Langsung ke konten utama

Subuh bersamamu

Mungkin niat subuh ini sedikit ternodai, karena ada keinginan lain selain bersujud bersama-sama disana.  Ya aku diam-diam duduk tak begitu jauh darinya, mencuri-curi pandang pada sosok yang beranjak dewasa yang tadi berbaju hijau kotak-kotak dan bercelana cokelat.

Wirid pun dilakukan sembari tak melepaskan pandang padanya, sampai akhirnya aku tak tahan lagi.  Sehabis mengantarkan do'a dengan konsentrasi sebisanya nyaris buyar.  Akhirnya aku pun mendekatinya, menyodorkan telapak tangan kanan yang langsung diciumnya pelan.

Hanya sekedar menanyakan hal tak penting saja, 'kenapa tak lagi mengirim cucian ke laundry langganan?'.  Lirih jawabnya 'nyuci sendiri saja, bah!'.  Ah !

Aku langsung terbayang kegiatannya yang padat sedari jam tiga pagi, untuk kemudian berlanjut hingga pulang sekolah jam satu siang, yang sepanjang delapan kilo ditempuhnya setiap hari, dengan kayuhan sepeda yang belum sempat-sempat ku upgrade, itupun akan terus bersambung sampai waktu belajar malammu usai.  Lalu, kapan ada waktumu untuk mencuci pakaianmu?

Ka', aku tunggu sabtu ini, saat liburmu yang sehari dalam sebulan itu datang, untuk kita pergi kemanapun kau mau, makan apapun yang kau inginkan, tapi jangan lupa mengingatkan aku untuk tak lupa memperbaiki sepeda tuamu itu.

Komentar

  1. Om, aku baru mampir ke blog barunya! Sederhana banget sih. Saking sederhananya aku sampe bingung. Hihihihi... Terus, ini kenapa komennya jadi OOT gini ya? ;))

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa