Langsung ke konten utama

tentang H-6 : Gandhi the Man

Saya terus terang, justru semakin ingin mengenal sosok Mahatma Gandhi setelah menonton film Lage Raho Munna Bhai, yang tokoh utamanya dipaksa menerapkan nilai-nilai yang diajarkan Gandhi dalam kehidupannya.  Padahal dia sendiri sejatinya adalah seorang preman kambuhan yang sedang jatuh cinta dengan seorang penyiar radio.  Ohiya, sutradara dan produser film itu adalah orang yang sama dibalik suksesnya film 3 idiot.

Baiklah cukup tentang filmnya ya.

Sekarang kembali pada sosok Gandhi, yang sederhana dan super pemaaf, bagaimana tidak, bahkan pada orang yang menembaknya pun dia memberikan maafnya sebelum akhirnya tewas.  Lelaki luhur yang mengajarkan arti cinta dengan cara sederhana.

Ajaran Bapu, panggilan lain dari Gandhi, adalah manisfestasi dari butir dasa dharma pramuka: suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan, dalam arti yang sesungguhnya.  Gandhi tak hanya berteori dan berbicara tapi juga melakukan apa yang dia ajarkan di kehidupan sehari-harinya.

Sedikit banyak, pandangannya membuka mata & pikiran saya akan arti kebenaran.  Inti ajaran Gandhi ada pada dua hal: yaitu satyagraha dan ahimsa.

Inti dari satyagraha adalah resolusi konflik, pencapaian kebenaran & kedamaian melalui jalan ahimsa, yaitu cara nonviolence, tanpa kekerasan.  Mungkin jika di filsafat ilmu, satyagraha adalah sebuah ontologi dan ahimsa sendiri merupakan epistimologinya.

Cara menyelesaikan konflik tanpa kekerasan itu, seperti hal yang terlihat sederhana tapi terus terang akan sulit dilakukan jika tak mengerti makna sebenarnya. Nyatanya value dari Gandhi berhasil membuat India merdeka, membuat orang-orang menyerap makna ajarannya tanpa merasa terpaksa, tapi lebih karena merasa bagian dari ajaran itu sendiri.

Haduh mumet sekali ternyata menjelaskannya.  Mungkin suatu saat silakan dibaca sendiri di buku Gandhi the Man karya Eknath Easwaran, saya sih baca terjemahannya yang terbitan Bentang.  Ini salah satu buku biografi terbaik yang pernah saya baca.

Setelah saya menamatkan membaca buku itu, saya baru sadar bahwa beberapa waktu terakhir ini, sebenarnya saya sudah menemukan nilai-nilai Gandhi pada beberapa orang yang saya kenal.  Orang-orang yang menghindari kekerasan dalam menyelesaikan masalah.  Orang-orang yang lebih memperhatikan sisi yang baik dari daripada memikirkan sisi buruknya. Orang-orang yang berpikiran bahwa manusia itu pada dasarnya adalah sama dan setara.  Orang-orang yang berpikir dengan rasa cinta dibandingkan rasa murka.  Orang-orang yang punya konsep bahwa jauh lebih penting memperbaiki diri sendiri sebelum punya niat memperbaiki orang lain.  Orang-orang yang berasumsi bahwa kedamaian dan kenyamanan bukanlah monopoli satu pihak saja.  Orang-orang yang lebih memikirkan kewajiban daripada haknya.

dari Gandhi saya belajar, bahwa kebenaran itu ada, dan harus diperjuangkan, tanpa harus melalui kekerasan.  Sedikit lebih dramatis, justru dari Gandhi saya lambatlaun makin ngerti akan hakikat cinta.

Demikianlah.

Komentar

  1. Bapu ini bukannya bahasa Hindi untuk ""Bapak" alias "Father" ya? .__.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, dan itu panggilan untuk beliau

      Hapus
  2. seandainya apa yang dipelajari gandhi diajari ngga cuma sepintas lewat di pelajaran sejarah jaman sekolah, mungkin..... ngga akan gini-gini amatlah.... #meracau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, nilai-nilai Gandhi bagus utk diajarkan lebih lanjut padahal

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang.

Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.

Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike),  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal, tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jejak rekamnya, dima…

Abdi bogoh ka anjeun

Itu artinya saya suka kamu, kan bah?"

tanya bang Ai beberapa saat yang lalu.

Hoh? Saya tak langsung menjawab, malah curiga, darimana pula dia dapet kosa kata ajaib itu, jangan-jangan..

"bang Ai baca dimana?"
"di kertas.."

Tuh, kan.  Itu kan kalimat sakti yang beberapa kali saya tulis untuk seseorang pada jaman dahulu kala hihi.  Jangan-jangan bang Ai iseng baca-baca koleksi surat saya yang beberapa kotak sepatu itu.  Persis kelakuan Cinta di AADC2.  Duh, saya jadi suudzon..

" di kertas mana?" tanya saya lagi sambil deg-degan sendiri #hayaah haha
" ini bah, di kertas bungkus permen karet.." malah Q yang menyodorkan bekas bungkus permen karet yang bertuliskan macam-macam kalimat dari beberapa bahasa..

Walah, ada-ada sahaja..

tentang kang Lantip

siapa sih yg ndak kenal sama blogger asal Njogja yg bernama kang Lantip kui.  Kecuali dirimu ndak kenal blog, saya sedari dulu tau tapi sungkan kenalan dengan beliau, soalnya ketoke terkenal sekali.  Tujuh taun hidup di Jogja malah tak pernah ngobrol sekalipun dengan beliau itu, lha kan nyebahi sekali saya ki, ga sopan sama tuan rumah hihi

lucunya, saya jadi bertekat ingin ketemu dengan beliau itu gara-gara kami satu pemahaman mengenai panganan bulet ijo bernama KLEPON! yang disesatkan sedemikian rupa oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang malah keukeuh kalau makhluk itu adalah Onde-onde, wooo ngawur.

Jadi aja, kmaren malam janjian di warung kopi, yang posisinya padahal deket dengan tempat saya tinggal dulu, tapi saya justru ga ngeh: namanya warung kopi Blandongan.  Woh kopinya ampuh tenan, mampu bikin mata saya tadi malam super cerah sampai menjelang sahur haha

Dan, sosok kang Lantip ternyata jauh dari bayangan saya, lha habisnya saya kebayang ikon gajahnya beliau je, duh nuwun s…