Langsung ke konten utama

Stats yang membingungkan

Saya baru terpikir, untuk memperhatikan stats blog ini, yang ternyata awal tahun depan tahu-tahu usianya sudah 4 tahun saja :o

Blog yang awalnya saya bikin karena wordpress saya servernya lagi down kalau tidak salah.  Blog yang awalnya saya bikin dengan setengah hati, karena saya tidak familiar sama sekali dengan blogspot. 

Seiring berjalannya waktu, saya pelan-pelan bisa menerima dan berusaha akrab, walau ada beberapa hal yang masih mengganjal, rasanya sudah beberapa kali saya menceritakan hal ini secara berulang: tidak bisa melihat email komentator di blog saya, dan tidak bisa mengedit komentar.  Saya pikir blogspot emang nyuruh orang untuk berpikir panjang sebelum memutuskan untuk memberikan komentar.

Dan,


Saya ga kepikiran kalau pengunjung blog ini, sampai sebanyak itu, per harinya, walau followernya cuma err tiga biji hahaha tapi alhamdulillah masih punya follower segala.

Tapi, entahlah, saya pikir stat blogspot selalu jumlahnya lebih lebay dibanding wordpress.  Saya tak tahu juga ngitungnya gimana.  Toh, sebenarnya sih angka-angka itu cuma sekedar bonus hiburan tambahan bagi saya, bahwa masih ada yang mau membaca, atau paling tidak membuka catatan saya, entah sampai sedetil apa.

Atas saran seorang sahabat, mungkin suatu saat, sesekali saya akan menulis dengan lebih tertata, melakukan pemolaan pikiran dan semacamnya.  Tidak seperti cara saya yang masih saja random dan langsung posting di form new post semau-maunya.  Sampai untuk memutuskan judul postingan pun saya sering bingung. 

Saya masih harus banyak belajar lagi, ternyata.



Komentar

  1. Sudah layak di-monetisasi kayaknya mas hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. entahlah mas, masih sedikit gitu nyatanya hehehe

      Hapus
  2. Stats segitu mah sudah lumayan keleus. Semangat terus, Om, biar blognya makin rame!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ya iya jg sih, saya jg ga tau hitsnya sampe segitu. Soal rame ga nya entahlah, tulisan2 saya msh blm ada peningkatan hehe

      Hapus
  3. Iya, kalau blogger memang begitu masalahnya mas. Komentar benar benar susah, apalagi kita yg biasa di mobile. blgger ga ada aplakasi khusus untuk itu. Kl pun ada belum memuaskan. Ini saja saya kasih komen lewat komentar chrome mobile. Untung saja blog mas Rd ini pakai tampilan bawaan mobile, jadi lebih ringan. Satu lagi edit komentar emang ga bisa sama sekali.

    Tapi menurut saya itu, kalau sekedar ngeblog, blogger udah cukup kok. Lain halnya kalau di pakai buat usaha atau web yg benar bersifat khusus..

    Pokoknya semangat terus mas. Hehehe..

    BalasHapus
  4. Saya tambahin follower-nya ya, pak. :D
    Tetap semangat menulis, soalnya menulis karena ingin kan lebih menyenangkan. :)

    #susahkomendisini

    BalasHapus
  5. Belum pernah coba blogger. Oya, tidak bisa mengedit komen itu maksudnya komen siapa ya—owner atau visitor? Kalau kita salah reply (mis nama 'Palupi' ditulis 'Bambang') lalu tidak bisa mengoreksi sepertinya merepotkan juga. :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu