Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

tentang tujuan bercerita di sosial media

 ..barusan pasang status di facebook,  tentang makanan kucing & tukang ojek, lalu setelah saya baca ulang, atas review seorang kawan, itu tak begitu bagus, malah terkesan riya' karena jadinya fokus atas senangnya saya karena kucing & tukang ojek itu.. akhirnya saya putuskan untuk membikin private  status unfaedah itu..  baiklah, mungkin habis ini, saya kudu baca ulang lagi sebelum publish  sesuatu di sosmed, walau nyatanya, sosmed diciptakan lebih untuk ajang pamer, pamer apapun, sesederhana apapun, untuk mendulang reaksi, baik tanda jempol, maupun tanda hati, komentar yang membuat senang, dan bla bla bla lainnya.. jadinya gimana? yaudah besok-besok mari kita pikirin lagi sebelum tayang.. eh kita? aku aja kali..

I am (no) one

 I just lose my self ... pernah tidak dirimu merasa sekan-akan kehilangan dirimu tapi sebenarnya deep inside your soul , sebenarnya justru itulah dirimu yang sebenarnya, yang baru dirimu sadari setelah beberapa puluh tahun hadir di dunia.. beberapa orang mungkin akan merasa aneh dengan sikap dan kelakuanmu yang sekarang, yang mungkin juga membuat orang tak kenal siapa dirimu, tapi itulah yang sebenar-benarnya dirimu.. it's just like quotes in queen's gambit: “creativity and psychosis often go hand in hand. or, for that matter, genius and madness” .. but, actually Im not both of them.. halagh postingan macam apa ini, mbuh. ngasal. aku mumet.

tentang cermin

.. seringkali aku bercermin, pada kaca, pada angkasa, pada bumi, pada manusia lain, pada binatang, pada pohon, pada waktu, pada apapun, berusaha mencari tahu aku ini siapa, aku ini apa? dan tidak selalu menemukan jawaban, karena aku adalah seorang yang lambat belajar, lambat memahami dan memaknai sesuatu.. aku seringkali lambat mencerna dan berpikir.. mungkin gara-gara kesulitan mengenali diri sendiri, dan seringkali lambat menghadapi sesuatu, aku jadi dipandang aneh dan mungkin dibenci oleh banyak orang, bahkan kadang oleh orang-orang terdekat. I'm not a good guy, memang.  Konduiteku tak begitu bagus dalam berbaur dengan orang lain, seringkali susah memahami orang lain, dan juga tak berusaha untuk orang lain memahamiku lalu, diriku ini apa? dan lalu ujug-ujug, inget lagu God Bless yg lama itu, selalu saja begitu.. 

tentang sebuah pagi

Banjarbaru masih pagi, kala matahari baru saja naik pelan-pelan mengintip embun yang menggenang di pucuk rumput di pinggir jalan.  Baru beberapa menit melewati jam tujuh, masih terlalu pagi memang.  Waktu harus tetap berjalan. Sementara tiba-tiba saja langit berubah abu-abu, dan gelap di ujung selatan, cahaya mentari ragu di balik awan timur. Jaket hitam, jins biru pupus, helm yang usianya entah sudah berapa abad, menemaninya menyusuri jalur trikora di selatan kota kecil itu, pelan-pelan saja legenda itu melaju.. Melewati masjid agung, terus ke barat, melewati bunderan palam, melewati rumah sakit, terus lagi dan melewati perempatan Guntung Manggis yang tidak simetris.  Masih terus ke barat, hingga berbelok ke utara selepas kampus gila.. Masuk komplek yang entah namanya apa, sesampai ujung jalan berbelok kanan, memasuki perkampungan.. lurus ke timur, sampai pertigaan kecil di dekat pos ronda belok lagi ke utara, sampai di cabang jalan, belok lagi ke arah barat laut, dan kembali ke utara

tentang untuk apa?

.. baiklah, aku akan berusaha duduk dan berdiri lebih tegak, walau itu pasti bakal teramat sulit, karena postur tubuhku memang agak membungkuk dan tak pernah ada yang menegurku untuk membiasakan lebih tegak, tak pernah ada, kecuali .. dan aku juga akan berusaha kembali melakukan push up  seperti yang dulu pernah rutin aku lakukan, mungkin memperpanjang rute sepeda lagi,  supaya hanya terasa letih dan lelah di badan, biar otak dan pikiranku terallihkan, itu juga kalau bisa.  karena aku adalah pemalas. tapi setelah aku pikir ulang lagi: untuk apa semua itu? untuk apa lagi? untuk apa?

tentang sabtu hari ini

 ..adalah tenang, karena aku hanya peduli akan hari ini, tatkala perjalanan dengan sepeda hijau tua tak menemui masalah samasekali, kecuali sekali terjatuh goblok saat lupa melepas cleat  di pedal saat mau singgah sebentar memoto sebuah landscape.   Memang sedari kemarin sudah niat untuk memakai kembali sepatu cleat  yang lama nganggur dan parkir di rak.  Juga Federal Mt Everest yang beberapa minggu terkalahkan oleh Takka saat akhir pekan. Siangnya dan juga sore harinya, bertemu sebentar dengan beberapa kawan sewaktu kuliah, senang melihat mereka semua sehat dan bahagia euy.  Tentu saja, ada nostalgic dengan mereka, bagaimanapun mereka adalah kawan-kawan yang baik, sedari dulu sampai kapanpun. dan sekarang, saya menuliskannya sedikit, berkawan susu coklat dingin,  sambil mengingat-ingat hal yang barusan saya ketik di halaman facebook .