Langsung ke konten utama

sesuatu yang tak terencana

di film atau novel Sabtu bersama Bapak, ada bagian yang terkadang saya hindari untuk saya baca/tonton.   Yaitu saat si Bapak bercerita tentang pentingnya perencanaan dalam hidup.  Apapun harus direncanakan dengan matang.  Rencana, rencana dan rencana.

Tadi ngobrol lama dengan kawan di asrama.  Saya tersadar sendiri, betapa dalam hidup saya nyaris tak punya rencana sama sekali.  Dan akhirnya, saya tidak pernah siap akan kejutan-kejutan yang terjadi sepanjang hidup.

Mungkin dulu, saya menikmati kejutan dalam hidup.  Namun, sekarang, walaupun masih berusaha menikmatinya, terkadang ada sedikit rasa kaget, tidak siap saat mengalami hal-hal yang tak terduga.

Saya gelagapan menjalaninya. 

Dan ya postingan ini tentang apa sebenarnya.  Sungguh random dan tak terencana sama sekali. Beh.

Komentar

  1. Saya juga seringkali ga punya rencana hidup, om. Seringnya cuma punya mimpi. Dan entah kenapa satu per satu terwujud gitu aja sih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, mimpi-mimpimu tanpa sengaja membentuk rencanamu, atau mungkin dirimu membentuk rencana dengan mimpi? tapi toh pada akhirnya dirimu kan punya rencana untuk mewujudkan semua mimpimu *kok saya pusing sendiri baca komen saya ini :(

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa