Langsung ke konten utama

#24 'bout lesson I've learned

menurut saya sih, ya anggap aja ilmu otak-atik guthak gathuk, hidup ini seperti halnya ada bersepeda, paling tidak ada 5 pelajaran, plus bonus satu, jadi ada enam pelajaran yang saya ambil.. (hmm kok kesannya saya jadi ngambil punya siapa gitu ya, sudahlah ga usah dibahas..)

yang pertama.


sebenernya yg pertama ini sih, filosofi bersepeda ala saya, bersepeda sesampainya, ngepit sak tenake kata temen-temen di Jogja.  Mungkin karena hidup saya juga minim kompetisi, tak begitu suka kompetisi, jadi hidup ya ngalir begitu sahaja.  Jadi kalo ada masalah dalam hidup ya saya pause alias diem dulu sejenak untuk kembali melangkah setelah napas enak dan pikiran tenang.

yang kedua.


ya kalo berangkat, kemana pun, kudu ingat rumah, inget pulang lah, sejauh dan selama apapun perjalanan.  memang bahaya kalo sampe lupa rumah.. kalo lebih tinggi lagi pemaknaannya terkait hidup ya inget bahwa nanti bakal berpulang juga, seberapa pun hebatnya di dunia ini. Haish kok jadi rada dalem dan sedikit serem ini.

yang ketiga


ya dalam sepedaan, juga dalam hidup, tentu perlu bekal toh, biar cukup dan kecapekan di jalan.  biar perjalanan aman. dan bekal yang penting menurutku sih ga cuma logistik, tapi sebuah ilmu favoritku: survival..

yang ke empat


ini  sih sebenarnya kemampuan untuk mengetahui batas kemampuan diri sendiri, ga usah sok kuat kalo menemui jalanan yang nanjak atau kondisinya berat dan rusak.  sesuaikan kekuatan diri dengan jalan deh, kadang suka maksa, sudah tau tanjakan malah sok kuat dan ga mau nurunin gear alias gigi, akibatnya napas habis, kaki pegel, badan remek.. gitu juga pas ketemu turunan ga usah sombong dan sok keren dah lalu ngebut, ntar jatuh nyesel dan bakal sakit tentu

yang kelima


ini sih soal mawas diri, ini juga gara-gara inget petuah seorang temen, kalo sistem hidup itu terdiri dari tiga bagian yang harus klop: kondisi badan, kondisi alat dan kondisi jalan.  Kalo tiga-tiganya dalam kondisi bagus, ntar perjalanan pasti bakal lancar dan sampai tujuan dengan aman.  Kalaupun ada masalah di antara ketiga hal itu, paling tidak bisa diantisipasi dengan baik.  Jadi sebelum memulai perjalanan cek dan ricek dulu kondisi tubuh, kondisi sepeda dan juga jalur jalan yang bakal dilalui.. yaa kurang lebih begitu

bonus bagian keenam


itu artinya adalah: kalo ga mampu lagi digowes ya didorong (bhs Banjar)

Ini sih semacam sambungan atau pelengkap dari bagian keempat di atas, ya sekuat-kuatnya tenaga dan sebagus-bagusnya sepeda, pasti nanti ada suatu saat ketemu medan yang ekstrim, yang bikin kaki tak kuat lagi mengayuh pedal, kalo sudah gitu ya turun, dorong, yang penting sampai, semangat!

Jadi begitulah, pelajaran yang saya maknai semena-mena kali ini. Agak berantakan memang pemaknaannya, tapi ya sudahlah..
 

Komentar

  1. pesan-pesan yang sungguh bijak, tapi bikin penasaran.. ini pakai bahasa apa?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang. Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.   Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike) ,  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal , tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jej

tentang HMNS

HMNS adalah  eau de perfume racikan anak Menteng, paling ngga saya tau itu dari alamat pengirimnya hehe selaku manusia yang benar-benar awam tentang wewangian, hal ini adalah benar-benar baru bagi saya.  Mulai tertarik dengan hal ini justru gara-gara beberapa kali kawan saya yang bernama Inda posting tentang koleksi parfumnya.  Walau sekali lagi, pertamakali yang namanya parfum bikin saya penasaran adalah film dengan tokoh utama Jean-Baptiste Grenouille yang jenius itu. dan kebetulan ada gerombolan yang rajin mengapdet produknya di media sosial, bikin saya penasaran dan memesan starter pack  yang berisi tiga varian produk andalannya : alpha, delta dan theta. saya yang tak begitu paham tentang esensi  top notes, middle notes, dan  base notes, akan mencoba memberikan gambaran ketiga wangi yang beberapa jam tadi saya sniff  satu-satu, dan imajinasi tentang ketiga makhluk itu pun muncul begitu saja.. alpha. adalah kalem, misterius, berkesan elegan tapi sekaligus berpotensi seba

tentang (mantan) sepeda

tulisan ini aslinya berupa thread di twitter, yang sepertinya alangkah baiknya diarsipkan juga di sini, dengan beberapa tambahan dan pengurangan kalimat dan beberapa gambar yang sempat terdokumentasikan..  mari nostalgia dg (mantan) sepeda2 saya yg tak seberapa itu.. kebetulan, sebagian besar baru bisa kebeli saat di Jogja. #1. Sepeda mtb ladies, mbuh merknya apa. Beberapa kali sempet dibawa ke kampus. Waktu make sepeda itu ga ngerti sama sekali sama setingan yg enak dll- asal bawa aja. Endingnya ilang di dpn kontrakan. Dicuri kyknya. #2. Sepeda hitam. Merknya jg mbuh. Beli sama mas bengkel- yg namanya saya lupa/ hedeh- Karangkajen. Sempat saya pikir Federal tp ternyata bukan, tp gara2 sepeda ini saya kenal dg anak2 Fedjo- federal jogja.  Itu di bawah fotonya, . saat sepedaan minggu pagi, mbonceng Thor dan bang Ai depan rektorat UGM. #3. Federal Metal Craft. Beli di bengkel sepeda di Jl. Gambiran. Beli fullbike dg setingan & groupset seadanya. Akhirnya dipake si