Kadar Ujian Manusia
Ada seorang kawan, yang aku anggap ilmu dunia & akhiratnya sangat bagus. Apalagi kalau dibandingkan diriku sendiri. Suatu saat ketemu dirinya duduk dalam keadaan cukup 'terpuruk'. Rasanya baru saat itu menemui dirinya dalam kondisi begitu terlihat 'tak berdaya'.
Intinya semua bahan penelitiannya yang sudah siap disusun dan diseminarkan, lenyap digondol maling (hey, maling kurang ajar, entah sudah jadi apa kamu saat ini). Laptop, hard disk, flash disk, semua media penyimpanan bahan penelitian yang dikumpulkannya bertahun-tahun lenyap. Tak ada back up lagi.
Hanya ada tulisan di buku catatannya yang akhirnya kudu diketik ulang.
Aku pun mendekatinya, dan mengatakan sesuatu padanya dengan 'sok' bijak, hehe. Kurang lebih aku katakan padanya:
"Dirimu itu, sekolahnya S3, tentu saja ujian hidupnya juga setingkat S3, ga mungkin Allah mengujimu dengan ujian setingkat TK. Salah sendiri punya ilmu tinggi, tentunya ujianmu juga bakal berat. Ga kaya aku, ilmu kurang jadi ujiannya juga kurang hehe"
Eh, terlihat ada senyum yang memupus kabut di wajahnya.
Sepertinya tak lama dia kembali ke kampus, meneruskan laporan hasil risetnya dengan bahan yang ada. dan syukurnya akhirnya pendidikannya selesai walaupun akhirnya ada ujian hidup tambahan lagi setelahnya.
Tapi aku pikir, temenku itu diuji karena ilmunya, kalau diriku cenderung 'ditegur' karena kurangnya ilmu hehe

Komentar
Posting Komentar