Langsung ke konten utama

16 September 2005

Jikalau tidak salah ingat, dua hari lagi harusnya saya mengikuti wisuda di Universitas Airlangga, Surabaya.  Sehari sebelumnya, istri juga mempersilahkan saya untuk mengikutinya, tapi Banjarbaru-Surabaya di tahun itu adalah perjalanan yang memiliki dua alternatif, yaitu antara mahal dan lama.  Harga tiket pesawat cukup lumayan, walau Lion Air yang baru beroperasi waktu itu cuma seratus ribuan sekali berangkat. Sedang jikalau pakai kapal laut perlu waktu di atas 20 jam.  Saya tidak memilih kedua opsi itu.  Saya memilih tinggal di rumah sakit daerah yang waktu itu masih di Jl. Palang Merah, tepat di jantung kota.

Itulah karena anak kedua saya lahir di 08.20 pagi hari, karena pangkat saya baru saja naik jadi Penata Muda, maka berhak untuk menginap di Kelas 1. Oh, jangan bayangkan itu kamar yang sangat bagus, tapi jelas lebih bagus dari waktu si sulung lahir dua tahun sebelumnya, uminya terpaksa menginap di bangsal yang berisikan 4 atau 6 orang karena pangkat saya masih rendah. Kelas satu artinya dapat privilege untuk sendiri saja di kamar, walau cuma pakai kipas angin, tapi relatif tenang.

Rasanya tiba-tiba saja sudah 15 tahun berlalu, tiba-tiba dia harus masuk sekolah lagi, sudah kelas 1 SMA. Hobinya sekarang selain main gim juga suka ngegambar.  Barusan saya tanyai mau makan apaan, terserah, bebas. Dianya cuma senyam senyum sambil meneruskan main gim di hape bututnya.  Ya begitulah, bang Ai, begitu dia dipanggil, memang tak pernah neko-neko orangnya.  Justru punya bakat dagang karena dulu suka ngejualin donat produksi abahnya hehe

Jadi, selamat ulang tahun, bang. Semoga terus sehat, dan terus senang hidupmu.

/

*gambar di bawah ini bikinannya, keren yak.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah ­čśů lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..