Langsung ke konten utama

Teori Konspirasiku

Aku tadi terpikirkan, kenapa pihak calon presiden nomor satu dei ambisinya gencar sekali meyakinkan orang-orang, dengan segala macam cara, fitnah pun ajaibnya menjadi halal bagi mereka. Tak malu mengatasnamakan agama pula.

Aku baru sadar, jika capres no.2 terpilih.  Kebayang apa yang akan terjadi.  Proyek-proyek negara mungkin prosesnya akan menjadi lebih ketat, administrasi menjadi lebih tegas, semua jajaran bakal diperintahkan untuk tak segan-segan mengecek langsung ke lapisan terbawah demi berjalannya proses pemerintahan.

Siapa yang bakal dirugikan kalau beliau terpilih? Para koruptor bangsat itulah.  Ruang gerak mereka tak akan lagi sebebas dulu. Nyari duit tak bakal segampang dulu, mau curang tak bisa semudah dulu.   Belum lagi ketakutan akan borok-borok masa lalu yang kemungkinan besar akan dibongkar habis-habisan.  Tak bakal rela lah mereka kalo hidup nyamannya terusik.  Hal itu tak bisa dibiarkan, walau banyak orang nantinya harus disengsarakan.


Lalu kepada siapa mereka berharap dan berlindung? Ya pada calon presiden yang mereka bela mati-matian itulah.  Mengerikan sekali membayangkan negeri ini jika beneran kejadian.  Semua bakal menjadi instruksi, tak sejalan: jinakkan.  Tak bisa dibina: binasakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa