tentang Motor
1. Spin
Sebenarnya aku malu bercerita tentang motor metik satu ini, ibarat menjilat ludah sendiri, dulu beberapa tahun silam aku semacam meremehkan pemilik motor metik, aku anggap metik itu bukanlah benda yang pantes disebut motor, lebih-lebih yang mengendarainya seorang lelaki.
Ternyata aku malah tergoda memilikinya beberapa abad kemudian. Hedeh.
Kemarin akhirnya masuk bengkel karena pas dipanasi pagi hari kok ya muncul asap putih, katanya gara-gara masalah di piston atau seal. Okelah diantre ke bengkel hari Jumat.
Hari sabot ternyata baru dibongkar. Minggu libur. Senin sore pun aku bersiap menjemput motor yang aku anggap sudah selesai perbaikannya. Akan tetapi setelah sampai bengkel kok ya motorku masih dalam keadaan terbongkar belum terpasang.
Ternyata eh ternyata, kas motornya katanya dicolong orang. Lah. Metik itu keluaran lama, sudah remaja usianya, jadi spare part barunya kemungkinan besar sudah tak ada tersedia. Tapi katanya diusahakan dicari entah dimana mbuh.
Tadi siang dapat kabar kalau ternyata sudah beres. Baiklah.
2. Revo
Itu adalah motor dinas, diantar ke dealer motor dekat kantor. Diantar pagi-pagi tak lama setelah baru buka. Dijanjikan akan dikabari nanti sama petugasnya. Pulangnya jalan kaki, kurang lebih 1 km.
Siang hari, setengah dua belas. Artinya sudah 3,5 jam aku pikir sudah beres karena tak ada kabar sama sekali. Jalan kaki lagi ke bengkel dealer tersebut.
Eh katanya masih belum selesai. Sementara aku lihat ada beberapa motor sedang diproses. Aku bingung sebenarnya sudah dipegang apa belum motorku. Kata petugasnya ada masalah terkait data mbuh apa.
Aku sedikit emosi jadinya, maksudku kalau ada apa-apa mboknya dikasih tahu. Diminta menunggu sebentar tentu saja aku tak sudi. Aku bilang kasih kabar via WA saja,
Kurang lebih setengah jam kemudian tiba-tiba saja diberitahu kalau motorku sudah beres. Tapi tentu saja aku malu keburu ngomel sama petugas yang melayani di dealer karena tak ada pemberitahuan apa-apa terkait proses perbaikan motor. Jadinya minta tolong satpam di kantor untuk ngambilin.
Toh, belum usai urusannya. Helmku masih tertinggal di sana. Lha mbokya dikasi tau toh ya. Wes lah aku ga bakal ke dealer/bengkel motor itu tadi lagi
---
nb. menjaga emosi di saat hari siang nan panas itu ternyata sulit dan bikin malu diri sendiri :(

Komentar
Posting Komentar