Langsung ke konten utama

#10 best friend

 nulis lagi ah, ini pake random tapi sekali tulis banyak lama-lama habis juga itu isi daftar aku posting haha. tapi sebelum bercerita tentang temen terbaik ini, aku mau cerita tentang episide macgyver yang barusan aku tonton, kok ya bikin nyesek ya hahaha aneh

tadi season 3 episot 21 apa ya.  ceritanya misi ngebebasin sandera dari organisasi penjahat. MacGyver punya bos yang namanya Matty Webber, dan beliau ini punya mantan suami yang sudah nikah lagi dan punya putri.  Nah, istri dan anak mantan beliau ini diculik penjahat.  Padahal bu Webber janji ga mau ketemu lg, tp ya gimana kepaksa.  Trus penculiknya minta tebusan berupa daftar agen CIA, yang adanya di hape direktur CIA.  Untuk itu kepaksa direktur CIA diculik demi ngambil daftar itu.

Bos Webber akhirnya ngebantu mantan suaminya ngebebasin istri dan anaknya, walau akhirnya setelah dibebaskan toh mantan beliau kui terpaksa dipenjara karena.. ya nyulik direktur CIA itu.  Trus ngebayangin bu bos ngeliat kembali mantannya, trus kepaksa ngebantunya, trus ngeliat masnya kembali dipenjara itu rasanya piyee gitu.  I feel you bu Webber #halagh

Di sisi lain, Riley, temennya MacGyver ditugasin untuk nangkep penjahat di Prancis, dengan agen lain yang kebetulan juga kekasihnya.  Nah, pas lagi memata-matai target dengan hape cowoknya kui, eh masuk pesan dari cewek lain, pake ngirim foto lagi pake lingerie item di atas tempat tidur sgala lagi *eh bentar kok ya saya hapal sih bagian ini hihi.

Trus endingnya si Riley patah hati, mutusin cowoknya tanpa mau ngasih tau alesannya, trus nangis dan bilang kalo I'm lost.. trus bilang biasanya kalau dalam keadaan sedih gitu ada mas Jack Dalton yang kekar namun lucu, itu sohib mereka dan sahabat MacGyver sejak lama yang entah kenapa pas season 3 ditiadakan karena ada misi penting di suatu tempat.

Nah, akhirnya tentang sahabat.  Apabila definisinya adalah seseorang yang begitu dekatnya seperti Angus MacGyver dengan Jack Dalton, Riley Davis dan Wilt Bozer.  Sepertinya aku belum pernah punya yang seperti itu, temen yang bersedia bertaruh nyawa demi keselamatan kawannya.  Kenyataannya demikian. Mungkin ada yang akrabnya di atas seorang teman biasa levelnya.  Tapi untuk seorang sahabat.. Ya aku belum pernah punya.

Bagiku, level pertemanan itu ada tiga: teman biasa, temen yang di atas biasa, dan yang ketiga temen yang luarbiasa. Yang terakhir inilah yang pantes disebut seorang sahabat.  Ajaibnya aku merasa belum pernah punya. Aneh ya? Iya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu