Langsung ke konten utama

napas yang cukup

sebenernya apa sih hakikat sebuah kata bernama : 'cukup' itu?  Apa memang manusia tak pernah berkenalan sungguh-sungguh dengannya, atau memang tak pernah sampai pada titik dimana dirinya merasa cukup.

Bagi saya, mungkin nanti suatu saat, kata itu akan datang menghampiri, saat anak-anak sudah selesai dengan urusan sekolahnya (yang padahal ga ada yang bakal tau kalau bakal berlanjut lagi suatu saat kelak hihi), lalu sepanjang hari menikmati waktu, bersepeda seharian, mengutak-atik sepeda, atau sibuk membasuh motor legenda di pekarangan yang tak begitu luas, atau berusaha bertukang membuat benda-benda apa saja dari apa saja di halaman belakang, atau iseng meraparasi apapun.

Lalu duduk di sore hari berdua di teras, sambil minum teh tawar tentu saja, bercerita tentang apa saja dengan istri di kursi kayu, sambil sesekali menengok halaman-halaman buku-buku fiksi yang seperti tak selesai-selesai.

Intinya menikmati sisa waktu, tanpa ada keinginan untuk menambah apapun lagi yang krusial.  Saya yakin masa itu akan tiba suatu saat, dan kemewahan apapun di dunia ini terasa biasa saja.  Karena bisa menikmati hidup itu sendiri adalah kemewahan di atas segala bentuk kemewahan apapun.

/banjarbaru/6-11-2019/11.09pm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa