+ -

Pages

Kamis, 25 Agustus 2016

Grounded Theory: Membaca Diam-diam

Entahlah apa arti judulnya, kali ini mungkin kembali semacam curhat tentang metode yang sangat tidak terbayangkan.  Sederhana namun ternyata sedikit rumit.  Musti pake opsi optimis untuk menyelesaikan bagian ini.

Jadi, rasanya saya tertahan karena, mungkin sedikit mules dan entahlah sata mau memasuki bagian open coding.  Bayangkan, baru masuk open coding saja tertahan untuk membaca berulang-ulang tentang hal ini.

Waktu awla konsultasi dan ujian komprehensif, memang sudah diingatkan pembimbing dan penguji untuk lebih mendalami metode ini.  Karena selain ini adalah hal baru bagi saya, dan nyatanya belum ada referensi yang berhasil membuat semuanya terlihat gamblang.  Sampai beberapa detik yang lalu.

Ada bagian yang sedikit membuat otak saya berpendar-pendar:

di bukunya bu Cathy Urquhart, pada halaman 107, she said:

Glaser (1978) puts it simply; there are two types of code to generate substantive and theoritical codes.  Substantives codes 'conceptualise the empirical substance of the area of research', while theoritical codes 'conceptualise how the substance codes relate to each other'

See?  sederhana sekali kata beliau.

Saya pun mengangguk-angguk sendiri, lalu sedikit berkunang-kunang hehehe.
Ya itulah sebenarnya inti dari grounded theory, yang cuma terdiri dari tiga fase: open coding, selective dan theoritical coding.

Sungguh, referensi disertasi seorang kawan serta beberapa riset lain yang berkiblat pada Strauss dan Corbin yang menyelipkan bagian axial coding membuat sedikit mumet.

Ya ya mudah-mudahan fase membaca ini tak lama-lama lagi, coding sedang menunggumu dengan tak sabar, kawan..

argh  ngomong apalagi aku ini.. :3
5 blog auk: Grounded Theory: Membaca Diam-diam Entahlah apa arti judulnya, kali ini mungkin kembali semacam curhat tentang metode yang sangat tidak terbayangkan.  Sederhana namun ternyata...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >