Maybank Marathon dan Kemalasan Setelahnya
21 Agustus ke Bali, persiapan untuk ngikutin Maybank Marathon minggu lusa. Sesampai bandara Ngurah Rai naik Trans MetroDewata jalur 2B, itu bis shuttle yang ongkosnya cuma Rp.4.400,- sampai halte di Jl. Raya Kuta. Jalan kaki dikit sampai hotel Hadi Poetra yang jaraknya sangat dekat juga dengan toko kaos Joger.
Malamnya ketemuan sama mb Gita Swasti di warung bebek yang enak. Ngobrol bentar saja karena dia ada janji ketemuan sama teman yang lain lagi, lalu dikasih sambal embe yang saya pengen coba dari lama.
22 Agustus. Besoknya nyewa motor di hotel yang petugasnya ramah ratenya murah. Dapet honda vario yang sewanya 85 ribu/hari. Lalu naik motor ke arah Gianyar, menuju Bali United Training Centre, ngambil racepack. Sengaja pagi-pagi biar ga terlalu lama antri. Beres ambil racepack langsung putar balik ke Kuta lagi. Makan lalu istirahat.
Minggu. 23 Agustus. Jam 01.30 dinihari naik motor lagi ke venue Maybank Marathon. Mampir dulu ke Sanur, ngejemput bang Tumpal yang mau nebeng, kenalan sama beliau pas ambil racepack.
Sampai parkiran yang berdebu langsung menuju garis start di jalan raya. Menunggu waktu 04.20 subuh yang akhirnya start tepat waktu. Satu jam kemudian mampir di mushola di km 5 untuk subuhan. Rute maratonnya cukup nyaman, rasanya tanjakannya tak seberat waktu Borobudur marathon.
Water stationnya juara, rapat per 2 kilometer, dan selalu menyempatkan minum air mineral & isotonik. Memakan kurma per 5 kilometer dan energy gel GU tiap 10 km dan beberapa biji Salt Stick. Syukurlah bisa finish dengan aman dengan catatan waktu kurleb 06 jam 05 menitan.
Cuma sebentar habis finish nungguin bang Tumpal lagi untuk pulang.
Malamnya janjian sama mb Latree dan mas Danang lalu ditraktir bubur ikan di warung Laota di dekat hotel. Buburnya enak.
Esoknya dan esoknya jalan kaki cuma istirahat plus jalan kaki ke pantai Kuta yang jaraknya cuma sekitar 1 kilo dari hotel. Entah kenapa malas tak ingin kemana-mana.
Malas yang berlanjut sesampai pulang. Keinginan untuk lari rasanya menjadi biasa saja. Malah akhir-akhir ini memutuskan untuk lebih rajin sepedaan ke kantor. Salahsatunya karena ingin menggenapkan mileage seli Takka sampai genap ke 1000 km dan sudah terwujud kemarin.
Entah sampai kapan malas-malasan lari ini berlanjut, padahal masih ada 1 November, half marathon Arutmin menanti. Tapi yang kepikiran malah ingin bersepeda jauh. Sengaja ga ngambil cuti demi rencana tersebut. Pengennya ke Pontianak atau menyeberang dan bersepeda ke Jogja.
Mari liat nanti moodnya kemana nanti.

Komentar
Posting Komentar