+ -

Pages

Senin, 29 Mei 2017

Menyatakan Mimpi

Saya percaya kekuatan mimpi seseorang, lebih-lebih setelah membaca buku Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, bahwa mimpi seseorang akan mewujud nyata jika benar-benar yakin akan hal itu.

Pagi ini, tak sengaja saya membaca status beberapa orang kawan di situs facebook.  Yang satu adalah tentang ultahnya seorang fans berat Liverpool yang akhirnya bisa merayakan ultahnya di negeri kesebelasan impiannya berada, walaupun katanya dijebak berada di seputar markas MU oleh fans berat kesebelasan satunya lagi.

Mereka berdua di atas itu, selain memang  penggemar berat kesebelasan sepakbola itu, juga memang pinter dan ya mimpi-mimpi mereka yang membawa mereka bisa meneruskan sekolah di sana.

Status satunya adalah, tentang seorang kawan yang kebetulan sedang dinas di negeri tempat sekolahnya Andrea Hirata, yang kemudian memamerkan pertemuannya dengan seseorang bapak yang lama hidup disana dan memiliki pengalaman hidup yang menarik, saya nanti sepertinya bakal membeli bukunya itu.   Buku tentang kisah hidup seseorang selalu menarik perhtaian saya sejak dulu.

Benang merah dua kejadian di atas itu adalah sama: niat untuk sekolah.  Sederhana sekali, tapi keren.

Seringkali saya pikir, ketakutan untuk bermimpi yang mungkin dianggap terlalu tinggi di mata sebagian manusia bikin langkah untuk hidup lebih baik tak tercapai.  Padahal kata Aa Gym tadi malam bahwa: "hidup jangan terbelenggu oleh penilaian makhluk"

Semua berawal dari mimpi, kata orang bijak.  Atau katanya Walt Disney:
if you can dream it, you can do it
Tapi, toh nyatanya memang ada orang yang bahkan bermimpi saya tak berani.  Sering tak percaya dengan diri sendiri.  Oh itu saya, iya saya termasuk orang yang seringkali malu-malu untuk memimpikan sesuatu, bayangkan mimpi aja tak pede, hedeh sekali ya.

Makanya saya selalu kagum dengan orang yang punya impian tinggi dan selalu berusaha untuk mewujudkan impian-impiannya, dan saya selalu berusaha mempercayai mimpi seseorang, seaneh apapun di mata orang lain, karena memang tak ada yang tak mungkin di atas dunia ini bukan?

Ckckck bijak sekali saya pagi ini, tumben..
5 blog auk: Mei 2017 Saya percaya kekuatan mimpi seseorang, lebih-lebih setelah membaca buku Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, bahwa mimpi seseorang akan mewujud...

Jumat, 26 Mei 2017

adaptasi dan observasi


halo apakabar?

rasanya cukup lama tak mengisi blog ini, bukannya apa-apa, cuma sedikit bingung mau mengisinya dengan apa lagi.  Setelah episode sekolah selesai dan kembali ke dunia nyata, rasa-rasanya saya sekarang baru memasuki tahap adaptasi (lagi) dan observasi..

rasanya beberapa minggu terakhir ini lebih ke arah menikmati waktu tanpa tekanan dan pertanyaan yang seringkali diawali dengan kata: kapan & bagaimana hehe

jadi begitulah, postingan yang ga terlalu penting ini..
5 blog auk: Mei 2017 halo apakabar? rasanya cukup lama tak mengisi blog ini, bukannya apa-apa, cuma sedikit bingung mau mengisinya dengan apa lagi.  Setelah...

Sabtu, 13 Mei 2017

P.N.S hari 4

Niat semula adalah ingin sowan sama dosen pembimbing tesis saya waktu kuliah di Surabaya dulu, tapi rencana itu tampaknya harus ditunda karena badan terasa remek redem, paha njarem dan kepala rasanya pengennya nyentuh bantal melulu, ternyata perjalanan sepanjang kurang lebih 327 km itu cukup bikin lelah juga.

Akhirnya cuma sempat berkirim kabar pada dua orang kawan, satu adalah mas Tino, seorang sahabat yang dulu sering membantu saat beliau masih bekerja di sekretariat pasca Unair, dan kalau ke Surabaya jarang tak berkabar dengannya.  mas Tino datang ke hotel saat tengah hari pas waktunya check out.  Dan saya tak tahu diri dengan sempat-sempatnya minta bantuannya untuk menemani ke rodalink beli kardus untuk packing sepeda.  Makasih mas Tino, smoga hidup njenengan terus dimudahkan karena hobi banget ngebantu orang lain, amin.

Sebelumnya saat pagi hari, seorang kawan lainnya, mas Bagus datang sowan, ini juga sayanya rada kurang ajar juga, pengantin baru bukannya didatengin malah dianya yang dateng.  Ya beliau ini baru nikah beberapa waktu yang lalu dan kebetulan saya tak bisa hadir.  Pas saya yang bisa dateng eh malah dianya yang dateng pagi-pagi sambil bawa sarapan nasi bungkus dan susu segar, coba kurang baik apa lagi pengantin baru itu.  Semoga pernikahan mas Bagus langgeng dan usahanya terus sukses, lancar dan menggurita jaya, amin.

Hari rabu itu, 10 Mei 2017, saat pagi saya akhirnya memutuskan untuk pulang via Juanda.  Memesan tiket pake traveloka untuk penerbangan jam 4 sore.  Sebelumnya saya packing sepeda, lalu memesan Grab car - yang juga sering saya pake bersama keluarga saat ujian terbuka di Jogja seminggu yang lalu (suer ini bukan iklan, tapi pesen pake Grab kui responnya cepat dan drivernya rata-rata menyenangkan) - ke bandara.

Saat check in, ternyata ada sedikit masalah, saya lupa mengempeskan ban sepeda sebagai prosedur untuk masuk bagasi, untunglah cepat diatasi karena saya tak lupa bawa lakban jadi beres.  Untungnya lagi, khusus sepeda mendapaktkan fasilitas free bagasi.  Padahal beratnya mencapai 21 kg aja gitu.  Urusan bagasi kelar, nyari makan kemudian delay selama kuranglebih setengah jam sampai akhirnya take off yang saya sama sekali sudah tak sadar tertidur dengan nyamannya.

Sesampai di bandara Syamsudin Noor, dijemput sama adik ipar, trus sepedanya?  Ya masukin mobil dong, wong rumah saya cuma limabelas menit dari bandara, lagian ribet kalo harus bongkar pasang sepeda lagi hehehe

Sesampai rumah disambut pelukan Q dan pijetan honey hehehe

Jadi begitulah kisah singkatnya, akhirnya saya benar-benar balik ke rumah dari perjalanan panjang saya.  Demikianlaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah. I'm hooooome!


5 blog auk: Mei 2017 Niat semula adalah ingin sowan sama dosen pembimbing tesis saya waktu kuliah di Surabaya dulu, tapi rencana itu tampaknya harus ditunda kare...

P.N.S hari 3

Saya lupa persisnya di SPBU alias POM bensin mana bermalam di hari kedua itu, yang saya ingat tidurnya di teras samping kantor dengan beralaskan jas hujan yang dingin, selain itu banyak nyamuk ganas, untung dikasih autan sama seorang bapak yang naik motor dan singgah istirahat disitu juga di tengah perjalanannya menuju pulau Sulawesi.

Sehabis sholat subuh, saya kembali pelan-pelan beranjak, masih ada sisa sekitar 170 km lagi menuju kota Surabaya, sembari memutuskan di jalan nanti nyeberang ke kampung naik apa, saat itu masih labil mutusin antara naik kapal laut atau naik pesawat.  Yang mana kalau naik kapal laut, masih perlu waktu sekitar 24 jam lagi nyeberang dan sesampai di pelabuhan pun masih ada jarak sekitar 40 km sebelum sampai rumah.  Sementara kalau pakai pesawat hanya perlu waktu sekitar satu jam dan jarak antar bandara dan rumah cuma sekitar 9 km.

Mengayuh dengan kecepatan sedang, sembari beberapa kali berhenti di minimarket untuk istirahat dan beli minum, akhirnya sehabis ashar saya sampai di Jombang, tempat Thor, si sulung sekolah.  Mengunjunginya sebentar di asramanya dan sowan sama ustadz yang biasa dipanggil Gus Hasyim.  Lalu singgah istirahat lagi sampai waktunya sholat maghrib di masjid deket pesantren.  Setelah itu kembali gowes lagi, jarak yang tersisa kalau tidak salah sekitar 70-an km lagi.

Memasuki Mojokerto akhirnya diputuskan untuk sebisanya sampai di Surabaya malam itu juga, badan yang basah untuk keringet merayu manja untuk bisa mandi air hangat sesampainya di tujuan.  Sepeda pun dikayuh rada ngebut pakai gir tertinggi di beberapa ruas jalan, walau beberapa kali harus menurunkan kecepatan karena keadaan jalan yang agak bergelombang dan kadang berlobang di beberapa titik, ditambah dengan bis dan truk yang kadang tak mau mengalah.

Akhirnya sekitar jam sebelas malam berhasil memasuki kota pahlawan, lalu mampir sejenak membuka aplikasi di henpon untuk memesan penginepan, sampai akhirnya touchdown di hotel sekitar Jemursari sekitar jam setengah dua belas malam.

Sepeda di parkir di samping hotel, muatan berupa satu backpack dan tas kecil diturunkan dari rak belakang, check in dan langsung menggenapi niat: mandi air hangat... lalu istirahat..


5 blog auk: Mei 2017 Saya lupa persisnya di SPBU alias POM bensin mana bermalam di hari kedua itu, yang saya ingat tidurnya di teras samping kantor dengan berala...

Selasa, 09 Mei 2017

P.N.S hari 2

Rasanya belum pernah saya nyepeda secapek dan sekesel hari kedua kui.  Jarak yang ditempuh sebenarnya lumayan pendek: kurang lebih 12 km, tapi perlu waktu tempuh sekitar 6 jam baru sampai ke titik tuju. Bayangkan aja sepedaan dengan kecepatan rata-rata 2 km/jam. Kesel kan? 😂

Rute Tawangmangu - Cemorosewu benar-benar menguras tenaga & perasaan.  Saya memang sudah dua kali ke Tawangmangu dari Jogja, ke Cemorosewu baru pernah pake motor yang terengah-engah setengah mampus mencapai jalan yang konon posisinya tertinggi di P. Jawa.

Pas pake sepeda, ditambah beban yang lumayan di boncengan, membuat saya sampai pada titik kritis putus asa.  Jalan yang rasanya terus menanjak tanpa ada bonus turunan yang berarti.  Bahkan beberapa kilometer menjelang Cemorokandang, saya memutuskan melepas tas di boncengan lalu saya panggul di bahu supaya sepeda sedikit terasa lebih ringan.  Itu pun plus ndorong beberapa ratus meter karena kaki saya sudah tak sanggup mengayuh pedal.

Mas Radit sudah duluan satu jam sampai Cemorosewu sebelum saya akhirnya berhasil menyusulnya dengan perasaan super lelah.  Pokoknya kalo ada yang ngajak saya sepedaan kesitu lagi, apalagi pake pannier segala: saya nyerah, kapok! 😂

Sekitar dua jam leyeh-leyeh di warung sambil makan sate kelinci, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke arah Magetan sehabis ashar.  Perkiraan jalanan yang bakal terus menurun ternyata salah, masih ada dihiasi beberapa tanjakan yang lumayan, sebelum jalanan terus turun melewati Magetan dan terus sampai memutuskan istirahat di Madiun..


5 blog auk: Mei 2017 Rasanya belum pernah saya nyepeda secapek dan sekesel hari kedua kui.  Jarak yang ditempuh sebenarnya lumayan pendek: kurang lebih 12 km, ta...

Senin, 08 Mei 2017

P.N.S hari 1

Niat untuk Pulang kampung Naik Sepeda (PNS) itu sudah terbit di hati sejak lama, dan lama-lama malah makin membatu menjadi semacam nazar yang ingin diwujudkan saat masa studi saya selesai.

Dan akhirnya saat itu pun tiba, waktu saya di Jogja sudah usai, niat pun harus diwujudkan.  Jadilah hari minggu kemarin dengan persiapan seadanya saya berangkat ditemani sahabat pesepeda yang sudah sering menemani sepedaan kesana kemarin: mas Radit.

Kira-kira jam 7 pagi perjalanan dimulai dari Janti, tak berapa lama teman pesepeda lainnya: mas Andi nyusul, katanya pengen nganter sampai Prambanan.  Setelah mampir sarapan soto bentar, lalu misah di Prambanan.

Perjalanan lancar sampai Karangpandan, walau sempat tertahan hujan sebentar sehabis maghrib. Perjalanan hari pertama berakhir di Tawangmangu sekitar jam 9 malam.  Kemudian memutuskan nginep di masjid At Taqwa yang letaknya persis seberang terminal Tawangmangu.

Senin pagi perjalanan dilanjutkan dengan target minimal sampai Cemorosewu..


5 blog auk: Mei 2017 Niat untuk Pulang kampung Naik Sepeda (PNS) itu sudah terbit di hati sejak lama, dan lama-lama malah makin membatu menjadi semacam nazar yan...

Jumat, 05 Mei 2017

Serial Tontonan Akhir-akhir Ini

Ada beberapa serial yang lumayan intens saya tonton belakangan ini, tapi saya nontonnya ga langsung, berhubung ga ada tipi kabel, jadinya saya selalu menunggu apdetan donlotan di warnet terdekat hehe  Daftarnya adalah sebagai berikut :

1.  Survivor

Serial favorit saya entah sejak kapan, saat ini season ke 34.  Selalu menarik menonton bagian rewards challenges dan immunity challenges, dua bagian utama yang selalu saya tonton.  Bagian drama-nya sih seringkali saya lewatin, toh ujung-ujungnya main politik untuk nentuin siapa yang bakal di eliminasi pada akhir episode.

Pada bagian rewards, menyenangkan melihat ekspresi peserta yang ngiler saat dikasih tau hadiah yang bakal didapetin saat menangin gim.  Rata-rata sih hadiahnya ya makanan, yang mungkin di hari biasa ya rasanya biasa, tapi saat hidup di pulau dengan makanans seadanya selama berpuluh hari, kebayang gimana rasanya dapet makanan enak dan minuman dingin.

Sayang di season-season terakhir ngga ada lagi gim lelang makanan gitu, padahal saya seneng nonton bagian itu

2.  Mac Gyver versi baru

Pemain utamanya itu yang main di film Monster Truck.  MacGyver versi muda.  Full team.  Menarik dan kekinian, karena dilengkapi dengan teknologi terbaru, walau ciri khas Mac yang menggunakan bahan seadanya di saat kepepet selalu dinanti.

Koleborasi Mac yg pinter, Riley yang sexy, Jack yang jagoan dan Bozer yang selalu ada di saat yang tepat ditambah bos yang kadang nyebelin itu keren.  Saya juga selalu nunggu musuh utama Mac si Murdoc, kalo penjahat itu muncul biasanya pas ceritanya asik.  Bonusnya adalah selalu banyak quote yang kutipable dan humor yang asik laah di sepanjang cerita.

3.  The Amazing Race

Serial ini selalu saya tunggu tiap tahun dan ga bosen-bosen nontonnya. Tahun ini sudah memasuki season 29.  Drama sepanjang perjalanan selalu menarik, dan nyaris semua spisode saya tonton dengan sabar dari awal sampai menuju pitstop.

4.  Designated Survivor

Serial dengan pemain utama sekaligus salah satu produsernya : Kiefer Sutherland ini bener-bener keren.  Tentang konspirasi di Amerika sono.  Konsep presiden dadakan itu benar-benar di luar dugaan, gak kebayang kalo bener-bener kejadian.

Tiap episode selalu bikin deg-degan sekaligus bikin penasaran saat di ending yang selalu dibikin nggantung.  Serial ini recommended sih menurut saya.  Pokoknya keren, jarang-jarang saya nonton serial dengan rajin nyaris setiap episodenya.  Tonton sendiri pokmen.



5.  Taste This

Ini sih serial di youtube, bikinan Pijaru, channel yang saya baru kenal gara-gara iklannya lumayan sering nongol, penasaran gara-gara nonton kisah hidup Fitri Tropika yang dibikin kayak semacam animasi gitu-gitu lah.

Bagian Taste This ini digawangi oleh Getar dan Mika, yang nyoba-nyobain berbagai jenis makanan.  Jadi nyoba lima makanan, trus ngasi nilai sesuka-suka mereka.  Misalnya ya roti tawar dari 5 merek yang dirahasiakan, lalu terakhirnya mereka diminta nebak kelima merk tersebut.  Pokoknya gitu deh, tonton aja sendiri, seru kui.

--

Jadi ya itulah serial-serial yang tak bosan saya tonton belakangan ini, dalam suka maupun duka, halagh opooo
5 blog auk: Mei 2017 Ada beberapa serial yang lumayan intens saya tonton belakangan ini, tapi saya nontonnya ga langsung, berhubung ga ada tipi kabel, jadinya sa...

Selasa, 02 Mei 2017

7 years in Jogja

Judul yang ndak kreatif, nyontek Bret Pit, tapi ya biarlah..

Nyaris dua bulan ternyata blog ini vakum, selain karena kemarin domain yang berakhir juga dikarenakan beberapa drama yang harus dilewati.  Intinya saya sementara waktu harus mengakhiri petualangan saya di kota Jogja ini, masa studi saya mencapai titik akhir dalam artian yang sebenarnya.  Kalau kata pembimbing saya, saya benar-benar memaksimalkan waktu 😶

Benar kata mbah Einstein bahwa waktu adalah relatif.  Walaupun menurut saya relativitas juga punya fase-fase tertentu *ngomong opoooo ki*

Pokoknya gitu deh, saya memang rasanya akhir-akhir ini kesulitan dalam elaborasi kalimat, muter-muter tak tentu arah cuma ingin bilang kalo saya sekolah lama juga ya, kelamaan tepatnya, hehehe syukurlah dengan bantuan semua pihak yang sabar menghadapi saya akhirnya bisa sampai finish juga.  Untuk itu, sekali lagi, terimakasih pada siapapun yang ngerasa ataupun ndak ngerasa ngebantu saya.

Begitu saja deh.  Ndak seru kan? Ndak sesuai judul, kan?  Lha piye, saya masih mikirin packing ki, sama ngembaliin buku-buku pinjeman, sama ngurusin rencana sebuah perjalanan panjang yang harus segera diwujudkan.

Sekali lagi, terimakasih Jogja.  Terimakasih kalian, siapapun itu.  Nanti cerita detil tentang drama-drama menjelang ujian akhir mungkin akan saya ceritakan pas mood, entahlah kapan itu.  Demikian saja. 

5 blog auk: Mei 2017 Judul yang ndak kreatif, nyontek Bret Pit, tapi ya biarlah.. Nyaris dua bulan ternyata blog ini vakum, selain karena kemarin domain yang b...
< >