Subuh bersamamu

Mungkin niat subuh ini sedikit ternodai, karena ada keinginan lain selain bersujud bersama-sama disana.  Ya aku diam-diam duduk tak begitu jauh darinya, mencuri-curi pandang pada sosok yang beranjak dewasa yang tadi berbaju hijau kotak-kotak dan bercelana cokelat.

Wirid pun dilakukan sembari tak melepaskan pandang padanya, sampai akhirnya aku tak tahan lagi.  Sehabis mengantarkan do'a dengan konsentrasi sebisanya nyaris buyar.  Akhirnya aku pun mendekatinya, menyodorkan telapak tangan kanan yang langsung diciumnya pelan.

Hanya sekedar menanyakan hal tak penting saja, 'kenapa tak lagi mengirim cucian ke laundry langganan?'.  Lirih jawabnya 'nyuci sendiri saja, bah!'.  Ah !

Aku langsung terbayang kegiatannya yang padat sedari jam tiga pagi, untuk kemudian berlanjut hingga pulang sekolah jam satu siang, yang sepanjang delapan kilo ditempuhnya setiap hari, dengan kayuhan sepeda yang belum sempat-sempat ku upgrade, itupun akan terus bersambung sampai waktu belajar malammu usai.  Lalu, kapan ada waktumu untuk mencuci pakaianmu?

Ka', aku tunggu sabtu ini, saat liburmu yang sehari dalam sebulan itu datang, untuk kita pergi kemanapun kau mau, makan apapun yang kau inginkan, tapi jangan lupa mengingatkan aku untuk tak lupa memperbaiki sepeda tuamu itu.

Komentar

  1. Om, aku baru mampir ke blog barunya! Sederhana banget sih. Saking sederhananya aku sampe bingung. Hihihihi... Terus, ini kenapa komennya jadi OOT gini ya? ;))

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

tentang HMNS

Abdi bogoh ka anjeun