Langsung ke konten utama

manifesto 2017

sesekali, saya juga mau bikin resolusi seperti orang-orang, beberapa hari lagi 2016 ini berakhir, dan wah saya ngga mau ngerekap kejadian di tahun ini, rasanya hasilnya memalukan.  Kalo ibarat KHS sih, dikasih IP 1,5 aja sudah sukur, yang jelas banyak pelajaran yang kembali harus saya ulang dan perbaiki.

tapi rasanya kalau ngomongnya resolusi, saya mau bilang ini semacam manifesto saja, biar terdengar keren .

Jadi manifesto 2017 saya adalah *bentar ambil minum dulu, mendadak aus*

  1. menyelesaikan misi yang memasuki detik-detik terakhir di Jogja, gila bro, tujuh tahun berlalu begitu saja di kota ini.  Saya tidak menyalahkan siapapun atau apapun atas keterlenaan saya ini.  Sebab, beberapa kali dan entah pada beberapa orang saya pernah bilang: kalau kegagalan seseorang dalam suatu hal itu lebih karena ulah si pelakunya sendiri, atas dasar apapun.  Oke, saya persempit, suatu hal yang saya maksud adalah: sekolah :|
  2. mengurangi berisik di media sosial yang sudah sangat berisik itu. Walaupun menurut saya toh hal ini juga ga ngaruh sama apapun.  Diri kita di lautan sosmed hanyalah setitik air yang juga bakal mudah menguap ke udara. Walaupun ini masih di 2016, saya sudah memulainya beberapa saat kmaren.
  3. nulis lebih rapi lagi, mencoba lebih runut lagi, dan lebih baik lagi saja lah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu