Sepenggal Malam di 90-an
Circa 1995-1999: lupa persisnya. Tiga pemuda ngobrol di dak, dekat atap, tempat menjemur pakaian (mungkin sekarang disebutnya rooftop ya), di sebuah kos perempuan, di sudut dekat perempatan utama sebuah kota kecil. Tentu saja walaupun ketiganya laki-laki, bisa ngobrol di atas karena salahsatunya adalah pengelola kosan. Anggap aja dia adalah pemuda pertama.
Pemuda kedua adalah saya. Dan salah satu topik obrolan malam itu adalah definisi dari begadang, yang mana menurut pemuda ketiga adalah jika tidurnya di atas jam 3 pagi. Itu baru sah disebut begadang. Maka dari itu obrolan kami yang tak sampai jam 3 dinihari waktu itu tak masuk kategori tersebut. Tak begitu penting memang, tapi toh saya masih mengingatnya dengan baik.
Bagian lain dari malam itu adalah, mengangkat kompor dan wajan ke atas dak jemuran tersebut, untuk menggoreng kerupuk kalau tak salah. Selanjutnya lupa apakah kegiatan menggoreng itu diteruskan apa dicancel.
Kemudian bagian paling penting adalah obrolan antar kami bertiga, yang sepakat dinamakan dengan kegiatan "sepenggal malam".
Penggagasnya adalah pemuda ketiga. Dalam obrolan tersebut, kami diwajibkan mengungkapkan kekurangan masing-masing. Misal saya selaku orang kedua, dipersilakan dan kudu mengungkapkan kekurangan pemuda pertama dan kedua. Begitu juga dengan yang lainnya.
Walaupun akhirnya sang penggagas ujung-ujungnya protes, karena cuma dia yang blak-blakan mengungkap kekurangan kami di matanya. Walaupun sungguh saya sekarang lupa dia ngomong apa saja waktu itu ahaha
Bayangkan ya, seandainya pejabat publik di negeri ini ngadain semacam "sepenggal malam" kami gitu. Mempersilakan orang lain untuk mengatakan segala kekurangannya. Tentu saja nantinya untuk diperbaiki, toh. Bukannya malah misuh-misuh dan malah playing victim.
Lha skarang boro-boro seneng dikritik, dikasihtahu kesalahannya aja malah cari pembenaran, pantesan cepet tua #lhoo
Jadi begitulah, kejadian 'sepenggal malam' yang pertama dan terakhir tapi masih dikenang sampai sekarang. Kadang-kadang saya masing mengingatkan pada pemuda pertama dan ketiga akan sepenggal malam itu dan mereka masih saja ingat juga. Warbyasa.
---
sumberr foto: stock.adobe.com


Komentar
Posting Komentar