Selasa, 22 November 2016
mungkin sedikit tidak nyambung, tapi awalnya catatan ini tertulis karena membaca tentang Yui, yang lagu-lagunya baru akrab di telingaku. 
 
Membayangkan catatan-catatan lirik lagunya yang rapi tertulis entah dimana.
Aku sangat menghargai catatan siapapun, tentang apapun, dimanapun, lebih-lebih dicoret-coret dengan tangan sendiri. Hal yang membuatku tak pernah melarang anak-anak melampiaskan keinginannya untuk corat coret dimanapun, di kertas, di pintu, di dinding kamar, bahkan sesekali di sprei, biar saja. Terkadang coretan mereka aku potret, dan sesekali aku lihat-lihat lagi saat rindu masa-masa mereka menggoreskannya.
 
Catatan-catatanku sendiri, lebih banyak mengisi halaman belakang buku pelajaran, dari sedari sekolah sampai kuliah. Apalah itu coret-coret hanya seringnya menuliskan namanya. Yang tak jauh beda dengan di meja kelas, di meja perpustakaan, nakal sekali.
 
Buku tulisku abadi aku simpan, entah sampai kapan, aku masih tidak bosan belasan tahun menyimpannya dan sesekali membaca tulisan-tulisan

0 komentar:

Posting Komentar

tentang rusuh

jadinya, akibat soal pemilu yang tak berkesudahan ini, karena tentu saja pihak yang tak mau kalah, keras kepala dan super nyebelin, ditambah...

 
;