tentang trilogi Monyet ke Empat
..akhirnya, bermodal rasa penasaran atas tiga buku yang lama dibeli tapi belum tersentuh ditambah keinginan mengisi pikiran yang tiba-tiba kosong *halagh-- terselesaikan juga trilogi pembunuhan berantai The Fourth Monkey atau disingkat 4MK (yang anehnya di buku terjemahan yang aku baca disingkat jadi P4M atau Pembunuh 4 Monyet, harusnya kan pembunuh monyet ke 4 ya? *dibahas)
Sesuai judul pada jilid pertama, monyet ke empat ini merujuk pada Shizaru - yang melambangkan filosofi :jangan berbuat jahat". Melengkapi legenda 3 monyet bijak yang melambangkan "see no evil, hear no evil, speak no evil"
Ajaibnya, tokoh penjahat di buku ini malah menerapkannya secara literal, korban tak cuma dibunuh tapi juga dipotong telinga, lidah dan matanya dan dijadikan souvenir sebagai penanda keberadaan dirinya.
Sampai akhirnya detektif Sam Porter yang baru kehilangan isterinya menemukan petunjuk berupa buku harian (yang lebih mirip novel) yang berisikan kisah tentang tersangka utama pembunuhan berantai yang bernama Bishop.
Jadi nanti di dalam bukunya selang seling antara masa sekarang dengan masa lalu yang digambarkan di buku harian. Alurnya jadi maju mundur.
Aku membacanya rada cepat, menskip beberapa bagian yang menurutku hanya berupa pengulangan. Sampai akhirnya muncul buku harian kedua. Lagi-lagi berusaha menyambungkan fakta yang ada sekarang dengan kejadian di masa silam.
Cukup tricky trilogy ini. Setelah menyelesaikan kisah di jilid pertama dengan susah payah dan pembunuhnya nyaris ditemukan, eh ternyata belum berakhir begitu saja. Dan buku pertama kedua dan ketiga tak bisa dibaca terpisah, benar-benar satu kesatuan yang harus dibaca secara bersambung.
Buku kedua dan ketiga cukup membingungkan, saya akui JD Barker yang menuliskan alur cerita ini berhasil bikin bingung. Sampai saya beberapa kali meragukan alur kisahnya. Soalnya pada akhirnya ragu sendiri siapa sebenarnya jagoan dan penjahatnya. Kebolak balik dan banyak tikungannya. Bahkan sampai lembar terakhir pun, masih juga menebak-nebak ending sebenarnya bagaimana. Bedebah sekali 😂
Tapi seperti juga kisah-kisah pembunuhan berantai lainnya, pencetusnya biasanya adalah dendam yang akhirnya dilampiaskan pada korban. (walau sebenarnya di buku ini korbannya kadang tak terkait langsung dengan kejadian yang harus dibalasdendamkan)
Pokoknya tiga buku ini cukup seru dan ruwet haha adegan pembunuhannya pun beberapa digambarkan dengan cukup eksplisit. Kebayang kalo kisah ini difilmkan, pasti seru, sih.
Duh, sungguh ga jelas sama sekali review buku ini haha


Kayaknya menarik buku ini 🙏
BalasHapusSeru sih, paman. Lama ga nemu buku (fiksi) yg menarik untuk dibaca & bikin penasaran
Hapus