Lelaki Harus Berlari Sendiri

Jadi, sudah jauh-jauh hari.  Berencana ikutan event trail run untuk pertama kali.  Rencananya barengan dengan seorang kawan.  

Ada beberapa hal yang menurutku harus ada kawan barengan.

Pertama start dimulai jam 01.30 dinihari, yang mana rutenya aku tahu adalah sangat gelap, takutnya mata minusku kurang "itik" melihat marking sepanjang rute. Walaupun berharap markingnya akan rapat.

Kedua, aku ikutan kategori 35K.  Yang mana sepertinya banyak pesertanya anak-anak muda yang bisa dipastikan akan berlari dengan ngebut.  Kalau ketinggalan sendirian di belakang terus bingung kan ga asik.  Kalau ada kawan kan paling tidak ada kawan ngobrol sepanjang rute.

Ketiga.  Intinya aku takut nyasar.  Tapi mudah-mudahan ketakutan ini tak berdasar.

Keempat.  Sempat janjian untuk race dengan pelan-pelan saja.  Tak ngebut. Jadi paling tidak bikin tenang sepanjang rute dari start sampai finish.  Apalagi aku tahu sekali bagaimana elevasi dan situasi sepanjang rute race hari minggu depan ini.

Akan tetapi.  Manusia bisa berencana, apa daya barusan kawanku itu barusan berkabar kalau mendadak ditugaskan keluar pulau, dan tak bisa pulang hari sabtu ini atau sehari sebelum race karena kehabisan tiket.

NAH KAN!

Semingguan ini memang sudah santer berita kalau tiket pesawat dari luar pulau ke tempatku ini entah kenapa pada kosong alias sold out.  Jadi katanya baru bisa pulang senin.  Itu artinya aku bakal race sendirian tanpa ada yang aku kenal sama sekali. YHA!

Doakan saja ya semoga aku tidak nyasar dan bisa tabah mengikuti race pertama yang dengan netatnya ngikutin kategori tertinggi pula. Hedeh. Nasib!

Lelaki memang harus berlari sendiri.

*eh kayaknya bagus kalimat ini dijadikan tulisan di kaos #lah

Komentar

  1. Ayo! Run, run, run! 👍🙏💐
    Saya sih nggak sanggup 🙈

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer