Senin, 23 Mei 2016

Sudah 19 tahun berlalu

dan baru saja ingat lagi, setelah membaca postingannya pakacil itu, yang saya ingat justru hari Kamisnya, saat saya nonton di bioskop di Mitra Plaza itu. Nonton sendirian tentu, karena gadis yang saya akui sebagai pacar waktu itu sedang meninggalkan saya demi sekolah di kota hujan.  Film yang saya tonton kalau tidak salah Once Upon a Time in China VI, pemain utamanya Jet Lee dan Rosamund Kwan, dan saat itu AC di studio tidak jalan, sehingga gerah dan beberapa penonton misuh-misuh.

Kemudian seperti biasa, setelahnya adalah ritual lihat-lihat buku di Gramedia.

Saya juga masih ingat, niat untuk kembali kesitu lagi besoknya, hari Jum'atnya.  Mungkin saat itu saya lagi kaya raya, sehingga ingin kembali kesitu lagi.  Tapi saya lupa, hal apa yang mencegah saya untuk mewujudkan niat itu.

Kalau saya berkeras hati kembali kesitu pada tanggal 23 Mei itu, mungkin saat ini, jemari saya tak sedang mengetikkan hal ini.  Karena semua hal di plaza itu di bumihanguskan, entah sebenarnya oleh siapa, entah niatnya apa, entah atas dasar apa.

Satu hal yang saya sangat sesalkan adalah, seisi toko buku Gramedia yang menjadi abu.  Padahal kalau tak salah, masih ada karya bubin LantanG yang masih dipajang disitu.  Coba saja saya tahu, tak cuma Jejak-jejak yang saya beli.  Coba saja begitu.

4 komentar:

Bolang Gayo mengatakan...

saya merasa malu baca tulisan om. beneran setelah saya baca semua link di tulisan om ini.. saya jadi benar2 malu bahwa saya tak tau apa2 tentang cerita " jum'at kelabu" rasanya saya harus banyak membaca sejarah lagi. terimakasih om selalu ada sesuatu baru yang om berikan. #kursidepan

emir mengatakan...

19 tahun bukan waktu yang sebentar lohh hehe

Rd mengatakan...

lha knp harus malu? biasa aja mas, saya jg toh ga banyak tau apa yg terjadi di kampungnya njenengan :)

Bolang Gayo mengatakan...

karna setelah saya baca kok ternyata peristiwa yang besar juga ya om..maklum om tingkat bacanya masih rendah :)

Posting Komentar

tentang rusuh

jadinya, akibat soal pemilu yang tak berkesudahan ini, karena tentu saja pihak yang tak mau kalah, keras kepala dan super nyebelin, ditambah...

 
;