Langsung ke konten utama

Tujuan yang Diputuskan

Paling tidak, ada tiga kisah berbeda yang saya tonton hari ini di televisi.

  1. tentang pa' Colbert di acara Live Free or Die yang dulunya adalah seorang konsultan perencana keuangan yang memutuskan untuk menyepi dari keramaian dan hidup sendirian di pedalaman rawa Georgia.
  2. tentang mb Kathleen Martinez dari Republik Dominika di program Lost Treasures of Egypt yang dulunya seorang pengacara dan beralih menjadi seorang arkeolog dan terobsesi dengan Cleopatra.  Arkeologi adalah memang kesukaannya sejak dulu, kuliah di hukum karena orangtua.
  3. tentang mas Jules yang memutuskan untuk belajar caving, mempelajari pengeboran di es, demi mengejar penjahat yang membunuh putri dan istrinya, ok yang terakhir ini adalah episode ke 17 dari season 3 MacGyver.

Tiga cerita di atas, nyata maupun fiksi, merupakan pembelokan tujuan dan jalur hidup seseorang. Beda cerita tapi punya kesamaan, yaitu punya motivasi dan obsesi terhadap sesuatu.  Sederhananya: punya tujuan yang jelas.  Jadi teringat fiksi dan film 5 cm, bahwa tujuan diletakan 5 cm di depan jidat, biar jelas terlihat.

Lalu?

Ya mungkin karena tujuanku kurang jelas dan tidak kuat.  Maka keinginan untuk bersepeda di sabtu pagi tadi kembali melempem lalu pelan-pelan melemah dan hilang.

Merumuskan tujuan.

Kalimat singkat yang terlihat sederhana, tapi sungguh rumit dan terkadang ruwet.

Atau mungkin, sayanya aja yang terlalu kebanyakan mikir akhir-akhir ini.  Mikir doang, nir tindakan. Maka berbahagialah kalian yang punya tujuan yang jelas untuk besok hari. dan besok-besoknya lagi..

/

*kesimpulan & penutup

Saya curiga sama diri sendiri, mungkin gara-gara semua akun sosmed saya yg sedang di-hiatus-kan-entah-sampai-kapan itu, maka saya males kemana-mana dan ngapa-ngapain karena tak ada media mainstream untuk pamer? ealah, apakah tujuan hidup sementara ini cuma untuk pamer doang, toh hahaha


Komentar

  1. jadi ingat petuah, sebelum mengejar passion, pastikan perutmu kenyang.. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener itu, bagi sebagian besar orang, tapi memang ada yang nyatanya lebih berpihak pada idealismenya dibanding sekedar duit..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang. Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.   Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike) ,  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal , tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jej

tentang HMNS

HMNS adalah  eau de perfume racikan anak Menteng, paling ngga saya tau itu dari alamat pengirimnya hehe selaku manusia yang benar-benar awam tentang wewangian, hal ini adalah benar-benar baru bagi saya.  Mulai tertarik dengan hal ini justru gara-gara beberapa kali kawan saya yang bernama Inda posting tentang koleksi parfumnya.  Walau sekali lagi, pertamakali yang namanya parfum bikin saya penasaran adalah film dengan tokoh utama Jean-Baptiste Grenouille yang jenius itu. dan kebetulan ada gerombolan yang rajin mengapdet produknya di media sosial, bikin saya penasaran dan memesan starter pack  yang berisi tiga varian produk andalannya : alpha, delta dan theta. saya yang tak begitu paham tentang esensi  top notes, middle notes, dan  base notes, akan mencoba memberikan gambaran ketiga wangi yang beberapa jam tadi saya sniff  satu-satu, dan imajinasi tentang ketiga makhluk itu pun muncul begitu saja.. alpha. adalah kalem, misterius, berkesan elegan tapi sekaligus berpotensi seba

tentang (mantan) sepeda

tulisan ini aslinya berupa thread di twitter, yang sepertinya alangkah baiknya diarsipkan juga di sini, dengan beberapa tambahan dan pengurangan kalimat dan beberapa gambar yang sempat terdokumentasikan..  mari nostalgia dg (mantan) sepeda2 saya yg tak seberapa itu.. kebetulan, sebagian besar baru bisa kebeli saat di Jogja. #1. Sepeda mtb ladies, mbuh merknya apa. Beberapa kali sempet dibawa ke kampus. Waktu make sepeda itu ga ngerti sama sekali sama setingan yg enak dll- asal bawa aja. Endingnya ilang di dpn kontrakan. Dicuri kyknya. #2. Sepeda hitam. Merknya jg mbuh. Beli sama mas bengkel- yg namanya saya lupa/ hedeh- Karangkajen. Sempat saya pikir Federal tp ternyata bukan, tp gara2 sepeda ini saya kenal dg anak2 Fedjo- federal jogja.  Itu di bawah fotonya, . saat sepedaan minggu pagi, mbonceng Thor dan bang Ai depan rektorat UGM. #3. Federal Metal Craft. Beli di bengkel sepeda di Jl. Gambiran. Beli fullbike dg setingan & groupset seadanya. Akhirnya dipake si