Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

kenapa blog ini jadi berat sekali isinya akhir-akhir ini

.. padahal, kenapa tidak bercerita tentang makanan, sepedaan, atau film dan bahan bacaan, kan itu hal-hal yang menyenangkan.  Tapi pikiran saya justru tenggelam pada hal-hal yang memberatkan.. bentar salah pilih kata sepertinya. Ah seperti itulah pokoknya. Apa ini gara-gara situasi pekerjaan yang masih saja terasa menyebalkan secara simultan? Mungkin itu salahsatunya yang bisa dikambinghitamkan. Atau saya kehabisan ide, untuk bercerita hal-hal yang ringan dan asik untuk dikisahkan, seperti di blognya paman Tyo dan Kitin alias Engkris itu misalkan, salahdua blog yang selalu bikin saya ngiri membaca cara bertuturnya. Seringkali tidak merasa berguna itu juga lama-kelamaan tidak begitu bagus juga euy. Skeptis, dan hal-hal negatif .. you name it . Atau apakah saya harus selalu memandang dan memakai sepatu orang, biar mengerti dan memahami pikiran orang lain? Lalu kenapa orang tak peduli dengan sepatuku?

aku pernah menulis fiksi

.. dulu, sering, walau cuma cerita-cerita super pendek, tapi ya lumayan lah.  bahkan kmaren pas liat ulang tulisan lama, sempet tidak mengenali kalau itu tulisanku, tapi pas dibaca ulang lha iya.. kok bisa bikin plot yang rada membingungkan seperti itu dulu, dan aku tahu prosesnya ga pake nyusun plot secara serius tentu, mengalir gitu aja.. jadi kagum sendiri saya haha haish was wes wos itu kisah pendek yang saya maksud ..

hal sederhana.

. kadang, atau seringkali, aku berusaha untuk tidak melakukan hal yang tidak orang sukai. begitukah? padahal seringkali itu hanyalah hal yang sederhana saja. tapi saat aku sudah berusaha untuk itu, malah tidak di notice , dan orang lain yang mendaparkan perlakuan seperti itu , malah melakukan yang sebaliknya.. kan nyebahi .. ngerti ndak? atau jangan-jangan, yang sedang terjadi adalah sebaliknya, saya yang sedang di posisi sebagai objek, bukannya sebagai subjek.. tampaknya opsi terakhir ini, benar-benar membuat saya bakal mikir semalaman.. mungkin, saya memang pantas untuk menerima perlakuan dan perasaan yang nyebahi kui .. mungkin, aku benar-benar harus lari dan menjauh, dari segalanya, dari semuanya, entah mulai kapan dan sampai kapan..

It's too good to go

..pagi ini, mencoba belajar, learn about somethin', learnin' about somethin' new, how to feel anyone's feelin' ..  somethin' that I often failure.. but thats okay, I'm fine, just fine, just like Nightbirde said in AGT 2021.. that I watched recently..

tidak ada pesta yang tidak selesai

 ..itu adalah tulisan di halaman kelima buku anak-anak mama Alin yang kelima: Jejak-jejak.. dan begitulah, semua yang ada di dunia ini ada batasnya, akan ada akhirnya, limited.. tapi, penentunya adalah Dia, yang Maha.. bukan kita, manusia yang cuma bidak pion catur di hamparan permainan yang begitu luas berbentuk dunia ini.. jadi, kapan semua fase kehidupan itu berakhir, kita tak akan pernah tahu, dan jangan pernah sok tahu.  tak ada yang akan pernah tahu kapan pesta akan usai, catata waktunya hanya ada di Dia, absolut.. dan ya sepagi ini, membuka-buka ulang entah untuk yang keberapa kali, dan selalu berhasil membuat aku mikir cukup dalam: aku maunya apa, maunya kemana, sampai kapan? aku mau berangkat dulu ..

tentang pekerjaan dan randomity

.. seseorang pernah berkata pada saya, saat saya terlihat malas-malasan dalam melakukan tugas saya. kurang lebihnya bahwa : "anda itu kan digaji.." ringkas, padat dan menohok, dan itu kembali kepikiran setelah beberapa saat yang lalu saya menyelesaikan rekapitulasi sebuah daftar yang sebenarnya saya buat sambil kebanyakan mikir.  sejenak saya bisa tenggelam dalam aktifitas semacam pekerjaan itu.  dan kembali sisi lain pikiran saya memikirkan hal yang lain, tentang sebuah pendapat entah dari siapa (nantilah saya gugling) bahwa manusia itu sebenarnya hanya mengeluarkan satu persen kemampuannya. Jadi, ya saya saat ini sedang bosan dengan pekerjaan ini, tapi ingin menulis di koran seperti keinginan sejak lama saya masih aja ketunda-tunda.  Ingin belajar reparasi dan seting sepeda, ya juga gitugitu aja belum berkembang blas. Lalu maunya ini apa? Maunya ya kerja dan nyari duit lebih banyak lagi, tentu.  Haish piye ki. 

tentang pekerjaan dan penghargaan

.. jadi ya, aku pikir, apa kerjaan di pemerintahan ini semata-mana hanya untuk mengejar penghargaan, membanggakan prestise, okelah kalau hal itu dijadikan salahsatu motivasi untuk bekerja lebih baik lagi, karena banyak yang tak ingin dipuji kalau pekerjaannya terlihat baik.  tapi kalau semacam sebuah inovasi  malah hanya dijadikan objek untuk sombong-sombongan, atau di sisi lain sedih karena dianggap tidak inovatif.  Bukannya itu namanya jadi sesuatu yang dipaksakan, dengan tujuan utama: penghargaan.  Bukan untuk solusi atas permasalahan yang terjadi di suatu daerah atau tempat. Terkadang panitia juga aneh dan entah bagaimana objektifitasnya, inovasi tak bisa dipaksakan, dia mengalir dari ide yang berasal dari kepala manusia yang bahkan sebelumnya tak terpikirkan kalau pemikirannya menjadi sesuatu yang baru dan bisa memberi jawaban atas sebuah permasalahan.  Dan bisakah hal itu dikuantifikasi? dengan standar-standar yang ditetapkan secara kaku? Itulah masalah kuantifikasi, semua dinila