+ -

Pages

Kamis, 18 Agustus 2016

Masalah Grounded Theory Method

Saya kembali mebuka-membuka memori awal kenapa memutuskan memilih grounded theory yang sama sekali bukan metode populer untuk digunakan dalam sebuah penelitian.  Saya cari-cari di perpustakaan kampus pun, cuma nemu dua biji tesis kalau tidak salah yang menggunakan metode itu.

Itupun setelah saya lihat, tidak sepenuhnya menggunakan 'amanah' grounded theory method (GTM), melenceng dari hakikat metode itu sendiri.  Selain itu, biasanya metode ini digunakan dalam penelitian tingkat doktor, mungkin karena tujuan utamanya memang untuk emerging theory ya.

Kendala lain, adalah, bagi saya, tidak ada contoh konkrit bagaimana proses coding dari awal open coding-selective coding-theorizing..  Nasib saya yang terbiasa mengerjakan apa-apa dari contoh nyata, kali ini bener-bener bikin masalah haghaghag

Selain itu, ya rasanya saya pernah posting juga.  Belum ada buku referensi terjemahan tentang grounded theory ini, nah lho, menurut saya sih ini sebuah kelemahan sekaligus keberuntungan bagi saya, soalnya saya bisa memaknai referensi yang saya punya dengan bebas merdeka, tau dah ntar penguji gimana memaknainya ..

emang kapan ujiannya, bos

hish udahlah ga usah ditanya dulu *gaplok*

Untungnya ada buku ibu Cathy Urquhart yang menurut saya relatif mudah dipahami untuk otak cetek seperti saya.  Beruntungnya saya, buku yang relatif baru ini tersedia di perpustakaan.  Sampulnya bagus kan? Saya suka je #lha

Belum cukup mumet ini, rencana memasukkan metode ini ke dalam sebuah metode lagi yang bernama mixed methods, yang berani terang-terangan menyatakan hal yang menurut saya absurd ini, menjadi sebuah metode cuma pak Cresswell.  Untuk hal ini sepertinya semesta berkonspirasi membuat saya mumet dari awal, soalnya satu-satunya buku tentang metode penelitian yang pernah saya beli adalah buku beliau, iya versi terjemahan sih, tapi skarang saya juga versi aslinya dalam bentuk ebook.

Kemarin setelah (akhirnya terengah-engah) menyelesaikan tahap pertama hasil riset kuantitatif, yaitu perhitungan analisis SEM dengan Lisrel, sekarang pelan-pelan beradaptasi dengan metode kualitatif GTM ini.

Mari bermimpi akhir minggu ini bisa kelar, kemudian masuk tahap mixed methods.  Baiklah, sekarang biarkan saya menghirup udara segar pelan-pelan sekarang, napasku tiba-tiba terasa tercekik arrgghhhsudahlah..
5 blog auk: Masalah Grounded Theory Method Saya kembali mebuka-membuka memori awal kenapa memutuskan memilih grounded theory yang sama sekali bukan metode populer untuk digunakan dala...

8 komentar:

  1. Jadi inget masa-masa tugas akhir dulu. Tiap hari nongkrong di perpus pagi siang sore cuma untuk merumuskan simpulan yang hanya beberapa paragraph. Thema blognya baru yak? look nice

    http://ryzk.info

    BalasHapus
    Balasan
    1. ..dan akhirnya selese juga kan? hehe makasih ya

      Hapus
  2. ndak paham om bahas apa -____-

    =))

    BalasHapus
  3. Semangat ya Om! Pasti bisa kelarin deh thesisnya~

    BalasHapus

< >