Langsung ke konten utama

Kisah Asrama #3

Iya, asrama, bukan asmara..

Ini adalah asrama ketiga yang pernah saya huni seumur hidup saya, dulu waktu sekolah setingkat SLTA saya juga masuk asrama saat kelas satu, karena diwajibkan untuk anak baru.  Naik kelas dua, masuk asrama lagi beberapa bulan sebelum akhirnya memutuskan keluar dan kos, karena suasananya tidak lagi bikin betah.


[Dan faktanya, dari lima orang, saya dan saudara-saudari saya, cuma satu orang yang belum pernah mencicipi indahnya asrama, kalau kos, kelimanya dari kami adalah veteran kos-kosan semua]

Sedangkan isteri saya itu: anak asrama juga laah, wong dulu satu sekolah dengan saya, asramanya cuma berjarak kurang lebih duaratus meteran dari asrama saya, yang sama-sama bernama sapi impor.  Asrama saya namanya limousin, asrama calon pacar saya dulu itu Ayshire kalo tidak salah.  Iya masih calon, karena proposal saya untuk jadi pacarnya baru diterima olehnya saat keluar asrama dan sama-sama jadi anak kos.

Tapi, bedanya, asrama yang sekarang saya huni ini, dan saya janji di awal kalau numpang tidur tak lebih setahun, adalah asrama yang paling keren.  Selain karena berlantai dua, posisinya strategis sekali di jantung kota Jogja.

Penghuninya yaa lumayan lah, sok keren semua, walau nyatanya kalau topik obrolan mereka tentang wanita, sering saya patah dan kalahkan hanya dengan satu kalimat: kalian kebanyakan teori.  Setelah itu saya menyesal bilang begitu.  Karena di lain waktu tak segan-segan mereka menyerang balik dengan modal beda usia.  Yayaya penghuni paling tua saya memang.

Sebenarnya, sementara mau bercerita itu aja sih sekilas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang.

Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.

Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike),  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal, tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jejak rekamnya, dima…

Abdi bogoh ka anjeun

Itu artinya saya suka kamu, kan bah?"

tanya bang Ai beberapa saat yang lalu.

Hoh? Saya tak langsung menjawab, malah curiga, darimana pula dia dapet kosa kata ajaib itu, jangan-jangan..

"bang Ai baca dimana?"
"di kertas.."

Tuh, kan.  Itu kan kalimat sakti yang beberapa kali saya tulis untuk seseorang pada jaman dahulu kala hihi.  Jangan-jangan bang Ai iseng baca-baca koleksi surat saya yang beberapa kotak sepatu itu.  Persis kelakuan Cinta di AADC2.  Duh, saya jadi suudzon..

" di kertas mana?" tanya saya lagi sambil deg-degan sendiri #hayaah haha
" ini bah, di kertas bungkus permen karet.." malah Q yang menyodorkan bekas bungkus permen karet yang bertuliskan macam-macam kalimat dari beberapa bahasa..

Walah, ada-ada sahaja..

tentang kang Lantip

siapa sih yg ndak kenal sama blogger asal Njogja yg bernama kang Lantip kui.  Kecuali dirimu ndak kenal blog, saya sedari dulu tau tapi sungkan kenalan dengan beliau, soalnya ketoke terkenal sekali.  Tujuh taun hidup di Jogja malah tak pernah ngobrol sekalipun dengan beliau itu, lha kan nyebahi sekali saya ki, ga sopan sama tuan rumah hihi

lucunya, saya jadi bertekat ingin ketemu dengan beliau itu gara-gara kami satu pemahaman mengenai panganan bulet ijo bernama KLEPON! yang disesatkan sedemikian rupa oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang malah keukeuh kalau makhluk itu adalah Onde-onde, wooo ngawur.

Jadi aja, kmaren malam janjian di warung kopi, yang posisinya padahal deket dengan tempat saya tinggal dulu, tapi saya justru ga ngeh: namanya warung kopi Blandongan.  Woh kopinya ampuh tenan, mampu bikin mata saya tadi malam super cerah sampai menjelang sahur haha

Dan, sosok kang Lantip ternyata jauh dari bayangan saya, lha habisnya saya kebayang ikon gajahnya beliau je, duh nuwun s…