Langsung ke konten utama

Gelato


Kemarin siang, pikiran random saya membelokkan motor saya siang-siang ke sebuah restoran yang sepi.  Seumur-umur saya juga rasanya baru kali itu masuk tempat makan yang terliat mewah dan senyap.  Gara-gara penasaran aja dengan sesuatu bernama gelato.

Ternyata gelato itu ya es krim, cuma menurut lidah saya yang kurang sensitif ama makanan ini: rasanya lebih enak dari eskrim bungkusan yang mainstream.  Lebih padat dan tidak terlalu manis, mungkin.  Kebetulan kemarin milih rasa tiramisu.

Itulah intinya.


Tapi sebenarnya yang keinget sama saya justru saat memutuskan singgah lalu memarkirkan motor saya di halaman tempat makan mewah itu.  Deg-degan, pake dibukain pintu segala.  Dan pas masuk ke dalam,  buset remang-remang cahayanya, trus sepi. Cuma ada saya sendiri :|

Kepalang tanggung, langsung aja nanya ke mas-mas yang berdiri deket freezer saking groginya, habisnya bingung mau gimana kalo ke tempat makan macam ginian.

Akhirnya pesanan sampai, cuma satu scoop, tapi porsinya menurut saya cukup , apalagi rasanya beneran lebih padat.  Habis itu dikasih tambahan air putih satu gelas gede.  Wah kenyang haha.  Soalnya biasanya di tempat lain dikasih air putihnya seuprit, satu gelas super imut.

Yang bikin saya gemeter, waktu acara makan gelato kelar.  Bayar ke kasir, eh di kasih tagihan sebesar seratus ribu lebih.  Alamak, jangan-jangan saya salah baca, soalnya rasanya di daftar menu harganya cuma limabelas rebu.

Tapi pas saya amati, eh itu kasirnya salah ngasih bill, hedeh tagihan orang dikasih ke saya *jitak kasir bermuka lempeng tanpa dosa*

Untuk sementara, rasanya kapok saya makan di tempat gituan, auranya ga asik, mana sepi sendiri lagi.  Mending makan es krim dungdung pake roti, murah meriah, enak dan merakyat haha

Komentar

  1. Merakyat.. saya juga gitu kayaknya Om (padahal sebenernya bokek aja).
    Orang-orang pada ngemilin kacang edamame, kalau saya mah kacang dele.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kacang edamame kui macam gimana pula? Ah kalau kacang saya agak kurang suka skarang, gigi2 tua ini mulai memusuhinya hahaha

      Hapus
  2. Setidaknya sudah nyobain gelato mas. Sekali-sekali besok ulangi lagi mencoba tempat lain mas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah sih, kmaren nyobain Tip Top jg, es krim legenda di Jogja, tapi entahlah malah lagi meles negreview tempat itu, soalnya sdh terlalu banyak yang cerita, etapi mungkin lain kali saya kasih cerita, soalnya baru ganti nama kedainya jadi Old Dish :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang. Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.   Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike) ,  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal , tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jej

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang Nuran, penulis yang mencoba bengal namun gagal

..."Aku pake topi bergambar macan.."  Demikian isi pesan pendek yang masuk ke telepon genggam jadul saya. Waktu itu adalah acara meet and greet Pidi Baiq di Togamas Gejayan. Akhirnya saya bisa bertemu & bersalaman dengan blogger yang -maaf- baru-baru saja saya kenal waktu itu namun langsung membuat terpikat dengan tulisan-tulisannya. Apalagi beberapa tulisannya menguak lugas berbagai sisi Guns n' Roses, band rock n' roll peringkat satu dalam hidup saya. Itulah Nuran, pemuda bertubuh sehat jebolan Tegalboto. Belakangan saya baru nyadar kalau saya berkenalan dengan wartawan majalah musik ternama. Pantas saja tulisan-tulisannya beralur rapi, batin saya. Beberapa jeda kemudian, saya sempat nengok kontrakannya di Condongcatur. Kenalan dengan peliharaanya yang bertitel Oz. Berkesempatan melihat-lihat sebagian koleksi bacaannya yang.. tampaknya terlalu berat untuk otak saya. Ohiya, waktu itu seorang Nuran masih berstatus maha