Sisa 16 Yang Belum Dituliskan
Sebenarnya, aku ingin menuliskan tentang mama. Walau sebenarnya pernah menuliskan sekilas tentang mama di postingan 6 tahun silam. Aku juga baru ingat saat menuliskan kata kunci "mama" di kolom pencarian.
Nah, selain postingan itu, malah ada postingan 9 tahun yang lalu tentang ingatan-ingatan, dan di bagian akhir, aku harusnya menuliskan 30 hal tentang aku. Kok, baru 14 hal yang aku tulis, aku juga lupa kenapa begitu.
Maka, mari kita tuliskan, eh aku tulis sekarang saja sisa 16 hal lainnya, selagi ingat dan sempat:
15.
Aku suka impulsif dengan sesuatu dan kadang musiman tergantung mood yang seringkali juga random. Misal pas lagi senang dengan audio, maka aku bisa lama ngulik hal-hal terkait itu, seperti earphone, headphone sampai ampli portabel berikut printilannya yang entah sudah punya berapa biji.
Lalu saat suka wewangian, maka suka beli aja parfum yang menurutku menarik berdasarkan review. Terakhir ini suka lari, maka segala macam teori tentang lari aku pelajari. Dari latihan, hidrasi, fueling dan hal-hal lain yang menurutku malah lebih ribet dibanding sepedaan je.
16.
Ada beberapa hal yang menurutku bisa berubah seiring waktu. Padahal bisa jadi di masa lalu aku begitu idealis tak mau mengakrabinya.
Misal, daun kemangi. Duluu aku tak suka. Aneh aja aroma dan rasanya menurutku. Sekarang malah suka ngremusnya pas ada di lalapan. Malahan aku suka gelato rasa kemangi yang rasanya cuma ada di Tempo Gelato, Jogja.
Atau.. ini hal yang sedikit memalukan sih. Dulu aku ogah menggunaakan motor metik alias matic. Aneh aja menurutku. Malah suka mengolok-olok pengguna motor metik. Eh, beberapa waktu lalu malah membeli suzuki spin. Entah angin apa yang membuatku berdamai dengan dikotomi jenis motor itu. Dan masih awet, walau sepertinya akinya sudah soak dan mintai diganti.
17.
Aku sampai sekarang masih suka gugup saat harus berdiri dan berbicara di depan orang banyak. Bahkan saat jam terbang ngajarku sudah cukup lumayan sekarang. Tapi juga, proses berbicara di depan orang banyak ini menurutku sudah banyak kemajuan.
Jika awal mengajar aku hanya duduk di kursi, sekarang nyaris sepanjang mata kuliah aku bisa berdiri sampai satu jam.
18.
Sepertinya baru sadar kalau superpowerku adalah bisa tidur dalam kondisi apapun. Yang penting syaratnya adalah ngantuk. Itupun tak sulit untuk bikin ngantuk. Cukup baca buku, atau nonton apapun, atau habis makan. Maka mataku akan berat dan tidur begitu saja. Semudah itu. Dan cukup ada tempat untuk rebahan, dimanapun aku akan gampang tertidur.
19.
Aku masih merasa kalau kuliah S1 itu adalah fase yang paling sulit dibanding S2 dan S3. Yaa walau walau S3 juga sulit tapi lebih ke konsistensi. Itu karena kebiasaan buruk memelihara makhluk jelek bernama malas itu kok ya ga hilang-hilang.
S1 sulit karena harus belajar segalanya dari dasar, melawan setidaktahuan dan tentu saja kemalasan yang tak jelas. Kalau S3 lebih melawan kemalasannya saja sih. Walao anomalinya dulu aku malah sedang rajin-rajinnya bersepeda. Hedeh, ajaib sekali hidup perkuliahanku memang.
20.
Aku selalu ga nyaman, bahkan menghindari, memakai kendaraan punya orang lain. Lebih-lebih mobil, lebih-lebih lagi jika mobilnya bagus. Takut lecet, takut rusak. Walaupun empunya mobil sudah mempercayakan padaku. Mungkin gara-gara hal ini, sampai sekarang aku tak pernah berani rental mobil, ya. Walaupun belum punya alasan untuk melakukan hal itu juga, sih.
21.
Aku pikir, hal penting yang tak pernah diajarkan dulu adalah melatih napas dengan baik. Walau pernah diajarkan saat ikutan kyokushinkaikan. Tapi tak pernah diajarkan bagaimana biar digunakan secara efektif saat bergerak.
Misal saat lari. Kawan-kawan di mapala dulu, tak pernah mengajarkan bagaimana mengatur napas yang baik. Jadinya dulu, lari beberapa ratus meter aja adalah siksaan bagiku. Pinggang dan perut bagian samping selalu terasa tertusuk. Sakit.
Tak pernah diajerin step by step, dan bagaimana cara bersabar melatih napas, yang memang perlu waktu cukup lama. Aku aja rasanya baru bisa berlari dengan cukup nyana tanpa merasa side stitchI setelah mempelajari dan melatihnya selama kurang lebih 3 tahun rasanya. Lama memang aku belajar dari sana sini. Ya mungkin juga dulu karena kurang referensi sih, ya.
22.
Aku masih takut dengan binatang berjudul ular dan anjing. Anehnya masih saja sering bertemu ular saat di jalan. Beberapa kali ketemunya cobra pula.
Kalau anjing, aku pernah sempat berani, gara-gara dulu di tahun 2016 kalo ga salah, terpaksa akrab dengan anjing karena begitu banyak tersebar di sekitar TN Betung Kerihun. Ke lokasi itu karena diajak ikutan project inventarisasi bambu sama kang Jajang. Tiap hari ketemu anjing akhirnya ya terbiasa dengan sendirinya.
23.
Sepertinya baru sadar kalau aku seringkali terlalu sensitif terhadap satu hal. Kadang overthinking, tapi anehnya kadang juga aku tak ambil pusing dan tak peduli.
Misal saat tadi pagi ingin bersepeda, awalnya aku sibuk mencari saddle bag yang isinya pompa, ban dalam cadangan, dan tools. Tapi karena tak ketemu juga setelah mencari dimana-mana, akhirnya aku tak peduli dan memutuskan sepedaan tanpa peralatan itu. Misal ada apa-apa di jalan, mungkin telepon dan minta tolong teman saja untuk jemput. Beres.
24.
Aku masih takut juga dengan darah. Bahkan dengan darah sendiri. Pernah nekat ingin melihat lengan yang sedang diambil darahnya, lalu ingin memfotonya. Eh, malah kepalaku jadi berkunang-kunang.
Apalagi menyembelih hewan, melihat pemotongan hewan kurban aja aku ga pernah berani sampai sekarang. Tapi di sisi lain, kadang aku menikmati film dar der dor yang bersimbah darah, seperti film John Wick ..
25.
Masih terobsesi untuk membuat sourdough yang entah berapa kali mencoba membuatnya tapi masih gagal dan bikin putus asa.
26.
Masih ingin membuat jaringan listrik solar panel alias panel surya. Sudah beli solar charge controller yang bagus, tapi masih belum dirakit juga sampai sekarang. Mimpiku sih paling tidak untuk lampu penerangan bisa disupply oleh solar panel.
Oiya, aku juga punya panel surya yang telah dibeli lama tapi belum sempat diapa-apain. Nanti lah kalian beli battery yang kapasitasnya lumayan. Walau tentu saja harus belajar ulang tentang rangkaiannya. Suka lupa soalnya, jadi kudu direfresh lagi.
27.
Oh iya, aku ingin sepedaan jauh lagi. Yang terpikirkan saat ini (dan sejak beberapa bulan yang lalu) adalah keinginan untuk bersepeda sampai Pontianak. 1200 km lebih. Perhitunganku perlu waktu sekitar 10 hari paling tidak. Nantilah mematangkan rencana ini.
Juga keinginan lain untuk mengikuti Bentang Jawa. Tak tahu diri memang kalo soal ini hehe
28.
Ingin menulis... bentar-bentar, kok ini jadinya tentang daftar keinginan sih ya
Intinya ingin menulis buku, dan salah satunya tentang biografi, lebih spesifik lagi biografi diri sendiri. Walau pas dipikir-pikir jalan hidupku kurang menarik, sih haha
Eh, ternyata aku pernah menuliskan perihal ini cukup panjang di rangkaian postingan menjelang sidang disertasi dulu.
29.
Aku senang saat rambutku panjang, rasanya asik pas diikat dan kena angin. Jadi pengen gondrong lagi.
30.
Masih kepikiran untuk resign dari kerjaan sekarang. Trus ngajar dan jualan apa gitu, atau buka bengkel sepeda gitu. Birokrasi sekarang bikin mumet dan ngerasa bersalah kadang-kadang.
..
Sepertinya sedemikian saja. Bisa juga akhirnya menuliskan sampai 30. Mungkin lain kali akan ditambahi sampai 100 item, deh.
Begitulah.

Komentar
Posting Komentar