Langsung ke konten utama

#6 single and happy

Ini maksudnya untuk para jomblo gitu? apa pengalaman kala jomblo? wah saya jagonya soal itu #lah

Wong pertamakali kenal, maksudnya berani nembak cewek aja pas kelas 3 SLTA je, sebelumnya mana saya berani, perempuan itu semacam makhluk menakutkan dan bikin gugup untuk didekati.  Sekalinya ngedeketin pun beraninya pake surat, sungguh klasik sekali.

Sebelumnya ya santai aja saya mah, sesekali naksir perempuan, surat-suratan sama perempuan di seluruh penjuru nusantara haha itu sih jamannya korespondensi merupakan hal yang menarik untuk mengetahui kabar dan tentang seseorang.

Lalu? ya mau menjelaskan apa lagi.  Judul yang aneh, susah untuk dijabarkan.  Oiya paling, mungkin itu saya single kala jauh dari pasangan saya, berkali-kali, sejak akhir masa SLTA, lalu kala kuliah, trus saat S2 dan kala di Jogja, secara de facto saya single, tapi secara de jure tidak, tapi berusaha untuk hepi.  Hala makin ngaco sahaja.  Ngerandom lagi ah, lagi kemaruk posting nih hari ini.

/

foto di bawah adalah saat sore tadi sepedaan single, alias sendirian dan ga sengaja ketemu spot untuk ngenikmatin sunset dengan baiak dan benar, latarnya landscape-nya keren je

Komentar

  1. Oh...
    "secara de facto saya single, tapi secara de jure tidak"
    ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. @paman.
      anu, paman, maksud saya gini lho..
      ahsudahlah haha

      Hapus
  2. jomblo karena keadaan ini sih namanya..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa