napas yang cukup

sebenernya apa sih hakikat sebuah kata bernama : 'cukup' itu?  Apa memang manusia tak pernah berkenalan sungguh-sungguh dengannya, atau memang tak pernah sampai pada titik dimana dirinya merasa cukup.

Bagi saya, mungkin nanti suatu saat, kata itu akan datang menghampiri, saat anak-anak sudah selesai dengan urusan sekolahnya (yang padahal ga ada yang bakal tau kalau bakal berlanjut lagi suatu saat kelak hihi), lalu sepanjang hari menikmati waktu, bersepeda seharian, mengutak-atik sepeda, atau sibuk membasuh motor legenda di pekarangan yang tak begitu luas, atau berusaha bertukang membuat benda-benda apa saja dari apa saja di halaman belakang, atau iseng meraparasi apapun.

Lalu duduk di sore hari berdua di teras, sambil minum teh tawar tentu saja, bercerita tentang apa saja dengan istri di kursi kayu, sambil sesekali menengok halaman-halaman buku-buku fiksi yang seperti tak selesai-selesai.

Intinya menikmati sisa waktu, tanpa ada keinginan untuk menambah apapun lagi yang krusial.  Saya yakin masa itu akan tiba suatu saat, dan kemewahan apapun di dunia ini terasa biasa saja.  Karena bisa menikmati hidup itu sendiri adalah kemewahan di atas segala bentuk kemewahan apapun.

/banjarbaru/6-11-2019/11.09pm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

tentang HMNS

Abdi bogoh ka anjeun