Langsung ke konten utama

#17 to win my heart

Penasaran trus random lagi, lalu dapet nomer 17, dan bingung ini maksudnya apaan? mungkin lebih cocok bagi cewek lajang sih judul ini haha

ini anggap aja maksudnya gimana caranya untuk bisa akrab dengan saya gitu ya ya ya? soalnya kalo menangin hati saya jelas ga bisa, sudah ada yang punya #halaaaah

saya sih tergantung, bisa gambang atau bisa susah akrab dengan seseorang- tergantung mood. Salahsatunya adalah terkait dengan waktu dan idealisme, mungkin. Ah, entahlah, perihal waktu ini sih pengaruh janjian dengan seseorang terkait urusan kerjaan barusan.  Lewat setengah jam saja sudah cukup bikin gelisah euy.

Jadi kesimpulannya apa? Ya ga ada. Judulnya aneh, ga bisa saya jawab.  Soalnya hatiku bukanlah piala #pret 

Hahaha



Komentar

  1. kukira kucing merupakan salah satu hal yang bisa memenangkan hatimu.. eh, apa iya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terkadang ngeselin jg itu kucing2 yg kyknya kelaperan mulu, kang haha

      Hapus
  2. Lho iya, kirain kucing adalah faktor untuk memenangkan hati. Hahaha. Itu mah saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang saya sebel kok sama kucing2 itu, lagian kucingnya ga bisa masuk rumah juga hihi

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu