Langsung ke konten utama

Film-film yang ditonton dan buku-buku yang dibaca

Jadi, harap maklum, saya malah banyak membaca buku fiksi selain nonton film-film yang entahlah justru menarik ditonton saat mumet jadi ini daftarnya, random :

1. Perfume : the story of murderer
Ini sih cuma nonton ulang saja, dan tetap saja saya terpesona dengan rumitnya proses pembuatan sebotol kecil parfum.  Adegan favorit saya masih saja saat Grenouille memamerkan parfum hasil oplosannya pada juragan Baldini.  Itu keren!

2. A walk to remember
Kisah sepasang anak muda kota, introvert vs ekstrovert, si gagah vs si culun, seleb lokal vs kutu buku pinter.  Ujung-ujungnya pacaran, lalu menikah, walau endingnya ya begitulah.  Saya masih penasaran dengan kalimat si ceweknya saat si cowok minta bantuan, katanya kurang lebih begitu: "Oke aku bantu, tapi dengan syarat kamu ga bakal jatuh cinta padaku".   Toh tak ada penjelasan tentang pelanggaran janji ini.  Harusnya kan...ahsudahlah..

3. Fantastic Beasts and Where to Find Them
Spin off Harry Potter ini menarik juga, terutama tentang binatang-binatang yang luar biasa unik dan nakal-nakal itu.  Kalau tokohnya saya seneng dengan mas Jacob Kowalski yang kasian-tapi-lucu itu, dan tentu Queenie Goldstein yang menggoda itu hihi

4. Sing
Ini film keren, lagu-lagunya nyaris semua familiar di telinga saya.  Alur kisahnya sih mungkin agak-agak biasa dan ajaib, namanya juga animasi.  Tapi sekali lagi: lagu-lagunya! Pilihan lagu-lagunya asik-asik dan benar-benar pinter dari awal sampai klimaks pertunjukkan.  Jadi pengen goyang jempol terus hehehe. Kalau boleh nonton lagi, mungkin saya nonton lagi sih XD

5. Crouching Tiger and Hidden Dragon 2
Kisahnya agak tragis.  Tapi efek perkelahian di film ini asik.  Terutama saat penggunaan ilmu meringankan tubuh, salah satu ilmu beladiri yang sangat ingin saya kuasai sejak dahulu hahaha.  Ohya saya seneng dengan penampilan sebagai Snow vase disini. 

6. The Accountant
Wah ini film aksi yang asik.  Alurnya padat dan banyak kejutan-kejutannya.  Ben Affleck menurut saya berhasil di film ini.  Seperti biasanya juga sih, film yang mengisahkan orang-orang junius selalu mendapatkan perhatian yang lebih dari saya.  Gara-gara film ini saya malah penasaran dengan lukisannya om Pollock.  Bagusnya dimana itu sampai-sampai bisa bikin tenang tokoh utamanya je.

7. Pete's Dragon
Film-film yang dibuat dengan hutan sebagai bekgron cerita, selalu berhasil bikin saya baper.  Untungnya film-film semacam ini endingnya bahagia.  Aduh kenapa sih dengan orang-orang yang hobinya ekstraksi hutan, sampai-sampai naga aja terganggu lho.  Etapi naganya keren, bisa menghilang pula.

 8. Hunt for The Wilderpeople
Cerita petualangan berlatarbelakang hutan di New Zealand.  Senang melihat anak lelaki yang dianggap nakal sehat walafiat gitu bisa lincah menjelajahi hutan.  Ceritanya emang agak-agak lebay, dia dan ayah angkatnya sampe diburu pake helikopter dan pasukan segala karena kesalahpahaman dan ego si ibu-ibu pengurus anak nakal yang menyebalkan.  Iya ibu itu yang menyebalkan.

9. Rab Ne Bana Di Jodi
Ini film Shakhrukh Khan dan Anushka Sharma yang berperan jadi Jaggu di film PK.  Alurnya menarik walau endingnya bisa ketebak.  Tapi ya mengharukan juga usaha seorang suami yang berusaha bikin istrinya berbalik dari dingin dan tak peduli menjadi seneng dan cinta.  Walo saya geregetan masa sih serumah gitu berhari-hari sang sitri ga nyadar akan body suaminya yang sebenernya kekar berotot naudzubillah gitu. Hedeh.

10. Eternal Sunshine of the Spotless Mind
Film ini awalnya bikin saya bingung, ya sampai ending pun masih bikin bingung haha. Alurnya bolak balik ga keruan.  Mungkin mirip sama (500) days of summer tapi versi yang lebih membingungkan.  Intinya menghapus ingatan seseorang pake cara apapun amatlah susah, yang namanya kenangan itu akan abadi di ingatan, jenderal!

11. The Idiots
Buku karya Chetan Bhagat ini aslinya berjudul Five Point Someone, yang diadaptasi jadi film 3 idiots yang keren itu.  Ternyata kalau di buku ada hal mendasar yang beda dengan di film.  Saya akui hasil adaptasinya membuat alur ceritanya menjadi lebih bagus dari novel aslinya.  Walau bukunya ini juga tetap saja asik.  Baca buku ini pula mengingatkan pada nilai-nilai saya saat kuliah S1 dulu, menggemaskan! ahahaha

12.  2 States
Buku Chetan Bhagat yang ini juga tak kalah menarik alur ceritanya.  Tentang rencana pernikahan sepasang manusia yang mempunyai latar belakang budaya yang teramat berbeda.  Saya baru tau kalo pernikahan di India jauh lebih rumit daripada di negeri ini.  Prosesnya bikin putus asa.  Saya suka tokoh wanitanya yang pinter dan tegas, juga tokoh lelakinya yang pantang menyerah dan gigih mencari celah demi mendapatkan wanita idamannya.

13. Sepeda Merah 1 & 2
Novel grafis karya Kim Dong Hwa ini asli kerennya.  Alurnya ceritanya singkat-singkat tapi membuat saya ingin hidup di desa saja rasanya.  Gambar-gambarnya pun bagus-bagus.  Dua buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca siapa saja, ada nilai-nilai hidup yang bagus dalam setiap bagian ceritanya.  Mungkin yang bikin saya makin seneng karena salah satu obsesi saya dulu untuk menjadi tukang pos hehe

14. The Housekeeper and the Professor
Buku ini sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya.  Karena penasaran, akhirnya saya cari filmnya, ya ada beberapa bagian cerita yang disesuaikan, tapi tetap saja, cerita tentang rumus-rumus dan angka-angka disitu membuat saya terpesona.

15.  Aftermath
Awalnya saat sekilas baca, saya pikir serial ini berkisah tentang matematika lagi.  Eh ternyata bukan,  ini serial dari Kanada tentang kejadian-kejadian aneh yang menimpa dunia karena bumi sudah tak lagi beres.  Nyaris tak ada cerita bahagia di sepanjang 10 episode yang baru sempet saya tonton.  Suram dan berdarah-darah juga aneh, tapi bikin penasaran.

16. Love Exposure
Film Jepang dengan durasi sepanjang 4 jam kurang empat menit ini sungguh absurd, berdarah-darah (dalam artian sebenarnya), tapi bikin penasaran.  Alurnya kesanakemari tapi tetap punya pola.  Dan termasuk komplit juga, ada sadisnya, ada romance-nya, ada hentainya, ada lucunya, namun lagi-lagi cinta adalah pemenangnya #halagh.  Gara-gara film ini saya penasaran nonton (secara kilat) film-film karya Sion Sono, seperti Strange Circus, Cold Fish dan Why Don't You Play in Hell? yaelah ternyata ternyata suram, absurd dan berdarah-darah semua, sangar bro..

17. Battle Royale
Film ini juga tak kalah sadis, murid-murid satu kelas dilepas di suatu pulau, lalu disuruh bertarung satu sama lain sampai mati, hanya satu pemenangnya saja yang boleh bebas dari situ.  Idenya jenius sekaligus ngaco sekali, apalagi ide utama pertarungan berdarah ini adalah gurunya sendiri dengan dalih disiplin.  Haduh :(

18. MacGyver 
Ini versi MacGyver terbaru, jelas tak bisa menyamai versi lamanya, tapi ya lumayan lah, aksi-aksi dengan menggunakan peralatan yang ada di sekitarnya untuk memecahkan masalah tetap saja menarik untuk ditonton. Saya seneng dengan aksi Tristan Mays disini, walaupun heran di setiap penampilannya, itu kancing kaosnya jarang dipasang #eh

19. Survivor s.33
Serial ini adalah alternatif pilihan tontonan saya selain  The Amazing Race yang session terbarunya masih belum tayang.  Sedang versi Kanadanya nggak nemu.  Dibiarkan hidup berkelompok di sebuah tempat terpencil selama kurang lebih 39 hari itu bener-bener menguras tenaga dan emosi.  Seandainya bisa ikutan disitu.

20. The Golden Compass
Film petualangan yang diambil dari novel berjudul asli Northern Lights, yang mana saya belum baca novelnya, sungguh asik tapi nanggung.  Karena tak dibikin lagi lanjutannya.  Mungkin nanti saya akan baca semua novel serial karya Phillip Pullman itu.

Rasanya itu dulu, yang saya inget.  Nantilah kalau ada yang lain saya tambahkan lain waktu.  Selamat berhari minggu!

Komentar

  1. A Walk to Remember sama Eternal Sunshine itu film bikin baper maksimal. :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. alur cerita & karakter tokohnya mirip2 jg sih

      Hapus
  2. HAH GIMANA SAYA BARU TAHU KALAU 3 IDIOTS DIDASARKAN DARI BUKU??? WAAA WAAA.
    (Heboh sendiri.)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eyaelah nona! Sana baca buku lagi! #halagh!

      Hapus
    2. Terus ini saya sedih karena komen-komen di blog saya mendadak jadi ilang semua.. #menangos

      Hapus
  3. banyak juga hasi nonton dan bacanya yaaaaaa.... aku merasa kalah. halah.

    Film yang baru di list ini yang sudah kutonton coma Fantastic beasts, karena suami tau aku bakal kepikiran terus sama filmnya jadi mau jagain anak lanang selama aku nonton. Kalau yang lain kelewat :'(

    Trus gara2 rekomendasi dirimu, aku nyari The housekeeper di Gramedia deket sini, trus katanya stoknya kosong. ahelah gak jadi baca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha di ibukota mah beli buku onlen jg gampang, kadang bisa COD sgala. Dan soal hasil nonton & baca di atas sebenernya memalukan jg karena ketauan selonya, aku merasa salah. Salah .. :|

      Hapus
    2. iya sih bisa online ya. tapi gegara aku gak nemu buku itu di Gramedia, jadinya aku beli buku yang lain. yaudah aku kelarin buku yang kebeli itu dulu aja, ntar aku cari lagi. mungkin via online :))

      Hapus
  4. Bookmark this :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang.

Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.

Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike),  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal, tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jejak rekamnya, dima…

tentang HMNS

HMNS adalah eau de perfume racikan anak Menteng, paling ngga saya tau itu dari alamat pengirimnya hehe

selaku manusia yang benar-benar awam tentang wewangian, hal ini adalah benar-benar baru bagi saya.  Mulai tertarik dengan hal ini justru gara-gara beberapa kali kawan saya yang bernama Inda posting tentang koleksi parfumnya.  Walau sekali lagi, pertamakali yang namanya parfum bikin saya penasaran adalah film dengan tokoh utama Jean-Baptiste Grenouille yang jenius itu.

dan kebetulan ada gerombolan yang rajin mengapdet produknya di media sosial, bikin saya penasaran dan memesan starter pack yang berisi tiga varian produk andalannya : alpha, delta dan theta.

saya yang tak begitu paham tentang esensi  top notes, middle notes, dan base notes, akan mencoba memberikan gambaran ketiga wangi yang beberapa jam tadi saya sniff satu-satu, dan imajinasi tentang ketiga makhluk itu pun muncul begitu saja..

alpha.
adalah kalem, misterius, berkesan elegan tapi sekaligus berpotensi sebagai pembunuh be…

Abdi bogoh ka anjeun

Itu artinya saya suka kamu, kan bah?"

tanya bang Ai beberapa saat yang lalu.

Hoh? Saya tak langsung menjawab, malah curiga, darimana pula dia dapet kosa kata ajaib itu, jangan-jangan..

"bang Ai baca dimana?"
"di kertas.."

Tuh, kan.  Itu kan kalimat sakti yang beberapa kali saya tulis untuk seseorang pada jaman dahulu kala hihi.  Jangan-jangan bang Ai iseng baca-baca koleksi surat saya yang beberapa kotak sepatu itu.  Persis kelakuan Cinta di AADC2.  Duh, saya jadi suudzon..

" di kertas mana?" tanya saya lagi sambil deg-degan sendiri #hayaah haha
" ini bah, di kertas bungkus permen karet.." malah Q yang menyodorkan bekas bungkus permen karet yang bertuliskan macam-macam kalimat dari beberapa bahasa..

Walah, ada-ada sahaja..