Langsung ke konten utama

hari yang awalnya kurang baik

 sepagi hari membuat lagi roti pisang alias banana cake, tapi pas liat kulkas ternyata telornya sisa dua biji, jadi aja bikin setengah adonan dari biasanya.  tapi entah salah dimananya, malah ga ngembang, ya anggap aja jd brownis pisang *maksa*

sesampai kantor, air galon di ruangan habis, karena ga sabar pengen minum, trus bela-belain angkat galon dari lantai satu, naik tangga dong, olahraga :| eh pas mau naro ke dispenser, malah kpleset galonnya, trus jatoh, dan pecah. dan berhasil bikin banjir nyaris setengah lantai ruangan..

entahlah bagaimana siang nanti..

/

dan siang, ga sengaja ngecek situs forlap dikti, lalu ngeliat status mahasiswa saya yg dianggap mengundurkan diri satu tahun yang lalu. lah gimana sih.

rasanya beberapa waktu yang lalu saya sempat minta editin status saya itu.  sepertinya yang lulu ujian lewat mekanisme ujian terbuka jd ga karuan gitu statusnya, soalnya satu kawan juga begitu.  akhirnya menghubungi admin jurusan tempat saya kuliah, minta perbaikin.

mungkin gara-gara itu juga, data saya selaku calon pengajar di salahsatu universitas swasta di sini yang diakui cuma pendidikan strata dua sahaja. hedeh. 😅



Komentar

  1. tiap orang pasti punya hari buruk dalam hidupnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. masalahnya saya kurang bagus dalam hal memenej hal2 buruk yang seringkali tak bisa diantisipasi sama sekali euy

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu