Kamis, 26 Oktober 2017

tentang rumah yang belum

..waktu kuliah, rumah saya dikontrakkan, baru beberapa bulan yang lalu, akhirnya yang ngontrak undur diri.  Sempat sedikit kesal, pengontrak menyisakan residu oli lumayan di halaman rumah, tapi sudahlah, toh saya juga tak mampu menjaganya.

Sejak lama saya berniat pindah ke situ, tinggal di rumah sendiri tentu beda ceritanya.  Rumah yang sekarang, punya orang, punya pemerintah, cuma numpang, tak bisa diapa-apain, jadi dibiarkan saja sejadi-jadinya di usianya yang tigapuluh tahun lebih.

Biarpun sederhana, biarpun lama mungkin untuk menatanya, biar perlu waktu bertahun-tahun, tapi bisa bebas untuk diapakan saja.  Saya sudah bayangkan, ada perpustakaan dan studio musik mini, ada taman mungil dan air berderai-derai di halaman belakang, kalau ada duit lebih dibikin loteng, dibikin tingkat.

Ada ruang kecil di belakang untuk menulis dan merenung dan untuk mengumpulkan rupa-rupa barang, mungkin sekaligus musholla kecil.

Sungguh tak sabar saya ingin, pindah hidup di situ, sudah terlalu lama di tempat sekarang, saatnya untuk hijrah.  Semoga tak perlu waktu yang begitu lama..

Sudah jam 2.30 siang, dan ide saya masih mampat!


2 komentar:

  1. semoga citacitanya segera kesampean om. saya sedang nyari rumah juga ini. seadanya semampunya dulu deh. doakan juga segera kesampean punya sendiri ya. sebagai kontraktor selama ini rasanya kok gak bebas mau beli apa apa dan mau ngapa-ngapain rumahnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin, smoga rumahmu cepet terwujud biar saya bisa bertamu hehe

      Hapus

tentang ke blogspot lagi

ya, akhirnya sekian lama kemarin mencoba pake hosting sendiri di wordpress, akhirnya domain ini dikembalikan lagi hosting ke blogspot hehe. ...