Pada Akhirnya

When you're talkin' to yourself
and nobody's home
You can fool yourself
You came in this world alone
-estranged, G n R-

Ternyata ya, lirik lagu yang aku taro di halaman disertasiku itu, makin lama kok makin relate dengan hidupku sendiri.

Sepertinya selama ini tak ada yang bisa aku ajak ngobrol sungguh-sungguh, pada akhirnya aku ngobrol dan berantem dengan diriku sendiri..

Benar kata seorang kata seorang kawan, bahwa akhirnya orang lain tak lebih adalah semacam cermin, kaca pembesar, jalur lain untuk merefleksi diri sendiri.

Entah aku yang abai atau aku yang memang terlalu bodoh untuk menangkap pelajaran berpuluh tahun.  Aku larut dengan hidupku yang aku ciptakan dan berputar-putar begitu-gitu saja.

Entah kenapa baru aku sadari pada akhir-akhir ini.  Puncak letih mungkin dengan situasi hidup, kerja dan apapun yang ternyata baru saja membuatku tersadar lalu bertanya lagi : aku sebenarnya ngapain ini, ngapain aja selama ini?

Seharusnya, memang titik balik hidupku itu ada saat berkeliaran di Surabaya, atau paling tidak saat memutari Jogja.

Masa-masa sepanjang 14 tahun itu, aku diberi kesempatan dan lalai untuk ngulik hidup sendiri.  Akhirnya malah nyambung sama lagu G n' R satunya:

But it's been fourteen years of silence, ιt's been fourteen years of pain
It's been fourteen years that are gone forever and I'll never have again

Toh semua sudah berlalu.  Sampai titik ini. Dan tiba-tiba merasa burnout...

Semua berakumulasi di waktu terakhir ini.
Di satu sisi aku serasa tercekik di dalam kedalaman air
Tapi di sisi lain aku akhirnya justru merasa lega.

Mengherankan memang.
Tapi ya begitulah. Aku ingin belajar bernapas lagi.
dan lagi...

Komentar

Postingan Populer