihan tontonan saya selain  The Amazing Race yang session terbarunya masih belum tayang.  Sedang versi Kanadanya nggak nemu.  Dibiarkan hidup berkelompok di sebuah tempat terpencil selama kurang lebih 39 hari itu bener-bener menguras tenaga dan emosi.  Seandainya bisa ikutan disitu.

20. The Golden Compass
Film petualangan yang diambil dari novel berjudul asli Northern Lights, yang mana saya belum baca novelnya, sungguh asik tapi nanggung.  Karena tak dibikin lagi lanjutannya.  Mungkin nanti saya akan baca semua novel serial karya Phillip Pullman itu.

Rasanya itu dulu, yang saya inget.  Nantilah kalau ada yang lain saya tambahkan lain waktu.  Selamat berhari minggu!
5 blog auk: Desember 2016 Jadi, harap maklum, saya malah banyak membaca buku fiksi selain nonton film-film yang entahlah justru menarik ditonton saat mumet jadi ini d...

Selasa, 06 Desember 2016

go blog

Saya tergoda untuk iseng membuka sebentar akun twitter barusan, ya ampun ternyata riuh rendah dengan orang-orang pinter dengan segala pendapat-pendapatnya.  Sampai-sampai ada yang menganggap orang lain lebih bodoh dibanding dirinya.  Aduhai saya sepertinya terpaksa undur diri sementara dari sosial media yang satu itu, saya makin merasa saya tak level dengan mereka, melihat kemampuan saya yang sangat terbatas dalam menyikapi masalah negara ini.  Wong menyikapi diri sendiri aja masih belum berhasil kok #halaaagh

Saya jadi rindu saat informasi sekilas yang cuma terbatas dari potongan koran pembungkus pisang goreng di warung penjual sarapan yang sering saya minta dan sobek bagian tekateki silangnya.  Bagian yang lain saya tak begitu peduli.

Atau saat melihat acara dari desa ke desa, kuis gita remaja dan serial starsky and hutch yang saya tonton setiap malam bersama adik saya, di saluran satu-satunya di televisi di kamar depan.

Saya juga merindukan informasi yang cuma bisa saya lahap sambil menikmati kesendirian saya dalam perpustakaan SD yang merangkap kantor guru, atau perpustakaan SMP sembari melirik-lirik ibu petugasnya yang kece, atau perpustakaan daerah yang hanya bisa saya datengin saat ada uang untuk ongkos angkot, atau perpustakaan SLTA saya yang multifungsi sebagai tempat pacaran sembunyi-sembunyi di jam istirahat.

Saya juga rindu menunggu pak pos yang harus ditebak-tebak waktu kedatangannya saat mengantarkan berita dari pacar saya yang jauh, dan hiburan yang jadi candu sekaligus penawar kebosanan saya terhadap teori-teori dan nilai-nilai kuliah saya yang datar hahaha

Atau hari-hari yang berputar-putar antara kampus-kos-mikirin menu makan-membujuk ibu kos agar tidak menaikkan sewa-latihan karate-sok-sokan ikutan festival band-nulis surat-mikirin duit untuk interlokal-merekam lagu-lagu ke kaset C60-bingung dengan kerjaan-nungguin pacar mudik-begadang malam sampai dinihari-lalu ke hutan-ngapalin species apapun-bengong liat pengumuman hasil akhir ujian-menjelajahi kos-kosan temen-nongkrong di kos puteri-mikirin liburan ngapain-ngerusak komputer dosen-dll dst dsb etc..

Saya ngerti semua perubahan dan perkembangan akan merubah sudut pandang dan pola pikir serta cara hidup siapa pun.  Tapi semua orang juga pasti inget masa-masa dimana hidupnya rasanya baik-baik saja tanpa teknologi yang sering efektif di satu sisi tapi sama sekali tidak efisen di sisi lainnya.

Mungkin, pemikiran saya memang kuper, tak bisa move on, terjerat masa lalu atau apalah dan entahlah.  Tapi ada masa dimana hape terbagus adalah merk Nokia dan internet masih pake 0809 delapan sembilan empat kali, intel Pentium 4 adalah dewa, flashdisk 128 mb adalah canggih, dan hidup saya terperangkap di ruang internet kampus nyaris seharian.  Tapi toh saat itu efek teknologi juga baik-baik saja.

Dan saat saya melihat, ada yang menganggap manusia lain lebih tolol dari dirinya, saya pikir rasanya sudah saatnya untuk istirahat untuk sementara dari keriuhan yang mereka ciptakan sendiri itu. 

Yaa daripada saya gatel pengen nunjuk jidat orang yang semena-mena mengumbar kalimat-kalimat jelek gitu sambil bertanya: sepintar apakah dirimu?

Jadi dari pada mikir orang lain goblog, mari ngeblog saja lah lagi.
5 blog auk: Desember 2016 Saya tergoda untuk iseng membuka sebentar akun twitter barusan, ya ampun ternyata riuh rendah dengan orang-orang pinter dengan segala pendap...

Senin, 05 Desember 2016

Tiga Berita

Berita #1:
Sudah semingguan ini, kamar tetangga rajin memutar lagu I don't love you-nya My Chemical Romance berulang2..

Dan saya baru hapal reff-nya :3

Berita #2:
Pagi2 buta.  Ada yg duluan ke kamar mandi.  Dan setelahnya, giliran masuk situ.  Kamar mandi luar biasa semerbak wanginya.  Saya kagum itu sabun apa yang dipakai.

Ternyata, ada yg lupa bawa parfum di kantong, lalu pecah dan kamar mandi berubah jd kebun bunga.

Berita #3:
Hujan masih rajin turun.  Dan jadinya cepat lapar.
5 blog auk: Desember 2016 Berita #1: Sudah semingguan ini, kamar tetangga rajin memutar lagu I don't love you-nya My Chemical Romance berulang2.. Dan saya baru...

Sabtu, 03 Desember 2016

Postingan tiga babak

Di satu sisi, saya ingin bercerita banyak tentang hari-hari di bulan-bulan terakhir ini.  Tapi, di sisi lainnya saya kehabisan cara untuk menceritakannya.

Mungkin yang pertama, saya lelah melihat berita-berita, baik di media mainstream maupun sosial media yang berisik itu.  Berita negatif selalu berakibat tidak baik untuk pikiran, paling tidak untuk pikiran saya yang sudah tidak terlampau baik.  Saya pikir, ada yang ingin di dengar tapi malas untuk mendengar.  Ada yang ingin lantang berbicara tapi tak ingin membiarkan orang lain ikut bicara.  Ada yang ingin dilihat tapi menutup mata untuk orang lain.  Ada yang ingin dihargai pendapatnya, tapi berpikir sinis terhadap pendapat orang lain.  Gitu aja terus sampe tahun depan.  Dan tahun depannya lagi, dan lagi.

Yang kedua.  Saya semakin kesulitan menemukan bahan bacaan berupa tulisan-tulisan di blog yang bagus dan nyaman untuk dibaca.  Sementara feedreader saya rasanya semakin hari semakin sepi.  Tak bagus untuk saya yang suka kepo dengan kehidupan kawan-kawan saya haha.  Tapi ya maklum, sekarang (lagi-lagi) lebih mudah berbagi cerita di sosial media.  Blog memang hanya trend sesa(a)t bagi banyak orang.  Kalaupun ada yang sering apdet, kadang-kadang isinya hanya sampah iklan, terang-terangan maupun terselubung. 

Ada pula beberapa yang rajin berbagi postingan-postingan basi, aduh tolong lah, jangan bikin saya ketipu berkunjung hanya untuk melihat tulisan lama yang disebar ke sosial media dengan aplikasi, entah untuk apa.  Lagian kan ada plugins/gadget bernama arsip di sidebar.  Sungguh ini menyebalkan saya, walaupun ya terserah yang punya blog, mau nyebarin postingan yang manapun, tapi kan terserah saya untuk sebal akan hal itu haha

Tapi, sekali lagi itu hak semua orang untuk menuliskan apa saja di blognya, saya saya sering enggan membacanya.  Egois memang.  Sementara tulisan saya pun semakin hari seperti tak ada kemajuan, eh memang apa yang diharapkan dari postingan di blog selain tentang keseharian.

Yang ketiga.  Saya pikir saya harus lebih belajar mikir lebih sistematis lagi, berusaha mengurangi berpikir dan berbuat secara random.  Ah entahlah.  Padahal masih banyak mimpi yang belum terwujud: benerin rumah, bikin buku, dan yang terpenting menyelesaikan misi dengan elegan.

Itu saja, sudah azan isya dan saatnya nonton bola, Indonesia vs Vietnam.

5 blog auk: Desember 2016 Di satu sisi, saya ingin bercerita banyak tentang hari-hari di bulan-bulan terakhir ini.  Tapi, di sisi lainnya saya kehabisan cara untuk me...

Cerita yang terlambat

..lanjutan dari 42..


43.
.
.
yang aku ingat hari itu hari agak


5 blog auk: Desember 2016 .. lanjutan dari 42.. 43. . . yang aku ingat hari itu hari agak
< >