Langsung ke konten utama

tentang seminggu ini & hari minggu ini

..apa yang terjadi dalam seminggu ini ya, selain kejadian hari senin tadi, ya saya cukup pusing melihat rekap revisi yang harus diperbaiki dari tim penilai & penguji, otak saya langsung drop haha smoga mulai besok sudah pelan-pelan tertangani sesuai tekat bulat.  Masa petualangan ke warung-warung gelato masih belum cukup sebagai mood booster, eh salah, untuk kali ini harus melupakan yang namanya mood, harus bergerak lah, jangan konyol lagi *ngobrol sama diri sendiri*

Kejadian apa yang menarik seminggu ini ya..

Oh itu, kamis malam kemarin, saya diajak mas Radith ke Wonosari, ke katamata coffee, kedai kopi yang lumayan jauh, namanya juga darah Gunung Kidul.  Mas Brindhil kui skill bawa motornya ngeri sekali, tampaknya saya kapok kalo boncengan sama beliau lagi hahaha.  Apalagi kami beruntung, sepanjang jalan diguyur air hujan, tak begitu deras membadai sih, tapi tetap saja basah yang bikin masuk angin sepertinya.  Saya juga sih lupa bawa raincoat tambahan.

Lalu cuaca Jogja yang akibat hujan yang rajin nyaris semingguan ini, udaranya jadi dingin luar biasa, saya bilang sih ideal sekali untuk proses beranakpinak, eh berkembangbiak, halagh pokoknya begitulah.  Saya aja sampe kepaksa pake jaket di dalam kamar, dan dua kali terpaksa bikin mie kuah yang panas biar keringetan dan bikin body rada delicious.. haha

Pagi tadi, memutuskan sepedaan ke Pakem lagi, ritme sepedaan saya masih kurang bagus ternyata, masih suka semaunya berhenti mendadak, padahal ga bagus untuk napas dan jantung sepertinya kalau mendadak-dadak gitu.  Untungnya bisa sampai juga di warung ijo, walau menu andalan tiap minggu pagi Piskopyor absen di menu.  Jadinya hanya makan nogosari saja, dan pulangnya mampir makan bubur ayam deket mesjid deket asrama.

Sekarang tau-tau sudah  nyaris jam 2 siang.  Saya lapar lagi, tapi masih males mandi, ntar sore aja deh, mandinya maksudnya, makannya sih sekarang

Beh, postingan macam apa ini..

Komentar

  1. Pas hujan, dingin, trus bisa berkembangbiak itu memang nikmat sekali. Sesudah itu baru mie kuah panas..

    *komen edisi kangen ramen*

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya malah belum pernah nyoba ramen je

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu