Senin, 29 Desember 2014 0 komentar

about idealism

mungkin aku yang salah, karena berkeinginan muluk akan riset yang aplikatif, yang ada gunanya selain cuma jadi pajangan di jurnal demi syarat kelulusan.  tapi aku tak menyesal telah berpikir salah, sama sekali tidak :)
Sabtu, 13 Desember 2014 1 komentar
domain ini, berakhir awal tahun depan, mungkin tidak saya perpanjang lagi, begitulah.  lagian who's care ?
Selasa, 09 Desember 2014 0 komentar

chain reaction

suatu saat rekan di kantor pernah berkata, bahwa semua kejadian di sekitar kita itu saling berkaitan & saling mempengaruhi, bila salah satu unsur error, maka semuanya bakal ikutan error.  hal tersebut dicetuskan beliau kala ada satu pekerjaan bermasalah, selain yang kerja jadi pusing, sampai-sampai printer ikutan ngadat, komputer juga ikutan tesendat.

bukan mencari pembenaran, tapi mungkin karena tadi teringat akan rumah dan seisinya, hari ini sangat tidak konsen, bahkan membaca satu buku pun, sudah berusaha diselingin dengan novel yang ringan, otak tetap saja ngadat. bahkan pas ngebuka blog auk error juga.

di sana, ternyata Q katanya lagi ngambek, si bungsu baru mau tidur sehabis ditelepon, bang ai keingetan terus dengan janji hadiah ulang tahunnya, honey nanyain 'makan sama apa?' :)

syukurnya semua sudah dituntaskan, ajaib rasanya, ada lega, ada semangat lagi, blog auk tadi pas dicek sembuh lagi.  mungkin akar persoalan sebenarnya di diriku, berusaha agar aku sebagai pusaran bumi yang mempengaruhi semesta, bukan sebaliknya.  sekabut apapun.

baiklah terimakasih sudah mengingatkan tapak kakiku lagi.
Minggu, 07 Desember 2014 0 komentar

pesan yang bagus di logika yang bebal

tak banyak yang bisa menangkap sebuah pesan keren di sebuah aksi yang terlihat sederhana & buang-buang sumberdaya tapi yang namanya logika sudah tertutup sama kebebalan ya begitulah.  komentar sinis tapi tak bisa memberikan nilai lebih.

sebuah ketegasan akan harga diri, itu yang ditunggu (yang merasa warga) negara ini, yang sejak lama tiada.
Selasa, 28 Oktober 2014 0 komentar

lagu lama yang kembali aku dengarkan lagi, dan lagi

dulu, lagu ini berupa rekaman kaset c60, dikirimkan jauh dari kota hujan..

Here's to the few who fared my love
Only for you I cared, my love
I've given it hope and I know it's only you
Encased in silence

Here's to the you who saved my love
Only to you I gave my love
I've given it thought and it's not all that appears

Lea, how long will you still want me to want you
In and around you?
 
Lea, my concertina
Will you still want me to want you?

Here's to the you who dared, my love
Only with you I shared my love
I've given it though and it's not all that appears
So I'm asking
Lea, how long will you still want me to want you
In and around you?
 
Lea, concertina
Will you still want me to want you?
Who cares what the cynics say
I care if only you're on your way
My Lea, don't let the same be true

Lea, do you still want me to want you?
Senin, 07 Juli 2014 0 komentar

Pilpres Yang Menyedihkan

Bagiku begitu, karena tiba-tiba teringat akan..
Pada kala pemilihan presiden periode berikutnya, kaka Thor sepertinya sudah memasuki masa kuliah, pasti kembali bakal jauh dari rumah.

Bang Ai sudah akan SMA, Q siap-siap di akhir SD nya.

Anak-anak kebanggaanku sedemikian maju, aku belum, aku malu :)
Rabu, 02 Juli 2014 0 komentar

Teori Konspirasiku

Aku tadi terpikirkan, kenapa pihak calon presiden nomor satu dei ambisinya gencar sekali meyakinkan orang-orang, dengan segala macam cara, fitnah pun ajaibnya menjadi halal bagi mereka. Tak malu mengatasnamakan agama pula.

Aku baru sadar, jika capres no.2 terpilih.  Kebayang apa yang akan terjadi.  Proyek-proyek negara mungkin prosesnya akan menjadi lebih ketat, administrasi menjadi lebih tegas, semua jajaran bakal diperintahkan untuk tak segan-segan mengecek langsung ke lapisan terbawah demi berjalannya proses pemerintahan.

Siapa yang bakal dirugikan kalau beliau terpilih? Para koruptor bangsat itulah.  Ruang gerak mereka tak akan lagi sebebas dulu. Nyari duit tak bakal segampang dulu, mau curang tak bisa semudah dulu.   Belum lagi ketakutan akan borok-borok masa lalu yang kemungkinan besar akan dibongkar habis-habisan.  Tak bakal rela lah mereka kalo hidup nyamannya terusik.  Hal itu tak bisa dibiarkan, walau banyak orang nantinya harus disengsarakan.


Lalu kepada siapa mereka berharap dan berlindung? Ya pada calon presiden yang mereka bela mati-matian itulah.  Mengerikan sekali membayangkan negeri ini jika beneran kejadian.  Semua bakal menjadi instruksi, tak sejalan: jinakkan.  Tak bisa dibina: binasakan.
Rabu, 07 Mei 2014 0 komentar

aku ingin pulang saja

ya begitu saja.
Sabtu, 05 April 2014 0 komentar

Blog Auk Hidup Lagi

Setelah berpikir yang tak terlalu lama, akhirnya saya memutuskan menghidupkan kembali blog auk.web.id yang sempat mati suri karena sesuatu hal.
Jadi demikianlah pemberitahuan ini, semoga berhasil *hloh*
Selasa, 11 Maret 2014 1 komentar

Pengalaman dengan Layanan JKN via BPJS

Saya beberapa kali ingin menceritakan hal ini dari kemarin-kemarin, tapi tidak jadi-jadi juga.  Tapi dengan beberapa pertimbangan, akhirnya saya putuskan untuk membagi cerita terkait dengan BPJS Kesehatan dan JKN.

Sebenarnya niat terlaksananya jamkesnas melalui BPJS mulia adanya, yaitu menyediakan layanan kesehatan murah, bahkan gratis untuk semua kalangan masyarakat.  Saya sendiri karena seorang PNS, otomatis adalah penggunan layanan Askes, yang otomatis pula sekarang menjadi pengguna Jamkesnas, atau orang-orang biasa menyebutnya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

Tapi saya sendiri justru baru mengetahui tentang BPJS ini sendiri tatkala harus berurusan dengan rumah sakit karena istri yang dioperasi akhir Februari yang lalu.  Ironisnya, saya yang seharusnya sudah bisa menggunakan layanan BPJS terhitung saat pertama kali masuk rumah sakit, justru tidak bisa menggunakannya, disamping memang karena ketidaktahuan saya akan sistem yang baru diterapkan awal tahun 2014 ini, juga karena dokter dan perawat yang bertugas di IGD, ruang operasi sampai ruang ICU tak memberitahu apalagi menyarankan saya untuk menggunakan layanan BPJS yang sumber dananya dari potongan gaji saya beberapa persen setiap bulannya.

Pertama kali mau masuk ruang operasi, memang ada samar perawat yang menanyakan kepada saya : ”Pakai Askes/BPJS nggak pak? Semenatra pakai umum aja ya pak?”

‘Pakai umum’ artinya, saya dan istri terhitung sebagai pasien umum, yang juga harus menggunakan resep umum/non BPJS, artinya hak saya sebagai pengguna BPJS tidak diberitahukan sama sekali, saya yang dalam keadaan panik tentu saja hanya bisa mengiyakan tawaran petugas tanpa tahu sama sekali konsekuensi dari kata “iya’ yang baru saya ucapkan.

Benar saja, baru beberapa saat masuk ruang operasi, dokter anaestesi sudah memberikan resep yang harus ditebus di loket apotik umum, artinya tentu harus membayar, yang nominalnya lebih dari satu juta rupiah.  Tak berhenti sampai, disitu, tak lama datang lagi resep dari dokter kandungan yang menyarankan operasi isteri saya, dan beberapa lembar kertas resep lagi, hingga kalau dihitung-hitung dalam waktu tak sampai jam, ada sekitar 4 juta rupiah yang harus dikeluarkan untuk menebus resep.

Untungnya saat itu ada uang yang bisa dipakai sementara, saya hanya membayangkan kalau saja hal itu terjadi pada orang lain, dengan uang seadanya dan dalam keadaan panik seperti saya, apa yang akan terjadi saat mengetahui besarnya biaya untuk operasi, apalagi kemarin kejadiannya saat dinihari.

Sampai kemudian, pagi harinya, saya berkonsultasi dengan seorang teman yang kebetulan bertugas di rumah sakit (pemerintah) itu, yang kemudian memberitahu akan kegunaan layanan BPJS, kemudian menyarankan saya untuk cepat-cepat mengurusnya sebelum nanti  terjadi penambahan biaya perawatan lebih lanjut karena masih berstatus pasien umum.

Walau dari obrolan tentang BPJS sekilas saya menyimpulkan bahwa sistem BPJS ini menguntungkan bagi pasien namun terkesan merugikan bagi pihak rumah sakit dari segi pembiayaan, namun menurut saya hal itu dikembalikan lg kepada niat mulia untuk menolong orang yang sakit, yang kehidupannya benar-benar sakit.
Hikmah yang bisa diambil dari kejadian tersebut, saya bisa lebih mengetahui lagi hak pasien di rumah sakit, hak pengguna layanan BPJS yang mana masyarakat umum pun bisa menggunakannya dengan biaya yang relatif terjangkau, hanya membayar iuran dari RP. 25.500 per bulan untuk perawatan di kelas III tapi sudah include semua layanan yang diperlukan pasien, temasuk biaya operasi (tertentu) di dalamnya.

Singkat kalimat, semenjak saya mengurus layanan BPJS yang memang seharusnya sudah didapatkan isteri saya sejak masuk rumah sakit, tak ada lagi biaya tambahan yang dibebankan, semua obat pun sudah bisa ditebus di loket apotik khusus pengguna BPJS/Askes.

Mungkin ke depannya, sosialiasi Jamkesnas/BPJS ini harus lebih disebarluaskan lagi, terlepas dari ‘perang’ kepentingan antar pihak atas adanya layanan ini.  Paling tidak di era seperti ini, ada email yang disebarkan kepada semua pengguna BPJS yang sebelumnya adalah pengguna Askes/Jamsostek/Jampersal.  Atau paling tidak, para perawat atau petugas kesehatan yang bertugas berperan aktif menyarankan penggunaan layanan BPJS itu, bukannya malah terkesan melakukan pembiaran akan ketidaktahuan pasien/keluarga pasien seperti yang saya alami.

Demikianlah, semoga hal ini tak terulang lagi pada pasien lain yang benar-benar berhak dan memerlukan layanan Jamkesnas/BPJS tersebut, amin.

--
*pengalaman pengguna BPJS bisa juga disimak di sana dan disitu.
Minggu, 09 Maret 2014 0 komentar

Ada yang salah dengan saya

tadi sore, di sebuah pusat perbelanjaan, saya malah asik melihat-lihat koleksi kitchen set di sudut toko yang spesialis tools.  rasanya waktu satu jam masih kurang untuk melihat-lihat. ini ada yang salah dengan saya, untung kemudian saya  netralisir dengan beranjak ke pojok bagian obeng dan sejenisnya.
Kamis, 06 Maret 2014 0 komentar

Tak Bakal Milih Caleg yang...

Ya, setelah melihat beberapa poster caleg di pinggir jalan, yang kebanyakan tak saya kenal, saya memutuskan untuk tidak memilih caleg yang di posternya terlihat :
  1. ..males senyum, lah ngebagi senyum aja males gimana bisa ngebagi kebaikan unteuk sesama *halagh*
  2. ..senyum ke-pede-an, terlampau pede senyumnya sementara saya kenal juga nggak, kok kayaknya piye gitu
  3. fotonya full polesan, bikin foto aja sukanya yang palesu, gimana ntar kalo udah jadi wakil rakyat betulan, coba?
  4. pake nampilin foto orang lain, semacam ketua partai, presiden masa lalu, gubernur ibukota, lah kenapa pula pake bawa-bawa foto orang lain, apa faedahnya pake ndompleng sosok orang lain toh pakbumasbro?
  5. nambah-nambahin keterangan zuriat, keturunan yang mana adalah sosok yang dikenal di masa lampau, ayolah dirimu jelas bukan cerminan orangtuamu bos, beda itu
  6. warnanya gak nyeni, abis itu menuh-menuhin space disana sini awut-awutan..
ya sementara itu aja dulu, list caleg yang mohon maaf gak bakal saya contreng eh tusuk atau apalah ntar namanya, daftar lainnya menyusul 
Kamis, 27 Februari 2014 3 komentar

25 Februari, 23:20

aku tertidur di kursi jejer tiga di lorong itu, di depan sebuah ruangan di batas kota, kala mendengar tangis pertamamu mengetuk telingaku.lalu menengokmu dari gorden yang sedikit terbuka di sudut jendela.

tenang saja kau disana, ya.
aku lagi menemani umimu, disini...

---
aku ingin menuliskan lebih banyak lagi, tapi kehabisan kata-kata
hanya selamat datang, melengkapi keriuhan ketiga kakak-kakakmu:)
Kamis, 06 Februari 2014 1 komentar

Subuh bersamamu

Mungkin niat subuh ini sedikit ternodai, karena ada keinginan lain selain bersujud bersama-sama disana.  Ya aku diam-diam duduk tak begitu jauh darinya, mencuri-curi pandang pada sosok yang beranjak dewasa yang tadi berbaju hijau kotak-kotak dan bercelana cokelat.

Wirid pun dilakukan sembari tak melepaskan pandang padanya, sampai akhirnya aku tak tahan lagi.  Sehabis mengantarkan do'a dengan konsentrasi sebisanya nyaris buyar.  Akhirnya aku pun mendekatinya, menyodorkan telapak tangan kanan yang langsung diciumnya pelan.

Hanya sekedar menanyakan hal tak penting saja, 'kenapa tak lagi mengirim cucian ke laundry langganan?'.  Lirih jawabnya 'nyuci sendiri saja, bah!'.  Ah !

Aku langsung terbayang kegiatannya yang padat sedari jam tiga pagi, untuk kemudian berlanjut hingga pulang sekolah jam satu siang, yang sepanjang delapan kilo ditempuhnya setiap hari, dengan kayuhan sepeda yang belum sempat-sempat ku upgrade, itupun akan terus bersambung sampai waktu belajar malammu usai.  Lalu, kapan ada waktumu untuk mencuci pakaianmu?

Ka', aku tunggu sabtu ini, saat liburmu yang sehari dalam sebulan itu datang, untuk kita pergi kemanapun kau mau, makan apapun yang kau inginkan, tapi jangan lupa mengingatkan aku untuk tak lupa memperbaiki sepeda tuamu itu.
Rabu, 05 Februari 2014 0 komentar

Donat apakabarmu?

Gara-gara membaca postingan simbok disana, saya sekarang teringat masa-masa jaya produksi donat, yang dipasarkan oleh Kaka Thor dan bang Ai di sekolahnya.  Dan keliatan siapa yang punya bakat, turunan dari uminya, juga kebalikannya, keliatan sekali yang kayak saya, sama sekali gak ada bakat jualan.

Sebelum subuh sudah harus bikin adonan, yang hasil akhirnya disiapkan honey dalam dua kotak gede berisi selusin lebih donat coklat, yang konon memiliki penggemar tersendiri.  Yang paling menyenangkan adalah ekspresi bang Ai saat menunjukkan hasil jualannya pas pulang dijemput dari sekolah. 

Iya hasil jualannya setengah buat jajan, setengahnya lagi untuk disetor ke juragan produser hehe, ah honey, bang Ai, kaka Thor, kapan kita bikin donat lagi ? dan Q, kita bagian makannya aja ya ?
Selasa, 04 Februari 2014 3 komentar

Kebiasaan Pintu

Biasanya pulang darimana-mana, muter gagang pintu langsung kebuka, lalu ada yang menjawab salam.  Karena paling nggak ada honey di dalam rumah.  Kebiasaan itu tak pernah bisa hilang.

Sudah beberapa kali tadi, dari kemarin, pas mau masuk rumah, langsung membukanya.  Masih saja sedikit terkejut, menemui kenyataan kalau pintu dalam keadaan terkunci, dan sepi.  Tangan kanan pun malas-malasan merogoh anak kunci di saku kanan.

Menyebalkan bro !
Iya iya, menyedihkan sih tepatnya
Selasa, 28 Januari 2014 0 komentar

Banjar Seminggu Ini

Masih panas tentu, atau malah semakin panas? Entahlah.  Minggu kemarin saya ke rumah orangtua, di Sungai Lakum, itu nama desa kelahiran, sepuluh kilometer dari Banjarmasin.  Jalan rayanya itu, baru saya sadari terlalu lebar, sehingga menyusahkan sekali untuk menyeberang, rasanya tak ada pengendara motor ataupun mobil yang mau jalan pelan kecuali pas mau mau belok memutar.   dan terlalu panas, nyaris tak ada pohon pelindung di kanan kiri jalan, apalagi bagian tengah jalan yang dicor semen tinggi-tinggi, makin bikin susah parkir badan sebelum menyeberang ke ruas jalan sesudahnya.  Mungkin kira-kira lebar jalan itu sepuluh meter, atau lebih?

Sepeda langka terlihat, kecuali pas hari minggu pagi, lumayan banyak yang 'mengeluarkan' sepedanya untuk merayapi jalan yang nyaris lurus dan datar, saya pun tergoda minjem sepeda sepupu, untuk dikayuh cuma sekitar sepuluh kilo saja berhubung pedalnya (=tinjakan kata mama saya) rusak.  Sebelumnya iseng inspeksi ke beberapa toko sepeda di sekitar Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura.  Harganya mehel bro !  Dan banyak yang tak sesuai speknya dengan harganya, dan tampaknya empunya toko rata-rata tak begitu peduli dengan spek jualannya, yang penting keluaran terbaru atau sesuai budget pembelinya, beres.

Kamis lalu, saya juga rendezvous ke Mandiangin, itu hutan pendidikan kampus saya dahulu, ya alhamdulillah beberapa bagian masih hijau, walau pas naik ke atas, pelan-pelan naik motor, kelihatan beberapa bagian yang cuma dilapisi ilalang.  Sementara nanjak di antara jalan yang rusak berat, berpapasan dengan anak-anak yang lagi ngikutin BCR, bakti calon rimbawan itu semacam pengenalan kampus lapang buat mahasiswa baru.  Sayangnya tak terlihat lagi kalung dari kayu yang berhiaskan tempelan uang logam ratusan jaman dulu, yang salah satu sisinya bertuliskan hutan untuk rakyat, kalau tak salah, iya itu uang langka sekarang sepertinya.

Lalu, ya demikian lah, masih mikir mau memperbaiki rumah yang lama tak terjamah, biar nyaman lagi, banyak hancur disana sini euy kalo lama tak ditinggalin, tikus merajalela, dan ah pohon rambutan smaping rumah sudah menjelang matang.  Asik !
Sabtu, 25 Januari 2014 0 komentar

Simplicity Fraternity Confidenty

Itu nama seorang gadis, 16 tahun, asal Sukabumi, pinter main gitar, nyanyinya bagus banget, ikutan audisi Indonesian Idol 201'4 tadi malam, tapi entah setan apa yang sedang menyelimuti Anang, Dhani dan Tantri sehingga mengatakan 'No' dan tidak memberikan golden tiket ke babak selanjutnya.

Alasan Dhani, karena too jazzy?  Alasan Anang yang tak pernah begitu jelas dan sering ngomongin kalimat 'pokoknya aku tak suka', dan Tantri tampaknya cuma kena racun ikut-ikutan berkata tidak dengan asalan yang entahlah apa maunya.

Audisi itu semakin terasa aneh dan songong tampaknya, saya kembali menduga ending acara ini akan antiklimaks seperti yang lalu-lalu, yang mana pemenangnya tak jua begitu ngetop sampai sekarang.

.....
Penampilan Simply bisa disimak disitu jika belum melihatnya.
0 komentar

Dulcolax

Pernah ngerasain mules kan? Perut muter-muter serasa dihantam badai, isinya maunya dikeluarkan tapi tertahan saja jadi semacam pusaran di dalam, masa harus pencahar segala agar semuanya bikin lega?
Jumat, 24 Januari 2014 0 komentar

Kuas Bulu Babi?

Sebenarnya ini adalah berita basi tampaknya, tapi kembali diangkat ke media, saya juga baru tahu tentang kuas yang bahan utamanya disinyalir berasal dari bulu babi di harian radar Banjar kemarin kalau tidak salah.

Beberapa artikel yang mengulas tentang 'kuas haram' tersebut bisa juga dilihat di situ dan disana dan disono.  Entah kenapa berita itu saya rasa agak sedikit janggal, apalagi setelah tahu kalo kata 'bristle' yang menjadi masalah disitu sebenarnya artinya adalah buku, bukan bulu babi seperti kalimat yang dijadikan judul menarik itu.

Karena yang menjadi rujukan adalah kamus webster, maka karena penasaran saya lihatlah yang dimaksud sebenarnya disana, ternyata toh di kamus webster yang dijadikan kutipan tampaknya adalah kalimat  as the bristles of an angry hog, dan itu adalah bentuk transitive verb.  Artinya kurang lebih ya demikianlah, bukan semata-mata disamakan bahwa bristler itu adalah bulu babi, tapi semacam tak nyambung lah alias menyimpang dari arti bristle itu sendiri.

Kemudian, rujukan lainnya yaitu wikipedia, disitu memang menyebutkan bahwa salah satu bahan bulu alami yang dipakai untuk kuas adalah bulu dari babi, tapi toh setelah saya searching sana sini, dan akhirnya menemukan artikel tentang chungking brustle disana dan disanaTernyata kuas yang dikhawatirkan itu kebanyakan digunakan untuk melukis, karena faktor kelembutan bukunya sepertinya.

Jadi kalaupun ada kekhawatiran bahwa kuas untuk kue terbuat dari bulu babi, mungkin bisa merujuk dari katalog utama bahan kuas itu sendiri, tidak semata mencurigainya hanya berdasarkan label terbuat dari 'bristle, karena itu bukan berarti terbuat dari hog bristle.  Mungkin harus ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan keabsahan bahannya. 

Kalau menurut saya sih amannya ya kalau ragu-ragu saat bikin kue atau roti gitu, gunakan saya kuas berbahan lain, yang dari fiber sintetis ataupun yang dari silikon kayak yang ada di foto.  Tapi saya sendiri sepertinya belum punya kuas macam itu *hloh*
Minggu, 19 Januari 2014 5 komentar

Kejar mengejar

Tujuh belas tahun yang lalu, itu artinya tahun sembilan tujuh, seorang anak muda pertama kali ke pulau Jawa, terus ke Jogja, untuk kemudian pertama kali pula merasakan sensasi angkutan yang tiada di kampungnya, namanya kereta api.  Dari stasiun Lempuyangan lurus ke arah barat, ke stasiun Jakarta Kota untuk mencoba KRL yang pertama kali menuju kota hujan, menemui perempuannya, yang tak ditemuinya selama nyaris setahun.

Dua tahun kemudian, anak muda yang sama kembali menemui perempuannya itu, yang di sembilan sembilan itu ada di kota Malang, untuk kemudian mengajaknya jalan-jalan, ke kota Jogja, menapaki jalan, berjalan kaki dari Lempuyangan ke Malioboro, karena tak hapal angkutan ke seruas jalan itu.

Waktu mengharuskan mereka berdua, untuk kembali berdua ke Jogja, dua belas tahun kemudian, kali ini dengan dua jagoan dan seorang tuan puteri, hingga hari ini, hingga beberapa saat lagi, sampai tiba besok, untuk sang lelaki, mengantar perempuannya kembali berpisah sementara.  Perempuannya telah usai di medan perangnya.  Sang lelaki itu menyebalkannya belum selesai dengan pertarungannya.

Hai, kembali akan berkejar-kejaran mereka, tapi jelas tak akan lama-lama lagi.  Tapi kembali akan ada satu kata: rindu.
Kamis, 16 Januari 2014 0 komentar

Adegan Nyosor di Edensor

Kemarin siang niat nonton berdua saja sama honey, dan film Edensor yang sudah sejak lama saya ingin tonton pun dipilih. Sejak awal saya berusaha menekan rasa kecewa yang tampaknya akan ditemui jika membandingkan dengan versi novelnya, apalagi setelah pernah melihat sekilas thrillernya yang membuat saya bisa sedikit menduga-duga alur ceritanya.  Intinya saya bermodalkan rasa penasaran saja demi melihat film ini, ditambah sedikit ekspektasi berlebih.

Bagian pertama sepanjang lima menit terlewatkan, entah apa yang terjadi sebelum Ikal dan Arai tertawa-tawa di pintu gerbang, sampai kemudian kota Paris tergambarkan dengan jelas dan indah, juga kos-kosan eh apartemen yang tak punya jendela untuk melihat sisi luarnya.  Bagian ini masih bisa diterima akal.

Sampai ke kampus, rasa penasaran akan ke empat tokoh Pathetic Four pun terobati, walaupun, kenapa Manooj tak segendut bayangan saya?, Gonzales kok begitu keren, dan Ninochka di film keren sekali jauh dari kesan kecil dan tak percaya diri.  Susah rupanya untuk casting artis yang tak keren di luar negeri hehe

Bayangan adegan adu presentasi antar negara yang menakjubkan seperti di novel pun pupus begitu mengamati adegan-adegan berikutnya, duh saya terlalu banyak berharap rupanya.  Tapi ajaibnya, ketakutan saya akan banyaknya cerita yang dipenuhi adegan percintaan absurd Ikal dan Katya ternyata terwujud !  Nyaris seperlima atau malah sepermpat jalan cerita malah dipenuhi adegan jalan-jalan sambil pegangan tangan, ditambah beberapa adegan lucu dimana Katya berusaha nyosor duluan dan anehnya ditolak melulu oleh Ikal haha absurd ! -dan dengan musik latar lagu Ani-nya bang Rhoma nyaris lengkap satu lagu diputar, satu-satunya hal yang sangat menghibur saya, bayangkan boi, lagu Ani ddengan kualitas suara Dolby Stereo, dahsyat !-

Lalu kemana Arai yang harusnya meratap dengan takzim saat membacakan puisi buat Zakiah Nurmala di pusaranya Jim Morrison? Kenapa A Ling malah muncul walau sebentar di Paris? Mengapa Arai justru sering berantem sama Ikal? Kenapa posternya bang Rhoma justru berseberangan letaknya dengan bung Smith?

Akhirnya saya -dipaksa untuk- berusaha memaklumi kenapa adegan keliling Eropa sampai Afrika ditiadakan, nyaris semua cerita berputar-putar di Paris, sambil sesekali flashback ke alam Belitong.  Tapi ayolah, kemana maha karya ikan duyung yang indah itu, kawan ?

Terakhir sekali yang melengkapi ke-mohon maklum-an saya adalah, justru Edensor yang dijadikan judul film, malah tak ditampakkan sama sekali, kecuali lewat narasi Andrea Hirata yang tiba-tiba muncul mengetik di tengah ruangan perpustakaannya.

Kesimpulan saya, kalau boleh membandingkan, jelaslah film Sang Pemimpi lebih baik dari Edensor, terutama dari sisi hal-yang-diharapkan-dari-novel-bisa-terwujud-di-bioskop.

---

...dan harusnya sub judulnya kan Laskar Pelangi 3, karena bagian 2-nya sudah di Sang Pemimpi, ah entahlah..
Rabu, 15 Januari 2014 17 komentar

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja




Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang.


Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus. 

  1. Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike),  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal, tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jejak rekamnya, dimana salah satunya dipercaya menjadi tim mekanik saat Audax UGM Surabaya-Jogjakarta baru-baru ini.  Di bengkelnya sendiri selain berfungsi sebagai pusat reparasi, bengkel yang berlokasi di daerah Karangkajen ini juga menyediakan suku cadang baru maupun second dengan kualitas yang bagus.

    Rahul bike ini recommended untuk seting semua jenis sepeda, terutama sepeda vintage, folding bike/sepeda lipat & road bike.  Alamat bisa di cek di akun foursquare beliau, atau silakan kontak langsung ke +62 899-4177-033 
  2. Dopilas Bike, toko part sekaligus workshop ini adalah andalan saya jika terjadi masalah dengan sepeda.   Hasil seting sepedanya terjamin keren dan presisi. Disini asiknya kita bisa merakit sepeda impian sesuai dengan budget yang tersedia, tapi kualitas hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.  Kalau senang bersepeda cross country/downhill, bisa ikutan tour gowes sepeda di daerah seputar pegunungan Merapi yang sering diadakan pada hari minggu.

    Kelebihan dopilas bike adalah expert terutama untuk jenis sepeda cross country (XC), free ride (FR), all mountain (AM) & downhill (DH). Alamat &  contact : Jl.Affandi/Gejayan, gg. Endra. cp. 089667846666 --- 
  3. Tepat, toko sepeda ini sudah kondang di kalangan pesepeda Jogja, karena harga sepeda maupun suku cadang yang tersedia disana relatif lebih murah dan relatif lengkap.  Sekarang lokasinya tokonya baru, yaitu di samping JogjaTronik, Jl. Parang Tritis, tak begitu jauh dari arah selatan Maliboro. 
  4. Alam Baru, toko sepeda ini terkenal dengan kelengkapan sepeda beserta stok suku cadangnya dengan range harga yang bervariasi, sering juga menyimpan stok sepeda dan suku cadang vintage, walau harga terkadang sedikit di atas toko Tepat.  Kelebihannya adalah lokasi toko yang strategis berada di sisi barat jalan Malioboro, tepatnya sekitar Sosrowijayan. 
  5. Cahaya, di toko sepeda yang berlokasi di ringroad utara Jogja ini sepeda dan partnya juga lumayan lengkap, bisa dikatakan stok yang ada disitu termasuk range harga menengah ke bawah.  Pelayanannya lumayan cepat dan ramah.  Menurut rekomendasi kawan, bengkel disini mempunyai kelebihan dalam menyetel roda, hasilnya lumayan presisi.
catatan:
di toko nomor 1 & 2 itu juga ada  bengkel sepedanya, namun tak saya rekomendasikan karena tempatnya yang relatif padat dan berdasarkan pengamatan sekilas, selalu banyak antrian sepeda menunggu diservice, sedang hasil setingnya sendiri belum pernah saya ketahui. Sedang bengkel nomor 4 & 5 sangat direkomendasikan untuk seting dan service karena empunya bengkel juga pesepeda kelas akut.
Selasa, 14 Januari 2014 1 komentar

Maulid Rasulullah & Kepemimpinan

Tadi malam, saat hujan tak jua berhenti,tak menghentikan niat baik warga Deresan untuk mengadakan acara Maulid Rasulullah Muhammad SAW.  Sungguh membingungkan kadang ada muslim yang bilang cinta rasul, tapi tidak mau memuliakan baginda rasul, atas dasar ego pengetahuan yang tak seberapa.

Ceramah agama sebagai inti acara tadi malam sendiri, intinya kembali mengingatkan akan konsep pribadi mulia dan kepemimpinan Rasulullah SAW: shiddiq (benar), amanah (dipercaya), tabligh (menyampaikan) dan fathonah (cerdas).

Jika saja, semua pemimpin yang mengaku muslim bisa berbuat benar, dapat dipercaya, berani menyampaikan kebenaran dan cerdas dalam melihat hal yang benar dan baik, keren sekali negara ini.  Walau terlihat sederhana, namun pada kenyataannya berat sekali untuk dipenuhi, dan membuat saya berkaca bahwa saya sendiri belum memiliki kesemuanya dengan baik.

Semoga saja, nantinya negeri ini mempunya seorang pemimpin yang mempunyai empat faktor utama kepemimpinan Rasulullah SAW tersebut. insya Allah, amin..
Senin, 13 Januari 2014 0 komentar

Sementara itu

Jujur, di sisi lain, saya bersyukur akan matinya blog yang satu itu, juga dengan usaha menjauhi makhluk bernama socmed sementara waktu.  Saya hanya ingin mengheningkan diri sejenak, mengingat-ingat segala kealpaan yang terlampau curam dan dalam untuk didaki.  Tapi ada quote yang mengingatkan hal akan diri saya sendiri, barusan saya baca di blog orang: Dum Spiro Spero: “as long as i breath, I will survive”, iya itu saya kopi paste mentah-mentah.

Satu hal yang saya sukai dari apapun dari dulu adalah konsep survival, dan saya harus menekankan dalam-dalam dalam otak saya saat ini.  Belajar lagi menyusun segalanya pelan-pelan tanpa perlu merutuk pada dunia lewat apapun, kecuali menyukurinya disini.  Menyenangkan !

---

*bagian menyenangkan lainnya disini adalah, format tulisan bisa justify !
0 komentar

Tamu dari Alam Lain

Dari berapa tempat yang sudah menjadi tempat kediaman saya, rasanya tiap kali itu pula berhubungan dengan makhluk-makhluk dari dunia lain, syukurnya tak pernah menampakkan diri secara langsung dan semoga mereka-mereka itu tak pernah mempunyai niat untuk sekedar narsis di hadapan saya :|  

Tapi inilah daftar kejadian yang berkenaan dengan makhluk gaib dari alam sebelah sana, terkait dengan tempat-tempat kediaman saya dari dulu.

Rumah orangtua
Alhamdulillah, di rumah waktu kecil tak pernah berkenalan dengan makhluk dari dunia lain, kecuali saat salah seorang tetangga merasa ada melihat seseorang yang duduk di atas motor abah, yang memang selalu terparkir di teras rumah.  Dan sudah jelas tak ada yang iseng duduk di atas motor pas lewat tengah malam.

Asrama sekolah
Dulu waktu SLTA, saat pertama masuk wajib masuk asrama.  Tampaknya kamar-kamar asrama yang ditinggalkan penghuninya selama liburan kenaikan sekolah menarik perhatian makhluk lain untuk lalu lalang di dalamnya.  Beberapa teman merasakan sudah bangkit dari tempat tidur karena merasakan ditindih sesuatu yang luarbiasa berat saat malam hari.

Saya sendiri, pernah sekali saat subuh di kamar mandi yang berjejer empat, mendengar seseorang ikutan sibuk mandi di kamar mandi tepat di samping saya.  Saat dikonfirmasi sama teman-teman seasrama, tak ada satupun yang menyatakan mandi sedinihari diwaktu itu, buset ! :|

Kos
Setengah sadar waktu kos sekitar duapuluh tahun yang lalu, saya melihat dua sosok samar berwarna putih, berdiri mengamati tepat di sisi tempat tidur, dan sejak saat itu juga saya memutuskan untuk tidak lagi tidur dengan lampu yang dimatikan.

Sementara kawan satu kos yang iseng menantang seandainya benar ada penghuni lain di kos saya untuk menampakkan diri dihadapannya, harus berpikir dua kali untuk melakukan tantangan yang kedua kalinya.  Karena sepanjang malam tak bisa bangkit dari tempat tidur karena ditiban sesuatu yang tak kasat mata.

Kontrakan di Dharmawangsa
Saya pikir waktu ngontrak disitu dulu sekitar sepuluh tahun yang lalu, tak ada masalah apa-apa, selain panas kota Surabaya yang luarbiasa sepanjang siang hari.  Sampai satu saat, teman perempuannya kawan saya, lari kencang-kencang ke depan gang.  Menurut pengakuannya, dia melihat sosok wanita yang muncul lalu menghilang, ke arah kamar saya :|  Dan kejadian itu terulang kembali beberapa waktu kemudian.  Saya hanya bisa berdoa semoga itu makhluk tak pernah punya niat iseng untuk tiba-tiba muncul dan menyapa saya :|


Kontrakan di Bakung.
Saya pikir di rumah tengah kota Jogja ini pasti makhluk-makhluk halus tak bakal betah, soalnya suasana kampung relatif rame dan terang begini.  Ternyata fakta itu terbantahkan, saat suatu hari honey bertanya kepada saya.
"Abang tadi ada makan telor?"
"Nggak ada tuh, kenapa emang ?"
"Tadi perasaan ngerebus telor tiga biji, terus dimakan satu, lalu ini kenapa cuma tersisa sisa satu?"
... hening....

Minggu, 12 Januari 2014 1 komentar

Blog Auk Pingsan!

Jadi, mendadak saat dicek, blog saya yang satunya itu kembali tak bisa dibuka sama sekali, entahlah domain dan hostingnya yang mungkin sudah expired.  Sementara saat saya menanyakannya pada ahlinya yang mengurusi hal begituan, beliaunya sedang dalam kondisi setengah sadar menuju alam mimpi, kasian saya mengganggunya.  Baiknya posting disini sajalah.

Dan sementara saya juga mau mem'pingsan'kan diri dulu dari dunia socmed yang hiruk pikuk itu, paling tidak sebulan lah, mau menyepi di blog saja rencananya.  Jadi semoga para fans tidak merasa kehilangan *ngarang ! plak!*  Mari berinteraksi via blog saja.

Begitulah, maunya posting panjang-panjang, tapi lagi males karena belum mandi, padahal keringetan abis sepedaan dari ke Pakem.  Sementara diluar hujan baru saja berhenti.
Kamis, 09 Januari 2014 2 komentar

Membuatnya rumit

Sungguh, sesungguhnya kerjaannya cuma lah membaca, lalu mengamati, menarik kesimpulan lalu berusaha menuliskannya dengan baik dan benar.  Sesederhana itu. 

Tapi kenapa lalu membuatnya makin rumit, Dan kian waktu, tambah melabirin, hai tak cukupkah semua tantangan yang belum terlewati itu?
Senin, 06 Januari 2014 0 komentar

Bloglist

Sampai saat ini, baru dua blog yang saya masukkan ke bloglist di sisi kanan bawah itu.  Pertama adalah blog saya yang lain, satunya adalah blog guru tempat saya belajar menulis dengan (lebih) baik dan benar.

Rencananya bloglist hanya akan diisi oleh blog yang berkiblat ke blogspot alias blogger.  Ada referensi lain mungkin, yang harus saya tambahkan ke daftar blog itu ?

Eh tapi kalau harus blogspot, saya tak konsisten, itu blog auk aja pakai platform wordpress.  Iya lah, blog siapa saja nanti saya masukin kesitu.  Kapan ?

tentang rusuh

jadinya, akibat soal pemilu yang tak berkesudahan ini, karena tentu saja pihak yang tak mau kalah, keras kepala dan super nyebelin, ditambah...

 
;