tentang Kuliah


.. perjalanan kuliahku cukup panjang, mungkin terhitung sangat panjang jika dibanding orang-orang kebanyakan.  Mungkin akan aku rangkum sesingkat mungkin saja.  Besok sudah masuk puasa, sepertinya juga bakal puasa posting untuk sementara, walau tak ada hubungannya sama sekali.  Sepertinya aku lebih harus banyak membaca lagi sebelum menulis.  Bukankah memang sebaiknya demikian, seperti juga belajar lebih banyak mendengar lagi sebelum berbicara. Demikianlah kira-kira.

S1 

Kuliah ini semacam kelanjutan dari situasi saat masuk sekolah di SPP.  Kuliah yang sebagian tak seperti kemauanku. Aku diizinkan untuk kuliah dengan syarat tak keluar pulau, karena dulu memang niatnya ingin melanjutkan ke IPB.

Akhirnya ikutan UMPTN (sekarang SNBT). Ikutan tes sebagian besar berdasarkan feeling karena kelas tiga sudah tak lagi diajari materi ilmu pengetahuan dasar seperti matematika, kimia, fisika.  Untungnya aku lulus, masuk Fakultas Kehutanan (yang aku pilih karena isunya band fakultas itu bagus).  Juga karena fakultas itu saja yang aku rasa nyambung sama-sama satu rumpun biologi.

Sesuai niat awal masuk, entah bagaimana ceritanya saat kuliah benar-benar bergabung dengan band fakultas, satu-satunya dapat trophy waktu juara 3 ikutan Sunday Jazz Festival-nya Fakultas Ekonomi. Sisanya sekedar latihan saat ada event dan kadang mengikuti beberapa festival musik.  Padahal skill musik pas-pasan, benar-benar modal nekat.

Lainnya ikutan Mapala dan Kyokushinkaikan.  Sisanya dijalani malas-malasan.  Jadi tak aneh nilaiku pas-pasan.  Anehnya sudah tahu begitu tetap saja berharap nilai lumayan bagus saat cek nilai di papan pengumuman tiap akhir semesternya.  Dua apa tiga tahun awal IPK ku malah tak sampai angka dua.

Toh, ujug-ujug malah ikutan tes cpns pake ijazah SLTA di tahun kedua kuliah, dan lulus hingga resmi berstatus cpns di tahun ketiga kuliah.  Sempat ingin berhenti bekerja karena ditempatkan jauh di kecamatan tanpa kantor, sementara gaji tak sampai seratus ribu, tapi dikasih petuah untuk sabar sama abah.  Akhirnya malah bertahan saja mengikuti alurnya sampai lulus kuliah di tahun ke 6.

Walau akhirnya wisuda di semester 13 karena saat detlen ujian dosen pembimbingku malah keluar pulau, acara keluarga katanya, jadilah harus bayar ekstra satu semester lagi demi ujian skripsi.

S2

Tak lama setelah lulus S1, aku beruntung bisa melakukan semacam ujian persamaan hingga ijazahku diakui oleh kantor.  Dua tahun setelahnya ada kesempatan ikutan tes beasiswa Bappenas.  Beruntungnya lagi nilaiku yang pas-pasan itu ternyata memenuhi ambang batas minimal untuk ikutan seleksi.  Makin beruntung karena dinyatakan lulus ujian TPA & TOEFL.

Memilih di Surabaya dengan pertimbangan dekat dengan pelabuhan, memudahkan jika ingin pulang.  dan nyatanya aku memang rajin pulang setiap sebulan sekali.  Naik pesawat saat itu tak memungkinkan karena mahal.

Kuliah di Pengembangan SDM selama kurang dari 2 tahun terasa cukup monoton, hidupku hanya berkisar dari kontrakan-kampus-warung pecel lele-pelabuhan.  Hanya sesekali keliling kota Surabaya dan sesekali mlipir ke kota Malang. Itu juga paling hari senin memanfaatkan program nomad alias nonton hemat, cukup dengan 10-20 ribuan bisa nonton di hari senin.  Sisanya kembali ke urusan jalan kaki dari kontrakan-kampus-warung pecel lele-pelabuhan.

Toh, gara-gara cukup membosankan mungkin akhirnya memutuskan untuk cepat lulus saja, durasi 22 bulan dari 24 bulan cukup menyenangkan.  Menyenangkannya lagi sempat membantu kawan-kawan seangkatan mengerjakan analisis regresi di tesis mereka.  Gara-gara doktrin dosen pembimbing tesisku yang lulus Inggris itu yang menyebabkan pikiranku menganggap statistik itu gampang.

S3

Tak pernah terpikirkan untuk melanjutkan pendidikan lagi. Hingga lima tahun berselang setelah lulus dari Surabaya, ada kesempatan beasiswa dari kantor.  Mencoba meneruskan lagi di Surabaya, apadaya saat itu tak menerima mahasiswa di semester genap (hal ini dikarenakan tepatnya persetujuan dari pimpinan jadi tak bisa mendaftar reguler di semester ganjil).

Akhirnya memutuskan seleksi di kota Malang.  Lulus sebenarnya, akan tetapi saat itu jurusan yang dituju akreditasinya baru naik, jadinya biaya pendidikan pun ikutan naik. Akhirnya bimbang untuk melanjutkan ke situ.  Sampai akhirnya seorang kawan menawari untuk seleksi di Jogja saja.

Tak menyangka malah lulus juga.  Dikarenakan harus ada pertanggungjawaban atas beasiswa yang sudah diberikan dari kantor, keputusan pun diambil untuk lanjut di Jogja.  Semua serba mendadak dan tanpa pertimbangan yang benar-benar matang.

Toh, semua mata kuliah bisa dijalani, walau dengan serba hoh-hah.  Hanya saja urusan disertasi yang luar biasa molor.  Sempat tiga kali ganti topik baru akhirnya terselesaikan setelah melalui berbagai drama sampai puncaknya terancam dop out di tahun ketujuh alias tahun pamuntjak.

Selain kuliah yang sebenarnya hanya intensif di dua tahun awal.  Sisanya harusnya fokus ke penyusunan disertasi saja.  Tapi selingannya sangat banyak, malah aku sangat aktif sepedaan di empat tahun terakhir.  Puncaknya ya bersepeda dari Jogja ke Surabaya sebelum terbang kembali pulang kampung (salah satu dokumentasi perjalanannya aku jadikan foto profil di blog ini).

Rasanya cukup ini saja rangkuman masa perkuliahan yang kalau ditotal semuanya jadi 15 tahun lebih ya.  Sebenarnya asli tulisan sebelumnya tak begini, tapi entah kenapa kok saat mau dipublish malah gagal dan tak tersimpan di draft.

Jadi begitulah, kuliah lama-lama akhirnya untuk apa.  Ya tidak apa-apa selain banyak belajar tentang hal baru, banyak bertemu dengan kawan baru, kehidupan yang beda dan hal-hal yang tak terbayangkan untuk dijalani.  

Rangkuman tentang pendidikan yang lamaa itu akhirnya aku tuliskan dengan mengutip lirik lagu dari band favoritku.  Lirik lagu yang juga aku cantumkan di satu halaman tersendiri di bagian depan disertasiku>

When I find out all the reasons maybe I'll find another wayFind another day with all the changing seasons of my lifeMaybe I'll get it right next time
And now that you've been broken downGot your head out of the cloudsYou're back down on the groundAnd you don't talk so loudAnd you don't walk so proudAnymore, and what for?
-estranged/G n' R-


Komentar

Postingan Populer