Langsung ke konten utama

soal reuni saat menunggu pejabat lama

 kemarin datang ke acara tanam pohon yang dihadiri oleh banyak orang, yang mengundang petinggi di provinsi ini. Orang sudah pada ngumpul, nunggu berjam-jam eh yang punya hajat malah entah dimana kok ga dateng-dateng.  

Tamu kan raja ya, berhubung aku selaku tamu sedang berjiwa raja, rasanya sudah cukup sabar menunggu nyaris tiga jam sebelum memutuskan untuk pulang ke kantor karena tak jelas keberadaan petinggi tersebut. Begitu mudahnya ya bikin orang menunggu.  Lu pikir situ artis favoritku apa?

Untung selama menunggu itu banyak ketemu kawan, cerita-cerita kesana kemari. Salah satu adalah tentang reuni besar-besaran tahun depan. Aku tentu saja menjawab tegas bahwa tak bakal ikut.  Kawanku membujuk, sudahlah tak usah keras kepala katanya.

Kataku bukan sekedar itu, reuni gede-gedean, tujuannya ndak jelas, ujug-ujug ngumpulin banyak angkatan, EO-nya juga ndak jelas, mintain duit ke tiap angkatan.  Perasaanku ga enak, sih.  Itu aja.  Jadi ngapain ikut acara yang serba ga jelas?  Sesederhana itu, padahal.  

Mari saja kawan kita liat sama-sama, apakah intuisiku kali ini benar apa luput.  Lagian duit banyak hasil ngompas tiap angkatan, bukannya mending untuk makan-makan, bukannya malah ngundang artis jadul dari ibukota kui? Hedeh.

Komentar

  1. bicara soal petinggi yang hobi ngaret, kemarin petinggi di kota saya sempat viral om warm. beliau yg sudh terkenal membuat acara harus mudur beberapa jam, masa menerapkan "budaya" beliau itu ke anak2 :) anak2 TK dipaksa nunggu beliau yang sembarang beliau itu selama berjam-jam mulai pagi sampai siang tanpa diberi snack dan makanan :') ndak ikut punya anak yg ikut acara itu, tapi sampe sekarang kl inget ikut mangkel bangett. padahal beliau yang sembarang beliau itu ya seorang ibu pun :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah, org2 gila kupikir mereka itu, semena-mena sekali sama waktu, apalagi sampai bikin anak2 menunggu, jd pengen mengutuknya jd jam batu

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah ­čśů lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..