Langsung ke konten utama

tentang jawaban yang nanggung, bacaan dan kisah hantu yang tak kunjung henti

ini aku heran, kok masih ada ya yang lupa akan tanggungjawabnya, kesel euy. lama-lama yang makin kesel.  Lah kewajibanku sudah tunai, hak orang sudah dikasihkan, kok ya orang yang dikasih keringanan malah lupa akan tanggungannya yang sebenernya sepele: cuma diminta laporan kok. HEDEH.

ngga cuma satu, tapi dua tim yang belum ngumpulin laporannya. DUA TIM! bayangkan itu.  Kalau saja laporan itu gratis ya tidak apa-apa, ini dibayar mahal untuk itu, dan mbokya nyadar gitu, Gustiii..

Apalagi yang bikin pusing, adalah satu kartu ATM yang rusak, satu lagi ketinggalan di ATM, ini sih PR buat besok untuk ngurus hal-hal yang keliatan sepele ini.  Lalu HDE aku dimanaaaa? asli lupa naro harddisk eksternalku eta euy.  Data-dataku masih banyak yang nyangkut di situ, argh lain kali aku simpen di G-drive aja deh.

Mudah-mudahan ntar aku ga meledak lagi di kantor.  Tp gp wes sesekali ya, biarpun ntar dicap orang yg esmosian ga jelas.

ARGH!

-update-

barusan akhirnya, yang ditagih kewajibannya, janji minggu depan mau ketemu, satunya lagi mbuh apakabarnya, wong whatsapp saya masih centang satu, mudah-mudahan bukan gara-gara alasan hape hilang.

jadi mikir, malam ini saya nonton aja atau nerusin baca buku karya mb Almira itu ya, tp beberapa halaman pertama, eh sudah sampai di halaman 84 ding tiba-tiba saja begitu. bikin penasaran sih, tapi Ganjil Genap ini masih tak se-hype dan sekeren buku sebelumnya yg Resign itu. Entahlah, mungkin lanjutkan besok saja kali ya.


dan oh tentang hantu, atau makhluk dunia lain apalah itu, sebenernya malas membahasnya, lha kalau tiba-tiba makhluk itu tau kalo aku ghibah di sini apa ga kerepotan ntar akunya.  Ini masih kisah tentang yang kmaren sudah nyaris semingguan ini, siswa yang praktek dan nginep di komplek ini sedang rajin kesurupan, dan tak cuma satu orang.  Satu yang paling parah malah kepaksa dipulangin dulu sementara.  Parah, kerasukan sampe muntah darah segala.

Belum lagi di kantor, juga horror.   Seorang kawan yang lembur, videocall-an sama istrinya, yang tiba-tiba berteriak, katanya meliat satu sosok ikut nimbrung di belakangnya.

Argh sudah ah cerita gituan.  Ngeri sendiri saya jadinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu