Langsung ke konten utama

Konsep Jera

..dulu, rasanya saya tak kenal dengan kata yang bernama : jera, sepertinya terhadap apapun.

Ditolak cewek, saya maju terus, sampai akhirnya diterima dan rela jd isteri saya #malahnostalgia

Ditolak beasiswa saat mau lanjut kuliah, saya terus nekat ikutan tes beasiswa sana sini, walau kemampuan pas-pasan.

Berkali-kali merasakan letih habis dihajar tanjakan saat sepedaan jauh-jauh, tetap aja masih merencanakan trip berikutnya kapan kemana.

Ditolak judul proposal awal disertasi, saya lanjut merubah judul yang lain.

Ditolak nerusin kuliah dan nyaris DO, saya nekat juga nerusin biar bisa lanjut dan menyelesaikan misi sekolah yang tertunda setelah sekian lama.

Tapi, barusan saya sakit kepala: sebuah kejadian yang langka, inget deadline, inget kantor, inget sekolah anak-anak...

tampaknya beberapa jenak yang lalu, saat lapar-laparnya, saya baru mengenal makhluk bernama jera itu.

Asemik!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..