Acil.
Acil itu bibi dalam bahasa Banjar. Saudara (alm) mama yang tersisa adalah Acil Iruh, begitu beliau biasa dipanggil. Acil yang rajin memberi ponakannya ini uang, dari kecil sampai kuliah. Bahkan beberapa kali rela menjemput ke pelabuhan saat aku pulang semasa kuliah S2 di Surabaya. Acil yang tiba-tiba semasa S3 di Jogja memanggil kami sekeluarga pulang, dan memberi kejutan dengan memberi ongkos untuk pendaftaran haji . Acil juga yang tiba-tiba saja minta ditemani aku dan isteri untuk berangkat umroh November 2024 silam, dan lagi-lagi beliau yang menjamin ongkosnya. Acil yang dalam pikirannya hanya ingin memberi dan berbagi pada siapapun, seringkali tanpa memikirkan untuk dirinya sendiri. Acil yang pada jam 21.35 tadi dipanggil Allah SWT yang menyayanginya. ..innalillahi wa inna ilaihi raji'un..
