Langsung ke konten utama

tentang cermin

.. seringkali aku bercermin, pada kaca, pada angkasa, pada bumi, pada manusia lain, pada binatang, pada pohon, pada waktu, pada apapun, berusaha mencari tahu aku ini siapa, aku ini apa?

dan tidak selalu menemukan jawaban, karena aku adalah seorang yang lambat belajar, lambat memahami dan memaknai sesuatu.. aku seringkali lambat mencerna dan berpikir..

mungkin gara-gara kesulitan mengenali diri sendiri, dan seringkali lambat menghadapi sesuatu, aku jadi dipandang aneh dan mungkin dibenci oleh banyak orang, bahkan kadang oleh orang-orang terdekat.

I'm not a good guy, memang.  Konduiteku tak begitu bagus dalam berbaur dengan orang lain, seringkali susah memahami orang lain, dan juga tak berusaha untuk orang lain memahamiku

lalu, diriku ini apa?

dan lalu ujug-ujug, inget lagu God Bless yg lama itu, selalu saja begitu.. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

jejak bubin Lantang

jika ditanya salah satu kota yang ingin saya datengin sejak berpuluh tahun yang lalu, jawaban saya pastilah: Bandar Lampung.  Tentu karena nama-nama sudut kota itu lekat di otak saya, gara-gara karya bubin Lantang itulah. dan saya, akhirnya menjejakkan kaki juga di tanah impian itu.  Sengaja dari penginepan, naik gojeg ke Jl. Manggis.  Itu kalo di serial Anak-anak Mama Alin adalah lokasi rumahnya Wulansari- ceweknya 'Ra. Sedangkan di novel Bila, itu adalah jalan tempat kediamannya Puji- ceweknya Fay. di Bila, malah jelas dibilangin nomer rumahnya: empatbelas, ya persis nomer rumah saya dulu di kampung.  Melihat plang nama jalan Manggis saja saya senang tak terkira.   Apalagi habis itu menemukan rumah bernomor 14.  Dan saya baru tau kalo itu rumah pegawai perusahaan kereta api.  Rumah tua memang, persis seperti yang digambarin di buku. Belum cukup senang saya, saat berjalan ke arah barat, ternyata ujung jalan bermuara ke Pasir Gintung! Tempat legendaris yang digambarkan sebaga