tentang apa?
baca koran isinya kebanyakan pencitraan, seremonial regional yang gitu-gitu aja, pamer penghargaan yang kadang tidak ekuivalen dengan outputnya. Belum lagi indikasi korupsi terang-terangan pada proyek milyaran.
Proyek besar yang didahulukan, sementara kegiatan-kegiatan "kecil" anggarannya dipotong begitu saja. Lebih penting proyek besar yang hasilnya tak keruan, di koran juga berdalih demi masyarakat. Begitukah?
Berusaha menerima saja bagaimana penguasa memilih pembantu-pembantunya, mana ada mereka menghargai proses. Asal bisa mengiyakan apa maunya, itulah yang akan dipilih.
Semuanya begitu, dari tingkat bawah sampai atas. Lalu aku bisa apa selain berusaha diam tak berkomentar apa-apa lagi.
Bahkan bicara pun sekarang bisa dianggap sebuah kesalahan (bagi mereka yang tak ingin kelakuannya dikomentarin).
Orang biasa yang tak masuk lingkaran kekuasaan, hanya diperbolehkan jadi penonton pasif. Diam. Menerima saja apapun hasilnya.
Kerusakan-kerusakan pun dianggap tak ada.
Blah.r

Komentar
Posting Komentar