Langsung ke konten utama
mungkin sedikit tidak nyambung, tapi awalnya catatan ini tertulis karena membaca tentang Yui, yang lagu-lagunya baru akrab di telingaku. 
 
Membayangkan catatan-catatan lirik lagunya yang rapi tertulis entah dimana.
Aku sangat menghargai catatan siapapun, tentang apapun, dimanapun, lebih-lebih dicoret-coret dengan tangan sendiri. Hal yang membuatku tak pernah melarang anak-anak melampiaskan keinginannya untuk corat coret dimanapun, di kertas, di pintu, di dinding kamar, bahkan sesekali di sprei, biar saja. Terkadang coretan mereka aku potret, dan sesekali aku lihat-lihat lagi saat rindu masa-masa mereka menggoreskannya.
 
Catatan-catatanku sendiri, lebih banyak mengisi halaman belakang buku pelajaran, dari sedari sekolah sampai kuliah. Apalah itu coret-coret hanya seringnya menuliskan namanya. Yang tak jauh beda dengan di meja kelas, di meja perpustakaan, nakal sekali.
 
Buku tulisku abadi aku simpan, entah sampai kapan, aku masih tidak bosan belasan tahun menyimpannya dan sesekali membaca tulisan-tulisan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa