+ -

Pages

Kamis, 12 Oktober 2017

tentang Dwi Hartanto

mendadak, beberapa waktu terakhir ribut-ribut soal mahasiswa program doktor di Delft itu..

saya justru, anehnya, memandang dari sisi lain.. karena pernyataannya sebelumnya terkait dengan senjata dan lain lain, yang sepertinya bersifat classified, bagaimana seandainya sebenernya dia tak berbohong, tapi dipaksa untuk berbohong,

demi apa? entahlah..

yang jelas agak janggal, menurut saya...

tapi, kalaupun mas Dwi itu benar-benar melakukan pengakuan atas kebohongannya, toh nyatanya dia benar-benar mahasiswa S3 di luar negeri, apalah kapasitas saya menilai orang yang beda institusi dan beda disiplin ilmu..


jadi ya beginilah, mau sok-sokan bikin teori konspirasi, tapi nanggung beudh XD
5 blog auk: tentang Dwi Hartanto mendadak, beberapa waktu terakhir ribut-ribut soal mahasiswa program doktor di Delft itu.. saya justru, anehnya, memandang dari sisi lain....

7 komentar:

  1. ... Apa-apaan ini Om, tulisannya nanggung sekali dan nggak ada penjelasan kenapa menurut Om dia "terpaksa/dipaksa" berbohong :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. itulah masalah saya, sering kesulitan dalam elaborasi ide sendiri, pikirkan sendiri aja deh kelanjutan konspirasinya #lah

      Hapus
  2. jadi kenapa dia berbohong?

    BalasHapus
  3. Bahwa dia qualified sebagai mahasiswa S3 sampai hampir defense itu benar adanya dan secara akademik mestinya tidak diragukan lagi karena S2-nya toh dari Delft juga. Secara psikologis entahlah. Cuma ya kebohongannya itu menunjukkan integritas yang dipertanyakan. Kalau cuma kebohongan project sih mungkin dia menyembunyikan classified info, tapi bohong soal kontes itu buat apa? gampang diklarifikasi. Soal diminta jadi WN Belanda? Soal diundang BJ Habibie? He's gone too far. Gak lebih dari bluffing. Kalau mau narik mundur lagi, sejak di kampus Akprind beliau sudah pernah terlibat kasus fraud juga. Sebagai ilmuwan sih harusnya tahu tanggung jawab moral untuk hal sekecil apapun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah kalimat terakhir njenengan itu saya setuju, masalahe utk hal2 lain di luar itu saya benar-benar ndak ngerti, karena ndak liat buktinya, makanya sejauh itu saya hanya bisa menduga-duga sahaja sebagaimana saya tulis di paragraf empat & liam di atas. demikianlah :)

      Hapus
  4. Let's gone by be gone....soalnya kasusnya juga hanya peralihan semata dari kasus kasus besar yang melilit negri ini....bayangkan sampai detik ini kasus bayangan selalu muncul tiap kali kasus e-KTP mencuat....permainan politik sekarang aneh��

    BalasHapus

< >