Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

tentang hal-hal yang tragis dan dendam

.. kemarin, saya membuka-buka buku catatan saya dulu waktu S1, salahsatu buku catatan saya tepatnya.  Dan sepanjang halaman, bertebaran kata-kata kasar, ketidakpuasan, marah ga' jelas dan semacamnya.  Ternyata memang segitunya sedari dulu euy. Apa itu juga beriringan dengan kesukaan saya akan buku maupun film yang bertemakan dendam, iya itu salahsatu tema favorit saya. Rasanya, ada suatu ketika saya puas sekali kalau membaca & menonton cerita tentang hal itu. Selain itu juga, kisah-kisah yang berakhir tragis, itu kok ya menyenangkan, maka dari itulah, karya bubin LantanG tetap jadi favorit saya sampai saat ini.  Mungkin karena saya terbiasa dengan memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk dari setiap masalah yang saya hadapi.  Ada suatu ketika, saya suka memikirkan hal-hal sepreti itu, entah kenapa dan buat apa. Walau ya jelas saja bikin perasaan sering tak nyaman.  Tapi di sisi lain itu menyenangkan.  Menyenangkan mengetahui bahwa  life is real .  Tak selalu ditemani dengan

tentang pagi ini

.. seperti biasa, gugup menunggu jadwal kuliah, jadwal ngajar.  Gugup karena kurang belajar, karena kurang persiapan, karena kurang ilmu, duh maklumi saya ya wahai kalian para mahasiswa.. Bahan sih sudah, tapi saya selalu tidak yakin akan paparan nantinya, dan satu jam lagi tayang, saya malah posting di sini.. Sudah tahu kalo ngajar itu kudu lebih banyak belajar, malah masih aja memelihara setan bernama malas-malasan. Ya terus aja gitu, gan.. entah sedari abad kapan. Lalu, rencana nanti pagi menjelang siang mau periksa kesehatan jasmani & rohani.. kali ini dalam rangka yang lucu sekali, saya nekat mau ikutan seleksi anggota dewan pengawas salahsatu perusahaan daerah di tempat saya bekerja.  Demi apa? Demi merasakan sensasi pengalaman tes. Iya saya suka sekali mengikuti berbagai macam tes atau seleksi, apapun, kalau bisa saya ikuti ya saya ikuti.  Apalagi seleksi kali ini, ada tes psikologinya.  Hal yang menyenangkan untuk diikuti, walau saya tahu itu bakal bikin pusing, tapi such a

tentang hidup yang mengalir dan tiba-tiba terasa aneh

.. sampai sekarang, sepertinya aku lebih banyak menyerahkan hidup sepenuhnya pada takdir, sedari dulu, benar-benar mengikuti aliran sungai kehidupan, yang begitu panjang dan luas dan samasekali tidak tahu muaranya kemana.  Aku benar-benar membiarkan diriku hanyut, sehanyut-hanyutnya..  Sesekali berusaha bernapas ke permukaan dan melawan arus, tapi pada akhirnya aku kelelahan dan kembali tenggelam, sendirian.. Aku ingin sekali menepi ke pinggir aliran deras ini, dan diam menekuri arus yang tak juga terlihat akan berhenti.. Aku lelah.

tentang kenapa orang tidak bertanya dahulu kenapa?

.. misalnya, aku lagi malas makan, bukan karena apa-apa, cuma karena sedang tidak napsu saja, tapi kenapa larinya kemana-mana, lagian kenapa orang lain tidak mikir bahwa saya senang dengan diriku sekarang, karena ya nyaman saja, kenapa tidak mikirin bahwa yang terpenting aku sehat.. sebelum memikirkan macam-macam tentang diriku, kenapa orang tidak bertanya dahulu kenapa? 

tentang idealisme

.. penggalan tulisan bubin LantanG di novel Kisah Langit Merah itu, seperti merefleksikan aku sendiri. Sebenarnya apa sih yang dicari, di dunia yang seringkali anti-kritik ini? Seberapa keras pun berteriak, tetap akan tenggelam di antara bising kepentingan.  Sekali lagi, sekarang ini idealisme ku adalah diam.  Karena sepertinya itu lebih baik, walau sebenarnya tak begitu baik juga. Wes, karepmu.

tentang ranking kedua

.. sudah lama sebenernya menyadari kelebihan saya yang satu itu, bentar.. rada wagu juga kalo dibilangin kelebihan, wong nyatanya ya gitu deh. ( intro macam apa pula ini ) saat saya ingat-ingat, dalam kehidupan ini saya lebih sering jadi ranking kedua, urutan kedua, seringnya gitu, dalam hal apapun.  yang jelas terlihat tentu saat sekolah, terakhir pernah ranking satu pas lulusan sekolah dasar beberapa abad yang lalu. yaiyalah saya bisa jumawa diantara 13 orang anak kelas enam . setelah itu, lulus SMP, ranking kedua dari satu sekolahan, temen saya yang nomor satu itu sohib saya, yang emang pinter, yang sudah ngerti komputer di jaman dulu, yang sudah berkacamata sejak dini, dan ujug-ujug endingnya dia emang kuliah di kedokteran.. pas sekolah menengah kejuruan atas, itu apalagi, doyan bener nangkring di urutan kedua, tapi toh saya tak begitu peduli, itu juga mungkin cuma sekian keberuntungan di antara banyak kemalasan saya.  dan yang penting bisa dapet beasiswa, yang pas dapet lumayan un

tentang anak mapala

.. sesekali saya ingin bercerita tentang salahsatu bagian hidup, yang sepertinya sudah pernah juga diceritakan, entah dimana lupa. mungkin sih ya.  soalnya saya kadang iseng bercerita tentang hidup saya yang sebenernya tak menarik-narik amat untuk diceritakan. tapi lebih sering malu menceritakannya. jadi, literally, saya ikutan organisasi mahasiswa pencinta alam sejak kuliah di kehutanan dulu, walau agak telat, baru bisa ikutan latihan dasar ( latdas)  di tahun kedua kuliah, yang mana akhirnya saya di latdas, oleh kawan seangkatan kuliah yang sudah masuk duluan dan otomatis jadi senior.  kesel juga sih semingguan dikerjain sebagian temen haha tapi namanya anggota yang ikutan masuk  mapala  gara-gara cuma penasaran dan biar keliatan keren, jadi ga ada hal yang menarik selama jadi anggota.  Ya gitu-gitu aja, paling ikutan jadi panitia pas ada event, atau pas ada anggota baru.  kalo soal kegiatan lain sih, apa ya. Nyaris ga ada, naik gunung ya di sini ga ada gunungnya, mau naik gunung di

#61. tentang dua sisi

.. jarang memang, kejadian simbiosis mutualisme dalam kehidupan nyata, sama-sama diuntungkan, sama-sama senang dan bahagia.  nyatanya ada satu sisi yang senang sementara ada sedih di sisi lainnya.  ada satu tawa yang mungkin mengimbangi luka di sudut satunya. sebenarnya untuk apa kehidupan ini diciptakan, sih? apa semata-mata untuk belajar menerima bahwa kenyataan itu memang seringkali terasa lebih pahit dari impian, bahwa akan selalu ada penyesalan-penyesalan yang muncul di hari kemudian. sekuat apa sih manusia itu diciptakan? untuk menerima berjuta masalah yang katanya adalah ujian dari pemilik jagat raya ini, yang katanya ujian disesuaikan dengan kapasitasnya masing-masing.  benarkah? tapi memang misteri adalah kekuasaan absolutnya.  manusia sangat lemah dan tidak bisa samasekali menggugatnya. dan itu mengesalkan, tapi mau gimana lagi. penerima takdir yang tak mampu apa-apa. kasian sekali, manusia yang selalu tak puas dengan hidupnya. ini pagi-pagi sekali, bicara tentang dua sisi.

#60. tentang postingan aneh-aneh akhir-akhir ini

.. tidak apa-apa sih, lagian siapa juga yang rajin baca tulisan-tulisan absurd di sini ini.  saya lagi blank,  lagi susah ide, payah memang,  mau berkisah apa lagi, semua terasa monoton.  seperti kaset kusut yang diulang-ulang, dan itu lama-lama membuat bosan. akibatnya saya berusaha bikin mixtape  baru, biar lebih banyak yang saya dengar, yang saya rasakan, yang saya pelajari.  tapi bahkan untuk hal-hal aneh seperti itu, tentu saja banyak manusia yang tak bisa menerimanya.  lalu menganggap saya aneh, dan orang terdekat malah sewot.. lah saya sepertinya memang, sekali lagi tak cocok dimana-mana. entahlah, jadi negatif gini lagi, memalukan haha

#59. tentang logika

.. seringkali memang, saya berbuat sesuatu di luar logika, bahkan di luar nalar diri sendiri. tapi sungguh, ada beberapa bagian yang tidak bisa diceritakan begitu saja. serasa sedikit de ja vu ,  tapi sungguh, saya senang sekali kalau dibenci dan dimaki saat ini.  berpikirlah semua yang negatif dan buruk tentang saya, saya tak akan begitu peduli saat ini.. rasanya tidak ada lagi tempat yang bisa menampung kisah-kisah absurd saya, selain rumah bernama blog ini- ah saya ngomong apa sebenarnya ini.   bosan bro, jadi orang yang selalu disalahkan dan dicurigai berbuat salah, lama-lama aku ingin membuktikan bahwa.. iya aku memang salah dan patut dicurigai.  jika pembuktian kesalahanku itu bisa bikin puas. sok lah.  bukankah seringkali memang melegakan jika bisa membuktikan kesalahan orang lain? puas bukan? tapi bagaimana bisa, aku skarang sejahat itu? tapi puas kan membuktikan aku ini jahat? ha!

#58. tentang seperti sendirian

..sedari tadi pagi, kok rasanya ngantuk, tapi ngantuknya rada aneh. apa ya, kayak ngantuk banget, dan rasanya pengen tidur begitu aja sambil nyetir, coba aja tadi itu tidak konsentrasi, pasti dah bahaya bener. sampai diminumin kopi seger bentar, trus sampe rumah tidur bentar, seger bentar, tapi ini kok ya berat lagi, hedeh.. mudahan bukan gara-gara efek virus itu euy. lalu apa, cuma merasa sendirian saja seharian ini, walau nyatanya bertemu banyak orang, entahlah.

#57. tentang ramadhan tahun ini

.. rasanya tahun ini, bulan puasa yang entahlah, terasa rada gloomy,  rada menyedihkan, tapi sekaligus sedikit bikin plong di akhir harinya ini.   rasanya seperti belajar mengikhlaskan beberapa hal yang tidak seharusnya dipendam dan dijadikan dendam lama-lama.  seperti masalah di kantor mungkin, pikiran orang akan diriku mungkin, biarlah- saya ikhlaskan kok, apapun yang orang lain pikirkan tentang diriku saya menerimanya.. sekaligus, saya mau memaafkan -lebih tepatnya mau minta maaf sama beberapa orang yang sempet bikin kesel haha ya aslinya sih sayanya yang seringkali bikin kesel orang lain lalu, ya saya belajar beberapa hal dan mau belajar lebih banyak hal, mungkin implementasinya nanti setelah lebaran. yang jelas, ramadhan tahun ini terasa lebih 'kosong . lebih berhasil membuat hati dan pikiranku tersuruk ke dasar bumi, mungkin lebih jauh ke dalamnya. aku makin merasa bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. akhirul kalam. selamat menikmati ibadah puasa di hari terakhir ini, saya mo

#56. tentang gitar dan tontonan akhir-akhir ini

.. entah kenapa, saat sore tadi memainkan gitar bolong di rumah yang asli saya lupa sebenernya itu punya siapa haha - jadi pengen gitar beneran, yang rada bagusan.  karena ya lagi pengen aja, bertahun-tahun gitaran malah belum pernah punya gitar yang enak. lha gitar yg entah punya siapa itu, jadi penasaran, sebenernya punya sepupu apa ya yg kuembat sampai abadi nongkrong di rumah :))- kualitasnya ya pas-pasan, kadang disetem aja susah, terutama senar ke empat.  tapi kucoba besok-besok ganti senar dulu, deh. etapi namanya gitar lokal pas-pasan itu, ya suaranya ya gitu-gitu aja, apalagi ditambah dengan kemampuan gitaran yang tak juga meningkat sejak abad entah kapan. ya liat besok dah. kalo tentang postingan sebelumnya yang rada error itu-- yaudahlah, sudah cukup lama rada bosen dengan hal-hal yang itu-itu sajam ditambah perasaan semacam: aku seharusnya not been there. haish bingung mengungkapkannya. kalau tontonan akhir-akhir ini, ya nonton yutub aja, terutama vincent and desta. dan lag

#55. tentang hidup yang selalu akan tak baik-baik saja

Inilah hidup saya. Yang sepertinya selalu salah langkah dan salah arah. Beruntunglah kalian yang sudah memastikan dan menemukan jalan hidup yang terbaik, tanpa masalah apa-apa. Tapi sepertinya hidup saya, memang bakal selalu tidak baik-baik saja.  Masalah selalu sama: saya yang tidak mau belajar dengan baik tentang hidup, dan lemah dalam cara bertahan hidup. Entah kenapa saya merasa selalu kalah.  juga salah. Ya semoga kalian akan terus baik-baik saja, cukup saya saja yang selalu tidak baik. Saya sepertinya tidak pernah pantas untuk siapapun

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu

#53. tentang pagi hari

.. sepertinya ini beneran salah satu solusi hidung yang selalu meler pagi hari, memang kebiasaan buruk sih suka bangun pagi telat, kalo pun subuhan tepat waktu pasti tidur lagi.  tapi gara-gara pengamatan tak sengaja di beberapa hari terakhir, ternyata bangun pagi, ga tidur selepas sahur dan subuh, itu bikin hidung enak. kadang pas rajin ya sambil sepedaan, dan saya juga baru ngeh, kalo sepedaaan pagi-pagi sekali, biasanya sekarang start sekitar jam 6.30 itu enak bener, seger dan samasekali ga bikin capek.  kmaren aja sampe khilaf bisa sepedaan sampe 25 km-an, tentu saja tanpa minum.  biasanya sih 9 km aja sudah gelisah mau minum.  baiklah mari dibiasakan start sejak jam segitu aja.  sekarang tinggal nyari solusi, gimana supaya tetap semangat & ga ngantuk di kantor haha ya padahal sudah tau sih caranya, cuma ya gitu, asudahlah.

#52. tentang pertanyaan kopas

.. draft tulisan ini sebenarnya sejak tgl 29 April, tapi belum juga terisi apa-apa, cuma awal angka sebagai judul.  baru nyadar kalo akhir-akhir ini rasanya rada blank.    Mau nulis apa jd bingung sendiri.  Tak ada ide, jadilah saya memutuskan nyontek template pertanyaan di blognya mb silvya saja deh, walau mungkin ada beberapa hal yang rada kurang relevan.  mari dicoba saja, terkait kerjaan sih ini, sebenernya mengingat hari buruh kmaren itu. Haruskah produktif setiap waktu? harusnya sih gitu, tapi saya seringkali malas dan bingung akhir-akhir ini, gara-gara pendelegasian tugas yang kurang jelas.  Jadi saya masih belum bisa berbuat sebagaimana seharusnya itu. Seperti apa  a good day at work  itu? Ada job desc yang jelas, pendelegasian yang tidak setengah-setengah, trus kerja dengan nyaman, cukup makanan & minuman- tau-tau sore, saatnya pulang tanpa beban yang harus dibawa ke rumah. Apakah kehidupan personal dan kehidupan pekerjaan dapat seimbang? sekali lagi, harusnya ya gitu.  S