Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Sepenggal fiksi yang tak jadi

"Kei.." "Hmmh.." "Aku pergi dulu.." Kali ini tak ada jawaban.  Malah buku tipis Murakami yang dijenakinya sejak selepas subuh dilemparnya ke samping, bergegas memeluk tubuh lelakinya yang yang mewangi citrus, menenggelamkan wajahnya di pinggang, sementara kedua tangannya lekat, erat. Pelan-pelan, wajahnya menengadah, sambil tersenyum memohon, lalu lirih berucap.. "Nanti dulu.." Udara kamar kembali menghangat dan lembab. Aroma vanilla kembali membuat citrus kalah dan kehilangan orientasi. ** El memicingkan matanya sesampai pintu keluar, sudah lewat jam sepuluh pagi, matahari di kota itu terasa lebih cepat meninggi dibanding permukaan bumi manapun. Meninggalkan perempuannya yang kembali lelap, mengejar sisa waktu dengan janji akan proyeknya nanti malam, sesekali matanya melirik ke angka digital di pergelangan tangannya, sebelum Ford yang disewanya akhirnya tiba, dua menit lebih lambat dari kesepakatan. ** Tak seperti dugaan El. Kei bangkit dari gel