tentang dunia dan negara yang sedang tidak baik-baik saja

 beberapa hari yang lalu, pemimpin tertinggi Iran: Ali Hosseini Khamenei dinyatakan wafat setelah penyerangan gabungan Israel dan Amerika.

Aku memang tak begitu paham dan menyukai urusan politik sedari dulu, tapi menyerang negara yang berdaulat, lebih-lebih di bulan Ramadhan, sudah sangat keterlaluan.  Mengalahkan kelakuan setan benaran.

Sedihnya seorang penguasa nir kompeten yang mengaku pemimpin negeri ini malah secara tak langsung mendukung komplotan pasukan biadab yang hobinya menindas kedaulatan orang lain itu.  Lalu menjadi kesal, (perwakilan) negara ini bahkan tak mengucapkan belasungkawa dan mengutuk serangan yang dilancarkan dengan alasan yang dibuat-buat itu.

Kemarin tak sengaja membaca status seorang kawan, semakin menyedihkan karena bukannya berduka karena negara berasas Islam yang diserang, malah meributkan urusan Sunni-Syiah dan membuka sejarah kelam yang sudah berlalu lama sekali.

Heran, mengaku manusia kok ya tak punya empati.

Ingin mengumpat tapi toh mereka tak lagi punya telinga, lagian sedang bulan puasa

Akhirnya diam-diam aku mengutuk dalam hati saja, semoga kelakuan mereka mendapat balasan secepatnya.  Mereka lupa bahwa: Gusti Allah ora sare, Allah tidak tidur .. (QS. Al-Baqarah: 255).

Komentar

  1. Jangan percaya Trump apalagi Netanyahu. Menyedihkan dunia ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah duo itu ga sadar diri ingin menguasai dunia dg sgala caranya. Menyebalkan memang, paman

      Hapus
  2. waktu kabar penyerangan ini, di Berlin, banyak warga Iran yang justru malah merayakan euforia, karena menganggap pemerintahan Khamaeni merupakan pemerintahan diktator. mereka beralasan bahwa Iran bukan negara islam, namun saat Khamaini berkuasa, ia mengubah negara jadi negara islam. ia juga mengubah bendera, bahasa, dan lagu kebangsaan.

    terlepas dari kondisi politik, kejatuhan pemerintahan karena serangan negara lain ini sungguh ironis. di satu sisi paham, bagaimana frustasinya mereka dengan kondisi negaranya, sehingga saat negara lain menyerang, malah bahagia. di sisi lain, gila aja, negara sendiri diserang negara lain..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya yg euforia itu pendukung rezim Pahlevi yg memang beda “platform” dg alm Khameini.

      Tp bagaimanapun negara berdaulat dg asas yg baik diserang negara lain dg alasan yg absurd itu sangat menyebalkan sekali

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer