Sejak 1990

Tahun 1990 itu usiaku baru 15 tahun, tapi 'dipaksa' untuk keluar dari rumah.  Masuk sekolah yang juga wajib masuk asrama di tahun awal pelajaran.  Jarak dari rumah padahal 'hanya' sekitar 50 km, tapi di tahun itu terasa sangatlah jauh, angkutan umum yang ada hanyalah mobil colt.

Sampai sekarang pun aku tak tahu motivasi abah mengirim aku sekolah jauh dari rumah, walau akhirnya aku patuh saja dengan perintah beliau, walau sekolah itu jauh dari keinginanku yang sangat ingin masuk SMEA saat itu.  Tiga tahun bersekolah di situ, kebanyakan hanya tahu teori tapi gagap di praktiknya.

Sejak 1990 itulah aku jarang di rumah, palingan saat libur sekolah atau pas lebaran.  Aku jadi kurang akrab dengan lingkungan kampungku sendiri, kurang akrab dengan penghuni kampung yang sebagian besar notabene adalah keluargaku sendiri. Yang dikenal di kampung justru ading/adikku yang walaupun juga akhirnya masuk asrama tapi dia yang lebih sering ada di rumah.

Lulus sekolah juga toh akhirnya aku melanjutkan kuliah di kota yang jaraknya sebenarnya hanya sekitar 24 km dari rumah, tapi rasanya rumah adalah tempat 'mudik' yang hanya aku kunjungi sesekali saat tak ada perkuliahan, atau lebih sering saat 'amunisi' di kos sudah menipis.  Walaupun aku tak pernah meminta lebih dari yang aku perlukan, yang penting bisa bertahan hidup itu sudah cukup.

Lepas kuliah malah lanjut menikah hingga nyaris benar-benar lepas dari rumah.  Rasanya tak pernah lagi menginap sampai seminggu di rumah abah.  Aku baru sadar sekarang waktu bersama abah & mama selepas tahun 1990 itu tak sebanyak waktuku dengan kesendirian dan teman-teman dan lingkungan sekitarku yang jauh dari rumah.

Begitu terus sampai akhirnya aku malah beberapa kali menyeberang pulau untun melanjutkan kuliah yang rasanya tak berkesudahan.  Sampai akhirnya lulus terakhir kali di 2017.  Sampai akhirnya setahun kemudian mama berpulang. Sampai akhirnya abah juga berpulang enam tahun kemudian.  Sampai akhirnya rumah masa kecil itu dijual dan jejaknya menghilang.

Sekarang satu-persatu anak-anak juga melangkah keluar dari rumah.  Mau tak mau aku harus belajar ikhlas bahwa sejak saat itu juga mungkin mereka tak sesering saat sekarang ada di rumah.  Hanya bisa berdoa semoga selalu diberi kesempatan untuk bisa menikmati waktu lebih lama..

--

*foto di atas adalah belakang rumah, sebagian besar renovasi/tambahan bagian rumah dilakukan sendiri oleh abah, difoto dari depan rumah acil/bibi yang juga sudah berpindah tangan juga..

Komentar

Postingan Populer